,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Mata Hendrik, yang merupakan Warga Blitar namun sudah berdomisili di Kota Madiun tiba-tiba terbelalak, saat Mbok Nah, seorang Penjual di salah satu Warung Kopi yang terletak di Gondowido Ngebel itu meletakkan sepiring panganan yang menurutnya aneh.

“Apa ini Mbok..?” Tanya Hendri yang merupakan salah satu Pewarta Senior di Kota Pendekar (Madiun) itu.

“Itu RIMBIL mas…jajanan Tradisional di Ponorogo. Singkatan dari teRI dan kamBIL (Ikan Teri dan Kelapa),” ucap Mbok Nah sambil tersenyum saat menjawab pertanyaan wartawan itu.

Tanpa ragu, tangan Hendri segera meraih sepotong Rimbil dari piring yang diletakkan oleh Mbok Nah itu.

Dengan yakin, Hendri segera memasukkan Rimbil itu ke Mulutnya.

“Hemm…Gurih,” ucapnya singkat.

Disadur dari berbagai sumber, Rimbil merupakan jajanan tradisional khas Ponorogo Jawa Timur, sama dengan Lentho, Ote-ote, Weci, Bala-bala, Bakwan Sayur, Dadar Jagung, Pia-pia, dan lain sebagainya.

Namun biasanya selain dimakan langsung, makanan khas dari Ponorogo itu juga sebagai pendamping hidangan Pecel Ponorogo.

Karena asli Ponorogo, di daerah lain, jarang yang tahu tentang makanan ini.

Bahkan di Ponorogo sendiri pun, makanan ini sudah bisa dikatakan jarang ditemui.

Mungkin bila ada hanya bisa ditemui di beberapa penjual Nasi Pecel Ponorogo di pagi hari.

Sedangkan untuk penjual Nasi Pecel di siang dan malam hari, jarang ditemui.

Cara membuatnya sangat mudah, jika Anda tertarik untuk mengikuti langkah-langkah di bawah ini “

Resep Rimbi Khas Ponorogo Jawa Timur
Bahan-bahan :
-200 gram kelapa parut kasar/sawut
-150 gram teri medan/teri belahan kecil2
-100 gram tepung tapioka/kanji
-1 butir telur
-100 ml air putih matang
-1 batang daun bawang iris halus
-1 batang daun seledri iris halus
-3 lembar daun jeruk purut iris halus

Bumbu halus :
-5 butir bawang merah
-3 butir bawang putih
-1 sdt teh ketumbar
-1 sdt garam (secukupnya)
-1 sdt gula pasir

Cara membuat :
-Campur semua bahan diatas menjadi satu, masukkan bumbu halus, aduk hingga rata.
-minyak panas, goreng adonan rimbil dengan ukuran satu sendok sayur hingga semua adonan habis tergoreng.
-Rimbil siap dihidangkan.

Ayo lestarikan jajanan tradisional khas Ponorogo. (Red)

,

Jakarta, MADIUNRAYA.com

Presiden Joko Widodo melalui Chanel YouTube Sekretariat Presiden memperbolehkan masyarakat untuk tidak lagi memakai masker saat beraktivitas diluar ruangan.

Namun kepala negara memperbolehkan hal itu bagi warga yang benar-benar sehat.

Selain itu, bagi warga yang sudah lengkap dosis vaksinasinya tidak perlu lagi di test swap ataupun Antigen saat bepergian didalam maupun diluar negeri.

“Dengan memperhatikan kondisi saat ini dimana penanganan Covid 19 yang semakin terkendali maka saya menyampaikan beberapa hal. Yang pertama, pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan memakai masker, jika masyarakat beraktivitas diluar ruangan yang tidak padat orang maka diperbolehkan untuk tidak memakai masker,” ucap Presiden ke 7 RI itu.

Namun, untuk kegiatan diruangan tertutup atau transportasi umum harus tetap menggunakan masker

“Bagi masyarakat yang masuk kategori rentan, lansia atau memiliki penyakit comorbid saya menyarankan tetap memakai masker,” lanjut Presiden.

