Trenggalek – Portalnews Madiun Raya

Ada 2 tambahan pasien positif Covid 19 baru, di Trenggalek, Senin (1/6/2020). Tambahan pasien positif baru ini diumumkan resmi oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin bersama 3 Pilar Dandim 0806 Trenggalek, Letkol Inv. Dodik Novianto, Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring dalam pers rilis di Gedung Smart Center Trenggalek.

2 Pasien positif ini berasal dari Kecamatan Dongko. Satu laki-laki usia 45 tahun asal Desa Sumberbening yang selanjutnya disebut Pasien 10 Trenggalek. Sedangkan satunya lagi, perempuan 35 tahun asal Desa Salamwates Kecamatan yang sama yang selanjutnya disebut dengan Pasien 11 Trenggalek.

Kabar gembiranya, meskipun ada tambahan 2 pasien positif baru, Pasien 05 dari Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan dinyatakan sembuh, setelah hasil Swab Test kedua dinyatakan negatif.

Dengan begitu ada 5 pasein yang dinyatakan sembuh Covid 19 di Trenggalek dan menyisakan 6 pasien yang masih positif. 6 pasien yang belum sembuh tersebut adalah Pasien 06 dan 07 dari Desa Karang Anom, Kecamatan Durenan, Pasien 08 dari Desa Sukosari, Kecamatan Trenggalek, Pasien 09 dari Desa Ngulung Kulon, Kecamatan Munjungan serta 2 tambahan baru Pasien 10 dan 11 dari Desa Sumberbening dan Salamwates Kecamatan Dongko yang di umumkan malam ini.

Pasien 10, bekerja sebagai tukang bangunan di Surabaya dan tanggal (21/5) lalu yang bersangkutan pulang naik sepeda motor dengan saudara kandungnya S. Sore hari keduanya tiba di rumah saudaranya di Desa Sumberbening.

Tanggal (22/5) yang bersangkutan
melapor ke balai desa setempat dan diberi multivitamin serta masker. Gugus Tugas Covid Desa menghimbau kepada yang bersangkutan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah saudaranya.

Tanggal (28/5) Tim Puskesmas Dongko melakukan Rapid Test kepada Pasien 10 ini dan hasilnya reaktif. Esoknya, Tim medis melakukan pengambilan Specimen Swab Test. Tanggal (31/5) hasil Swab Test di BBLK Surabaya keluar dan positif Covid 19.

Sedangkan Pasien 11, bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga di Kota Surabaya. Tanggal (20/5) yang bersangkutan melakukan perjalanan pulang ke Desa Salamwates menggunakan travel dengan 5 orang penumpang lainnya.

Saat pulang Pasien 11 ini tidak ada keluhan panas, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak nafas dan gejala Covid lainnya. Namun yang bersangkutan menuturkan punya riwayat hipertensi.

Tanggal (21/5), bersama suami Pasien 11 ini pergi ke toko baju di Kecamatan Panggul. Tidak turun, hanya suaminya yang masuk toko. Tanggal (22/5) Pasien 11 ini mengantar sepeda motor ke saudaranya di RT 9.

Tanggal (23/5) Pasien 11 melapor ke checkpoint desa, selanjutnya diminta melakukan isolasi mandiri dan terus dipantau satgas desa. Tanggal (27/5) yang bersangkutan dilakukan Rapid Test oleh Puskesmas Pandean dan hasilnya Reaktif.

Tahu reaktif rapid rest, Pasien 11 ini tidak langsung pulang, justru sempat membeli Lele di Desa Salamwates.

Tanggal (29/5) dilakukan pengambilan specimen Swab Test untuk dilakukan uji Swab di BBLK Surabaya. Tanggal (31/5) hasilnya keluar, dinyatakan Positif.

Dari Pasien 10 terdapat 13 kontak erat. Dalam satu rumah ada 4, yaitu saudara kandung, istri saudara kandung, anak saudara kandung dan ibu Pasien 10. Terus anak Pasien 10 yang tidak serumah, tetangga 5 orang, teman kerja 2 orang. Teman dalam travel 1 orang.

