Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Rumah belakang milik Marni (55) warga RT 01  RW 02 Dukuh Krajan Desa Wagir Kidul Kecamatan Pulung mengalami kerusakan setelah tertimpa longsor yang diakibatkan hujan deras di daerah tersebut.

Menurut Iswanto, Perangkat Desa setempat, peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu (20/01/2021). “Jadi pada pukul 14.00 Wib Wilayah Desa Wagir Kidul diguyur hujan lebat dan deras, sesaat Pukul 15.00 Wib. Saudara Marni mendengar Suara gemuruh Dari belakang rumah saat melihat kebelakang rumah ternyata tebing belakang rumah longsor menimpa
belakang rumah, ” Terangnya, Kamis (21/01).

Yang bersangkutan kemudian melapor ke Perangkat Desa. “Ukuran tebing yang longsor menimpa rumah Bapak Marni panjang 10 Meter Tinggi 10 Meter tebal  5 Meter, ” Lanjutnya.

Untuk kerugian korban jiwa nihil. “Namun kerugian material material di perkirakan kurang lebih 15 Juta.” Pungkasnya.

Setelah kejadian, Petugas dari Polsek Pulung, Koramil Pulung dan BPBD mendatangi TKP. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Peristiwa penemuan mayat bayi di kandang ayam beberapa waktu yang lalu akhirnya bisa diurai oleh Polisi.

Y (20) yang merupakan ibu kandung bayi yang berjenis kelamin perempuan diduga nekat melakukan pembunuhan bayinya sendiri karena rasa malu hubungan gelap dengan kekasihnya, N (27) warga Singosaren diketahui publik.

Menurut Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Hendy Septiadi menjelaskan bahwa setelah mengumpulkan bukti dan mendengarkan keteragan dari para saksi, peristiwa penemuan jasad bayi di Desa Bajang Kecamatan Mlarak tersebut sudah bisa disimpulkan. “Kita mengamankan beberapa bukti diantaranya kayu yang digunakan untuk memukul dada, hal itu dilakukan karena Y malu hubungan diluar nikah diketahui,” Terang Kasatreskrim.

Lebih lanjut AKP Hendy menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pihak. “Diantaranya kekasih korban juga kita mintai keterangan,” Tambahnya.

Sebelumnya Y melahirkan bayi di kamar mandi dan bayinya sempat menangis. “Karena menangis, Y dengan sempoyongan mengambil kayu dan memukulkannya di dada bayi yang baru dilahirkan itu.”Pungkas AKP Hendy Setiadi.

Selain itu beberapa bukti diantaranya kursi yang terdapat bercak darah dan sebilah pisau yang diduga untuk memotong tali pusar juga turut diamankan polisi. (red)

Madiun – Portalnews Madiun Raya

Diguyur hujan selama 5 jam Non Stop di Desa Klumutan Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun mengakibatkan banjir hingga merendam 200 an rumah di wilayah RT 20,21 dan 22 Dusun Setren desa setempat, Selasa (29/12/2020).

Menurut salah seorang warga, Gono, ketinggian air mencapai ketinggian hingga 150 cm. “Tiba-tiba air sungai datang dengan intensitas secara deras. Dengan begitu, setelah air meluap dari sungai di dusun tersebut dan ditambah pada hari itu hujan turun cukup deras selama lebih dari 5 jam maka air mulai menggenani perkampungan,” Ucap Gono.

Lebih lanjut Gono menyampaikan bahwa ada 200 an rumah warga terendam hingga masuk rumah. “Ketinggian air kurang lebih 150 cm dan menggenangi 200 an rumah,” jelasnya.

Gono juga menjelaskan bahwa air yang mengakibatkan banjir merupakan kiriman dari sungai yang berada di lereng Gunung Pandan yang tempatnya lebih tinggi dari lokasi tempat tinggalnya. “Kemungkinan disana curah hujannya tinggi dan membawa material air ke tempat yang lebih rendah,” lanjutnya.