Demikian juga bagi masyarakat yang terkena gejala batuk, pilek saya sarankan tetap memakai masker.

“Yang kedua, bagi pelaku perjalanan dalam dan luar negeri yang sudah mendapatkan dosis vaksinasi lengkap maka sudah tidak perlu lagi untuk melakukan test swap PCR maupun Antigen.” Tutup Presiden Joko Widodo.

Mengetahui pengumuman dari Presiden, salah seorang warga di Ponorogo, Wijaya, mengungkapkan kegembiraannya.

“Alhamdulillah, saya yakin apapun yang diputuskan oleh pemerintah sudah dipertimbangkan segenap resikonya. Dan saya yakin bahwa keputusan ini sudah yang terbaik. Kebijakan memakai masker, vaksinasi dan test PCR serta Antigen merupakan upaya bagi pemerintah untuk melindungi warganya. Namun saya tetap memakai masker mas, karena ini menjelang musim kemarau sehingga banyak debu yang beterbangan. Biar nggak sakit.” Ucap Wijaya yang merupakan mahasiswa di salah satu Kampus di Kota Ponorogo. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

KEDIRI – MADIUNRAYA.com

Kerja keras dan cepat yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Kediri berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap IY (33) warga Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri yang ditemukan meninggal dunia disebuah hotel beberapa waktu yang lalu.

Polisi berhasil menangkap satu orang terduga pelaku pembunuhan yang mayatnya ditemukan di salah satu kamar Hotel Kediri pada Sabtu (14/5/22) yang lalu.

Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Rizkika Atmadha Putra menjelaskan bahwa tersangka diketahui berinisial MW (21) nekat membunuh IY dengan motif ingin menguasai harta korban.

“Motif pelaku ingin menguasai lagi uang yang diberikan kepada korban dan memang dari awal sudah berniat menghabisi nyawa IY,” kata AKP Rizkika saat konferensi pers di Mapolres Kediri, Selasa (17/5/2022) pagi.

AKP Rizkika juga mengungkapkan awal mula peristiwa itu saat tersangka berkenalan dengan korban via media sosial Facebook.

MW dan IY kemudian membuat janji bertemu di Hotel Banowati Pare untuk bertemu dan melakukan hubungan badan dengan tarif yang telah di sepakati.

Kejadian itu terjadi, lanjut AKP Rizkika pada Sabtu 7 Mei 2022, tepat sepekan korban ditemukan meninggal dunia.

“Keduanya berkenalan di Fb. Keduanya lalu sepakat untuk bertemu dan berhubungan badan,”tutur AKP Rizkika.

Merasa ketagihan, tersangka kemudian menghubungi korban kembali untuk bertemu dan melakukan hubungan badan di Hotel Kadiri 1 Pare. Mereka janjian pada Jum’at (13/5/2022) malam.

Akan tetapi, tersangka pada saat berangkat menuju ke lokasi hotel sudah mempunyai niatan untuk menghabisi nyawa korban.

Tersangka, dengan sengaja membawa sebilah pisau yang gagangnya ditutupi lakban. Tak hanya itu tersangka juga menutupi plat nomor kendaraannya.

“Tersangka ini sudah merencanakannya. Tersangka ingin menguasai harta dan uang milik korban,”terang AKP Rizkika.

Setiba di hotel, Tersangka langsung masuk ke kamar yang telah dipesan oleh korban. Tersangka dan korban kemudian melakukan hubungan intim.

Setelah selesai melakukan hubungan badan, saat ada kesempatan, tersangka langsung menghabisi korban dengan pisau yang telah disiapkan dari rumah.

“Tersangka ini menawarkan pijat kepada IY usai hubungan badan, saat posisi tengkurap, ia langsung menghabisinya,” paparnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bacok dan tusuk pada bagian leher hingga meninggal di kamar.

“Pelaku kemudian mengambil uang Rp 1.470.000,00 yang sempat digunakan untuk membayar jasa korban, selain itu ada HP juga,” urainya.