Hasil rapid test semua kontak erat Non Reaktif, kecuali anak saudara Pasien 10 yang belum dilakukan rapid test karena usianya masih 11 bulan.

Sedangkan kontak erat untuk pasien 11, yang serumah ada 3 orang, terdiri dari suami, anak dan ibu. Teman seperjalanan 5 orang dan sudah dilakukan Rapid Test (27/5) dan hasilnya reaktif. Kemudian tanggal (29/5) dilakukan Swab Test, hasilnya negatif.

Kontak erat lain saudara yang berdomisili di Ponorogo dan sudah kembali ke Surabaya, Saudara W dari Desa Ngerdani yang masih di lacak keberadaannya.

Dilingkungannya sendiri juga ada 3 orang belum dilakukan Rapid Test, saudara Pasien 11 S, A penjual Lele dan petugas Checkpoint Salamwates yang sempat ditemui saat melapor. Dari kejadian Pasien 11 ink dimungkinkan besar masih ada kasus baru, karena banyak aktivitas yang dilakukan oleh Pasien 11.

Dari tambahan 2 pasien baru ini, Pemerintah mengambil langkah penanganan, mengisolasi Pasien 10 dan Pasien 11 di Asrama BKD Trenggalek sekaligus dipantau perkembangan penyakitnya.

Menerapkan isolasi di rumah bagi OTG kedua pasien, serta melakukan tracing terhadap kontak erat dengan 2 pasien positif baru ini. Pemerintah juga menerapkan kawasan displin physical distancing dilokasi sekitar titik isolasi mandiri OTG.

Pemerintah juga menunjuk Camat Dongko sebagai penghubung khusus, guna memantau kesehatan dan kebutuhan OTG pasien 10 dan 11, serta menyalurkan bantuan sosial bagi KK yang terdampak penetapan zona disiplin Physical Distancing. Melakukan disinfeksi berkala serta pembagian masker disekitar kawasan disiplin physical distancing.

2 pasien baru ini merupakan pengembangan pasien 08 dan 09, dan ternyata ada yang terkonfirmasi positif baru. Dengan kejadian itu Bupati Trenggalek meminta masyarakat untuk tetap menunda mudik, serta meminta petugas di semua Checkpoint ataupun satgas desa untuk melakukan pengetatan lebih, sehingga kejadian seperti yang terjadi pada Pasien 11 tidak terjadi lagi di Trenggalek.

Dalam Pers Rilisnya pria yang akrab disapa Gus Ipin ini menegaskan bawasannya belum ada penyebaran melalui transmisi lokal, semua berasal dari luar, sehingga ini dapat dijadikan pelajaran untuk tidak mengendurkan semangat dalam upaya pencegahan penyebaran Pandemi Covid 19. (Red)

Source : FB – Pemkab Trenggalek

Trenggalek – Portalnews Madiun Raya

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin siapkan 1.000 porsi ketupat untuk dibagikan kepada masyarakat Trenggalek secara gratis, Minggu (31/5/2020).

Caranya cukup mudah, masyarakat tinggal mengunduh Aplikasi Bloojek di Playstore, kemudian mengaktifkan akun di aplikasi ini. Setelah akun aktif masyarakat bisa memesan ketupat sayur secara gratis melalui platform ojek online lokal ini.

Ketupat ini memang digratiskan oleh Nur Arifin dan pemesannya hanya mengganti ongkos pengiriman Bloojeknya. Satu pesanan ketupat gratis, pemesan mendapatkan 3 porsi ketupat sayur.

“Dengan begitu, masyarakat dapat merayakan Hari Raya Ketupat dirumah saja dan terhindar dari resiko penyebaran Covid 19,” Ucap Bupati.

Rian, Pendiri Bloojek kepada awak media menuturkan bahwa animo masyarakat sangat tinggi dengan perayaan Hari Raya Ketupat di Trenggalek. “Baru saja dibuka sudah lebih dari 100 pemesan yang mengorder ketupat gratis ini,” ujar pria ini.

