Pamekasan – Portalnews Madiun Raya

Pandemi Covid 19 terus memakan korban. Kali ini Wakil Bupati Pamekasan, H Raja’e dikabarkan meninggal dunia setelah berjuang melawan Covid 19, Kamis (31/12/2020).

Hal itu disampaikan oleh salah seorang Awak Media, Erick melalui WA Grup.

“Innalillahiwainna ilaihi rojiun
Telah meninggal dunia Wakil Bupati Pamekasan H Raja’e pada hari Kamis jam 14.30 WIB, ” Ucap Erick.

Lebih jauh Erick menyampaikan bahwa orang nomor dua di Pemkab Pamekasan itu berpulang setelah dirawat di RSUD Dr Soetomo sejak 15 desember 2020. “Dua minggu lebih beliau dirawat di Surabaya karena Covid 19,” Lanjut nya.

Erick mendoakan agar almarhum diterima disisi-Nya. “Semoga diterima amal ibadahnya, diampuni segala kesalahan, dan keluarga diberi kesabaran, Amiin. ” Pungkasnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ngawi – Portalnews Madiun Raya

Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, ST, MH meninjau pembangunan Masjid Batu di Dusun Tanon Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi, Selasa (08/01/2019).

Yang istimewa, Wakil Bupati Ony Anwar selain didampingi oleh pejabat setempat juga diikuti oleh Sugiri Sancoko, budayawan dan politisi Partai Demokrat.

Dalam keterangannya, Sugiri Sancoko menyatakan bahwa selain pembangunan fisik, masyarakat juga harus dibangun mental dan spiritual nya, “Pembangunan masyarakat dari sisi mental spiritual adalah dengan mendekat kan mereka dengan sang pencipta, untuk itu Masjid sangat penting sebagai fasilitas tersebut,” ucap Sugiri Sancoko kepada Portal Madiun Raya.

Hari ini saya mendampingi Mas Ony, Wabup Ngawi untuk mendukungnya memberikan fasilitas keagamaan bagi masyarakat di Dusun Tanon, Desa Sidorejo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi ini, sambung Mas Giri, panggilan akrabnya.

“Kedepan, kita harus terus bersinergi antara pejabat eksekutif dengan legislatif untuk meningkatkan pembangunan mental spiritual khusunya di Dapil IX DPRD Provinsi Jawa Timur ini.” Pungkas Caleg Partai Demokrat tersebut.

Sementara Ketua pembangunan Masjid, Agus Santosa mengucapkan terima kasih atas kunjungan Wakil Bupati Ony dan Sugiri Sancoko. “Atas nama jamaah dan masyarakat, kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian yang diberikan, semoga kita dapat bersama sama mewujudkan masyarakat Ngawi yang beriman,” ucapnya. (Yah/Gin)

Ponorogo – Portalnews madiunraya.com
Wakil Bupati Ponorogo saat ini, Dr Drs H.Soedjarno MM memiliki banyak pengalaman sebelum menjadi orang nomor dua di Kabupaten Ponorogo seperti saat ini.

Soedjarno lahir di Desa Crabak Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo pada tanggal 10 Agustus 1953, dan menghabiskan berkarir di Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

Terakhir, Suami dari Siti Nurkanah tersebut menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) pada tahun 2011 sebelum purna di tahun 2013.

Ayah tiga orang anak tersebut juga aktif di banyak organisasi di Kabupaten Ponorogo, selain itu Soedjarno hobi bermain tenis.

Soedjarno menamatkan Magister Manajemen di Universitas Gajayana Malang pada tahun 1998 dan menyelesaikan program Doktoral di Universitas 17 Agustus Surabaya pada tahun 2016, saat ini Soedjarno aktif di Kwartir Cabang Gerakan Pramuka sebagai ketua.

Yang menarik, Soedjarno memiliki wajah yang tampan saat muda, Soedjarno memiliki moto Hidup Harus Selalu Optimis. (yah/gin).

