,

Kota Madiun, MADIUNRAYA.com

Polres Madiun Kota berhasil mengungkap Terduga Pelaku pembunuhan pensiunan pegawai RRI, Aris Budianto beberapa waktu yang lalu.

Menurut Kapolres Madiun Kota, AKBP Suryono menyampaikan bahwa pihaknya berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan yang menghebohkan warga Kota Madiun.

“Pelaku atas nama Nursali. Ditangkap di Bangkalan berikut dengan barang bukti sebilah senjata tajam yang diduga digunakan untuk membacok korban, ” Ucap Kapolres Madiun Kota, Rabu (08/06/2022).

Lebih lanjut AKBP Suryono menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendalami peran pelaku dalam peristiwa itu.

“Apakah Terduga pelaku melakukan (pembunuhan) seorang diri ataukah ada pihak lainnya yang membantu melakukan aksi keji itu, ” Lanjut Kapolres Madiun Kota.

Selama ini, kata Kapolres, yang bersangkutan merupakan Penjual Es Batu.

“Dia lalu melarikan diri ke Bangkalan setelah melakukan pembacokan terhadap korban. Kasus ini akan terus kita dalami. ” Tutup AKBP Suryono. (red)

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Ponorogo menilai Bambang Tri Wahono bersalah dan melanggar Pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik.

Untuk itu, menurut Kasi Intel Kejari Ponorogo, Ahmad Affandi, MH, Jaksa menuntut yang bersangkutan pidana penjara selama 1 tahun penjara dan denda 5 juta rupiah dalam sidang yang dilakukan di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Ponorogo, Selasa (07/06/2022).

“Hari ini telah dilaksanakan sidang lanjutan dengan agenda Pembacaan Tuntutan Perkara UU ITE atas nama terdakwa BAMBANG TRI WAHONO, S.H, M.M ALIAS BAMBANG BIN SOEKARTO. Sidang dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum dengan agenda sidang pembacaan tuntutan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU),” ucap Affandi kepada awak media.

Lebih lanjut Affandi menyatakan bahwa sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim atas nama Wiyanto, MH.

“Adapun Hakim Anggota meliputi DENI LIPU, S.H, MOH. BEKTI WIBOWO, S.H., M.H dan Panitera CHONDRO TRIONO, S.H,” jelasnya.

Sementara Penuntut Umum, kata Affandi merupakan JPU dari Kejari Ponorogo.

“Jaksa Penuntut Umum adalah SUJADI S.H yang merupakan Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Ponorogo,” kata Kasi Intel Kejari Ponorogo.

Adapun Penasehat Hukum dari terdakwa yaitu RADEN INDRA PRIANGKASA, SH. M.H.

“Kepada terdakwa BAMBANG TRI WAHONO, S.H, M.M ALIAS BAMBANG BIN SOEKARTO (alm) melanggar Pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik dituntut Pidana Pokok Pidana Penjara selama 1 (satu) tahun potong tahanan dan Pidana denda Sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) subsidair 1 (satu) bulan kurungan,” urai Affandi.

Setelah penuntutan, Affandi menyampaikan bahwa sidang dinyatakan akan dilanjutkan dalam waktu `1 minggu kedepan dengan agenda pledoi atau pembelaan terdakwa.

“Alhamdulillah, sidang berjalan lancar dan akan dilanjutkan 1 Minggu kedepan dengan agenda pledoi atau pembelaan terdakwa.” Tutup Kasi Intel Kejari Ponorogo, Affandi MH. (red).

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

ED (30), warga Desa Munggung Kecamatan Pulung Ponorogo hanya bisa tertunduk lesu setelah aparat Kepolisian menetapkan dirinya tersangka kasus penipuan.

Menurut Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo, Ipda Guling Sunaka menjelaskan bahwa yang bersangkutan ditangkap karena ada laporan dari warga yang dirugikan tertipu dengan modus pre order minyak goreng murah.

“Korban dari Ponorogo, Magetan, Trenggalek hingga Malang yang tergiur harga minyak goreng dibawah harga distributor,” ucap IPDA Guling Sunaka.

Lebih lanjut, Ipda Guling Sunaka menjelaskan bahwa pelaku menawarkan minyak goreng murah melalui media sosial dengan sistem pre order.

“Modusnya, pelaku meminta transferan uang kepada para korban yang ingin mendapatkan Minyak Goreng murah. Pelaku berjanji satu pekan atau dua pekan setelah pemesanan barang akan dikirim. Namun setelah menunggu, ternyata barang tidak kunjung datang dan pelaku menghilang,” ungkap Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo itu.

