,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com
Tidak ada kejahatan yang sempurna. Kalimat tersebut terbukti setelah kasus pencurian yang terjadi di Toko Maharani Desa Jambon berhasil diungkap oleh unit Reskrim Polsek Jambon bersama Reskrim Polres Ponorogo walaupun 21 hari berlalu.

Menurut Kapolsek Jambon, AKP Nanang Budianto, sebanyak 4 orang pelaku berhasil diamankan Polisi pada hari Selasa 27 September 2022.

“Kejadian berawal saat pihak korban (pemilik toko) melakukan pengecekan barang pada hari Selasa 6 September 2022 dan menemukan ada sebagian barang dagangannya yang hilang yang membuat korban mengalami kerugian jutaan rupiah,” ucap Kapolsek, Sabtu (01/10/2022).

Adapun barang yang hilang, Jelas AKP Nanang, berupa, 1 kaleng susu Pediasure Complete 850 gr Rp. 277.000,-, 4 bungkus susu Bebelac 2, 400 gr @Rp.69.000,- ( Rp. 276.000 ), 1 bungkus susu Chilshool Rp.72.500,-.

“Para pencuri itu sudah berulang kali melancarkan aksinya, sehingga pemilik toko mengaku mengalami kerugian dari bulan Agustus sampai dengan September 2022. Kerugian ditaksir sekitar Rp. 6.415.500,-,” jelasnya.

Tak terima dengan kejadian yang dialami, Kata Kapolsek, korban langsung melaporkan ke Polisi dan langsung ditanggapi dengan cepat dengan melakukan olah TKP.

“Berselang kurang lebih 21 hari akhirnya Polisi berhasil mengamankan ke empat pelaku. Jadi pada hari Selasa tanggal 27 september 2022 kami berhasil mengamankan keempat pelaku pencurian toko maharani Jambon,” Kata Kapolsek Jambon AKP Nanang Budianto.

Kapolsek juga menyampaikan bahwa penangkapan itu terjadi saat pelaku melancarkan kembali aksinya di Toko Maharani pada Selasa (27/09/2022).

“Awalnya datang tiga orang pembeli dengan mengendarai mobil putih nopol tidak jelas dan berhenti di samping toko. Selanjutnya ketiga orang tersebut masuk kedalam toko dan mengambil barang dagangan dan dimasukkan kedalam baju.Kemudian keluar toko menuju ke mobil. Salah satu dari 3 orang tersebut mengelabuhi kasir dengan membayar barang belanjaan yang berharga murah yaitu makanan ringan seharga Rp.5.000,,” jelasnya

Mengetahui hal itu, diungkapkan Kapolsek pemilik toko yang sudah hafal ciri-ciri pelaku langsung memberikan informasi dan melaporkan ke Polsek Jambon via telpon.

“Pemilik Toko yang sudah hafal ciri-ciri pelaku memberi informasi dan melaporkan ke Polsek Jambon via telpon, kemudian pelaku yang bernama Siswanto langsung diamankan oleh anggota Polsek Jambon,” ungkapnya.

Namun, temannya 3 orang berhasil melarikan diri kearah timur, dengan mobil Xenia warna putih No Pol L-1255-MC.

“Secepatnya Polsek Jambon menghubungi siaga 32 dan jajaran unit opsnal Polres Ponorogo dan berhasil mengamankan pelaku di daerah Pulung,” terangnya.

Kemudian pelaku dan barang bukti diamankan dan dibawa ke Satuan Reskrim Polres Ponorogo.

“Mereka akan dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.”Tutup Kapolsek Jambon. (red)

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com
Setelah mendapatkan laporan tindak pidana pencurian, Unit Reskrim Polsek Sawoo Polres Ponorogo langsung bergerak cepat dan berhasil mengungkap kasus pencurian yang dialami oleh warga RT 01 RW 02 Dukuh Krajan Desa Tumpakpelem Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo.

