Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Anggota DPR RI terpilih dari Partai Nasdem di Jatim VII, Hj Sri Wahyuni Ipong Muchlissoni sah menjadi Warga Persaudaraan Setia Hati Terate.

Bu Ipong, panggilan akrabnya, mengikuti test jago di bulan Muharram 1440 H, sebagai salah satu syarat menjadi Warga salah satu Perguruan Silat yang berkembang di Indonesia itu.

Menurut salah seorang pengurus PSHT Cabang Ponorogo, Anam Ardiansyah, dirinya membenarkan bahwa Bu Ipong sudah menjadi Warga Persaudaraan Setia Hati Terate. “Di tahun 2017, Mas Ipong (Bupati Ponorogo saat ini) telah disahkan menjadi Warga PSHT, dan di tahun 2019 ini Mbak Sri Wahyuni mengikuti jejak beliau telah di sahkan sebagai Warga PSHT,” terang Anam.

Anam juga mengucapkan selamat atas disahkannya Bu Ipong menjadi salah satu Warga PSHT. “Selamat dan sukses, semoga bermanfaat, Allohuma Aamiin.” Pungkasnya.

Sementara, salah seorang jurnalis di Ponorogo, Anang, juga mengucapkan selamat. “Selamat mbak yu Hj. Sri Wahyuni Ipong Muchlissoni semoga bisa menjadi warga psht yang berbudi luhur, sebab psht adalah organisasi atau Persaudaraan yang mendidik dan mengajarkan keluhuran budi, SH Terate berazaskan Pancasila dan berdasarkan Undang – undang Desar 1945. SH Terate bermaksud mendidik menusia, khususnya para angota /Warga agar berbudi luhur tau benar dan salah, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sekali lagi saya ucapkan selamat Mbak Yu Hj. Sri Wahyuni Ipong Muchlissoni,” ucapnya.

Perlu diketahui, Warga PSHT adalah pendekar pencak silat yang sudah menjalani serangkaian latihan olah Kanuragan baik fisik maupun rohani sesuai ajaran PSHT. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin Wijaya

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Dalam rangkaian kegiatan reses di Ponorogo, Edhie Baskoro Yudhoyono yang juga ketua Fraksi Demokrat DPR RI berkesempatan mengunjungi monumen Bantarangin yang merupakan cikal bakal berdirinya Reyog Ponorogo di Desa Sumoroto Kecamatan Kauman, Ponorogo.

Kedatangan Putra kedua mantan Presiden SBY tersebut disambut beberapa seni khas Ponorogo mulai dari Onta ontaan, Kebo kebonan, Gajah gajahan dan Reyog Ponorogo.

Ribuan orangpun memadati monumen tempat lahir seni reyog Ponorogo tersebut. Mereka bersorak saat Ibas, panggilan akrab EBY diberikan pakaian khas Ponorogo yaitu Penadon oleh sesepuh reyog Ponorogo.

Dalam sambutannya, Ibas menjelaskan bahwa seni dan budaya membawa kehidupan menjadi lebih indah dan harmonis. “Apalagi masyarakat Ponorogo sudah menyatu dengan reyog, artinya tidak ada Ponorogo tanpa reyog, dan begitu pula sebaliknya”,ujar Ibas.

Untuk itu, marilah kita bersama sama melestarikan seni dan budaya yang ada dan kita jaga supaya tidak punah sebagai warisan yang luhur untuk anak dan cucu kita nanti, sambung Ibas.

“Kita di Komisi X DPR RI akan terus bekerja dalam rangka mengawal kebijakan pemerintah dibidang Pendidikan, Seni dan Budaya serta Pariwisata, untuk itu marilah kita bekerja sama dengan terus giat dalam kegiatan seni dan budaya”,pungkas Ibas.

Kegiatan yang menampilkan 12 dadak merak tersebut di akhiri dengan pemberian bantuan kepada karang taruna Desa Sumoroto, pegiat seni serta pengundian hadiah dengan hadiah utama sepeda dan hand phone.

Seorang warga yang sempat berjabat tangan dan ber swa foto dengan Ibas, Dewi, menyatakan bahwa program reses EBY sangat menyasar ke masyarakat. “Tidak seperti anggota DPR yang lain, yang biasanya lupa saat menjabat, mas Ibas ini selalu memgunjungi kami dan memberikan hadiah hadiah, semoga di tahun 2019 mendatang mas Ibas jadi lagi”,ujar Dewi sambil menuntun motornya untuk pulang kerumahnya. (GiN)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.