,

Ponorogo – Madiunraya.com

Sosialisasi penggunaan dana operasional RT 10 juta pertahun yang berlangsung di desa Mojorejo kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo berjalan lancar pada Kamis, (27/01).

Acara tersebut langsung dihadiri Bupati Ponorogo kang Sugiri Sancoko beserta wakil bupati Ponorogo bunda Lisdiarita dan beberapa kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, camat dan kepala desa dan lurah se-Kabupaten Ponorogo.

Dikatakan kang Sugiri Sancoko dalam sambutannya , bahwa RT yang selama ini menjadi tumpuan yang sangat luar biasa. Oleh karena itu melalui pemberian dana operasional RT 10 juta pertahun bisa membuat sedikit meringankan beban RT di wilayahnya masing-masing.

Selain itu,RT itu tugasnya berat maka harus di apresiasi ,harus ada perhatian khusus , untuk itu perlu adanya pemberian asuransi jiwa misalnya kepada pengurus RT mulai ketua, sekretaris dan bendahara yang diambilkan dari dana operasional RT 10 juta pertahun nilainya 10 ribu perbulan. “Asuransi buat pengurus RT ini penting. Dari asuransi itu jika mereka meninggal maka akan dapat santunan sampai 42 juta buat ahli warisnya.”jelas kang Giri.

Selain itu, kang Giri menambahkan dan berharap semua desa di wilayah Ponorogo ada gerakan membuat resapan atau biopori agar air hujan bisa masuk dan tertampung dalam perut bumi.mengingat saat ini musim penghujan dan tidak ingin ada bencana banjir lagi.

Bupati Ponorogo salut dan acungi jempol untuk desa Mojorejo karena desa Mojorejo telah mengawali program pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk meyelamatkan lingkungan dengan membuat biopori atau sumur resapan.

Hermanto, Kades Mojorejo Jetis Ponorogo saat memberikan sambutan

Sementara itu Hermanto, Kepala desa Mojorejo dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan bahagia yang tiada terkira.
Hadirnya bupati dan wakil bupati Ponorogo dihadapan para kades dan RT se kabupaten Ponorogo membawa angin segar karena satu persatu visi misinya terwujud diantaranya adalah pemberian dana operasional RT 10 juta pertahun.

Menyoal program biopori ,Hermanto menjelaskan bahwa biopori bukan untuk mencegah terjadinya banjir, namun lebih kepada upaya menyimpan air di dalam tanah sehingga tidak terjadi kekeringan ketika musim kemarau.

Alhamdulillah kami senang karena semangat untuk membuat biopori dilakukan secara gotong royong semua warga Mojorejo sebagaimana yang diharapkan bupati agar mempertahankan semangat gotong royong dalam hal apapun sehingga kegiatan sebesar apapun jika dilakukan secara gotong royong maka akan menjadi lebih ringan dan cepat.” Jelas Hermanto.
Dalam kesempatan itu,Najib Susilo, KepalaDinas Pemberdayaan Masyarakat desaa (DPMD) Kabupaten Ponorogo mengungkapkan jika bantuan operasional untuk RT 10 juta pertahun telah direalisasikan oleh bupati sebagaimana visi dan misinya beliau.untuk itu kami berharap semoga bantuan tersebut bisa bermanfaat (Yogi)

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Karena menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan jalanan di Ponorogo menjadi rusak, 9 Truk Pengangkut Pasir diamankan saat razia oleh Petugas Gabungan, Kamis (27/01/2022).

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ponorogo, Ir Endang Retno Wulandari menyampaikan bahwa setelah mendapat perintah dari Bupati Ponorogo dan melakukan Rapat koordinasi dengan pihak terkait akhirnya melakukan operasi gabungan tersebut di jalan Raya Ngebel – Ponorogo, tepatnya di Desa Sedah Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo.

“Sesuai dengan perintah Bupati, kami melakukan Operasi Gabungan ditempat ini yang merupakan salah satu akses yang dilewati truk pengangkut pasir maupun tanah,” jelas Endang Retno di Ruang Kerjanya, Kamis (27/1/2022).

Lebih lanjut Endang memaparkan bahwa dalam operasi tersebut sedikitnya 9 truk pengangkut Pasir yang melebihi tonase, berhasil diamankan serta dilakukan penindakan di lokasi.

“Sesuai perintah Bupati agar kita tegas, maka ditindak di tempat dan muatan pasir yang melebihi tonase harus turunkan sesuai batas yang telah ditentukan,” lanjutnya.

