,

Kota Madiun, MADIUNRAYA.com

Anak yang akan menjadi penerus pembangunan harus mendapatkan perhatian yang maksimal sehingga proses regenerasi bisa berjalan dengan baik karena telah tumbuh sosok yang cerdas dan sehat.

Untuk itu, kesehatan dan pendidikan bagi anak merupakan hal yang harus diperhatikan.

Wali Kota Madiun Maidi memberikan wejangan kepada para Ibu saat menggelar pertemuan dengan RT/RW, kader PKK, Organisasi Wanita, Dasa Wisma, dan kader posyandu di Kelurahan Manisrejo, Selasa (28/6).

“Anak ini investasi masa depan, maka saya titip ke ibu-ibu agar mendukung perkembangan anak agar menjadi generasi penerus yang unggul,” ujarnya.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Madiun adalah dengan mencegah terjadinya pernikahan dini. Terutama, bagi warga kurang mampu. Sebab, hal ini akan berpotensi menyebabkan kemiskinan yang berkepanjangan. Untuk itu, program keluarga berencana wajib dijalankan.

Tak hanya itu, penanganan Stunting juga dilakukan agar tidak menghambat tumbuh kembang anak. Pada 2021, terdapat 12,4 persen kasus Stunting di Kota Pendekar. Pemerintah terus berupaya agar angka kasus ini dapat semakin ditekan.

Pada kesempatan itu wali kota berpesan kepada orang tua untuk mengawasi buah hatinya dari pengaruh buruk lingkungan. Serta, memberikan pendidikan karakter dan moral yang kuat sejak dini.

“Kota kita ini kecil, tidak punya sumber daya alam yang bisa dijadikan PAD dan daya tarik wisata, maka SDM-nya harus unggul untuk bisa membawa perubahan dan mensejahterakan warga,” jelasnya.

Wali kota pun berharap, masyarakat bisa mengikuti dan mendukung program pemerintah. Terutama, dalam upaya meningkatkan kualitas hidup. Serta, memacu SDM menjadi lebih unggul dengan sejumlah pola pendidikan yang telah ditetapkan.

“Kalau kota kita maju, semua warganya yang akan merasakan sampai ke anak cucu kita.” Tutup Wali Kota Maidi. (red)

,

Kota Madiun, MADIUNRAYA.com

Salah satu event yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-104 Kota Madiun, Madiun Lawu Challenge (MLC) menarik perhatian Azrul Ananda.

Dia ke Kota Madiun untuk bertemu Wali Kota Maidi.

Putra Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan itu memang penggemar berat olahraga bersepeda. Dia dipastikan turut dalam MLC yang akan digelar 15-17 Juli mendatang.

Wali Kota Maidi mengapresiasi kedatangan Azrul Ananda di Kota Pendekar itu.

“Mas Azrul Ananda membuat konten terkait Kota Madiun dan juga event bersepeda MLC. Kita tahu, beliaunya memang suka bersepeda dan beberapa kali sukses menggelar event bersepeda skala besar,’’ kata Wali Kota Madiun, Maidi, Selasa (28/6).

Azrul Ananda tidak sekedar datang dan bertemu wali kota. Namun, juga membuat konten khusus untuk gelaran MLC tersebut.

“Konten juga sebagai sarana promosi. Mas Azrul Ananda ingin mengetahui secara langsung dari Wali Kota Maidi tentang Kota Madiun secara umum hingga yang melatarbelakangi hadirnya event MLC tersebut,” lanjut Wali Kota Maidi.

Selain itu, juga hadir Ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Madiun, Faizal Rachman. Tak heran, pembahasan terkait MLC semakin gayeng dan lengkap.

“Tentu saja terima kasih sekali, sudah ikut meramaikan Kota Madiun dalam rangkaian Hari Jadi. Semua event memang kita optimalkan. Tak terkecuali event bersepeda nanti.”Tutup Wali Kota Maidi.

Sementara itu, Azrul Ananda mengaku senang dengan kepedulian ISSI dan juga Pemerintah Kota Madiun melalui Wali Kota Maidi yang sudah turut mempromosikan olahraga bersepeda secara serius.

Azrul Ananda menyebut Wali Kota Maidi cukup total dalam mendukung berkembangnya olahraga bersepeda di Kota Madiun.

“Sebagai penggemar sepeda yang cukup lama dan orang yang punya mimpi budaya sepeda di Indonesia bisa semakin maju, tentu sangat senang sekali ada pihak seperti Pemerintah Kota Madiun yang mempromosikan sepeda secara serius,” ucapnya.

Apalagi, lanjutnya, MLC ini menyentuh segala elemen. Mulai pemula, penghobi, dan juga urusan pembinaan atlet. Bagi pemula, tersaji event fun bike dengan rute keliling Kota Madiun. Untuk penghobi disajikan rute yang lebih menantang dengan finish di Cemoro Sewu. Sedang, urusan pembinaan disajikan kriterium di Stadion Wilis.