Menurut Kapolsek Sawoo AKP Joko Suseno, setelah melakukan penyelidikan, pihaknya berhasil menangkap satu orang terduga pelaku.

“Atas laporan warga yang rumahnya dibobol pencuri, petugas Unit Reskrim Polsek Sawoo berhasil menangkap terduga pelaku yang berinisial MAP (40),” terang AKP Joko, Jum’at (23/09/2022).

Yang bersangkutan, menurut Kapolsek, merupakan warga RT 06 RW 01 Dukuh Langsatan Desa Suka Makmur Kecamatan Ajung Kabupaten Jember.

“Terduga pelaku merupakan residivis dan sudah satu kali masuk penjara di wilayah Tulungagung,” tambah Kapolsek Sawoo.

AKP Joko Suseno juga menjelaskan bahwa modus pelaku, adalah dengan berpura-pura menjadi petugas PLN dengan identitas palsu kemudian berpura-pura memeriksa meteran rumah yang menjadi targetnya.
“Terduga pelaku mencari rumah yang sepi. Dia kemudian berpura pura memeriksa meter listrik. Begitu, ada kesempatan, pelaku langsung masuk rumah korban dan mencuri uang dan barang berharga lainnya,”jelasnya.

AKP Joko Suseno menyampaikan jika terduga pelaku dengan leluasanya menggasak harta korban karena pada saat kejadian, yaitu pada hari Senin pagi (19/09/2022), pemilik rumah sedang menghadiri pernikahan keluarganya. Sementara dirumah korban, hanya ada Mariyem yang tinggal seorang diri.

“Setelah menghadiri hajatan dan pulang, korban terkejut melihat kamar berantakan dan sejumlah barang berharga hilang. Kemudian korban melapor ke polisi. Berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP, Pelaku dapat diamankan beserta barang buktinya,” ujar Kapolsek Sawoo.

Adapun barang bukti yang disita dari Pelaku, AKP Joko Suseno menyebutkan diantaranya adalah 9 lembar Uang kertas Rp. 100.000,2 lembar Uang kertas Rp 50.000,- 2 lembar Uang kertas Rp. 10.000, 40 lembar Uang kertas Rp. 5.000.- Total uang tunai Rp. 1.460.000,-

“Kemudian barang bukti yang lain adalah 1 unit sepeda motor Yamaha 2PV R M/T warna merah No. Pol P. 3958 GZ, 1 buah HP merk OPPO A16 warna hitam dan Dus book, 1 buah cicin mas berat 2,4 gram, 1 Slop Rokok, 1 pak Rokok merek Djarum 76, 1 buah ID Card petugas PLN (Palsu), 1 buah tas, 1 Buah sweater warna biru, 1 buah obeng tespen, 1 lembar nota pembelian cincin emas 2,4 gram, 1 lembar nota pembelian HP Merk OPPO A16, Type CPH2269, 1 buah dompet warna coklat muda, 1 buah wadah atau tempat cincin,” urai Kapolsek Sawoo.

Atas kejadian itu, pelaku diamankan berikut barang bukti yang berhasil disita.

“Pelaku akan kami jerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian.” Tutup Kapolsek. (yah/gin).


Peliput : Yahya Ali Rahmawan
Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Sempat dilumpuhkan oleh
warga di Jalan Telutur Kelurahan Jingglong, Ponorogo, seorang pria berinisial R dari Babadan Ponorogo akhirnya diketahui pernah mengidab sakit jiwa.

Hal itu disampaikan oleh Kapolsek Ponorogo Kota, AKP Haryo Kusbintoro.

“Awalnya kami mendapatkan laporan dari warga bahwa mereka telah mengamankan seorang pria di Masjid Al Ibrahim pada Sabtu (10/9/2022) pagi. Pria asal Babadan itu dicurigai akan mengambil barang di ruang peralatan pengeras suara, ” Ucap Kapolsek Ponorogo, Senin (12/09/2022).