Rian juga menambahkan, distribusi ketupat akan dilakukan secara kolektif melalui driver-driver yang telah disiapkan.

Saat Pandemi Covid-19 ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengambil keputusan yang berat meniadakan tradisi Kupatan yang memang telah ada turun-temurun semenjak kebiasaan Mbah Mesir di Durenan melaksanakan puasa Syawal dan hari ke 7 masyarakat merayakan ini dengan ketupat menyambut kedatangan beliau.

Meskipun berat meniadakan perayaan ketupat, namun keputusan ini diambil Pemerintah Trenggalek untuk melindungi para Kyai, orang tua dan masyarakat dari bahaya penyebaran Covid 19. (Red).

Source : FB – Pemkab Trenggalek

Trenggalek – Portalnews Madiun Raya

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin Kembali umumkan 2 pasien terkonfirmasi positif Covid 19 baru di Kabupaten Trenggalek. 2 pasien positif baru ini diumumkan Bupati Trenggalek bersama 3 Pilar di Gedung Smart Center Trenggalek, Sabtu (30/5/2020).

Tambahan 2 pasien positif ini, 1 dari Desa Sukosari, Kecamatan Trenggalek, laki-laki berusia 47 tahun dan selanjutnya disebut dengan Pasien 08 Trenggalek. Sedangkan untuk pasien satunya lagi dari Desa Ngulungkulon, Kec. Munjungan, gadis berusia 17 tahun yang selanjutnya disebut dengan Pasien 09 Trenggalek.

Pasien 08 memiliki riwayat perjalanan dari Sidoarjo dan pulang ke Desa Sukosari pada (14/5) lalu. Mengetahui kedatangan yang bersangkutan, ketua RT melaporkan hal ini kepada bidan desa.

Selanjutnya bidan desa melaporkan ke satgas Covid Puskesmas Rejowinangun. Mendapati laporan ini satgas Covid 19 Puskesmas Rejowinangun segera melangkah dengan memberikan edukasi kepada yang bersangkutan melalui sambungan telephone seluler.

Saat proses edukasi Pasien 08 menyampaikan tidak ada keluhan, seperti batuk, pilek, demam dan gejala Covid lainnya. Karena tidak ada gejala tersebut Pasien 08 ini selanjutnya dihimbau untuk melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, serta mematuhi protokol kesehatan yang ada, pakai masker, sering cuci tangan, jaga kesehatan dan kebersihan.

Bila mendapati keluhan, yang bersangkutan juga diminta menghubungi Satgas Covid 19 Puskesmas Rejowinangun untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

2 hari usai penghimbauan, Pasien 08 masih diisiplin melakukan isolasi mandiri di rumah. Tanggal (17/5) Pasien 08 pergi ke toko di Desa Dawuhan dan ketemu istri pemilik toko. Tanggal (18/5) Bidan desa mendapat laporan dari warga kalo pasien batuk-batuk, kemudian bidan desa langsung melapor ke dokter puskesmas.

Menerima laporan ini, dokter puskesmas kembali menghubungi yang bersangkutan untuk menanyakan keluhan dan yang lainnya. Setelah dihubungi dokter Puskesmas, Pasien 08 mengaku kalau dia pulang dari Sidoarjo tanggal (14/5) karena sakit dan ijin pulang ke Trenggalek dari salah satu pabrik di Sidoarjo.

Pasien 08 menceritakan bila tanggal (18/5) telah memeriksakan diri ke RSUD dr Soedomo Trenggalek karena keluhan batuk, panas dan diberi obat serta diperiksa Rapid Test hasilnya non reaktif. Karena non reaktif pasien 08 dilakukan rawat jalan dan melakukan isolasi mandiri dirumah, serta dianjurkan untuk periksa RAPID TEST ulang 1 minggu kemudian di Puskesmas Rejowinangun.

