Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Olah Raga Paralayang sudah bukan cabang olah raga yang asing bagi masyarakat Ponorogo.

Setidaknya setelah olah raga yang populer sejak dibukanya Gunung Gede di Desa Tatung Kecamatan Balong Ponorogo yang menjadikan atlit-atlit berbakat terus bermunculan.

Kepala Desa Tatung, Rudi Sugiarto, SE menyampaikan bahwa hingga hari ini banyak bermunculan atlit berbakat olah raga uji nyali tersebut. “Alhamdulillah hari ini kita mengikuti Seleksi Program Sentra Pembibitan Olahraga Paralayang Jatim (puslatda Jatim) under 17 tahun di Batu Malang,” Ucap Rudi.

Seleksi yang berlangsung dua hari tersebut, menurut Rudi sangat penting karena akan mempermudah bagi atlit paralayang asal Ponorogo yang mengikuti kegiatan itu. “Seleksi ini berlangsung dari tanggal 25 hingga 26 September 2021 di Batu Malang. Jika lolos maka mereka akan digembleng menjadi atlit yang profesional dan mampu bersaing di ajang yang lebih bergengsi,” Tambah Rudi Sugiarto.

Diajang tersebut Kabupaten Ponorogo, jelas Rudi, mengirimkan 5 atlet Paralayang. “Empat diantaranya adalah atlit lokal dari Desa Tatung  dan 1 dari Jl Jayakatwang. Mohon doanya semoga lancar dan lolos seleksi semua. Aamiin.”Pungkas Rudi Sugiarto. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Adaptasi Kebiasaan Baru disikapi oleh anak-anak muda yang tergabung dalam organisasi Karang Taruna Ponorogo untuk melakukan kegiatan positif ditengah Pandemi Covid 19.
Bekerja sama dengan berbagai pihak dan didukung oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, mereka menggelar event Drag Bicycle Bupati Ponorogo Cup 2020 di Jalan Pramuka, Ahad (09/08). 

Ari Hersofiawanudin, Ketua Karang Taruna Kabupaten Ponorogo sekaligus Ketua Panitia Event Drag Bicycle Bupati Ponorogo Cup 2020. (Foto – Yahya)

Menurut Ketua Panitia, Ari Hersofiawanudin, pihaknya sebelum menggelar kegiatan tersebut melakukan diskusi bagaimana agar Adaptasi Kebiasaan Baru bisa disikapi dengan baik dengan menggelar event yang bermanfaat. “Akhirnya kita gelar Event Drag Bicycle Bupati Ponorogo Cup 2020, ini pertama di Indonesia sejak masa pandemi ini, sekaligus juga event balapan sepeda yang pertama di Kabupaten Ponorogo, ” Ujar Ari Bilowo, panggilan akrabnya. 

Lebih lanjut Ari menyampaikan bahwa lintasan yang dibuat sepanjang 150 meter. “Perlombaan Balap Sepeda ini diikuti 135 peserta baik dari Ponorogo sendiri maupun dari luar kota, termasuk beberapa dari Jawa Tengah dan Jawa Barat, dengan memperlombakan berbagai kelas. Jadi selain mengenalkan olahraga ini kepada masyarakat kita berharap ekonomi di Ponorogo dapat segera pulih setelah sempat terhenti akibat pandemi, ” Lanjut Ari Bilowo. 

Tentang pelaksanaan kegiatan, Ari Bilowo menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan protokol kesehatan secara masif. “Peserta harus menyertakan hasil Rapid Test, bagi pengunjung kita siapkan sterilisasi, pengecekan suhu, penggunaan masker dan jaga jarak, jadi pada prinsipnya kita mensosialisasikan Adaptasi Kebiasaan Baru dalam setiap aktivitas kita. ” Pungkas Ari Bilowo. 

Bupati Ponorogo, Drs H Ipong Muchlissoni saat membuka Bupati Ponorogo Drag Bicycle 2020. Bupati juga memberikan hadiah tambahan berupa uang tunai 10 juta rupiah. (Foto – Yahya)

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak muda di Ponorogo itu. “Ini adalah salah satu pencegahan Covid 19, yaitu upaya kita agar hidup sehat, kita juga bisa senang karena menyalurkan hobi kita, sehingga kita bisa bahagia, ini akan meningkatkan imunitas tubuh kita, selain penerapan protokol kesehatan, ” Terang Bupati dalam sambutannya. 

Bupati Ipong pun berharap agar masyarakat senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas. “Kita harus membiasakan diri untuk melakukan Adaptasi Kebiasaan Baru, ini adalah cara kita hidup berdampingan dengan pandemi Covid 19, budaya cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak harus kita biasakan, kita juga berdo’a agar Covid 19 segera hilang, ” Lanjut Bupati Ipong Muchlissoni. 

Bupati Ponorogo itu juga berharap, perekonomian di Kabupaten Ponorogo segera bangkit kembali. “Pemerintah Kabupaten Ponorogo senantiasa mendukung kegiatan positif apalagi yang bersentuhan dengan masyarakat banyak untuk kembali meningkatkan perekonomian yang sempat terhenti, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang disiplin. ” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. 