Lebih lanjut, Kapolsek Ponorogo AKP Haryo Kusbintoro menjelaskan bahwa pria itu datang ke masjid dengan mengendarai sepeda motor sekitar pukul 10.00 wib.

“Saat berada di dalam masjid Al Ibrahim, pria R (36) itu terlihat mendekati kamar tempat menyimpan mesin pengeras suara. Saat itu R terlihat oleh salah satu warga. Dia curiga terhadap R karena mau masuk ruang peralatan sound system,”jelas Kapolsek.

Karena curiga, saksipun menegur R, namun yang bersangkutan malah marah-marah.

“Warga kemudian mengamankan yang bersangkutan ketika hendak melawan. R akhirnya berhasil diamankan warga dan diserahkan kepada petugas Polsek Ponorogo, ” Lanjut AKP Haryo Kusbintoro.

Adapun barang bukti yang diamankan satu unit sepeda motor No Pol AE-4994-TI dab tas plastik warna hitam berisi barang bekas.

Sementara itu dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, dan keterangan keluarga serta kepala desa, terlapor R mempunyai riwayat sakit jiwa.

“Terlapor pernah berobat di RSJ Solo pada tahun 2013, karena penyakit tersebut,” Jelas AKP Haryo.

Atas kejadian tersebut pihak pelapor sudah menerima dan tidak menuntut untuk dilakukan proses hukum kepada terlapor dibuktikan dengan surat pernyataan.

“Kasus tersebut diselesaikan dengan damai, terlapor diserahkan kepihak keluarga untuk prises pengobatan lebih lanjut. ” Pungkas Kapolsek Ponorogo.

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com
Menindaklanjuti kasus dugaan penganiayaan Santri Ponpes Gontor hingga meninggal dunia, Polres Ponorogo melakukan olah TKP dan memeragakan 50 Adegan.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo kepada awak media, Rabu (07/09/2022).

“Proses penanganan kasus ini terus dilakukan. Kita lakukan olah TKP dengan merekam 50 Adegan, yang menggambarkan kronologi peristiwa itu dari awal hingga akhir. Dari lapangan hingga terakhir di Rumah Sakit Gontor,” ucap Kapolres Ponorogo.

Lebih lanjut Kapolres Ponorogo mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengamankan beberapa barang bukti.

“Kita amankan beberapa alat bukti. Ada potongan kayu, air minum, minyak kayu putih serta alat lain dan juga becak,” lanjut AKBP Catur.

Untuk mengetahui penyebab korban meninggal dunia, Kapolres juga menjelaskan bahwa pihaknya akan menggandeng saksi ahli untuk mengetahui hal itu.

“Kita akan melibatkan saksi ahli untuk mengungkap penyebab kematian korban.” Tutup Kapolres Ponorogo.

AKBP Catur Cahyono Wibowo memastikan bahwa pengungkapan kasus tersebut akan terus berjalan. (red)

,

Magetan, MADIUNRAYA.com

Diduga hendak mengedarkan Sabu, seorang Ibu berinisial TAM (25) ditangkap oleh Satuan Reserse Narkotika dan Obat Obatan Terlarang (Sareskoba) Polres Magetan.

Bersamaan dengan itu, Polisi juga mengamankan sebanyak 5 tersangka lainnya yang terdiri dari pengedar dan pemakai narkoba jenis sabu.

Menurut Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan, Enam tersangka tersebut yakni TAM (25) ibu rumah tangga warga Kelurahan Winongo, Manguharjo, Kota Madiun, YEP (25) warga Desa Kranggan, Geger, Kabupaten Madiun, NU (24) warga Desa Plangkrongan, Poncol, Magetan, WA (25) warga Desa Ngancar, Plaosan, Magetan.