Tanggal (23/5) Pasien 08 melakukan rapid test yang kedua di Puskesmas Rejowinangun dan hasilnya reaktif. Semenjak itu Pasien 08 dan keluarga dilakukan isolasi ketat beserta keluarga.

Satgas Covid 19 berjasama dengan desa untuk membantu proses isolasi ketat mulai dari penyemprotan cairan desinfektan dan mencukupi kebutuhan pokok sehari hari selama isolasi ketat di rumah dilakukan.

Tanggal (26/5), yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan swab test di RSUD dr Soedomo Trenggalek dan tanggal (29/5) hasil swab test keluar dan hasilnya positif.

Dari pasien ini diperiksa, ada 3 kontak erat yaitu istri, anak dan istri pemilik toko Karsi. Ketiga kontak erat ini juga dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif.

Selanjutnya Pemerintah segera mengambil beberapa langkah penanganan, seperti melakukan isolasi kepada Pasien 08 di Asrama BKD dan terus memantau perkembangan penyakitnya.

Menerapkan isolasi di rumah bagi OTG pasien 08, dan menerapkan zona disiplin Physical Distancing disekitar rumah OTG.

Pemerintah juga melakukan tracing terhadap kontak erat dengan Pasien 08 pemilik toko dan karyawan toko, sekaligus toko yang pernah dikunjungi wajib dilakukan penutupan sementara. Karyawan dan pemilik toko juga wajib mengisolasi madiri di rumah.

Kemudian pemerintah menunjuk Camat Trenggalek sebagai penghubung khusus, guna memantau kesehatan dan kebutuhan OTG Pasien 08, serta menyalurkan bantuan sosial bagi KK yang terdampak penetapan zona disiplin physical distancing.

Disinfeksi secara berkala disekitar lokasi dan pembagian masker kepada masyarakat juga dilakukan.

Sedangkan riwayat Pasien 09, gadis 17 tahun asal Desa Ngulungkulon, Kecamatan Munjungan merupakan karyawan sebuah pabrik di Surabaya.

Pasien 09 ini tinggal disalah satu ruko di Kota Surabaya. Tanggal (21/5) yang bersangkutan pulang ke Trenggalek bersama 7 penumpang lainnya menggunakan travel Panggul dan dijemput bapaknya pada tanggal (22/5) sekitar pukul 02.00.

Pagi harinya Bapak Pasien 09 melaporkan hal ini ke satgas Covid-19 Desa Ngulungkulon dan ditindak lanjuti satgas dengan berkunjung ke kediaman yang bersangkutan. Satgas Covid 19 desa ini juga menginformasikan ini kepada Tim Puskesmas.

Tanggal (23/5) tim Puskesmas Munjungan melakukan tracing kepada yang bersangkutan sekaligus melakukan rapid test covid-19. Saat itu hasilnya reaktif.

Tidak ditemukan juga tanda-tanda klinis sakit pada tubuh yang bersangkutan. Dari hasil ini Satgas Covid 19 desa ini mengisolasi Pasien 09 di SD Ngulungkulon.

Tanggal (26/5) dilakukan pengambilan specimen swab test di RSUD dr Soedomo Trenggalek. Tanggal (29/5) hasil Swab Test keluar dan dinyatakan positif.

Dari pasien ini diperiksa, ada 10 kontak erat, yaitu bapak, ibu, kakek, nenek, teman kerja 2 orang alamat desa ngrambingan, sopir travel dan penumpang luar trenggalek 3 orang. Sedangkan hasil rapid test bapak, ibu, kakek dan nenek Pasien ini non reaktif.

Atas kejadian ini pemerintah mengambil beberapa langkah penanganan dengan mengisolasi pasien 09 di Asrama BKD, sekaligus memantau perkembangan penyakitnya. Menerapkan isolasi di rumah bagi OTG pasien 09 di sekitar titik isolasi mandiri OTG.

Melakukan tracing terhadap kontak erat dengan pasien 09 serta menetapkan kawasan disiplin physical distancing. Menunjuk Camat Munjungan sebagai penghubung khusus, guna memantau kesehatan dan kebutuhan OTG pasien 09, serta bantuan sosial bagi KK yang terdampak penetapan zona disiplin physical distancing.

