Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Salah satu kuliner yang tetap mempertahankan konsep sejak awal buka adalah Soto Ayam di Desa Wringin Anom Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo.

Karena letaknya di bawah 2 pohon Asem, publik sering mengatakan tempat itu Soto Ayam Sor Asem.

Menurut Nuli, generasi ketiga yang mewarisi tempat usaha kuliner itu, awalnya Mbah Misirah yang merupakan neneknya pada tahun 1990 membuka Warung Soto ayam di tempat itu.

“Jadi kita pertahankan tempatnya mas, selain itu resep dan jam buka juga kita pertahankan. Buka mulai jam 16.00 sampai habis,”Terang Nuli sambil melayani pembeli, Rabu (09/09/2021).

Lebih lanjut Nuli menyampaikan bahwa soto racikannya yang sudah turun temurun itu akan tetap dipertahankan. “Semua memakai Ayam Kampung dengan santan dan disajikan dalam kondisi panas. Ada kecap dan sambal namun terserah selera dari keinginan pembeli,” ujar Nuli.

Nuli juga menyampaikan bahwa selain buka ditempat itu, dirinya juga membuka cabang di Mlarak. “Kalau disana buka dari jam 08.00 hingga pukul 20.00 WIB. Di Pasar Wringin Anom juga buka saat Pasaran Legi saja, selebihnya ya di tempat ini,” Ucap Nuli.

Menemani Soto Ayam yang harganya cukup murah yaitu Rp 5.000,- per porsi, Nuli juga menyajikan Daging Ayam yang digoreng. “Ada sundukan, jeroan, paha ayam, ceker. Semuanya daging ayam kampung. Harganya cukup Rp 5.000,- saja. Untuk minuman Rp 3.000,- saja.” Pungkas Nuli.

Sementara menurut pengunjung yang sengaja datang dari tempat lain, Ali Imron, rasanya cukup mantap. “Sengaja saya datang sebelum jam 16.00 WIB mas, biar bisa merasakan saat buka pertama. Rasanya cukup segar dan mantap. Bisa bikin kemringet.” Ujar Ali Imron. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Disela-sela kunjungan ke daerah di wilayah yang dipimpinnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sering menikmati kuliner khas didaerah tersebut.

Seperti yang terlihat pada Sabtu (04/09), Khofifah menikmati Sate Ayam Ngepos Ponorogo ditemani oleh Bupati dan Forkopimda.

Dalam postingan di akun instagramnya, Khofifah pun lantas mengupload foto dirinya bersama penjual sate ayam yang sudah turun temurun berjualan ditempat itu.

Bahkan orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu pun mengungkapkan perbedaan antara Sate Ayam Madura dengan Sate Ayam Ponorogo.

“Selain sate Madura, Jawa Timur juga punya sate Ponorogo. Terus, bedanya apa ?,” Tanya sang Gubernur.

Lalu Gubernur Khofifah pun menyampaikan perbedaan mendasar antara dua kuliner yang khas tersebut. “Pertama, adalah dari cara memotong dagingnya. Jika sate asli Madura, dagingnya dipotong kotak-kotak menyerupai dadu, maka sate Ponorogo dagingnya disayat tipis memanjang mirip fillet,”Terang Khofifah.

Kedua, Gubernur Khofifah juga menyatakan jika sate Madura dibakar tanpa sebelumnya dimarinasi, “Sate Ponorogo harus melalui proses marinasi dengan berbagai rempah khas,” Ujar Gubernur.

Dan, ketiga terletak pada sausnya. “Jika sate Madura sausnya adalah campuran petis pada saus kacangnya, maka sate Ponorogo menggunakan saus kacang, bawang merah dan cabe rawit,” Jelas Gubernur Khofifah.

Namun jika masih bingung bedanya, Gubernur meminta masyarakat yang ke Jawa Timur untuk mencoba keduanya. “Kalau ke Jawa Timur, cicipi saja langsung keduanya. Dijamin, sama enaknya dan tidak ada obatnya.” Pungkas Gubernur Khofifah. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Sudah selama 25 tahun terakhir Pak Sarwan dan Isteri tercintanya membuka Warung Mie Ayam di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di seberang Perpustakaan Daerah Kabupaten Pacitan.

Dan selama itu pula, Pak Sarwan tetap mempertahankan tempat dan bumbu Mie Ayamnya sehingga tetap enak hingga saat ini.

“Saya memulai jualan Mie Ayam sejak anak saya berusia 3 tahun mas, dan kini sudah berusia 28 tahun. Cucu saya sudah 2 orang. Dulu saat awal memulai jualan Mie Ayam harganya Rp 7.000 dengan minumnya,”Jelas Bu Sarwan sambil melayani pembeli di kedainya, Jum’at (03/09/2021).