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya
Menyikapi terkait laporan dari Tim pemenangan pasangan Khofifah-Emil ke panwas Trenggalek, beberapa waktu yang lalu, tentang adanya dugaan pelanggaran kampanye dalam event rampak barong, di tanggapi adem adem saja oleh mantan ketua DPC PDIP Trenggalek S.Akbar Abas.

Di katakan oleh Abas, baginya laporan yang telah di lakukan oleh tim pemenangan kabupaten, untuk pasangan Khofifah-Emil merupakan sesuatu yang wajar, “Mengingat ini terjadi di tahun politik,” jelas Akbar Abas (8/6).

Menurut Abas, sejatinya kegiatan rampak barong yang telah di gelar di stadion Menak Sopal itu, bukanlah merupakan bagian dari agenda kampanye dari Paslon nomer dua.

“Kegiatan tersebut murni kegiatan budaya yang di gelar oleh Taruna merah putih, yang bekerjasama dengan Pemkab Trenggalek”,ujar Abas.

Ketika di tanya, apakah kegiatan rampak barong yang pada akhirnya mampu memecahkan rekor MURI dunia ini di tunggangi oleh kepentingan politik, mantan Ketua DPC PDIP Trenggalek Periode 2010-2015, yang murah senyum ini langsung merespon dan mengatakan.

“Ya ini tergantung dari sudut pandang mana, dan dari sisi mana untuk menilainya. Kalaupun Mbak Puti datang itupun juga wajar wajar saja. Toh tujuanya baik, menghargai kegiatan budaya seni di kabupaten Trenggalek, di antaranya rampak barong itu”,urainya dengan nada kalem.

Abas lantas berusaha menjelaskan tentang kaos bergambar  PDIP dan Gus Ipul-Puti yang sempat di kenakan oleh peserta rampak barong.

“Jadi begini, kegiatan rampak barong kemarin memang ada yang pakai kaus PDIP dan gambar Gus Ipul-Puti, itu hanya kebetulan saja. Ya mungkin mereka saking cintanya terhadap PDIP, dan calon Gubernur dan wakil Gubernur.Kalaupun saat itu mereka sempat memutar lagu kabeh sedulur kabeh makmur, mungkin maksudnya panitia kala itu berupaya menghargai tamu yang kebetulan sebagai calon wakil Gubernur Jawa Timur. Jadi tak perlu di permasalahkan”,ujarnya.

Terkait soal penggunaan logo pemkab Trenggalek yang tertera dalam piagam penghargaan yang kemudian di bagi bagikan pada peserta, di jawab oleh Abas.

“Ini kan hanya piagam penghargaan kepada peserta rampak barong, dari Taruna Merah Putih, yang secara kebetulan saja ketuanya itu Plt Bupati Trenggalek, saya kira tak ada masalah. Malah saya sangat menghargai apa yg telah di lakukan oleh Gus Ipin. Ada festival kesenian barong dalam rangka untuk membawa nama Trenggalek, ke tingkat regional Jatim maupun Nasional”,pungkas Akbar Abas.(Ono/gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya

Wakil Bupati Ponorogo, Dr drs H. Sudjarno, MM dipanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ponorogo pasca menghadiri kegiatan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan di Ponorogo beberapa waktu yang lalu.

Menurut Komisioner Bawaslu Ponorogo, Marji, pihaknya terpaksa meminta keterangan dari Wakil Bupati Ponorogo karena yang bersangkutan memakai atribut Wakil Bupati, termasuk menggunakan fasilitas negara. “Kita memanggil Wakil Bupati Ponorogo karena memakai atribut Wakil Bupati”,ujarnya, Senin (30/04).

Memang Wakil Bupati Ponorogo Sudjarno tercatat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Kabupaten Ponorogo, namun seharusnya tidak menggunakan fasilitas negara dalam kegiatan tersebut, sambungnya.

“Hari ini masih akan kita rapatkan, apakah Wabup Sudjarno melanggar etika Pemilu dengan 3 pihak yaitu dari Polres dan Kejaksaan Negeri Ponorogo”,sambungnya.

Marji berharap pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Timur tahun 2018 di Ponorogo dapat berjalan lancar dimana semua pihak dapat mematuhi peraturan yang berlaku. (GiN)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.