Serta melakukan disinfeksi berkala serta pembagian masker disekitar kawasan physical distancing.

Dari tambahan 2 kasus positif ini, belum ada transmisi lokal dan semua kasus positif merupakan transmisi luar.

Menyikapi penambahan pasien baru ini, pria yang akrab disapa Gus Ipin ini meminta semua gugus tugas yang ada di checkpoin untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya.

Pemimpin muda ini juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang peduli melaporkan kejadian di sekitar dan segera melaporkan kepada gugus tugas yang ada. Hal ini tentunya sangat membantu kerja gugus tugas sekaligus meminimalisir penyebaran Covid 19.

Meskipun lebaran sudah terlewat, Nur Arifin juga tetap menghimbau kepada masyarakat di perantuan untuk tetap menunda mudik, guna mengurangi resiko penyebaran.

Dirinya juga meminta maaf kepada masyarakat dengan terpaksa meniadakan tradisi Kupatan di tahun ini. Sebagai gantinya pihaknya menyiapkan sejumlah paket ketupat yang bisa diakses dari rumah melalui platform ojek online lokal Bloojek.

Terakhir pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, meskipun kondisi new normal itu diberlakukan sekalipun, kewaspadaan terhadap pandemi tidak boleh dikendurkan. (Red).

Source : FB – Pemkab Trenggalek

Trenggalek – Portalnews Madiun Raya

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengunjungi tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Munjungan, Senin (04/05/2020).

Bupati yang akrab dipanggil dengan nama Gus Ipin meminta kepada para tokoh agama untuk ikut menyebarkan kesepakatan tata cara peribadatan ditengah pandemi Corona, “Ini kita lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini yang tidak terlihat secara kasat mata. Lebih lebih penyebarannya yang cukup cepat melalui kontak sesama manusia yang mungkin tidak sengaja terbawa oleh orang disekitar kita,” Ucap Gus Ipin.

Gus Ipin juga menyampaikan bahwa pembatasan yang dilakukan atau kesepakatan tentang peribadatan yang telah disepakati tentunya menjadikan ketidak nyamanan, karena tidak sesuai dengan kebiasaan yang biasa dilakukan. “Namun cara ini harus dipilih untuk mencegah penyebaran virus ini. Harapannya pemuka agama ini kan ditokohkan, sehingga ikut membantu menyadarkan kepada masyarakat, sesimpel bagaimana disiplin memakai masker, mematuhi protokol kesehatan, menjelang hari raya idul fitri, bagaimana kebiasaan kita sowan, badan ini nanti harus ditindak lanjuti dan dimasa covid ini kita harus membiasakan hal tersebut,” Urai Gus Ipin.

Bupati Trenggalek juga menyampaikan bahwa kalau informasi ini tidak segera disebarkan sampai ke akar rumput, bisa terjadi kesalah pahaman, “Untuk itu kita meminta bantuan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat. Hal ini kita lakukan dalam rangka mengurangi resiko penyebaran, di hari raya Idul Fitri tahun ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek harus mengambil keputusan berat demi kebaikan bersama, dengan melarang takbiran dipenghujung ibadah puasa nanti maupun tradisi sowan dan bakdan bagi aparatur pemerintah,” Jelas Gus Ipin.

Sholad Idul Fitri di Masjid Agung Baithurrahman Trenggalek juga terancam ditiadakan, Kata Bupati, mengingat dalam Shalad Id di tempat ini bisanya banyak diikuti oleh pemudik sedangkan bila itu berbaur dengan penduduk lokal tentunya akan sangat beresiko terjadinya penyebaran. “Selain itu bila ada kejadian tentunya akan sulit untuk melakukan tracing kontak erat maupun sudah berkontak dengan siapa saja untuk pasien yang terkonfirmasi. Sebagai gantinya, Shalat Idul Fitri bisa dilakukan dilingkungan-lingkungan sehingga tidak melibatkan terlalu banyak jamaah dan tentunya tetap dengan mengdepankan protokol kesehatan.” Pungkas Bupati Muchamad Nur Arifin. (Red)

Trenggalek – Portalnews Madiun Raya

Bupati Trenggalek langsung mensikapi pemberitaan viral di sosial media, mengenai Mbah Patiyah (80) warga Desa Puyung, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek yang hidup memprihatinkan sebatang kara di tengah kebun yang sempat diviralkan oleh akun sayap hati di instagram.