Bupati Ponorogo menjajal sirkuit Drag Bicycle, lintasan sejauh 150 meter berhasil di lalui Bupati dalam tempo 19 detik. (Foto – Yahya)

Dalam kegiatan itu, Bupati Ponorogo juga memberikan tambahan hadiah senilai 10 juta kepada panitia. Selain itu, Bupati Ipong Muchlissoni juga menjajal sirkuit dengan melakukan balapan, hasilnya menang dengan mencatatkan waktu 19 detik untuk lintasan sejauh 150 m. (Yah). 

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Demam bersepeda yang saat ini dialami sebagian besar masyarakat ditangkap dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo dengan menyelenggarakan Drag Bicycle 2020, Ahad (09/08) mendatang. 

Hal itu terungkap saat Pers Release yang digelar oleh panitia Bupati Cup Ponorogo Drag Bicycle. “Event ini adalah upaya kita untuk bersama bangkit setelah Pandemi Covid 19 menyerang kita, kegiatan bersepeda yang akhir-akhir ini marak akan kita fasilitasi dalam kegiatan ini, ” Terang Ari Hersiofiawanudin, Ketua Penyelenggara sekaligus Ketua Karang Taruna Kabupaten Ponorogo, Senin malam (03/08). 

Menurut Ari, pihaknya menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dalam event yang digelar bersama Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo itu. “Kita sudah menyiapkan berbagai ijin dari pihak yang berwenang seperti dari Satgas Gugus Tugas Penanganan Covid 19, Kepolisian, Dinas Perdakum, KONI, kegiatan ini juga dengan Adaptasi Kebiasaan Baru, penyediaan sarana cuci tangan, sterilisasi dan pembatasan penonton maksimal 60% dari kapasitas yang ada akan kita lakukan, ” Lanjut Ari Hersiofiawanudin. 

Ari juga menyampaikan bahwa Adaptasi Kebiasaan Baru memungkinkan semua pihak untuk bangkit kembali setelah aktivitas nya terhenti akibat pandemi. “Saya tegaskan bahwa ini tidak terkait sama sekali dengan politik, ini pyur untuk pemulihan kehidupan kita bersama. Perekonomian kita harus bangkit lagi dengan event-event yang akan kita gelar, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan secara disiplin, termasuk peserta lomba yang harus menyertakan surat keterangan sehat dan hasil rapid test, saya yakin kita akan bangkit bersama. ” Pungkas Ari Hersiofiawanudin. (Yah). 

BalongPortalnews MADIUN RAYA

Dalam rangka kepedulian pemerintah desa Ngampel untuk melahirkan pemain pemain yang handal di sepak bola maka diadakan turnamen Garuda cup untuk pertama kalinya, kelompok umur 12 tahun yang berlangsung di lapangan Garuda desa Ngampel pada tanggal 29/12/2019 yang di ikuti oleh 20 tim dari berbagai kota yang ada di Jawa timur dan Jawa tengah

Kepala desa Ngampel Siswanto saat membuka turnamen tersebut mengatakan bahwa pada hari ini kita laksanakan turnamen yang di ikuti oleh SSB(sekolah sepak bola) yang berada di Jawa timur dan Jawa tengah, “Dari Ponorogo (Garuda FC, Bayangkaki), Magetan, Pacitan, Wonogiri (putra Kismantoro) dan dari Surabaya (Rungkut), Madiun (Surya Cronus), Blitar(Blitar putra), Trenggalek (Beton Trenggalek), turnamen ini akan kita jadikan agenda tahunan dari pemerintah desa Ngampel yang di harapkan nantinya bisa melahirkan bibit bibit pemain profesional yang nantinya bisa menjadi pemain nasional, ” Ucap Siswanto.

Turnamen ini berlangsung selama 1 hari dengan kita jadikan 2 group terdiri dari masing masing 10 sekolah sepak bola, selanjutnya akan kita ambil masing masing satu SSB untuk finalnya, sambungnya.

Lebih lanjut Siswanto juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua tim SSB yang telah mengirimkan dan mengikuti acara turnamen Garuda cup yang di adakan oleh pemerintah desa Ngampel
“Dan terimakasih juga kepada semua tim panitia yang telah kompak melaksanakan turnamen ini.” Pungkas Siswanto. (Aji/Gin).

Pewarta : Aji Pangestu

Redaktur : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Atlit Pencak Silat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kabupaten Ponorogo akhirnya mampu mendulang medali emas di Kejurnas Pencak Silat, Kemenpora Cup, Ahad (18/11).

PSHT Ponorogo mengirimkan 7 orang atlit yang berlaga di kejuaraan pencak silat tersebut.
Menurut salah satu tokoh PSHT Ponorogo, Anam Ardiansyah, prestasi tersebut tidak diraih dengan mudah. “Berkat kerja keras tim dan doa restu Keluarga Besar PSHT dan masyarakat Ponorogo akhirnya kontingen PSHT Ponorogo mampu meraih hasil yang maksimal, ” ujar Anam kepada Portalnews Madiunraya.com.

Atlit PSHT Cabang Ponorogo berhasil mendulang prestasi dengan perolehan medali 4 emas, 1 perak, 1 perunggu dari 7 atlit yang dikirim dalam Kejuaraan Pencak Silat KEMENPORA CUP di Jakarta, sambung Anam.

“Ini adalah sebuah proses yang luar biasa. Setelah melahirkan juara Asia (Aji Bangkit Pamungkas), hari ini telah lahir 4 atlit Nasional yang baru, dari PSHT Ponorogo.” Pungkas Anam Ardiansyah. (yah/gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.