Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Bhabinkamtibmas Polsek Mlarak, Aiptu Agus Bowo Cahyono menjenguk warga yang mempunyai seorang bayi yang berumur 4 hari dilahirkan oleh seorang ibu positif covid 19 dan dinyatakan telah meninggal dunia.

Mendengar salah satu warga binaanya mengalami kesusahan, Aiptu Agus Bowo Cahyono mendatangi keluarga tersebut dengan berniat memberikan bantuan dengan dibantu beberapa warga sekitar dan juga perangkat desa.

“Kedatangan kami ini pertama ingin melihat kondisi keluarga dan bayi yang saat ini sedang membutuhkan biaya dan semoga segera diberikan kesembuhan dan yang kedua kami ingin sedikit berbagi rejeki tetapi jangan dilihat isi maupun besarnya bantuan kami, semoga bantuan kami ini dapat sedikit meringankan beban dari keluarga Bapak Joko Riyoyo ” jelas Aiptu Agus Bowo.

Bukan selesai disitu saja,berkali kali juga untuk kebutuhan susu si bayi dalam jumlah beberapa dos, Bhabinkamtibmas Aiptu Agus Bowo Cahyono juga tetap menyantuninya serta dalam keseharian keluarga tersebut terus di monitor secara langsung olehnya, karena di dalam rumah itu selain bayi dan ayahnya (Joko Rioyo) yang kini tidak bisa bekerja dikarenakan harus merawat sang bayi juga ada nenek yang bernama Boyati selaku orang tua Joko yang juga membantu merawat bayi dan merawat suaminya, yang tak lain adalah kakek bayi tersebut yang kini mengalami stroke kurang lebih 10 tahun.

Sementara menurut Ayah Bayi, Joko Rioyo, dirinya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

“Matur Nuwun, memang Pak Bhabinkamtibmas Polsek Mlarak Polres Ponorogo dikenal dekat dengan warga masyarakat yang dalam keseharian nya selalu peduli dan memperhatikan keadaan warga binaannya, termasuk kami yang saat ini mendapatkan musibah, ” Ucap Joko Rioyo.

Joko juga menambahkan bahwa bantuan tersebut sangatlah berarti bagi keluarganya. “Sangat membantu kami, apalagi saya sementara ini tidak bisa bekerja karena merawat anak dan Ibu saya merawat Ayah yang kena stroke, maturnuwun. ” Pungkas Joko Rioyo dengan mata berkaca-kaca. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Upaya menciptakan Herd Immunity atau kekebalan massal di Desa Sahang Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo patut diacungi jempol.

Dari 1.700 an warga Desa Sahang, lebih dari 80 % sudah divaksin anti Virus Corona.

“Alhamdulillah, hingga saat ini vaksinasi disini sudah mencapai lebih dari 80%. Untuk Lansia juga sudah dilakukan, namun ada beberapa yang tidak memungkinkan untuk dilakukan Vaksinasi,” Ucap Slamet saat ditemui Madiunraya.com, di Ruang Kerjanya, Kamis (28/10/2021).

Selain aktif melakukan sosialisasi, kunci sukses Vaksinasi di Desa Sahang menurut Slamet adalah kesadaran masyarakat didesanya cukup tinggi. “Banyak juga yang sudah melakukan Vaksinasi di luar desa,”tambahnya.

Lebih lanjut Slamet menyatakan bahwa ada 3 warganya meninggal dunia akibat Covid 19. “Namun setelah April 2021, tidak ada lagi yang meninggal dunia, ada beberapa yang terjangkit namun sudah sembuh,” lanjut Slamet.

Saat ada penderita Covid di desanya, Slamet menegaskan bahwa pihaknya memberikan support yang penuh. “Kita cukupi kebutuhannya, baik itu sembako juga kita pantau perkembangannya melalui Satgas Covid 19 di Desa Sahang,”jelasnya.

Kepala Desa Sahang tersebut juga menyampaikan bahwa pihaknya memberikan Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa kepada 30 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). “Sudah kita berikan hingga Oktober 2021, masing-masing Rp 300 ribu setiap bulan kepada 30 Keluarga Penerima Manfaat di Desa Sahang,” ujar Slamet.