Endang Retno juga menyampaikan bahwa selanjutnya, akan dibuat aturan dan regulasi agar muatan truk sesuai tonase yang telah ditetapkan. “Karena bisa merusak jalan dan membahayakan bagi pengendara yang lainnya. Selama ini belum ada efek jera, kalau ditilang tapi truknya tetap bisa beroperasi,” tambahnya.

Sementara menurut Supriyadi, salah satu petugas di Dishub Ponorogo, pihaknya melaksanakan perintah Bupati agar Truk Pengangkut Pasir dan Tanah tidak melanggar atau melebihi Tonase yang seharusnya. “Kita langsung melakukan penindakan ditempat,” tegasnya. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Innalilahi wa innailaihi rojiun, kabar duka datang dari keluarga besar Kodim 0802/Ponorogo setelah mantan Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0802/Ponorogo dikabarkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Kamis Pagi (27/01/2022).

“Benar mas, Letkol (Inf) M Yusuf dan Ibu meninggal dunia akibat kejadian kecelakaan lalu lintas di Slahung,” ucap Zainuri, Penerangan Kodim 0802/Ponorogo.

Jadi pada hari Kamis tanggal 27 Januari 2022 pukul 10.15 WIB, di Pertigaan Desa Jebeng arah ke Desa Simo Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo, telah terjadi Laka Lalin antara SPM Honda Supra X Nopol AE 3436 VQ yang dikendarai Letkol Inf (Har) M. Yusuf (MPP Pamen Kodam V/Brw) berboncengan bersama Istrinya dengan SPM Honda CBR Nopol AE 2528 PX yang dikendarai Saudara Rinaldi Candra, warga Dukuh Genuk RT 02 RW 01 Desa Sedarat Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo yang mengakibatkan Letkol Inf M. Yusuf dan istrinya meninggal dunia.

Sedangkan Saudara Rinaldi Candra mengalami luka ringan lecet pada bagian tangan dan kaki, Saat ini Korban di UGD RS. Dr. Harjono Kab. Ponorogo.

Sementara menurut salah seorang warga Ponorogo, Siti Nur Aini, Isteri Letkol Yusuf adalah temannya saat SMA.

“Semoga Husnul khatimah, Bu Niken adalah teman saya,” ucapnya.

Warga Ponorogo yang lain pun mengucapkan bela sungkawa atas kejadian itu.

Selamat Jalan Komandan, semoga amal baikmu di dunia membawa ke SurgaNya. Amiin (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Ditengah kelangkaan pupuk seperti saat ini ada pihak-pihak yang sengaja mencari keuntungan dengan melanggar aturan yang berlaku.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Ponorogo saat memberikan rilis penangkapan dua orang tersangka yang menjual pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Ponorogo.

“Berawal Pada hari Kamis tanggal 20 Januari 2022, petugas Opsnal Polres Ponorogo mendapat infomasi dari masyarakat, bahwa di Desa Sidoharjo Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo ada orang yang memperjualbelikan pupuk bersubsidi tanpa izin pihak yang berwenang. Selanjutnya setelah dilakukan serangkaian tindakan penyelidikan, pada hari Rabu, tanggal 26Januari 2022, sekira jam 13.00 WIB di Jalan Raya Ponorogo Pulung tepatnya depan pabrik Minyak Kayu Putih Desa Sidoharjo Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo, petugas Opsnal Satreskrim Polres Ponorogo Briptu Alib Mustakim dan Bripda Billy Rachmadhani beserta anggota opsnal Satreskrim Polres Ponorogo lainnya mengamankan Terlapor 1 dan Terlapor 2 yang tertangkap tangan melakukan tindak pidana memperjualbelikan pupuk bersubsidi tanpa izin pihak yang berwenang,” ucap AKBP Catur Cahyono Wibowo, Kamis (27/01/2022).

Kedua terlapor kemudian diamankan saat melakukan pengangkutan pupuk bersubsidi yang sebelumnya dibeli dari Terlapor 3. Selanjutnya terlapor dan barang bukti di bawa ke Satreskrim Polres Ponorogo guna penyidikan lebih lanjut.

“Tersangka atas nama BYK (28) dan B (58), warga Desa Sidoharjo Pulung. Dengan Barang Bukti berupa 1 unit Colt Diesel Mitsubishi yang mengangkut 195 sak Pupuk Phonska atau 9,5 ton dan 5 sak Pupuk Urea seberat 2,5 kuintal, 29 Sak ZA seberat 1,45 ton,” jelas Kapolres.

Untuk pasal yang dipersangkakan, AKBP Catur Cahyono Wibowo juga menyampaikan bahwa yang bersangkutan melanggar Permendagri.