Rabu (29/4/2020), Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin terjun langsung menemui Mbah Patiyah dirumahnya, untuk membuktikan sendiri kondisi nenek lanjut usia ini. Dalam status tersebut pemilik akun sayap hati menceritakan bawasannya nenek ini hidup sendiri dan ditemani satu lampu pijar pemberian tetangga, rumahnya reot dan banyak tikus. Dalam status tersebut juga diceritakan bawasannya nenek ini hidup dari belas kasihan tetangga dan masyarakat yang peduli, bahkan makanan yang dimakan setengah matang, seolah menimbulkan presepsi pemerintah kurang peduli akan kondisi ini.

Bupati Trenggalek saat dikonfirmasi usai menjenguk Mbah Patiyah mengatakan bahwa dirinya berterima kasih atas viralnya pemberitaan di medsos itu. “Saya sebenarnya berterima kasih kepada netizen, kalau ada info ada orang yang membutuhkan, kemudian perlu di bantu itu terima kasih. Cuma sebelum menyebar info tolong riset datanya lebih jelas lagi,” ungkap sang Bupati.

Ada beberapa hal yang dibantah oleh Bupati, contohnya adalah disebut namanya mbah Patiyah namun nama sebenarnya Mbah Painah. Kemudian Mbah Painah ini sebenarnya KPM penerima PKH dan juga BPNT.

Memang kondisi rumah seperti ini dan selama ini dibantu oleh tetangga yang berdekatan. “Ini kartu bantuan yang dimiliki Mbah Painah, ini menunjukkan bila beliau telah mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipin sambil menunjukkan kartu BPNT yang dimiliki perempuan 80 tahun tersebut.

Waktu desa ada program kambing beliau juga mendapatkan dan kambingnya juga masih ada. “Cuma sekarang yang perlu kita lakukan, rumahnya akan kita ubin, kemudian ayam masih didalam rumah, saya minta untuk disiapkan kandang, kemudian kamar mandi dan kecukupan air bersih. Saya minta para tetangga untuk datang ngecek sewaktu waktu, galonnya untuk minum ataupun masak. Kalau untuk bahan pokok, karena penerima BPNT ngak mungkin kurang. Kemudian ini tadi juga ada kiriman dari tetangga berupa telur, tempe terus Mbah Painah juga masih bisa masak,” Urai Gus Ipin.

Bupati Trenggalek tersebut juga merasa prihatin. “Ya memang kasihan karena hidup sebatang kara, tapi nanti langkah selanjutnya kami akan menghubungi keluarga karena beliau sebenarnya masih punya anak. Kalau bisa satu KK dengan anaknya, masak dulu Mbah Painah membesarkan anaknya, namun sekarang anaknya punya kewajiban untuk merawat beliau di usia senjanya kok malah begini. Ini yang kami sayangkan,” Jelas Gus Ipin.

Jadi saya berterima kasih kepada yang memberi kabar, “Namun kedua saya juga minta tolong lain kali sebelum share, infonya diperjelas biar tidak terkesan bahwa pemerintah desa dan Kabupaten lalai dengan tetangga sekitar seakan akan tidak peduli, padahal yang bersangkutan selalu menerima bantuan dari pemerintah,” Kata Gus Ipin.

Jadi tetangga sekitar sudah membantu, “Pak RT juga membantu dan Kepala Desa juga sudah mendaftarkan beliau. Buktinya Mbah Painah sudah menerima bantuan PKH dan BPNT.” tutup Bupati Trenggalek ini.