Kades Sahang berharap tidak ada lagi kasus Covid 19 di desanya. “Kami terus menghimbau agar Protokol Kesehatan terus dilakukan dan optimal dalam Vaksinasi.”Pungkas Slamet. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama dengan Polres Ponorogo menggelar serbuan vaksinasi dengan target 3700 dosis kepada pelajar SMK Sore Ponorogo, SMK Badegan dan Bertempat di Ponorogo City Centre (PCC), Senin (04/10)

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, usai mengikuti Upacara Ziarah Nasional HUT TNI ke 76 di TMP bersama Wakapolres Ponorogo Kompol Meiridiani dan Kabag OPS Polres Ponorogo Kompol Basuki meninjau kegiatan serbuan vaksinasi tersebut.

Bupati Ponorogo H.Sugiri Sancoko melihat antusiasme pelajar di wilayah Ponorogo patut diacungi jempol.

Dia berharap dukungan stok vaksin dari pemerintah pusat bisa terus dikirim sehingga vaksinasi bisa terus, “Vaksinasi terus, Protokol Kesehatan dijalankan dan kegiatan ekonomi dilakukan dengan Prokes,”katanya

Sementara itu Wakapolres Ponorogo mengatakan, kali ini Pihaknya menggelar serbuan vaksinasi dosis II dengan target 3700 kepada pelajar meliputi SMK Pemkab,SMK Sore dan yang terakhir di SMK Badegan Ponorogo.

menurutnya, Pemberian vaksin sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

“Kegiatan ini juga dilakukan secara bertahap agar tidak terjadi kerumunan, karena penerapan protokol kesehatan (prokes) terus menjadi protap dan wajib ditaati,” Tutup Wakapolres Ponorogo.

Sementara menurut Yanti, pelajar SMK Sore, dirinya bersama dengan teman-temannya memanfaatkan dosis vaksinasi Covid 19.”Karena SMK harus banyak praktik daripada teori maka kami ingin maksimal dalam menyerap ilmu sehingga harus berbaur dengan banyak orang. Untuk itu vaksin ini adalah benteng bagi kami agar terhindar dari Covid 19.” Ucapnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Untuk mempercepat Vaksinasi Covid 19, Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyiapkan 800 Vaksinator yang siap melakukan Vaksinasi setiap hari.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Ponorogo, H Sugiri Sancoko usai mengikuti rapat di Pusdalob, Jum’at (01/10).

Bupati Sugiri Sancoko juga mengapresiasi masyarakat yang sangat antusias mengikuti Vaksinasi. “Luar biasa. Animo masyarakat untuk mengikuti Vaksinasi sangat tinggi. Kalau kita buka online, maka dalam waktu 15 menit daftarnya sudah terisi penuh, ” Ucap Bupati Sugiri Sancoko.

Namun demikian hingga saat ini Bupati menjelaskan pelaksanaan sudah 34% untuk Vaksinasi Dosis I di Kabupaten Ponorogo. “Untuk Dosis II baru 12 %. Untuk itu kami menyiapkan 800 Vaksinator dan memohon kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta instansi lainnya seperti Kodam maupun Polda untuk membantu mendatangkan dosis vaksin di Ponorogo agar bisa cepat terdistribusi di masyarakat, ” lanjut Bupati Sugiri Sancoko.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sugiri menjelaskan perbedaan Level PPKM antara yang disampaikan oleh Gubernur dan Mendagri yang berbeda. “Memang menurut Assesment Kemenkes RI, Ponorogo itu Level 1, namun menurut In Mendagri, Ponorogo masih level 3. Perbedaannya adalah soal Vaksin saja, In Mendagri melihat Vaksin harus 50% + 1 untuk turun level. Sedangkan kalau dari Assesment Kemenkes melihat kondisi di Lapangan, berapa yang positif, berapa kematian, berapa Vaksin, berapa yang sembuh dan lainnya, jadi hanya itu perbedaannya, ” terang Bupati Sugiri Sancoko.

Untuk itu Bupati Ponorogo akan memaksimalkan Vaksinasi agar level PPKM sesuai In Mendagri bisa segera turun. “Vaksinator sudah siap, masyarakat antusias, kini tinggal dosis Vaksin yang akan kita terus datangkan hingga menuju Ponorogo Zona Hijau. ” Pungkas Bupati Ponorogo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Bupati Ponorogo, H Sugiri Sancoko SE MM meminta masyarakat tidak bingung mensikapi perbedaan pengumuman Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Memang menurut Assesment Kemenkes RI, Ponorogo itu Level 1, namun menurut In Mendagri, Ponorogo masih level 3. Perbedaannya adalah soal Vaksin saja, In Mendagri melihat Vaksin harus 50% + 1 untuk turun level. Sedangkan kalau dari Assesment Kemenkes melihat kondisi di Lapangan, berapa yang positif, berapa kematian, berapa Vaksin, berapa yang sembuh dan lainnya, jadi hanya itu perbedaannya, ” Ucap Bupati Sugiri Sancoko, Rabu (29/09/2021).

