,

PONOROGO – MADIUNRAYA.COM

Bersengketa dengan ibunya, seorang anak tega menganiaya Ibu kandungnya sendiri.

Namun dengan sigap, Satreskrim Polres Ponorogo berhasil mengamankan terduga pelaku penganiayaan anak terhadap ibu kandungnya sendiri itu.

Kejadian yang tak pantas dan tidak boleh ditiru tersebut terjadi pada Katimun (55) warga dukuh Pondok Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo pada Senen, 17/1 tega menganiaya ibu kandungnya sendiri atas nama Yoinah (84). 

Peristiwa memilukan tersebut dipicu karena terkait pembagian uang hasil penjualan kayu jati yang dianggap tak sesuai oleh pelaku.

Ipda Guling, Kanit Pidum satreskrim Polres Ponorogo dikonfirmasi pada Rabu, (19/01/2022) mengatakan bahwa pelaku penganiayaan terhadap ibu kandung sendiri di Jambon Ponorogo kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Ponorogo.

“Pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Ponorogo.”ujar Kanit Pidum Polres Ponorogo.

Dijelaskan Kanit, bahwa kronologis kejadian itu bermula ketika tersangka pada Senen, (17/01/2022) mendatangi rumah korban di dukuh pondok desa Sendang Kabupaten Ponorogo menanyakan hasil uang penjualan kayu jati.

Namun, tersangka mendapati jawaban yang kurang enak dan dikatakan jika uang itu sudah habis hingga akhirnya tersangka emosi kemudian mendorong ibu kandungya atas nama Yoinah (84) hingga terjatuh. 

“Hasil pemeriksaan petugas kami, korban mengalami luka patah tangan sebelah kiri dan luka memar di pelipis sebelah kiri,”terang Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo.

Akibat perbuatan, kata IPDA Guling, Pelaku diancam pasal 351 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara. “Saat ini sudah ditahan di Mapolres Ponorogo untuk mengikuti proses hukum lebih lanjut.” Pungkasnya. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

,

Ponorogo- MADIUNRAYA.COM

Banyaknya keluhan tentang jalan yang rusak ditanggapi dengan serius oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk segera melakukan pembangunan dan perbaikan.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Ponorogo, Hj Lisdyarita yang menerangkan bahwa pembangunan jalan di wilayah yang dipimpin bersama Kang Bupati Sugiri Sancoko itu sudah dimulai bulan ini.

“Bulan ini sudah mulai kita lakukan satu persatu pembangunan jalan yang rusak di Kabupaten Ponorogo,” ucap Bunda Rita, panggilan akrabnya saat mewakili Kang Bupati Sugiri di Rapat Paripurna DPRD Ponorogo, Senin (17/01/2022).

Lebih lanjut Bunda Rita juga menjelaskan bahwa Pemkab Ponorogo akan memaksimalkan pembangunan jalan yang selama ini belum tersentuh. “Akan kita prioritaskan jalan yang selama ini belum pernah mendapatkan perhatian,”tambahnya.

Bunda Rita juga menyampaikan jika Pemkab Ponorogo hingga saat ini masih menunggu pencairan dana dari program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk pembangunan infrastruktur jalan. “Semua persyaratan sudah kami penuhi dan ini tinggal menunggu pencairan untuk segera membangun jalan yang rusak dalam skala besar, mudah-mudahan segera cair,” jelas Bunda Rita.

Untuk itu, Bunda Rita meminta masyarakat Ponorogo untuk tetap tenang. “Mohon do’anya semoga segala sesuatunya bisa berjalan baik dan lancar. Sehingga pembangunan jalan bisa kita lakukan dengan baik.”Pungkas Bunda Rita.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengajukan pinjaman PEN ke Pemerintah Pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Ponorogo.

Sesuai rencana, PEN yang diajukan tahun 2021 akan dicairkan di awal tahun 2022 senilai 155 Miliar yang sepenuhnya untuk perbaikan jalan yang rusak. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Merebaknya wabah Demam Berdarah di Ponorogo ditanggapi serius oleh Kang Bupati Sugiri dengan menabuh genderang perang melawan wabah yang biasa disebut DBD itu.