Lebih lanjut Bu Sarwan menceritakan bahwa dirinya dan sang Suami tetap mempertahankan tempat dan bumbunya. “Dari awal ya begini mas, tempatnya ya seperti ini dan tidak ada yang berubah. Resepnya juga kami patenkan dan kami tidak buka cabang karena selain tidak ada tenaganya juga kalau dipegang orang lain rasanya bisa berubah mas,”Ujar Bu Sarwan saat ditanya kenapa tidak membuka cabang ditempat yang lain.

Bu Sarwan tak henti-hentinya bersyukur karena dari kedainya yang sederhana itu bisa menghidupi keluarganya hingga saat ini. “Yang terpenting adalah tetap bersyukur mas, rezeki sudah ada yang mengatur. Yang penting kita usaha dan terus berdo’a. Hanya 2 bulan ini tutup karena Pandemi Covid 19 dan Alhamdulillah kini sudah buka seminggu terakhir.”Pungkas Bu Sarwan.

Sementara menurut salah satu pembeli, Lina, dirinya merasakan Mie Ayam racikan Pak Sarwan sangat lezat. “Biasanya saya tidak habis makan Mie Ayam, namun ini rasanya enak banget, apalagi kalau dikasih Ceker, rasanya Mak Nyuss,” Ucapnya menirukan salah satu pegiat Kuliner Nasional. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Sekitar akhir tahun 1964 atau awal tahun 1965, Pak Kino membuka kios Bakso di kawasan Pasar Tengah, Penceng, Pacitan.

Hal itu disampaikan oleh Budi, putra sulung Pak Kino yang saat ini masih meneruskan usaha kuliner yang dirintis ayahnya itu. “Pak Kino itu asli Wonogiri Jawa Tengah dan di tahun 1964-1965 membawa kuliner bakso pertama di Pacitan,”Terang Budi, Sabtu (30/01/2021).

Karena pertama di Pacitan, Bakso Pak Kino mendapatkan tempat di masyarakat Pacitan. “Waktu itu tempatnya di sebelah BRI Kota atau kalau saat ini di sebelah kanan Toserba Enggal Dua, selalu ramai setiap saat, apalagi kalau lebaran, kita sampai buka tenda di halaman karena pengunjungnya yang membludak,” Urai Budi.

Yang berbeda dengan bakso yang lain, Bakso Pak Kino ada beberapa varian. “Kita berikan tetelan daging sapi dan juga gajih. Selain itu ada beberapa pentol yang kita kasih hati, sehingga namanya menjadi Bakso Ati. Yang jelas, pentol daging sapi kita buat selembut dan sehalus mungkin,”ujar Budi.

Namun seiring perkembangan, Budi menyampaikan bahwa di Pacitan sudah banyak berdiri warung bakso yang juga memiliki kelebihan masing-masing. “Saat ini Warung Bakso Pak Kino tidak seramai yang dulu, namun kita masih mempertahankan rasa, kualitas dan tetelan seperti dulu, ini ciri khas yang akan kita pertahankan. Dan kedepan, kita akan pindah di seputaran JLS, selatannya Cuik, monggo kalau berkenan singgah di Warung Bakso Pak Kino.”Pungkas Budi. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Trenggalek – Portalnews Madiun Raya

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin siapkan 1.000 porsi ketupat untuk dibagikan kepada masyarakat Trenggalek secara gratis, Minggu (31/5/2020).

Caranya cukup mudah, masyarakat tinggal mengunduh Aplikasi Bloojek di Playstore, kemudian mengaktifkan akun di aplikasi ini. Setelah akun aktif masyarakat bisa memesan ketupat sayur secara gratis melalui platform ojek online lokal ini.

Ketupat ini memang digratiskan oleh Nur Arifin dan pemesannya hanya mengganti ongkos pengiriman Bloojeknya. Satu pesanan ketupat gratis, pemesan mendapatkan 3 porsi ketupat sayur.

“Dengan begitu, masyarakat dapat merayakan Hari Raya Ketupat dirumah saja dan terhindar dari resiko penyebaran Covid 19,” Ucap Bupati.

Rian, Pendiri Bloojek kepada awak media menuturkan bahwa animo masyarakat sangat tinggi dengan perayaan Hari Raya Ketupat di Trenggalek. “Baru saja dibuka sudah lebih dari 100 pemesan yang mengorder ketupat gratis ini,” ujar pria ini.

Rian juga menambahkan, distribusi ketupat akan dilakukan secara kolektif melalui driver-driver yang telah disiapkan.

Saat Pandemi Covid-19 ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengambil keputusan yang berat meniadakan tradisi Kupatan yang memang telah ada turun-temurun semenjak kebiasaan Mbah Mesir di Durenan melaksanakan puasa Syawal dan hari ke 7 masyarakat merayakan ini dengan ketupat menyambut kedatangan beliau.

Meskipun berat meniadakan perayaan ketupat, namun keputusan ini diambil Pemerintah Trenggalek untuk melindungi para Kyai, orang tua dan masyarakat dari bahaya penyebaran Covid 19. (Red).