Namun dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. “Hingga pukul 23.00 WIB banjir surut dan warga segera membersihkan sisa-sisa lumpur di rumah mereka sendiri.”Pungkas Gono. (Red)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Polsek Sooko bersama anggota Polres Ponorogo melakukan takziah serta melaksanakan upacara dinas pemberangkatan jenazah anggota Polri yang meninggal dunia ke tempat pemakaman di Desa Ngadirojo Kecamatan Sooko, Minggu (31/5/2020).

Anggota Polri yang meninggal tersebut adalah Aipda Suyanto Anggota Polres Balangan Polda Kalimantan Selatan dengan alamat Dukuh Karangrejo, Rt. 2, Rw. 2, Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko yang meninggal dunia dikarenakan sakit.

Hadir dalam kegiatan upacara pemakaman tersebut antara lain Kabagsumda Polres Ponorogo Kompol Bahrun Nasikin, S.Ag.,M.A., IPTU Agus W, SH, IPDA Slamet, SH, IPDA Sugianto, SH, satu regu anggota Sat Sabhara Polres, satu regu anggota Polsek Rayon V, Kades Ngadirojo beserta perangkat desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda serta masyarakat Desa Ngadirojo.

Upacara Pemakaman dilaksanakan secara Dinas Kepolisian dan bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kabagsumda Polres Kompol Bahrun Nasikin, S.Ag.,M.A., perwira Upacara IPTU Agus W.,SH dan Komandan Upacara  dirumah duka adalah IPDA Suprapto Wakapolsek Sooko dan Komandan Upacara di pemakaman adalah IPDA Sugianto, SH Wakapolsek Pulung.

Upacara pemakaman dilaksanakan sebagai penghormatan atas jasa, pengabdian dan pengorbanan almarhum kepada bangsa dan negara melalui Dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Kami keluarga besar Polres Ponorogo menyampaikan bela sungkawa sedalam- dalamnya atas meninggalnya almarhum, semoga diterima segala amal ibadahnya Allah subhanahu wa ta’ala dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,”ungkap Kabagsumda Kompol Bahrun Nasikin. (Yah/Gin).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Seorang warga Ngebel bernama Rusik yang berusia 70 tahun, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Diduga korban tak kuat menahan sakit hernia yang dideritanya selama ini.

Aiptu Sugianto Kanit Reskrim Polsek Ngebel mengatakan, korban ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Dusun Sedayu Desa Talun  Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo, Ahad (31/5/2020).

Korban awalnya ditemukan meninggal oleh tetangganya Suyoto, 34 tahun.

Kepada penyidik, Suyoto yang dijadikan saksi dalam kasus gantung diri ini mengaku, bahwa sekira pukul 11.00Wib. ia datang ke rumah korban.

Saksi yang setiap harinya memberi makan korban yang tinggal sebatang kara, karena Istri korban sudah meningal dunia dan tidak mempunyai anak.

“Saat saksi masuk ke rumah dan memangil-mangil korban tidak ada jawaban, kemudian saksi langsung mencarinya di dalam rumah korban, kemudian saksi menemukan korban sudah dalam keadaan gantung diri di dalam kamar dengan menggunakan sarung dan tali kolor plastik warna putih,” Ucap Aiptu Sugianto.

Akhirnya, saksi yang mendapati pelaku dalam kondisi sudah tidak bernyawa memanggil warga sekitar kemudian melapor ke pihak kepolisian.

Menurut dari hasil pemeriksaan dan olah TKP, tidak ditemukan tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban. “Atas kejadian tersebut sanak saudara korban menerima kematian korban dan tidak menuntut untuk di lakukan autopsi,” terang Aiptu Sugianto.

Sementara Kapolsek Ngebel AKP Haryono, S.H. membenarkan bahwa Korban murni bunuh diri. “Dugaan sementara korban mengalami depresi karena memiliki riwayat penyakit Hernia yang tak kunjung sembuh dan sudah menahun, Korban selama ini tinggal sebatang kara karena istri sudah meninggal dan tidak mempunyai anak”, Ungkap Kapolsek. (Yah/Gin)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Struktur tanah yang labil dan hujan yang terus menerus terjadi membuat jalan raya yang menghubungkan Pacitan – Ponorogo amblas.