Kang Bupati akan mengajak bekerja bakti besar-besaran di seluruh wilayah yang dipimpinnya itu.

“Kami akan mengajak seluruh warga Ponorogo untuk bahu-membahu dalam melakukan langkah-langkah demi menekan penyebaran dan penularan penyakit bernama Demam Berdarah Dengue ini. Jumat, 21 Januari mendatang gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) akan serentak dilaksanakan di seluruh Ponorogo,”ucap orang nomor satu di Pemkab Ponorogo dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue yang dipimpin langsung oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Selasa (18/1/2022) di Aula Bappeda-Litbang Kabupaten Ponorogo.

Dalam rakor tersebut dipaparkan berbagai kondisi terkini DBD di Ponorogo. Mulai dari jumlah pasien DBD sampai peralatan fogging yang ada di Ponorogo.

“Memang ada peningkatan sehingga kita harus gotong royong serentak untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk. Hari Jumat, kita siapkan untuk itu. Para komandannya sudah siap menggerakkan. Itu ada camat, lurah, kepala puskesmas yang akan bergerak untuk mengajak warga melakukan PSN,” ungkap Kang Bupati Sugiri.

Kang Bupati Sugiri berharap dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk akan meminimalisir persebaran wabah tersebut.

“Kita harus melakukan usaha bersama agar wabah itu tidak meluas.”Pungkas Kang Bupati Sugiri.

Dalam Rapat Koordinasi itu, para camat, sejumlah kepala desa, para direktur rumah sakit, para kepala puskesmas, sejumlah kepala dinas dan pihak-pihak terkait hadir dalam rakor ini juga memberikan masukan dan usulan terkait cara-cara untuk menekan penyebaran penyakit yang selalu merebak di musim hujan.

Sekda Ponorogo, Agus Pramono menyampaikan bahwa seluruh pihak akan bergerak pada Jumat mendatang untuk melakukan gotong royong PSN secara serentak di seluruh Ponorogo. “Para camat dan kepala desa pun telah menyatakan siap untuk menggerakkan warganya dalam kegiatan ini. Harapannya, penyebaran nyamuk sebagai vektor atau media penularan DBD akan bisa hilang tuntas melalui gerakan serentak ini.”tambahnya. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Air mata Sumarni, Ibunda Mohammad Guntur Prabowo, siswa kelas XII SMAN 2 Ponorogo tak tertahankan setelah anaknya dinyatakan lulus seleksi Rekruitmen Proaktif Penerimaan Anggota Polri melalui jalur Talent Scouting.

Perempuan yang tinggal bersama Mulyono, sang suami di Desa Turi, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo itu bangga karena anaknya bisa lolos tes dengan tanpa biaya sama sekali atau gratis.

Sumarni menyebutkan bahwa selama ini dirinya dan sang suami  berprofesi sebagai tukang tambal panci.

“Kesehariannya keliling desa dengan membawa motor untuk mencari panci yang rusak kemudian di tambal dan besoknya di antar kembali. Namun hal itu tidak membuat malu seorang Guntur, bahkan dengan kesederhanaan bapak dan Ibuknya menjadikan Guntur semangat untuk belajar, berlatih dalam menggapai cita-cita nya,”ucapnya, Senin (17/01/2022).

Sumarni juga menyampaikan bahwa putranya itu sering mengikuti berbagai kejuaraan Pencak Silat yang menjadi hobinya sejak kecil. “Yang terakhir, anak saya itu ke Aceh untuk mengikuti kejurnas Pencaksilat tahun 2019 dan berhasil meraih Medali Perunggu,” Jelas Sumarni.

Atas pencapaian putranya, Sumarni mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. ”Di akhir tahun 2021 saat di buka pendaftaran rekruitmen proaktif penerimaan Polri, Guntur mendaftar melalui jalur prestasi pencaksilat, setelah melalui tahap test yang panjang dan melelahkan akhirnya Guntur di nyatakan lulus terpilih menjadi anggota polri T.A. 2022 yang di laksanakan oleh panda Jatim. Terima Kasih Pak Kapolres Ponorogo, Kapolda Jawa Timur dan Kapolri yang memberikan kesempatan anak saya menjadi Polisi dengan tanpa biaya sepeserpun.”pungkas Sumarni sambil menyeka ari mata harunya.