Pelaku kini telah diamankan di Mapolres Kediri untuk menjalani proses hukum yang berlaku.

“Pasal yang dilanggar yakni pasal 340 KUHP dan 365 KUHP dengan hukuman penjara selama lamanya 20 tahun.”pungkas Kasat Reskrim Polres Kediri. (Red)

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Maut, Jodoh dan Rezeki merupakan misteri Illahi Rabbi. Siapapun ketika datang dari ketiganya itu tak ada yang kuasa untuk menolaknya.

Seperti yang dialami oleh Mulyani (65), warga Desa Demangan, Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo dikabarkan meninggal dunia saat menikmati Lontong Sate di Pasar Pahing Jetis Ponorogo, Senin (16/05/2022) kemarin.

Menurut Kapolsek Jetis, Ponorogo, AKP Slamet Kariwahono, MH, saat itu anggota Polsek Jetis sedang melakukan Apel Pagi.

“Kami yang sedang Apel Pagi mendapatkan laporan dari warga bahwa di salah satu Warung Lontong Sate Ayam di Pasar Pahing Jetis ada orang yang meninggal dunia. Kami langsung menuju ke sana untuk olah TKP,” ucap AKP Slamet Kariwahono kepada Madiunraya.com, Selasa (17/05/2022).

Setelah melakukan pengecekan, lanjut Kapolsek Jetis, benar bahwa ada seseorang yang sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan badan tertelungkup di meja makan.

“Saat itu yang bersangkutan sedang menikmati Lontong Sate Ayam. Saat pesan dia masih sehat tetapi mengeluhkan dada kirinya sakit kepada sang Penjual. Setelah menikmati beberapa lahapan dia terkulai lemas dan sudah meninggal dunia saat kami (Polisi) datang,” terang AKP Slamet Kariwahono.

Yang bersangkutan, lanjut AKP Slamet, atas nama Mulyani, usia 65 tahun, warga Desa Demangan Kecamatan Siman, perbatasan dengan Kecamatan Jetis.

“Beliau ini sering berkunjung saat pasaran. Kemarin, saat Pasar Pahing yang merupakan pasaran kambing disini, beliau datang dan menuju warung Lontong Sate Ayam itu,” lanjut Kapolsek Jetis.

Usai melakukan olah TKP, Kapolsek menyebutkan bahwa tidak ada tanda penganiayaan.

“Namun saat kita mintai keterangan kepada pihak keluarga yang Alhamdulillah langsung bisa ketemu, mereka menyampaikan bahwa Pak Mulyani ini sering sakit namun tidak pernah periksa ke dokter. Keluhan terakhir yang disampaikan kepada Penjual Lontong Sate Ayam adalah dada kirinya sakit,” terang AKP Slamet Kariwahono.

Pihak medis yang datang pun, kata Kapolsek juga menyampaikan bahwa yang bersangkutan terkena serangan jantung.

“Untuk itu, saya menghimbau, bagi warga yang merasa sakit untuk segera melakukan pengecekan secara medis agar apa yang dikeluhkannya itu cepat mendapatkan pengobatan serta menghindari kejadian seperti ini karena penanganan yang tepat.” Tutup AKP Slamet Kariwahono.

Sebelumnya beredar video di beberapa media sosial kematian seseorang di sebuah Warung Makan yang terletak di area Pasar Pahing Kecamatan Jetis Ponorogo. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Nasib naas dialami oleh Dasim (64), warga Dukuh Keling, RT 03 RW 01 Desa Pengkol Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo itu meninggal dunia di jalan Manggis, Keniten Ponorogo, Selasa (17/05/2022).

Menurut Kapolsek Ponorogo, AKP Haryo Kusbintoro, pria kelahiran Ponorogo, 3 Mei 1958 itu diketahui jatuh dari motornya di TKP.

“Yang bersangkutan hendak mencari Damen atau Jerami Kering untuk pakan sapi. Namun ketika di TKP, yang bersangkutan mengalami serangan jantung dan diketahui meninggal dunia ditempat,” ucap AKP Haryo Kusbintoro.