“Kemudian Dua tersangka lainya, yaitu dari laporan polisi (LP) yang berbeda yakni EP (32) warga Desa Cepoko, Panekan, Magetan dan SP (44) warga Kelurahan Tambran, Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan.Keenam tersangka tersebut merupakan pengedar dan salah satunya yakni EP(32) merupakan pengguna,” ucap Kapolres Magetan.

Untuk kasus pertama, yang melibatkan salah satu IRT, AKBP Muhammad Ridwan menjelaskan bahwa peristiwa itu  berawal saat polisi mendapatkan kabar jika ada empat orang yang berada dalam mobil Daihatsu Ayla nopol AE 1763 DL, hendak mengedarkan sabu.

“Mereka dihadang polisi saat melintas di Jalan Raya Kentangan (Ringroad) masuk Desa Kentangan, Sukomoro, Magetan. Keempat orang yakni TAM, YEP, NU, dan WA berada di dalam mobil. Dari dalam mobil terdapat sabu seberat 1,01 gram dalam sebuah plastik klip bening, lengkap dengan barang bukti timbangan elektrik digital,”jelas Kapolres Magetan.

Keempatnya kita jerat pasal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup,” tandas AKBP Muhammad Ridwan.

Kasus kedua yakni, EP yang merupakan pengguna mendapatkan sabu dari SP.

“Berawal saat tersangka EP yang tengah menelepon seseorang di pinggir jalan Raya Cepoko dan kemudian polisi mencurigai kalau EP membawa sabu. Setelah ditangkap memang benar ada sabu seberat 0,33 gram yang dimasukkan dalam bungkus rokok,” ujar Kapolres.

Setelah kasus dikembangkan, rupanya EP mendapatkan barang itu dari SP.

“SP merupakan mekanik bengkel motor itu pun turut ditangkap polisi saat berada di bengkel. Dari tangan SP polisi menyita 2 pipet kaca, korek api, ponsel, gunting, dan kartu ATM,” lanjut Ridwan.

EP dijerat pasal 112 ayat 1 Undang-undang Nomor.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Sementara, SP dijerat pasal 114 ayat 1 undang-undang yang sama dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

Lebih lanjut AKBP Ridwan berpesan kepada masyarakat untuk ikut berperan aktif didalam upaya pemberantasan narkoba.

“Kami berharap segera melapor jika mengetahui atau mencurigai adanya tindak kejahatan, terlebih narkoba selain merugikan secara finansial, juga merugikan secara kesehatan.” Tutup Kapolres Magetan. (red)

,

Trenggalek, MADIUNRAYA.com
Seakan tidak mau lepas dari Penjara, Residivis yang satu ini sepertinya tak pernah kapok meskipun berulang kali masuk penjara.

BF, seorang pria warga kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek ini kembali ditangkap petugas Satreskrim Polres Trenggalek karena dua perkara pidana sekaligus yakni Curanmor dan penjambretan.

Menurut keterangan dari Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino, SIK, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres mengungkapkan, Curanmor tersebut terjadi pada tanggal 11 Agustus 2022 yang lalu di teras rumah korban tepatnya di Desa Salamrejo Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek.

“Saat tersangka BF baru saja keluar dari Rutan setelah menjalani masa hukumannya karena kasus pencurian hendak ke rumahnya di kecamatan Munjungan. Tersangka kemudian melihat sepeda motor honda scoopy warna merah yang terparkir dengan kunci kontak yang masih menancap. Melihat kondisi rumah yang sepi, tanpa berfikir panjang BF pun langsung membawa kabur sepeda motor tersebut,”terang Kapolres Trenggalek.

Yang parah, kata Kapolres, motor hasil curian tersebut oleh tersangka RF digunakan untuk menjambret seorang warga di jalan desa Sambirejo Trenggalek pada tanggal 13 Agustus 2022 yang lalu dan berhasil membawa kabur tas korban yang berisi handphone, surat-surat penting dan uang tunai.