Sementara Mohammad Guntur Prabowo menceritakan kisahnya dalam mengikuti test tersebut. “Setelah melengkapi syarat yang diperlukan, saya kemudian mengikuti test bintara Polri tahun 2022 di Polda Jatim sendiri dengan naik motor dari Ponorogo ke Surabaya selama 6 jam. Alhamdulillah bisa diterima. Terima kasih kepada Bapak Ibu Guru di SMAN 2 Ponorogo, Kapolres, Kapolda dan Kapolri.”Tambah Guntur dengan penuh semangat. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Bupati Ponorogo yang akrab dipanggil dengan panggilan Kang Bupati Sugiri dikenal sebagai budayawan yang sangat merakyat.

Ditangannya, Kota Ponorogo dipoles dengan beberapa sentuhan yang kental dengan seni budaya.

Sebut saja JL HOS Cokroaminoto hingga JL Jendral Sudirman yang ditata rapi dan elok, namun tidak meninggalkan kearifan lokal Ponorogo. Lampu Penerangan Jalan Umum diberikan motif merak.

Pun dengan patung-patung di Ponorogo yang sebelumnya menyeramkan dengan warna gelap, kini sedikit demi sedikit dipoles dengan warna yang cerah dan menarik sehingga tidak sedikit warga yang memilih berselfie ria di depannya.

Tak hanya itu, budaya gotong royong kembali dihidupkan oleh sosok yang lahir di Desa Gelang Kulon Sampung Ponorogo itu.

Bahkan mimpi besarnya akan membuat Patung Reyog Raksasa di Bukit Kapur Desa Sampung laksana Breksi di Sleman Yogyakarta akan dilakukan secara multiyears. Mulai tahun ini hingga tahun 2024.

Selain itu, Kang Bupati Sugiri juga membawa nilai budaya adi luhung dalam memberikan nama kepada anak-anaknya.

Putri pertama Kang Bupati Sugiri dengan Susilowati diberi nama yang cukup nyentrik namun dalam akan makna.

Namanya JIAN AYUNE SUNDUL LANGIT. Itu nama yang diberikan Kang Bupati Sugiri kepada putri sulungnya yang jika dilihat dari akun instagramnya, dia saat ini menuntut ilmu di Universitas Padjajaran, kuliah di jurusan Ilmu Politik.

Penulis sendiri baru tahu nama yang cukup nyentrik itu. Mirip pemberian nama anak dan cucu Presiden Joko Widodo.

Jika dalam bahasa jawa JIAN artinya memang atau sesungguhnya.

Ayune bisa diartikan kecantikanya, Sundul artinya menembus atau sampai. Langit bisa diartikan tempat yang tertinggi.

Sehingga JIAN AYUNE SUNDUL LANGIT bisa diartikan bahwa anak tersebut memang (pengakuan) kecantikannya luar biasa dan tidak ada yang menandinginya.

Simpel. Namun penuh makna. Kecantikan disini bisa diartikan fisik maupun kecantikan secara kepribadian.

Dihari ulang tahun putrinya itu, Kang Bupati Sugiri memberikan ucapan selamat kepada anaknya. “Selamat ulang tahun anakku, yang cantiknya ngalahin Ibunya.. (Jian Ayune Sundul Langit),” ucap Kang Bupati dengan foto keluarganya. Sayang tidak disebutkan ulang tahun yang keberapa.