Source : FB – Pemkab Trenggalek

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Walikota Madiun, H Maidi, memiliki cara tersendiri dalam menjalankan tradisi silaturahmi lebaran di tengah pandemi Covid-19 ini.

Walikota sengaja membagikan 2.000 ribu bungkus nasi kotak kepada masyarakat di awal masuk setelah libur lebaran, Selasa (26/5). Nasi kotak dibagikan kepada masyarakat yang melintas di depan Balai Kota hingga dibagikan keliling di sejumlah pasar tradisional. Kegiatan tersebut diharap menjaga jalinan silaturahmi Pemerintah Madiun Kota dengan masyarakat.

‘’Kita jauh tetapi dekat. Artinya, kita sementara jaga jarak, memperbanyak di rumah masing-masing, tidak bersilaturahmi. Tetapi hubungan kita tetap dekat,’’ kata walikota.

Nasi kotak tersebut diberikan kepada pengendara yang melintas dan bersedia berhenti sejenak. Artinya, petugas tidak menghentikan setiap yang melintas. Namun, hanya mereka yang mau. Satu petugas mensosialisasikan melalui pengeras. Hal itu sengaja lantaran jumlah nasi kotak terbatas. Pemerintah hanya menyiapkan 2.000 bungkus. Padahal, direncanakan ada 10 ribu bungkus sebelumnya. Hal itu lantaran belum banyak catering yang sudah buka di awal masuk paska libur lebaran kali ini.

‘’Rencana awal 10 ribu, tetapi hanya ada lima catering yang sanggup menyiapkan hingga terkumpul 2 ribu bungkus,’’ jelasnya.

Pemkot sengaja memberikan nasi kotak agar segera termanfaatkan. Nasi siap makan dinilai tepat mengingat belum banyak warung makan yang buka. Nasi bisa dibawa pulang atau dimakan di tempat kerja bagi yang sudah masuk kerja. Walikota juga mengutamakan masyarakat kurang mampu. Mulai tukang becak, tukang parkir, hingga petugas keamanan.

‘’Silaturahmi kita ganti ini. Semoga ini bisa mengakrabkan dengan masyarakat. Pemerintah tentu harus mengedepankan masyarakatnya,’’ terangnya.

Pembagian nasi kotak juga dilakukan dengan berkeliling. Walikota sengaja meninjau sejumlah tempat dengan menyertakan satu mobil berisi nasi kotak. Setiap masyarakat yang dirasa membutuhkan langsung diberi. Seperti tukang becak di pasar kawak, pasar besar, dan sepanjang jalan rute berkeliling. Termasuk pedagang dan pembeli.

‘’Tradisi silaturahmi lebaran memang ditiadakan karena Covid-19 ini. Tetapi bukan berarti tidak ada sama sekali. Silaturahmi bisa kita wujudkan dengan kegiatan yang lain,’’ pungkasnya. (Red)

Source : FB – Pemkot Madiun

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Dampak pandemi Covid 19 dirasakan banyak orang dengan menurunnya tingkat perekonomian mereka.

Tak terkecuali di wilayah Kecamatan Ngrayun Ponorogo, banyak warga yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka.

Sebagai bentuk kepedulian akan hal itu, Persaudaraan Setia Hati (PSHT) Rayon Desa Cepoko, Ranting Ngrayun Cabang Ponorogo membuka WATER atau Warung Terate.

Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ponorogo, Anam Ardiansyah, pihaknya saat ini menggelorakan semangat gotong royong ditengah pandemi.

“Yang pertama, berdiri WAGE yaitu Warung Gratis yang didirikan Pokdarwis Sri Setono Desa Plalangan Kecamatan Jenangan, disana warga secara bergotong royong memberikan hasil pertanian dan bahan pangan yang lain lalu warga yang membutuhkan siapapun bisa mengambil secara gratis, ” Ucap Anam, Senin (11/05).

Setelah itu beberapa Pokdarwis dibeberapa tempat juga meniru hal itu. “Lalu semangat mengeksekusi itu akhirnya terwujud hari ini, adalah PSHT Rayon Cepoko, Ranting Ngrayun, Cabang Ponorogo yang mulai hari ini dengan semangat persaudaraan mendirikan WATER sebagai implementasi pengembangan program WAGE Pokdarwis Sri Sentono, Plalangan, Jenangan, Ponorogo, ” Lanjut Anam Ardiansyah.

Adapun konsepnya sama. “Saget mendet saget ngisi bagi siapapun di Warung Terate ini, jadi dirikan tiang papannya, biar Alloh SWT yang mengetuk hati nuarani makhluk – Nya bagi siapa yang akan mengisinya, lalu siapapun yang membutuhkan silahkan untuk mengambil, ” Jelas pegiat media sosial itu.

Harapan kami, kata Anam, semoga menginspirasi bagi saudara-saudara yang lain dimanapun berada. ” Ini sangat bermanfaat guna menjadi bagian dalam upaya penanggulangan CoviD – 19.” Pungkas Anam Ardiansyah. (Yah).


Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.