“Diantaranya berbunyi pihak lain selain Produsen, Distributor dan Pengecer dilarang memperjualbelikan pupuk bersubsidi, sebagaimana dimaksud Pasal 6 ayat (1) huruf b Undang – Undang Darurat Nomor 7 tahun 1955, tentang Pengusutan, Penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi Jo Pasal 30 ayat (3) Jo Pasal 21 ayat (2) PERMENDAG RI No : 15/MDAG/PER/4/2013, tentang pengadaan dan penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk sektor Pertanian.
Pasal 6 ayat (1) huruf b Undang – Undang Darurat Nomor 7 tahun 1955 berbunyi “dalam hal kejahatan sekadar yang mengenai tindak-pidana ekonomi termasuk dalam pasal 1 sub 2e dan berdasar sub 3e dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun dan hukuman denda setinggi-tingginya seratus ribu rupiah atau dengan salah satu dari hukuman pidana itu”
-Pasal 30 ayat (3)PERMENDAG RI No : 15/M-DAG/PER/4/2013, tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor Pertanian berbunyi “pihak lain sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (2) yang memperjualbelikan pupuk bersubsidi dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan.
-Pasal 21 ayat (2) PERMENDAG RI No : 15/M-DAG/PER/4/2013, tentang pengadaan dan penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk sektor Pertanian berbunyi “pihak lain selain Produsen, Distributor dan Pengecer dilarang memperjualbelikan Pupuk Bersubsidi,” urai Kapolres.

Atas kesalahan itu, kedua tersangka diancam dengan hukuman 2 tahun penjara dan denda 100 ribu rupiah. “Kami masih mendalami kasus ini karena pupuk bersubsidi itu dikirim dari Madura dan hingga saat ini sudah beredar di Ponorogo kurang lebih 10 truk Pupuk Bersubsidi atau 90 Ton,” lanjut Kapolres.

Untuk itu AKBP Catur Cahyono Wibowo meminta masyarakat agar tidak menggunakan atau membeli pupuk yang bukan peruntukkannya. “Pupuk bersubsidi harus tepat sasaran untuk petani yang sudah ditentukan.” Pungkas Kapolres Ponorogo. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

PS (47) asal Kota Mojokerto hanya tertunduk lesu setelah tertangkap melakukan aksi pencurian baju bersama rekannya di Toko Kondang Murah Top Mode Mlarak, Rabu (26/01/2022) sore.

Menurut Kapolsek Mlarak Iptu Rosyid Efendi, dilaporkan pada hari Rabu tanggal 26 Januari 2022 sekira Jam 15.30 Wib telah dilakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian baju di Toko Kondang Murah Top Mode Mlarak

“Tersangka atas nama PS (47 Thn), warga Mojokerto Kota, bersama kawan-kawannya melakukan aksi tersebut,”Terang Kapolsek, Kamis Pagi (27/01/2022).

Lebih lanjut, Kapolsek menyampaikan bahwa korban atas nama Didik Winarto, yang merupakan pemilik Toko Kondang Murah Top Mode Mlarak. “Kerugian materiil berupa baju senilai Rp 2.650.000,” tambah Iptu Rosyid Efendi.

Untuk kronologisnya, Kapolsek menyampaikan bahwa pada hari Rabu tanggal 26 Januari 2022 sekira Jam 15.30 – 16.00 Wib, salah satu pegawai Toko melihat pada CCTV saat Tersangka membawa baju banyak sekali yang berjalan menuju kamar pas, “Dan masih diawasi terus kamar pas, saat itu Tersangka keluar dengan terlihat memakai pakaian yang doble dan kelihatan besar, namun saat itu tersangka juga melihat kalau dirinya diawasi, melihat hal tersebut Tersangka masuk lagi ke kamar pas dan melepas beberapa pakaian yang ditaruh serta ditinggal di kamar pas, sesaat setelah itu pegawai tersebut menghubungi pegawai yang lain dan menyampaikan kecurigaannya. Kemudian 2 pegawai toko berjaga-jaga di depan kamar pas, setelah tersangka keluar dari kamar pas dihentikan dan ditanya namun jawaban tersangka berbelit, kemudian Tersangka diamankan oleh pegawai Toko, dan dilaporkan ke Polsek Mlarak,”urai Iptu Rosyid Efendi.

Kapolsek juga menjelaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan, Tersangka mengaku bahwa saat melakukan aksi pencurian dilakukan bersama-sama dengan rekan-rekannya yang berjumlah 4 (empat) orang “Mereka mempunyai peran masing-masing, ada yg mengawasi dan ada yang mengecoh pegawai toko, sedangkan rekan-rekan tersangka melarikan diri dengan menggunakan kendaraan Honda Brio warna merah, Nomor Polisi kendaraan tidak diketahui,”jelas Iptu Rosyid Efendi.

