Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Waduk Bendo diproyeksikan memiliki arti penting untuk pertanian dan menjadi salah satu jujugan wisatawan dari Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya.

Waduk yang terletak di pegunungan Ngindeng Kecamatan Sawoo tersebut juga memiliki pemandangan alam yang eksotis, apalagi jika ditempuh melalui jalur utara melewati Desa Kemuning Kecamatan Sambit.

Selain pemandangan pegunungan, hutan jati milik Perhutani, kini ada spot foto yang dibuat oleh anak-anak SMKN 1 Ponorogo.

Hal tersebut disampaikan oleh Priyo, salah satu pegiat pariwisata dan kuliner di Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo.

“Monggo Bapak Ibu mampir ke Waduk Bendo, Ada spot foto buatan anak-anak SMKN 1 Ponorogo,”Ucap Priyo disalah satu Grup Whatsapp, Ahad Pagi (31/10/2021).

Menurut Priyo, Spot foto tersebut dibuat untuk mempercantik dan menambah kenangan saat mengunjungi tempat itu. “Ada yang berbentuk sayap, berbentuk pintu, dan kata-kata I Love U serta I Love Bendo. Instagramable, begitu kata orang menyebutkan,” lanjut Priyo.

Sambil menikmati pemandangan, Priyo juga menyampaikan bahwa banyak warung kuliner yang ada ditempat itu. “Cocoknya sambil ngopi, bersama kawan dan sahabat, sangat syahdu mas.”Tutup Priyo.

Mendengar hal itu, salah satu warga bernama Haryuni tertarik untuk kesana. “Terima kasih Pak, jadi pengin kesana,”Ucapnya.

Namun menurut Heni, warga Kecamatan Sawoo, saat ini pengunjung umum belum boleh masuk karena Kabupaten Ponorogo masih PPKM Level 3 menurut In Mendagri. “Belum boleh masuk.”Ucapnya singkat.

Seperti yang diketahui, Waduk Bendo diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 07 September 2021 silam.

Waduk yang dibangun dengan anggaran 1,05 Triliun itu akan mampu bermanfaat dalam bidang Pertanian, Pariwisata dan Energi serta mampu mengurangi resiko akibat banjir.

Dibidang pertanian, Waduk Bendo akan mampu mengairi 7.800 Hektar sawah yang ada di Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Destinasi wisata di daerah yang berjuluk 1001 Gua secara resmi masih ditutup untuk pengunjung.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pacitan, T. Andi Faliandra, Rabu (06/10).

Menurutnya, hal itu berdasarkan dari keputusan Inmendagri No 47 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, 2, dan 1 Covid-19 di Jawa dan Bali. “Saat ini Pacitan masuk dalam kategori level 3. Oleh karena itu, destinasi wisata di Pacitan masih ditutup sementara sampai tgl 18 Oktober 2021,” Ucapnya

KadisparPacitan juga menyebutkan bahwa ketika destinasi wisata nanti dibuka, persyaratan wisatawan yg berkunjung adalah dengan menunjukkan keterangan sudah vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi. “Yang kedua dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Infrastruktur untuk itu harus siap, tetapi yang paling penting adalah kesadaran dari seluruh pengunjung, ” Tambah Andi Faliandra.

Kadispar juga meminta agar masyarakat mensukseskan Vaksinasi.”Yuk monggo dulur-dulur yg belum vaksin segera mengikuti vaksin, biar Pacitan makin aman dan wisata bisa dibuka kembali.” Pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Anang Sastro, warga Ponorogo yang hendak ke Pacitan untuk berwisata menjadi maklum. “Mau bagaimana lagi mas, sebenarnya kami sekeluarga ingin berwisata ke Pantai Pangasan yang baru di buka, namun karena aturan kita menunggu dibuka saja. Tentu keputusan pemerintah dibuat untuk kebaikan dan keselamatan kita. ” Ucapnya melalui sambungan WA. (Yah).

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Nama Bukit Suroloyo sudah tidak begitu asing bagi warga Desa Kasihan Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan.

Namun ketika hendak ditanya kepada sebagian besar orang tua disana malah cenderung diam dan menolak untuk menceritakan.

Malah ada larangan untuk pergi ke sana.”Jangan ke sana, bahaya. Dulu warga di sini hilang setelah pergi mengunjungi Bukit Suroloyo itu,” Ungkap salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Namun rasa penasaran penulis terbayarkan setelah nekat mengunjungi bukit yang terletak diantara dua kecamatan di Pacitan yaitu Tegalombo dan Tulakan itu.