Menurut Agus, warga Dusun Dondong Desa Gemaharjo Kecamatan Tegalombo, Pacitan, longsornya badan jalan tersebut terjadi Kamis, (20/02/2020) dini hari. “Kurang lebih terjadi pada pukul 03.00 mas, hujan dari malam dan ini masih gerimis, apalagi tanahnya labil, ” Ucap Agus.

Memang jalan disini, kata Agus, tanahnya labil. “Tanahnya amblas terus mas, kemarin diurug namun ini sudah amblas lagi, bahkan retakan terjadi disekitar jalan ini, kalau dipindah tidak mungkin mas, karena ini satu-satunya jalan, sebelah nya gunung, ” Pungkasnya.

Pantauan dari Madiunraya.com, saat ini arus lalu lintas masih lancar dengan sistem buka tutup. Aparat Kepolisian dan TNI sudah berjaga dibantu masyarakat dalam mengatur lalu lintas. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Editor : Agin Wijaya

PacitanPortalnews MADIUN RAYA

Hujan deras yang disertai angin kencang membuat sebuah pohon yang berusia ratusan tahun roboh dan menimpa rumah penduduk di RT 03 RW 19 Dusun Ngagik, Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Pacitan, Senin (30/12/2019).

Menurut Katni, warga setempat yang rumahnya tertimpa pohon roboh itu, menyampaikan bahwa musibah tersebut terjadi lantaran hujan deras yang disertai angin kencang.

Tiba-tiba pohon lumut yang berusia ratusan tahun ini menimpa rumah saya, cukup parah kerusakan yang ditimbulkan meliputi atap dan tembok rumah, ” Ucap Katni.

Saat ditanya apakah ada tanda-tanda sebelum kejadian, Katni menjawab bahwa sebelum kejadian tidak ada pertanda akan robohnya kayu lumut yang berusia ratusan tahun itu.

Kejadian ini tiba-tiba terjadi, saat hujan deras yang disertai angin kencang pada pukul 13.00 kayu ini roboh dan menimpa rumah saya, Alhamdulillah saat ini pihak Pemerintah Desa Bandar, Kecamatan, Polsek dan Koramil sudah membantu bersama warga setempat menyingkirkan sisa pohon yang roboh, ” Lanjut Katni.

Sementara menurut Pj Kepala Desa Bandar, Ellyas, kejadian pohon roboh yang menimpa rumah warganya tersebut terjadi akibat angin kencang yang melanda desanya.

Musibah pohon roboh yang menimpa dia rumah warga Desa Bandar yaitu rumah Pak Katni dan Pak Rebo, taksiran kerugian bencana ini kurang lebih 75 juta untuk rumah Pak Katni karena kerusakannya cukup parah dan 25 juta untuk rumah Pak Rebo, ” Kata Ellyas kepada Portalnews MADIUN RAYA.

Untuk penanganan bencana tersebut, Ellyas menjelaskan bahwa pihak Pemerintah Desa Bandar sudah memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban bencana tertimpa pohon roboh tersebut.

Pemerintah Desa Bandar dibantu Kecamatan, Polsek dan Koramil Bandar bersama warga membersihkan potongan kayu dan juga memberikan bantuan kepada korban berupa bahan makan, selanjutnya akan kita usulkan untuk memberikan bantuan perbaikan rumah mengingat kerusakannya cukup parah, ” Lanjut Ellyas.

Kedepan, kata Ellyas, pihaknya menghimbau kepada seluruh warga Desa Bandar untuk selalu waspada dengan adanya bencana akibat hujan deras dan angin kencang.

Kepada seluruh warga, harus waspada kepada bencana alam yang mungkin akan terjadi, apalagi wilayah Desa Bandar terdiri dari perbukitan, rawan terjadi bencana tanah longsor dan pohon roboh, bagi yang rumahnya dekat dengan pohon besar harus ber hati-hati. ” Pungkas Ellyas.

Sampai dengan berita ini diturunkan, masyarakat setempat masih bekerja bakti membersihkan sisa kayu yang roboh menimpa dia rumah di Desa Bandar tersebut. (GO/Gin)

Pewarta : Hargo

Redaktur : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.