Ipda Guling menyebutkan identitas pelaku atas nama ED, (30) warga Desa Munggung Kecamatan Pulung.

“Yang bersangkutan ditangkap petugas Polres Ponorogo di Jogja, Sabtu (21/05/2022) kemarin,” ujarnya.

Ipda Guling Sunaka juga menjelaskan bahwa berdasarkan laporan yang diberikan, para korban menderita kerugian rata-rata puluhan juta hingga ratusan juta.

“Karena tergiur bujuk rayu pelaku, banyak korban yang rugi puluhan juta hingga ratusan juta,” tambahnya.

Ipda Guling Sunaka menjelaskan atas perbuatannya, ED terancam hukuman 4 tahun penjara, lantaran dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang penipuan.

“Yang bersangkutan kita sangka melanggar pasal 372 KUHP tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara.” Tutup Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo. (Red).

,

Madiun, MADIUNRAYA.com

Entah apa yang terlintas dipikiran ZFW (21) warga Batam Kepulauan Riau yang sengaja menggadaikan Motor Vario milik Calon Isterinya, EAP (20) sehari menjelang hari pernikahan mereka.

Tak hanya motor, ZFW juga membawa HP milik kekasihnya itu untuk dijual dengan dalih melakukan Top Up Game Online.

Menurut Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Ryan Wira Pratama menjelaskan bahwa ZFW memang sengaja berpura-pura untuk membeli perlengkapan pernikahan.

“Antara korban dengan pelaku sudah saling kenal dan pacaran selama satu tahun, lalu lebih intens dan serius selama tiga bulan terakhir hingga sepakat untuk menikah,” ungkap AKP Ryan Wira Pratama.

Akibat perbuatannya, pria asal Batam itu dijerat Pasal 372 KUHPidana tentang Penggelapan dengan ancaman empat tahun penjara.

“Menurut pengakuan tersangka, motor Vario itu digadaikan dengan nominal 4 juta. Alasannya untuk Top Up Game Online.” Tutup Kasatreskrim Polres Madiun.

Melihat fenomena itu, salah satu Sosiolog di Madiun, Samsuri, dirinya menilai itulah salah satu bahaya Game Online.

“Game Online yang marak akhir-akhir ini membuat sebagian orang tidak bisa berpikir jernih dan hanya mengedepankan angan-angannya saja,” ungkap Samsuri, Senin (23/05/2022).

Samsuri juga menyebutkan bahwa sebagian Game Online juga terindikasi dengan permainan judi.

“Yang namanya judi, kadang membuat orang lupa diri. Sekalinya menang, maka dia terangsang untuk terus bermain meskipun berkali-kali kalah. Ingin mencoba dan rasa penasaran inilah yang merusak generasi muda kita. Jangan sampai anak-anak kita terjerumus kedalam hal ini,” lanjut Samsuri.

Samsuri juga berharap agar berbagai pihak terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan Game Online.

“Jika merugikan dan merusak generasi muda sebaiknya pihak terkait melakukan pemblokiran terhadap akses Game Online itu.” Tutup Samsuri. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting: Agin Wijaya

,

KEDIRI – MADIUNRAYA.com

Kerja keras dan cepat yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Kediri berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap IY (33) warga Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri yang ditemukan meninggal dunia disebuah hotel beberapa waktu yang lalu.

Polisi berhasil menangkap satu orang terduga pelaku pembunuhan yang mayatnya ditemukan di salah satu kamar Hotel Kediri pada Sabtu (14/5/22) yang lalu.

Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Rizkika Atmadha Putra menjelaskan bahwa tersangka diketahui berinisial MW (21) nekat membunuh IY dengan motif ingin menguasai harta korban.

“Motif pelaku ingin menguasai lagi uang yang diberikan kepada korban dan memang dari awal sudah berniat menghabisi nyawa IY,” kata AKP Rizkika saat konferensi pers di Mapolres Kediri, Selasa (17/5/2022) pagi.

AKP Rizkika juga mengungkapkan awal mula peristiwa itu saat tersangka berkenalan dengan korban via media sosial Facebook.

MW dan IY kemudian membuat janji bertemu di Hotel Banowati Pare untuk bertemu dan melakukan hubungan badan dengan tarif yang telah di sepakati.

Kejadian itu terjadi, lanjut AKP Rizkika pada Sabtu 7 Mei 2022, tepat sepekan korban ditemukan meninggal dunia.