Sebelumnya kepada siapapun yang ditemui di jalan, penulis mencoba mengorek tentang apa dan bagaimana Bukit Suroloyo.

“Disana ada Tugu Belanda mas, dulu pasukan Belanda saat mengejar Jendral Sudirman sampai ditempat itu dan mendirikan tugu,” Ucap Rokim, warga Mbunder, Kasihan.

Namun cerita lain disampaikan oleh Yuan, warga Pringapus, bahwa kalau kesana harus hati-hati. “Soalnya ada naga raksasa disana. Kalau malam jadi tempat pertemuan makhluk gaib. Jadi, Bukit Suroloyo ini adalah pintu masuk ke alam lain, kalau tidak tahu jalan pulang maka dia akan hilang selamanya,”Ceritanya dengan mitos yang telah berkembang.

Dengan bekal dua cerita itu, penulis lalu menuju tempat yang disebutkan. Tidak jauh dari Pringapus Dusun Salam Desa Kasihan Kecamatan Tegalombo Pacitan. Hanya setengah kilo meter dan sebagian jalannya baru saja dirabat. Untungnya saat musim kemarau, jalan setelahnya kering sehingga motor penulis bisa dengan lancar sampai di puncak Bukit Suroloyo.

Sepi dan syahdu. Itu kesan pertama saya setelah menginjakkan kaki saya di puncak bukit tersebut.

Kabut yang berlarian dikejar sang bayu pegunungan terasa dingin menyentuh kulit saya yang tidak berjaket.

Namun kesan misterius saya rasakan ketika menatap sebuah tugu yang terbuat dari batu bata dan sebuah pohon kecil di sebelahnya.

Berdasar pengalaman, pohon tersebut merupakan simbol petilasan bahkan mungkin makam para pendahulu kita dimasa lampau.

Dan tugu yang terbuat dari Batu Bata itu juga penulis rasakan menyimpan sejuta cerita di masa lalu. Tugu Belanda, itu sebutan bagi orang-orang yang saya temui.

Secara realistis, karena tempat itu merupakan Puncak Tertinggi diantara dua kecamatan dan 3 desa yaitu Kasihan, Losari dan Ketro Montongan maka, bukan tidak mungkin jika BENAR tentara Belanda memang ke tempat itu untuk mengejar Pasukan Gerilya Jenderal Sudirman, bukankah dulu tidak ada satelit dan belum ada Google yang bisa menembus ruang dan waktu. Dan satu-satunya jalan adalah mencari tempat tertinggi lalu menggunakan teropong melihat sekelilingnya dan tentu saja mereka di bantu oleh Londo Ireng, jika ada.

Jika itu benar maka WAJIB bagi pemerintah setempat untuk membangun tempat itu sebagai WISATA SEJARAH.

Soal mistis, penulis jujur merasa mengkuruk, karena disana sendirian, namun setelah melihat disekelilingnya banyak petani yang sedang beraktivitas, rasa tersebut perlahan hilang.

Dan tentang itu perlu pembuktian yang lebih mendalam. Yang pasti dunia lain itu pasti ada, namun yakinlah mereka tidak akan mengganggu kita karena alamnya sudah lain dan selama kita tidak mengganggu mereka.

Suroloyo, perlu sentuhan dan perlu banyak yang meliput agar tempat tersebut bisa disentuh oleh pembangunan karena potensinya bisa menjadi Wisata Alam, Wisata Sejarah, Wisata Religi dan Wisata Mistis. Empat wisata yang bisa disatukan dan tentu saja bisa menjadi daya bangkit perekonomian setelah Pandemi.

Perlu juga relawan yang tidak perlu dibayar untuk sadar bahwa ada sejarah besar yang ada ditempatnya, lalu membangun tempat itu dan ketika tempat itu sudah maju maka soal bayar membayar akan datang dengan sendirinya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Menjelang pergantian tahun dari tahu 2020 menuju tahun 2021, sejumlah pembangunan fisik di Kota Madiun yang tidak terpangkas realokasi Covid-19 telah rampung.

Salah satunya, Patung Merlion di Taman Sumber Umis Kota Madiun. Wali Kota Madiun Maidi bersama Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya meresmikan secara sederhana salah satu ikon anyar di Kota Pendekar tersebut, Rabu (30/12).

‘’Semua proyek yang tak terdampak Covid-19, telah selesai 100 persen. Salah satunya Patung Merlion ini. Mudah-mudahan ini bisa membahagiakan masyarakat dan semakin mendekatkan dengan kesejahteraan,’’ kata wali kota.