“Tersangka BF ini merupakan residivis perkara pencurian yang keluar penjara yaitu pada tahun 2017 di proses di Polres Trenggalek dalam perkara pencurian hand phone vonis 1 tahun 8 bulan, pada tahun 2019 dalam perkara penadahan vonis 1 tahun 4 bulan, pada tahun 2019 di proses Polsek Munjungan dalam perkara pencurian dengan mengejar ketertinggalan vonis 1 tahun,” Ungkap AKBP Alith Alarino.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan secara mendalam hingga mengerucut kepada tersangka BF.
Tak mau berlama-lama, petugas berhasil menangkap tersangka di rumah salah satu warga Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.

“Petugas juga berhasil menemukan barang bukti diantaranya satu unit sepeda motor, HP, tas, jaket dan sejumlah barang lainnya. sedangkan untuk tersangka yang dikenakan pasal 363 ayat (1) ke 3e KUHPidana Subs Pasal 362 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman selama-lamanya tujuh tahun,” lanjut Kapolres Trenggalek.

AKBP Alith Alarino menghimbau agar masyarakat selalu waspada.

“Pastikan kunci kendaraan tercabut dan stang dalam keadaan terkunci. Sebisa mungkin menambahkan kunci ganda sehingga lebih aman.” Pungkasnya. (red)

,

Malang, MADIUNRAYA.com
Komplotan pencopet yang sering beroperasi di stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang akhirnya ditangkap Polisi.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat saat Press Converence, kemarin Senin (29/8/2022).

“Alhamdulillah, lima orang berhasil dibekuk oleh Sat Reskrim Polres Malang. Mereka sering membuat resah para penonton bola di Satadion Kanjuruhan Kepanjen Malang. Tak jarang barang bawaan sporter hilang karena ulah komplotan para pencopet ini,” ucap AKBP Ferli Hidayat.

Lebih lanjut Kapolres menyampaikan bahwa pada saat pertandingan Arema FC melawan Persija, Ahad (28/08) komplotan pencopet tersebut berhasil diamankan.

Kapolres Malang juga menyampaikan jika para terduga pelaku merupakan komplotan yang selama ini telah sangat meresahkan masyarakat di Kanjuruhan.

“Kita tahu bawa aksi copet ini sudah sangat meresahkan khususnya di Stadion Kanjuruhan. Para pelaku memanfaatkan momen pertandingan karena saat itu banyak sekali suporter yang datang untuk menyaksikan pertandingan,”jelas AKBP Ferli Hidayat.

Kelima pelaku yang berhasil diamankan diantaranya berinisial, DKW (22), A (23) keduanya warga Mergosono, MY (23) warga Kedungkandang, TN (15) warga Kota Malang dan seorang penadah berinisial NS (47) warga Adirejo, Kepanjen. Kelimanya merupakan komplotan yang sering beraksi di Stadion Kanjuruhan.

“Kelima orang ini memiliki peran masing-masing, mulai dari yang beraksi di lapangan sampai yang menadah hasil curian itu. Dari hasil penyelidikan awal petugas berhasil mengamankan sedikitnya 16 unit HP hasil curian, serta uang tunai Rp. 3.750.000 hasil penjualan HP curian,”urai Kapolres Malang ini.

AKBP Ferli Hidayat menegaskan, bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polres Malang dalam memberantas aksi pencopetan yang sudah sangat meresahkan di Stadion Kanjuruhan.
“Mereka saling berganti peran dalam aksinya, ada yang mengambil, ada yang meneriaki dan ada yang membawa lari barang buktinya. Bahkan mereka (pelaku) bisa membuat korban diteriaki sebagai pelaku pencopetan,” ungkap Kapolres.

Untuk pelaku dikenakan Pasal 362 KUHP dan/atau Pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya tujuh tahun. Serta untuk penadah dikenakan Pasal 480 KUHP dengan hukuman penjara selama-lamanya empat tahun.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini, untuk mengejar pelaku-pelaku lainnya.”tutup Kapolres Malang. (red)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.