Sedangkan Kades Puyung, Budiono yang ikut menemani kunjungan Bupati Trenggalek ini juga angkat bicara, “Kalau dibilang Mbah Painah itu belum pernah mendapatkan bantuan apapun apalagi di medsos itu makananya, makanan setengah matang atau umbi umbian itu salah,” jelas Budiono.

Mbah Painah juga mendapatkan bantuan PKH dan Beras BPNT. “Saya jamin sebagai kepala desa, sampai dengan 6 bulan kedepan pun Mbah Painah tidak mungkin mati kelaparan. Saya jamin itu,” lanjut Budiono.

Namun kalau mati karena kehendak yang kuasa, saya tidak bisa jamin karena itu kehendahNya. Saya juga jamin bantuan dari pemerintah desa dan daerah selalu terdistribusikan untuk beliau, tegas kades ini.

Beras BPNT juga masih numpuk numpuk dikelola oleh Pak Darmo Permai tetangganya. “Bantuan kambing tahun yang lalu 3 indukan dan anakan. Mbah Painah juga sudah menabung untuk hari kelaknya nanti.” Pungkas Kades Puyung. (Red)

Trenggalek – Portalnews Madiunraya.com

Inalillahi wa ina illaihi rojiun, berita duka menyelimuti keluarga besar Wakil Gubernur terpilih yang juga Bupati Trenggalek saat ini, Emil Dardak.

Menurut salah satu Jurnalis di Ponorogo, Muh Nurcholis, dirinya mendapat kabar dari media online bahwa adik Emil meninggal dunia. “Eril meninggal dunia pukul 12.30 WIB siang ini,” terangnya.

Eril Ario Ristanto Dardak yang merupakan adik kandung Emil dikabarkan meninggal di Jakarta.


Eril Dardak saat ini tengah mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI nomor urut 1 dari Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pemilihan VII Jawa Timur. Meliputi Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan dan Ngawi. (yah/gin)

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Kebakaran hebat yang meluluh lantakan, Pasar Pon Trenggalek menyisakan duka yang sangat mendalam, bagi para pedagang pasar pon.

Atas musibah ini, Pemerintah Kabupaten Trenggalek berkoordinasi dengan Forkopimda dan stake holder terkait, bergerak dengan cepat membentuk tim terpadu penanganan kebakaran.

Tanpa menunggu waktu lama tim segera membuat posko layanan informasi penanganan bencana kebakaran, Sabtu (25/8/2018) di halaman eks. Kantor Dispendukcapil Trenggalek.

Selain memberikan informasi terkait penanganan kebakaran Pasar Pon, personil posko yang terdiri dari berbagai stake holder juga melakukan pendataan pedagang, dan menginventarisir kerugian mereka.

Plt. Kadis Kominfo Kabupaten Trenggalek,Triadi Admono membenarkan perihal pendataan tersebut.

Menurutnya pendataan ini dilakukan untuk mengumpulkan data riil berapa jumlah pedagang Pasar Pon, sekaligus berapa besar kerugian yang mereka alami.

Triadi Admono juga menyampaikan bahwasanya, Bupati Trenggalek yang sedang dalam rangkaian akhir ibadah haji, akan segera kembali ke tanah air dan tidak mengikuti jadwal umumnya dari rombongan haji, setelah mendengar bencana ini.

Ditambahkan olehnya, H. Mochammad Nur Arifin, Wakil Bupati Trenggalek juga melakukan hal yang sama, dan saat ini tengah dalam perjalanan pulang ke tanah air.

Keduanya telah berkoordinasi dengan Gubernur Jatim dan Kementerian terkait atas kejadian ini, untuk mendapatkan suport dukungan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi.

Selain melakukan pendataan, Tim terpadu juga akan menyediakan perawat dan tenaga psikiater untuk membantu merecovery dampak psikis pedagang, atas kejadian ini, pasalnya tak sedikit dari pedagang yang mengalami trauma.(Ono/gin)

Reporter : Dahono

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.