“Keduanya berkenalan di Fb. Keduanya lalu sepakat untuk bertemu dan berhubungan badan,”tutur AKP Rizkika.

Merasa ketagihan, tersangka kemudian menghubungi korban kembali untuk bertemu dan melakukan hubungan badan di Hotel Kadiri 1 Pare. Mereka janjian pada Jum’at (13/5/2022) malam.

Akan tetapi, tersangka pada saat berangkat menuju ke lokasi hotel sudah mempunyai niatan untuk menghabisi nyawa korban.

Tersangka, dengan sengaja membawa sebilah pisau yang gagangnya ditutupi lakban. Tak hanya itu tersangka juga menutupi plat nomor kendaraannya.

“Tersangka ini sudah merencanakannya. Tersangka ingin menguasai harta dan uang milik korban,”terang AKP Rizkika.

Setiba di hotel, Tersangka langsung masuk ke kamar yang telah dipesan oleh korban. Tersangka dan korban kemudian melakukan hubungan intim.

Setelah selesai melakukan hubungan badan, saat ada kesempatan, tersangka langsung menghabisi korban dengan pisau yang telah disiapkan dari rumah.

“Tersangka ini menawarkan pijat kepada IY usai hubungan badan, saat posisi tengkurap, ia langsung menghabisinya,” paparnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bacok dan tusuk pada bagian leher hingga meninggal di kamar.

“Pelaku kemudian mengambil uang Rp 1.470.000,00 yang sempat digunakan untuk membayar jasa korban, selain itu ada HP juga,” urainya.

Pelaku kini telah diamankan di Mapolres Kediri untuk menjalani proses hukum yang berlaku.

“Pasal yang dilanggar yakni pasal 340 KUHP dan 365 KUHP dengan hukuman penjara selama lamanya 20 tahun.”pungkas Kasat Reskrim Polres Kediri. (Red)

,

Madiun, MADIUNRAYA.com
Kasus pembuangan bayi di Jiwan akhirnya bisa diungkap oleh Polres Madiun Kota.

Sebelumnya diberitakan ada pembuangan jasad bayi di saluran irigasi sawah Desa Metesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun beberapa waktu lalu.

Kapolres Madiun Kota AKBP Suryono SH., SIK., MH., menjelaskan bahwa Polisi telah menetapkan IMS (25) sebagai tersangka yang tak lain adalah ibu dari bayi malang tersebut dan rumah IMS ternyata tidak jauh dari TKP pembuangan.

“Tersangka sudah mengaku bahwa itu perbuatan dia. Berarti itu sesuai pasal 184 KUHP ayat (1) bahwa alat bukti yang sah adalah adanya keterangan dari tersangka,” katanya, Rabu (20/4/2022).

Sementara itu untuk hasil visum Et Repertum R. 67/IV/KES. 3/2022/RSB tertanggal 08 April 2022 yang dilakukan oleh dr.Tutik Purwanti. Sp. F sebagai dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kediri menyimpulkan bahwa Jenazah berjenis kelamin perempuan, dengan panjang badan 48 cm kulit sawo matang dengan panca indra tumbuh sempurna, terpisah dengan ari ari

“Pada pemeriksaan luar dalam ditemukan terdapat lilitan celana dalam di leher dengan simpul mati, terdapat luka lecet dan memar di leher, akibat kekerasan benda tumpul, bayi cukup umur, dapat hidup di luar kandungan tanpa alat bantu, bayi lahir hidup dan ditemukan tanda kekurangan oksigen (mati lemas),” urai Kapolres.

Sebab kematian karena tumpul di leher dan mengakibatkan tertutupnya pertukaran oksigen dan mati lemas.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Tatar Hernawan juga menjelaskan, ada alat bukti lain yang menguatkan adalah dari hasil visum maupun keterangan ahli. Barang bukti lain yang berhasil dikantongi polisi adalah keterangan dari sejumlah saksi yang dihadirkan.

“Jadi ada empat alat bukti yang menguatkan,” ujarnya.

Atas kasus tersebut, polisi hanya menetapkan satu tersangka, sedangkan ayah dari bayi malang tersebut tak lain adalah kekasih tersangka.

Yang bersangkutan tidak ditahan namun hanya dijadikan saksi. Bahkan orang tua tersangka pun juga tidak mengetahui anaknya telah berbadan dua dan atas kasus tersebut, tersangka terancam hukuman sepuluh tahun penjara.