Lebih lanjut Bupati meminta masyarakat Ponorogo tidak bingung. “Tidak usah bingung, kegiatan ekonomi silahkan dilakukan namun dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan. Kami akan berupaya keras agar Vaksinasi di Ponorogo bisa maksimal sehingga prosentase vaksinasi di Ponorogo bisa terus meningkat, ” Lanjut Bupati Sugiri.

Saat ini, Bupati menjelaskan sudah 34% Vaksinasi Dosis I di Kabupaten Ponorogo. “Untuk Dosis II baru 12 %. Untuk itu kami menyiapkan 800 Vaksinator dan memohon kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta instansi lainnya seperti Kodam maupun Polda untuk membantu mendatangkan dosis vaksin di Ponorogo, ” Ucap Bupati Sugiri Sancoko.

Soal minat Vaksinasi, Bupati Sugiri sangat mengapresiasi. “Masyarakat Ponorogo sangat peduli dengan kesehatannya, itu terbukti di gerai-gerai vaksin yang terus diserbu oleh masyarakat, Top, pokoknya. ” Pungkas Bupati Sugiri Sancoko. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan
Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Sebanyak 300 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Ponorogo di Jalan Hos Cokroaminoto, disuntik Vaksin jenis Sinovac dosis I Ahad, (26/09/2021).

Kabag Ops Polres Ponorogo Kompol Basuki didampingi Ps. Paur Dokkes Polres Ponorogo Aiptu Imam yang meninjau langsung pelaksanaan serbuan vaksinasi merah putih di LP sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

Kompol Basuki menyampaikan bahwa saat ini TNI-Polri dan Forkopimda Ponorogo terus bersinergi, menggelar percepatan vaksinasi covid 19 kepada semua golongan dengan target menuju Ponorogo Herd Immunity.

“Kegiatan kali ini, kami menyasar warga binaan LP kelas II B Ponorogo, dengan target vaksinasi 300 Dosis I jenis Sinovack, diharapkan segera terbentuknya herd immunity kepada semua golongan masyarakat di Ponorogo, terutama Warga Binaan yang ada disini,” Ujar Kabag Ops Kompol Basuki

Dia berharap, semua element masyarakat ikut mendukung dan mensukseskan percepatan vaksinasi ini dengan mengajak keluarga, teman dan tetangganya yang belum vaksin agar segera memvaksinkan dirinya.

“Saya harap warga tidak lagi takut untuk vaksin, ini aman dan Halal untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan Covid 19,” ucapnya

Kompol Basuki juga menghimbau kepada seluruh warga Ponorogo agar tetap patuh Protokol Kesehatan. “Walaupun sudah divaksin agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M.” Tutup Kabag Ops Polres Ponorogo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Jakarta – Portalnews Madiun Raya
Menurunnya kasus harian penularan Covid 19 di Indonesia membuat Kementerian Sosial menghentikan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Hal itu disampaikan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini di Komplek Senayan, Selasa (21/09/2021).

“Kemarin awal tahun 2021 kan hanya Januari – April, lalu ditambah 2 bulan hingga Juni karena ada PPKM Darurat, jadi ditambah bulan Mei dan Juni, ” Ungkap Tri Rismaharini.

Risma pun menyampaikan bahwa BST merupakan program yang dirancang untuk membantu 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). “Bantuan tersebut kita berikan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat di Indonesia karena dampak Pandemi Covid 19,” Jelas Tri Risma.

Tentang penyaluran, Tri Rismaharini mengungkapkan bahwa program itu bisa berjalan dengan baik. “Penyalurannya rata-rata diatas 95 persen. BST diberikan karena Pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial yang memaksa kegiatan ekonomi di sejumlah sektor harus terhenti, namun kini ekonomi sudah mulai bergerak. “Pungkas Mensos, Tri Rismaharini.

Sementara itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani pada awal Juli 2021 menyatakan bahwa BST akan dilanjutkan selama dua bulan yaitu Juli sampai Agustus 2021. ” Pemerintah menyiapkan anggaran BST sebesar 6,1 triliun selama pemberlakuan PPKM, ” Ucap Sri Mulyani. (Yah/Gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.