Wali Kota Maidi optimis banyak wisatawan yang datang setelah pandemi Covid-19. Karenanya, Pemerintah Kota Madiun terus berupaya menghadirkan tempat-tempat baru untuk menarik wisatawan tersebut. Hadirnya wisatawan kelak secara tidak langsung menggerak ekonomi di Kota Madiun.

‘’Kota kita harus bergerak agar ekonomi meningkat. Nah, pergerakan ini karena banyaknya orang yang datang. Karena itu dari sekarang kita benahi kota ini agar banyak yang datang setelah Covid-19 nanti,’’ tegasnya.

Wali kota menambahkan pembangunan bakal dilanjutkan di tahun depan. Seperti diketahui banyak rencana pembangunan yang tertunda akibat pandemi. Pembangunan yang tertunda itu akan dilanjutkan pada 2021. Bahkan, wali kota menargetkan adanya tiga peresmian ikon baru. Yakni, menara eifel, kincir angin Belanda, dan Tugu Pancasila di depan Pasar Sepoor.

“Tugu Pancasila itu kita buat yang lebih megah ditempat strategis. Semua orang yang masuk bisa menatap itu dulu baru fasilitas-fasilitas lain seperti yang di sini.”Pungkasnya.

Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Madiun dalam hal ini eksekutif. Menurutnya, semua proyek terlaksana dengan baik dan sesuai dengan yang direncanakan. Apalagi, dunia tengah dilanda pandemi saat ini. Tak terkecuali Kota Madiun.

‘’Covid-19 melanda diseluruh dunia tetapi Kota Madiun dapat menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik. Karenanya, kami di DPRD mewakili masyarakat mengapresiasi kinerja eksekutif yang sanggup menyelesaikan semua pekerjaan fisik dengan baik dan tepat waktu,’’ terangnya.

Andi menyebut masyarakat juga bangga dengan pembangunan yang ada di kota. Hal itu dibuktikan dari banyaknya kunjungan ke kawasan Pahlawan Street Center maupun Sumber Umis kendati pembangunan belum rampung 100 persen dan jam berkunjung dibatasi karena Covid-19. Selain itu, survei kepuasan masayrakat terhadap kinerja Pemkot Madiun juga berkisar 81,50 persen. Artinya, masyarakat cukup puas dengan kinerja Pemerintah Madiun baik eksekutif maupun legislatif.

‘’Harapan ke depan tentu apa yang sudah baik ini harus ditingkatkan. Seperti yang dijelaskan tadi proyek yang tertunda di 2020 akan dilanjutkan di 2021. Pastinya kita akan mengawal itu agar pembangunan sesuai dengan yang direncanakan dan diharapkan,’’ pungkasya. (red) 

Source : FB Pemkot Madiun

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Bukit Soeharto yang terletak di Desa Biting Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo kini hampir selesai direnovasi.

Pantauan Madiunraya.com, tempat yang kini disulap menjadi wisata alam yang asri dan wisata sejarah itu mulai dipadati pengunjung baik dari lingkungan setempat dan warga Ponorogo serta Wonogiri maupun pengendara yang berhenti setelah melewati tempat tersebut.

Taman bunga yang berwarna-warni dipadukan dengan puluhan gasebo atau tempat istirahat menambah asri bukit yang pernah didatangi Presiden kedua RI, Soeharto pada tahun 1978.

Monumen yang ditandatangani Soeharto tanggal 2 Maret 1978 berdiri dengan kokoh di puncak bukit dan menjadi tempat selfie selain pemandangan Gunung, Sungai serta taman bunga.

Puluhan lapak PKL yang berdagang makanan, minuman maupun mainan anak serta yang lain menambah semarak suasana sore itu.

Alunan musik juga terasa syahdu bagi pengunjung yang singgah ditempat itu, sebagai pelengkap bercengkerama dan sekedar ngopi bersama kolega, sahabat ataupun keluarga tercinta.

Ya, yang dulu gersang dan tandus, kini Bukit Soeharto di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu kini menjadi tempat yang ramai dikunjugi warga walaupun sepebuhnya belum selesai di renovasi.

Ada patung Jenderal Soeharto yang kini masih dibangun dan masih dalam tahap finishing akan semakin menambah nilai historis Bapak Pembangunan bagi Indonesia itu.

Selain itu ada rencana pembangunan Home Stay dan Water Boom serta wisata air yang akan melengkapi fasilitas bagi pengunjung.