Selanjutnya Kapolsek meminta agar masyarakat waspada jika ada gelagat yang mencurigakan agar segera melapor ke pihak yang berwajib. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Akibat korsleting listrik, Gudang dan Penggilingan Padi milik Juwarto yang terletak di Jalan Ponorogo – Solo masuk Desa Somoroto, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo terbakar pada Rabu (26/01/2022) dini hari.

Menurut Kapolsek Sumoroto, Kompol Beny Hartono, SH kejadian kebakaran tersebut terjadi pada hari Rabu tanggal 26  Januari 2022, pukul 01.30 wib. “Barang buktinya adalah dinding seng gudang penggilingan padi bekas terbakar,”ucapnya kepada MADIUNRAYA.COM, Rabu Pagi.

Kronologisnya, Kapolsek menyampaikan bahwa pada hari Rabu tanggal 26 Januari 2022 sekira  pkl 01.30 wib saksi saudari Hilda yang saat itu tidur dibangunkan oleh seseorang yang mengetuk pagar rumahnya dan memberitahukan kalau gudang penggilingan padi di belakang rumahnya terlihat dari jalan raya seperti terbakar. “Lalu saksi saudari Hilda  langsung memberitahukan hal tersebut kepada saksi saudara Juwarto yang juga orang tuanya (pemilik) dan setelah dicek ternyata benar gudang penggilingan padi   yang berada dibelakang rumahnya dengan alamat di Jl. Ponorogo – Solo masuk Desa Somoroto, Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo dalam keadaan terbakar, selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Somoroto,”urai Kompol Beny Hartono.

Setelah dihitung, Kerugian materiil sekitar Rp. 25.000.000,-  dan tidak terdapat korban jiwa.

“Atas kejadian itu, Polsek Sumoroto melakukan tindakan yaitu menghubungi Pemadam Kebakaran, Mendatangi TKP, Melakukan olah TKP, Memeriksa korban, Mencatat saksi, dan melaporkan ke pimpinan,” tambahnya.

Selain itu, Kapolsek juga meminta seluruh warga masyarakat untuk senantiasa waspada agar kejadian serupa tidak terjadi. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Diduga serangan jantung, Maryanto, (65), warga Dukuh Krajan, RT 01 RW 001 Desa Ngrayun, Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo meninggal dunia di Sungai Butung Desa Bajang, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Selasa (25/01/2022) sore.

Menurut Kapolsek Balong AKP Hariyanto, SH, pihaknya mendapatkan laporan bahwa pada hari Selasa, 25 Januari  2022, Pkl 14.45 WIB telah terjadi orang meninggal dunia diduga terkena serangan jantung.

“Korban atas nama Maryanto, warga Dukuh Krajan, RT 01 RW 001 Desa Ngrayun, Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo yang pada saat itu tengah memancing di pinggir Sungai Butung Desa Bajang, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo,”Ucap Kapolsek, Rabu (26/01/2022).

Setelah mendatapkan laporan, Kapolsek menjelaskan bahwa pihaknya segera ke TKP. “Kami bersama Ka Spkt dan anggota jaga Kanit reskrim dan kanit intelkam,  Spkt dan Ident Polres Ponorogo dan Puskesmas Balong segera ke TKP,”lanjutnya.

Untuk kronologi kejadian, Kapolsek menyampaikan bahwa sekira pukul 14.45 Wib. Piket Spkt menerima laporan ada orang meninggal dunia di tepi Sungai Butung turut Desa Bajang, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. “Selanjutnya setelah mendatangi TKP dan mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Korban sebelumnya diketahui sedang memancing dan diduga mengalami serangan jantung. Selanjutnya melaporkan ke pimpinan dan menghubungi medis yaitu Puskesmas Balong serta piket SPKT Polres Ponorogo,” Urai AKP Hariyanto.

Setelah melakukan identifikasi, Kapolsek menyampaikan bahwa ciri – ciri mayat Panjang mayat 167 cm. “Memakai kaos cokelat motif garis – garis, Memakai celana training warna biru, Tidak ditemukan lebam mayat, Tidak ada tanda – tanda kekerasan, Keluar sperma dan feses,”tambahnya.

AKP Hariyanto juga menegaskan bahwa korban memiliki riwayat sakit jantung, asma dan diabetes. “Setelah melakukan pemeriksaan secara intensif, korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.”Pungkas Kapolsek Balong. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.