“Jadi berdasarkan keterangan tersangka, dia malu hamil diluar nikah, akhirnya membuang bayi itu, dan pacarnya tidak tahu kalau tersangka hamil. Jadi selama ini nggak ada yang tahu kalau hamil, karena kan perutnya nggak besar. Jadi inisiatif membuang bayi itu tidak ada yang menyuruh,” pungkas Kasatreskrim Polres Madiun Kota. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Surabaya, MADIUNRAYA.com

Aparat Kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim berhasil mengungkap kasus penyalagunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG Bersubsidi.

Menurut Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman, dari hasil pengungkapan tersebut pihaknya berhasil mengamankan 13 tersangka yang terdiri dari tersangka tabung LPG Bersubsidi sebanyak 7 orang, kemudian tersangka penyalagunaan BBM Subsidi 6 orang.

“Anggota kami dari subdit tipidter telah melakukan pengintaian dan berhasil menangkap terhadap beberapa tersangka. Terhadap BBM subsidi ada 6 tersangka yang diamankan dengan modus operandi, mereka berhasil ditangkap di TKP pada saat akan melakukan membeli BBM di SPBU resmi kemudian menjual dengan harga Non Subsidi atau harga Industri,” Ucapnya, Selasa (19/04) kemarin.

Jadi saat diamankan anggota, lanjut Kompol Farman, mereka sedang berada di SPBU dan mobil dimodifikasi pelaku.

“Kalau di lihat dibelakang, itu mobil modifikasi isinya dari tempat pengisian benar tapi masuk didalam tabung yang ada didalamnya kurang lebih ukuran 2 ton atau 2 ribu liter,” jelas Dirreskrimsus Polda Jatim itu.

Setelah itu, BBM dipindahkan kedalam tangki yang disiapkan di tempat tempat tertentu.

“Kita masih mendalami keterlibatan oknum dari SPBU atau instansi terkait. Yang pasi keterlibatan operator itu pasti ada karena memang mereka mengetahui tidak mungkin mobil biasa diisi sampai dengan 2 ribu liter. Berarti kan mereka mengetahui karena modusnya diisi di tempat biasa. Untuk pelaku solar para tersangka sudah melakukan selama 6 bulan, ini mungkin menyebabkan kelangkaan solar di SPBU,” lanjutnya.

Sementara untuk penyalagunaan elpiji subsidi diamankan 7 tersangka diantaranya, P, AJH, RH, OHSH, Y, H dan RT. Mereka sudah melakukan kegiatan ini sudah 3,5 bulan, sedangkan modus yang dilakukan para tersangka dengan cara menyuntikkan tabung elpiji 3 kilo ke 12 kilo.

“Kalau disuntikkan ke tabung gas 12 KG sehingga harganya non subsidi untuk industri. Yang diamankan seperti truk memang tertuliskan instansi terkait namun yang melakukan oknum dari instansi tersebut,” sebutnya.

Bahan bakar gas (LPG) yang disubsidi pemerintah dengan melakukan kegiatan pemindahan isi dari tabung LPG ukuran 3 Kg (subsidi pemerintah) ke tabung LPG ukuran 12 Kg (non subsidi) dan hasil pemindahan ke tabung LPG 12 Kg (non subsidi) diedarkan ke penjual LPG di area Kabupaten Jombang.

“Pada hari Kamis tanggal 7 April 2022 sekitar pukul 14.00 WIB. Tim penyelidik Unit II Subdit IV Tipidter tiba di lokasi gudang yang digunakan untuk kegiatan pemindahan isi gas tabung LPG 3 Kg (subsidi) yang di pindah ke tabung gas LPG 12 Kg (non subsidi). Dalam melakukan kegiatan tabung Gas LPG 3 kg didapat dari pangkalan Gas LPG di sekitar Kecamatan Batu, Kota Batu,” katanya.

Untuk tabung kosong Gas 12 Kg di dapat dari toko penjual Gas LPG 12 Kg milik Harto alamat Dusun Blimbing, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang dan selanjutnya dibawa ke gudang pengoplosan Gas LPG 3 Kg.

Hasil pemindahan ke LPG 12 kg diedarkan ke penjual LPG di area Kecamatan Ploso, Kecamatan Megalo dan Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

“Dalam sehari para tersangka  rata- rata bisa melakukan pemindahan isi gas tabung LPG 3 Kg (subsidi) sejumlah 200 LPG 3 KG.”tutupnya

Pasal yang dikenakan kepada para tersangka pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja Jo Pasal 55 Ayat (1) ke (1) KUHP dengan ancaman pidana 6 Tahun penjara. (red)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.