Jadi, “Penak Jamanku To…??”. Ayo lurr dolan nyang Bukit Soeharto. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Magetan – Portalnews Madiun Raya

Suasana pegunungan yang asri, hawa dingin, cuaca berkabut dan alunan musik menggema di Mojosemi Forest Park yang terletak di Jalan Raya Sarangan – Cemoro Sewu, Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan.

Tempat tersebut dikelola dengan apik oleh manajemen. Selain bersih, protokol kesehatan diterapkan dengan penuh disiplin di masa Pandemi Covid 19 ini.

Menurut Honggo Utomo, salah satu pengelola Mojosemi Forest Park, pihaknya memastikan bahwa tempat yang dikelolanya itu sangat aman. “Kita siapkan fasilitas yang lengkap, kita perbanyak tempat selfi, sekaligus kita sediakan banyak tempat untuk cuci tangan untuk mendukung penerapan Protokol Kesehatan, ” Ujar Honggo, Sabtu (12/09/2020).

Honggo Utomo, Pengelola Mojosemi Forest Park Magetan Jawa Timur

Lebih lanjut Honggo menyampaikan bahwa Mojosemi Forest Park yang juga ada Mojosemi Dinosaurus Park didalamnya juga membatasi jumlah pengunjung yang hadir. “Kita meminimalkan kerumunan untuk mendukung penerapan Protokol Kesehatan. Untuk Mojosemi Dinosaurus Park, kita batasi dari 300 kapasitas pengunjung menjadi 100 orang dalam setiap sesi, hanya sesi pertunjukkan yang kita tambah menjadi dua kali setiap Sabtu, Minggu dan hari Libur, ” Tambah Honggo.

Untuk persiapan libur Natal dan Tahun Baru, Honggo memastikan bahwa tempat wisata alam yang dikelolanya itu akan memberikan pelayanan terbaiknya untuk para pengunjung. “Yang pasti akan banyak tempat yang instagramable, pengunjung bisa ber swafoto ditempat yang indah, namun penerapan protokol kesehatan kita prioritaskan. Ayoo datang bersama keluarga dan teman-teman di Mojosemi Forest Park.” Pungkas Honggo Utomo.

Selain tempat nya yang nyaman untuk ngadem melepas kepenatan, menghilangkan stress juga banyak inspirasi yang bisa didapatkan setelah mengunjungi tempat itu. Salah satunya adalah Mojosemi Dinosaurus Park. Kehidupan makhluk purba itu dihidupkan kembali oleh pengelola sebagai nilai lebih dibandingkan Forest Park yang lainnya. Anda stress ?…. Ayo ngadem di Mojosemi Forest Park, Magetan. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Trenggalek – Portalnews Madiun Raya

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin siapkan 1.000 porsi ketupat untuk dibagikan kepada masyarakat Trenggalek secara gratis, Minggu (31/5/2020).

Caranya cukup mudah, masyarakat tinggal mengunduh Aplikasi Bloojek di Playstore, kemudian mengaktifkan akun di aplikasi ini. Setelah akun aktif masyarakat bisa memesan ketupat sayur secara gratis melalui platform ojek online lokal ini.

Ketupat ini memang digratiskan oleh Nur Arifin dan pemesannya hanya mengganti ongkos pengiriman Bloojeknya. Satu pesanan ketupat gratis, pemesan mendapatkan 3 porsi ketupat sayur.

“Dengan begitu, masyarakat dapat merayakan Hari Raya Ketupat dirumah saja dan terhindar dari resiko penyebaran Covid 19,” Ucap Bupati.

Rian, Pendiri Bloojek kepada awak media menuturkan bahwa animo masyarakat sangat tinggi dengan perayaan Hari Raya Ketupat di Trenggalek. “Baru saja dibuka sudah lebih dari 100 pemesan yang mengorder ketupat gratis ini,” ujar pria ini.

Rian juga menambahkan, distribusi ketupat akan dilakukan secara kolektif melalui driver-driver yang telah disiapkan.

Saat Pandemi Covid-19 ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengambil keputusan yang berat meniadakan tradisi Kupatan yang memang telah ada turun-temurun semenjak kebiasaan Mbah Mesir di Durenan melaksanakan puasa Syawal dan hari ke 7 masyarakat merayakan ini dengan ketupat menyambut kedatangan beliau.

Meskipun berat meniadakan perayaan ketupat, namun keputusan ini diambil Pemerintah Trenggalek untuk melindungi para Kyai, orang tua dan masyarakat dari bahaya penyebaran Covid 19. (Red).

Source : FB – Pemkab Trenggalek

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.