Lebih lanjut, Kapolsek menyebutkan bahwa saat kejadian yang bersangkutan mengendarai sepeda motor di Jalan Manggis Kelurahan Keniten Ponorogo.

“Setelah mendapatkan laporan dari warga, anggota Polsek Ponorogo dan Tim INAFIS Polres Ponorogo segera meluncur ke TKP dan mendapati bahwa yang bersangkutan telah meninggal dunia,” urai Kapolsek Ponorogo.

AKP Haryo Kusbintoro juga menyampaikan bahwa setelah meminta keterangan dari saksi dan pihak keluarga serta melakukan olah TKP, tidak diketemukan bekas penganiayaan.

“Yang bersangkutan meninggal dunia karena serangan jantung. Itu berdasarkan rekam medis bahwa yang bersangkutan secara rutin melakukan pemeriksaan di RSUD Dr Hardjono atas penyakitnya itu,” kata Kapolsek.

Dengan kejadian itu, korban langsung dibawa pulang ke rumahnya untuk disemayamkan dan dimakamkan.

“Pihak keluarga sudah menerima dan menyatakan hal itu sebagai musibah.” Tutup Kapolsek Ponorogo.
Sementara menurut salah seorang warga di TKP, Ahmad, dirinya terkejut melihat seseorang yang sedang naik motor tiba-tiba berhenti dan diketahui telah meninggal dunia.

“Mungkin saat naik motor itu, dia merasa dadanya sakit dan berhenti. Lalu dia menghentikan motornya lalu terjatuh di TKP. Saat itu motornya masih hidup mas,” terang Ahmad.

Mengetahui hal itu, warga setempat lalu melaporkan kepada pihak berwajib untuk penanganan lebih lanjut.

“Agak lama mas tadi, soalnya menunggu Pak polisi datang kemudian dijemput oleh keluarga. Kabarnya yang bersangkutan hendak merumput Damen disekitar sini namun tiba-tiba terkena serangan jantung.” Tutupnya. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Nasib naas dialami oleh Muhamad Exel Raifan Adam (15), warga Dukuh Jurugan RT 03 RW 01 Desa Karangpatihan Kecamatan Pulung yang diketemukan meninggal dunia akibat tersengat arus listrik.

Menurut Kasi Humas Polres Ponorogo, Iptu Yayun, pihaknya mendapatkan laporan bahwa pada hari Senin, tanggal 16  Mei 2022, diketahui pukul  13.00 Wib terjadi peristiwa tersebut.

“Unit Reskrim Polsek Pulung bersama team Inavis Polres Ponorogo dan team kesehatan Puskesmas pulung  mendatangi kejadian anak meninggal dunia di dalam kamar rumah karena tersengat aliran listrik Muhamad Exel Raifan Adam (15), warga Dukuh Jurugan RT 03 RW 01 Desa Karangpatihan Kecamatan Pulung,”Ungkap Iptu Yayun.

Lebih lanjut Iptu Yayun menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi di dalam kamar  rumah milik orang tuanya atas nama Heri Suryono Dukuh Jurugan RT 03 RW 01 Desa Karangpatihan Kecamatan Pulung.

“Untuk kronologinya, pada hari senin 16 Mei 2022 sekira jam 11.30 wib orang tua korban pulang dari sawah setelah masuk ke dalam rumah melihat anaknya dalam kamar dalam posisi tengkurap setelah dipanggil tidak menjawab dan korban sempat dipegang orang tuanya masih ada aliran listrik (orang tuanya juga tersengat listrik pada saat memegang anaknya) kemudian listrik di cabut dan hendak  memberikan pertolongan korban sudah meninggal dunia,”jelas Iptu Yayun.

Hasil pemeriksaan dari inavis Polres Ponorogo dan  Puskesmas Pulung menyebutkan bahwa hasil visum luar  tidak ditemukan tanda tanda kekerasan atau luka pada mayat korban.