Budayawan asal Pacitan, Nur Ikhwan menilai bahwa budaya kita memang adi luhung. “Jika kita teguh memegang budaya maka tidak akan ada kebencian antar sesama manusia, Kang Bupati Sugiri memulai dengan memberikan nama anak-anaknya yang merupakan do’a bagi buah hatinya, mulai menumbuhkan budaya gotong royong, memulai budaya yang ramah dan indah. Tinggal kita sebagai warga biasa, apakah kembali memakai budaya ewuh pakewuh, saling menghormati, saling menghargai ataukah saling menikam agar ambisi kita bisa tercapai ?, mari introspeksi.” Ucapnya singkat. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Apa artinya uang 50, 100 perak yang merupakan uang kembalian saat kita berbelanja di Pasar Swalayan ?. Ternyata jika dikumpulkan dan diakumulasi selama 1 tahun nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Dilansir dari laman PO942 yang merupakan media sosial milik Radio Gema Surya FM Ponorogo yang menyebutkan jumlah uang kembalian customer Surya Mart Ponorogo yang diinfaqkan selalu meningkat dari tahun ke tahun yang jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah.

Menurut Aguk Suprawanto, Direktur Administrasi dan Keuangan PT. Daya Surya Sejahtera (DSS) mengatakan bahwa tahun ini total jumlah uang kembalian dari Customer yang berbelanja di Surya Mart mencapai Rp. 57.046.300. “Jumlah total kembalian dari para customer untuk di infaqkan tahun 2021 kemarin mencapai Rp. 57.046.300. Jumlah itu mengalami kenaikan dari tahun lalu yang mencapai Rp. 52 juta lebih,” ucapnya, Jumat, 14 Januari 2022 bertempat di Swalayan Surya Pusat jalan HOS Cokroaminoto saat melakukan penyerahan infaq kembalian customer Surya Mart kepada LazisMu Ponorogo.

Aguk Suprawanto, juga menjelaskan bahwa sejak 3 tahun terakhir program tersebut dilaksanakan antusiasme pembeli luar biasa, di mana infaq yang terkumpul angkanya terus mengalami kenaikan.

“Dari tahun 2019, yang mencapai Rp. 21 juta, tahun 2020, Rp. 52 juta dan tahun ini mencapai Rp. 57 juta lebih. Kembalian customer diwujudkan dalam bentuk infaq, karena terbatasnya kembalian uang receh. Dari pada 50 perak diwujudkan permen, maka customer ditawari untuk diinfaqkan. Tawaran itu justru disambut baik sebab tidak hanya 50 rupiah saja yang diinfaqkan tapi terkadang Rp. 500 hingga Rp. 1000,” urai Aguk Suprawanto.

Dijelaskan jika nominal sebesar itu, dari 7 Surya Mart yang ada di Ponorogo dan harapannya bisa diikuti oleh mitra dibawah naungan Swalayan Surya.

Aguk Suprawanto menambahkan, jika pihaknya menggandeng LazisMu Ponorogo untuk penyaluran sekaligus pemanfaatannya. “Tahun lalu, infaq yang terkumpul disalurkan untuk membantu para guru TK yang ada di pelosok yang insentifnya masih rendah. Kedepan rencananya akan digunakan untuk bantuan produktif untuk masyarakat tak mampu untuk bisa membuka usaha kecil kecilan.”Pungkasnya. (yah/gin).

Sumber : PO942

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Dikarenakan kuda-kuda rumahnya yang sudah rapuh, rumah milik Wahono, warga lingkungan Ngapak RT 02 RW 01 Dukuh Krajan Desa Mrayan Kecamatan Ngrayun ambruk.

Menurut Kapolsek Ngrayun, AKP Joko Santoso, pada hari  Sabtu  tanggal  15 Januari 2022 pukul 18.30 WIB, pihaknya mendatangi TKP di lingkungan Ngapak RT 02 RW 01 Dukuh Krajan Desa Mrayan Kecamatan Ngrayun. “Dilaporkan telah terjadi rumah roboh dikarenakan kayu sebagai kuda kuda rumah telah rapuh. Rumah tersebut milik Saudara Wahono yang sebelumnya sudah kosong atau tidak dihuni,”Ucap Kapolsek, Ahad (16/01/2022).

Kapolsek juga menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

“Hanya menimbulkan kerugian material. Tafsir kerugian harta benda kurang lebih Rp. 20.000.000,” lanjutnya.