“Terdapat luka bakar akibat sengatan listrik pada pundak bagian kiri, telapak tangan kanan, pada bagian ibu jari. Hasil pemeriksaan dari Team medis penyebab kematian karena tersengat aliran listrik  Atas kejadian itu pihak keluarga membuat surat pernyataan tidak dilakukan Autopsi,”terang Iptu Yayun.

Atas kejadian itu, Iptu Yayun meminta seluruh warga masyarakat agar berhati-hati dalam memanfaatkan listrik.

“Jangan sampai ada korban lagi. Untuk itu, semua pihak harus berhati-hati.”Tutup Iptu Yayun. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Jakarta, MADIUNRAYA.com

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) menyampaikan ucapan selamat kepada para Atlet sepeda Indonesia atas raihan medali emas dan perak di ajang Sea Games Vietnam.

Apresiasi itu disampaikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara langsung melalui sambungan video call.

Sigit menyebutkan bahwa, raihan tersebut telah mengharumkan serta membanggakan Bangsa Indonesia dalam ajang pesta olahraga se-Asia Tenggara itu.

“Selamat atas prestasinya. Terima kasih sudah mendapatkan medali emas dan mengibarkan bendera merah putih di Sea Games Hanoi. Kita lihat ini ada peningkatan dari tahun lalu dapat medali emas, selamat ya. Saya kira kita semua di Indonesia sangat bangga. Terima kasih kepada semua tim yang tergabung termasuk ofisial, pelatih dan tim dokter serta rekan-rekan lain. Saya kira ini menjadi hadiah kita semua,” kata Sigit dalam sambungan video call, Senin (16/5).

Atlet sepeda Indonesia Tiara Prastika Andini menyumbangkan emas untuk Indonesia setelah memenangkan kelas MTB Downhill. Sementara, Atlet Andy Prayoga berhasil meraih medali perak, untuk kategori yang sama.

Dengan peraihan medali ini, Sigit berharap dapat menjadi semangat untuk memenangkan kategori lainnya di ajang Sea Games Vietnam. Mengingat, 15 Atlet Indonesia masih akan merebutkan medali di kategori MTB dan Road Race, yang berlangsung sejak 15-22 Mei.

“Saya kira ini adalah permulaan yang bagus dan mudah-mudahan disusul oleh seluruh teman-teman yang lain. Kita dari Indonesia mendoakan untuk semuanya bisa mendapatkan prestasi yang sama,”tambah Sigit.

Selain mengucapkan selamat, Sigit juga menyempatkan berbincang kepada para atlet, pelatih dan ofisial tersebut. Ia menanyakan harapan dan perasaannya setelah memenangkan pertandingan.

Sementara dalam perbincangannya, Tiara Prastika Andini menyampaikan apresiasinya kepada Sigit lantaran selama ini telah memberikan dukungan penuh kepada seluruh atlet sepeda Indonesia.

“Terima kasih atas dukungannya selama ini, sehingga pelatnas bisa terus berjalan dan terima kasih untuk supportnya Pak,” ucap Tiara.

Sementara itu, Andy Prayoga berharap, cabang olahraga sepeda di Indonesia bisa lebih maju dan ikut berkompetisi di ajang yang lebih besar lagi kedepannya. Bahkan, Andy juga menyampaikan keinginannya untuk menjadi seorang anggota polisi.

“Harapannya bisa lebih maju lagi pak dan balap sepeda bisa diberangkatkan balapan di Eropa dan kelas dunia. Dan saya ingin jadi polisi pak,” tutur Andy.

“Cocok. Oke kita perhatikan.  Pokoknya yang penting tugasnya semangat terus dan kasih support teman-temannya,” jawab Sigit.

Sebelum mengakhiri video call, Sigit kembali berharap kepada seluruh atlet yang bertanding di Sea Games untuk saling support dan tetap menjaga api semangat demi kembali menyumbangkan medali selanjutnya untuk Bangsa Indonesia.

“Luar biasa semangatnya. Terus pertahankan sampai pertandingan terakhir. Semangat semuanya. Menang. Menang. Menang.” Pungkas Sigit diikuti teriakan semangat para atlet, pelatih dan ofisial lainnya. (red)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.