Untuk kronologis kejadian Kapolsek Ngrayun menjelaskan bahwa pada hari  Sabtu  tanggall  15 Januari 2022 pukul 18.30 WIB di lingkungan Ngapak RT 02 RW 01 Dukuh Krajan Desa Mrayan Kecamatan Ngrayun telah terjadi rumah roboh dikarenakan kayu sebagai kuda kuda rumah (ruang tamu) telah rapuh. Rumah milik Saudara Wahono sebelumnya sudah kosong atau tidak dihuni. Pada saat peristiwa tersebut terjadi, kondisi cuaca sedang hujan dan angin, Alhamdulillah tidak terjadi korban jiwa,” urai AKP Joko Santoso.

Kapolsek Ngrayun juga menyatakan bahwa rumah yang ambruk tersebut terbuat dari batu bata dan kayu sebagai kuda – kuda dengan ukuran  10 x 12 m. “Sudah rapuh dan bersama dengan warga, kami segera melakukan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing bangunan,”tambahnya.

AKP Joko Santoso menghimbau warga agar selalu waspada apabila rumah tempat tinggalnya sudah rapuh dan rawan ambruk. “Segera diperbaiki atau ditinggalkan agar kita terhindar dari musibah yang tidak kita inginkan. Apalagi beberapa waktu terakhir sering terjadi cuaca ekstrem yaitu hujan lebat dan hembusan angin yang cukup kencang. Jauhi tempat yang berbahaya baik pohon maupun yang bangunan yang rapuh. Berlindung ditempat yang aman.”pungkas Kapolsek Ngrayun. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Akibat hujan deras yang disertai angin kencang yang terjadi pada Sabtu tanggal 15 Januari 2021 pukul 14.30 Wib, wilayah Jetis mengakibatkan beberapa rumah penduduk di Desa Coper Jetis tertimpa pohon dan mengakibatkan kerusakan.

Menurut Kapolsek Jetis, AKP Slamet Kariwohono, pihaknya mencatat beberapa korban rumah yang tertimpa pohon di Desa Coper.

“Yang pertama, Supriyono, (52), swasta, RT. 03 RW. 01 Dukuh Coper Kidul (rumah tertimpa pohon jati dengan kerugian material 5 juta, tidak ada korban jiwa),” ucap Kapolsek, Ahad (16/01/2022).

Yang kedua, korban atas nama Didik Budiarto (46), swasta , alamat Dukuh Coper Kulon RT. 02/ 01 ( kerusakan mobil pick – up tertimpa pohon jati , kerugian material 15 juta, tidak ada korban jiwa).

“Yang ketiga, Rumah Ibu Surti (54), swasta, alamat Dukuh Coper Kulon Desa Coper ( rumah tertimpa pohon mahoni, pada saat kejadian rumah kosong, kerugian material 5 juta), kemudian yang keempat rumah Nahrudin, (58), swasta, alamat Dukuh Coper Kulon RT.01/01 (kamar mandi dan teras mushola tertimpa pohon jati , kerugian material 5 juta , tidak ada korban jiwa, kemudian yang ke lima Kateno, (60), swasta, alamat RT.02/02 Dukuh Ngrayut Desa Coper (teras rumah tertimpa pohon jati , kerugian material 1 juta, tidak ada korban jiwa,” jelas AKP Slamet Kariwohono.

Untuk kronologisnya, kejadian itu Kapolsek Jetis menyampaikan bahwa pada hari Sabtu tgl 15 Januari 2022 jam 14.30 Wib, wilayah Jetis hujan deras disertai angin kencang yang mengakibatkan beberapa rumah penduduk dan mobil warga di Desa Coper tertimpa pohon yg roboh. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat ini warga masyarakat membantu membersihkan pohon yang roboh dibantu petugas BPBD Kabupaten Ponorogo,” urai AKP Slamet Kariwohono.

Dalam kesempatan itu Kapolsek menghimbau agar warga masyarakat selalu waspada saat cuaca ekstrem. “Berlindung ditempat yang aman saat hujan deras dan angin kencang dan jangan berada dibawah pohon atau bangunan yang diperkirakan bisa roboh.” Pungkas AKP Slamet Kariwohono. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan
Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.