“Banyak daerah yang ingin menggelar seperti ini, tetapi elementnya kurang mendukung. Kota Madiun ini lengkap. Pemerintahnya mendukung, masyarakatnya suka bersepeda, dan juga alamnya. Di sini ada Gunung Wilis dan Lawu yang tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi para penghobi sepeda.” tutupnya. (red)

,

Kota Madiun, MADIUNRAYA.com

Sebagai salah satu rangkaian HUT 104 Kota Madiun, puluhan mobil unik, Volkswagen, dengan berbagai jenis memenuhi sepanjang Jalan Pahlawan, Kota Madiun, Sabtu (11/6).

Pameran itu bertajuk Volksweekend yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-104 Kota Madiun.

Tak hanya mejeng di Jalan Pahlawan, sejumlah mobil juga turut dalam pawai yang dipimpin oleh Wali Kota Madiun Maidi.

Mengendarai VW Safari berwarna putih dengan kap terbuka, wali kota mengajak seluruh rombongan untuk berkeliling Kota Pendekar. Rombongan pun sempat mampir ke PT INKA (Persero) untuk melihat proyek LRT.


Saat diwawancarai, Wali Kota Maidi mengungkapkan bahwa pameran VW bertujuan untuk memberikan hiburan bagi masyarakat. Khususnya, para pecinta mobil unik tersebut.

“Kemarin sudah mobil custom dan klasik. Hari ini dilengkapi dengan VW,” jelasnya.


Pameran VW berlangsung dua hari. Yakni, hingga Minggu (12/6). Masyarakat dapat menyaksikan secara gratis mulai dari Lapangan Pelti, Sumber Wangi, dan sepanjang Jalan Pahlawan.

“Sekarang Covid sudah mereda, semua sudah vaksin. Silakan datang meramaikan Hari Jadi Kota Madiun,”tambah Wali Kota.

Wali Kota juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur dan Sesmenko yang turut hadir dalam kegiatan itu.

“Terimakasih ibu gubernur Khofifah dan bapak Sesmenko Susiwijono yang berkenan hadir di acara Madiun Volksweekend dan memanen dan menanam golden melon di Kota Madiun,” ujar Wali Kota.

Dua event ini merupakan rangkaian Perayaan Hari Jadi ke 104 Kota Madiun yang menjadi simbol dimulainya kebangkitan ekonomi di Kota Madiun. Sesuai tema Gas Ekonomi, Stop Covid.

“Ekonominya didorong bergulir cepat, covidnya dijaga tetap terhenti tanpa ada penambahan kasus lagi. Ke depan akan banyak even yang akan diadakan baik skala kecil atau skala besar untuk mengundang masyarakat luar untuk datang ke Kota Madiun,” jelas Wali Kota Maidi.

Semakin banyak orang datang, semakin cepat perputaran roda ekonomi Kota Pecel ini yang merupakan salah satu Hub di Provinsi Jawa Timur. “Maturnuwun Bapak dan ibu, Kerawuhan panjenengan menjadi pelecut kami untuk terus maju, mengabdi dan mewujudkan kesejahteraan Kota Madiun.” Tutup Wali Kota Maidi. (red)

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Program Pro Rakyat terus dilakukan oleh Wali Kota Madiun untuk membantu warganya.

Salah satunya, Warga Kota Madiun yang Lanjut Usia yang sudah Ngebrok atau sudah tidak bisa beraktifitas di Kota Pendekar itu mendapatkan bantuan Rp 2,5 juta setiap tahun.

Wali Kota Madiun, H Maidi pun berkesempatan menyerahkan langsung bantuan tersebut.

“Hari ini saya gowes blusukan lagi, mampir ke salah satu rumah mbah Tumi (72) di jalan tuntang dan Mbah Tuminem (76) di jalan Kampar untuk memberikan bantuan Dana Bansos bagi Lansia Non Potensial (ngebrok) dari Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Sosial PP PA,”Ucap Wali Kota.

Menurut Wali Kota, nilainya sejumlah Rp. 2.500.000 setiap tahun. “Bantuan tersebut akan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan lansia tersebut. Dana ini saya terimakan kepada yang merawat lansia penerima manfaat, ahli waris, tetangga atau ketua RT,”Terang Wali Kota.

Wali Kota Maidi merasa senang budaya saling peduli antar tetangga masih tertanam kuat diwilayahnya. “Misalnya tetangga mbah Yumi, tiap hari selalu datang menjenguk, membawa makanan atau paling tidak mengajak ngobrol, menghibur. Saya harap budaya luhur ini tidak luntur. Saya berpesan, selalu jaga kesehatan, bila ada tamu tetap prokesnya dijalankan kalo obatnya habis nanti saya cukupi,”Ucap Wali Kota.

Di Kota Madiun, tercatat ada 180 lansia yang mengalami kondisi ngebrok atau sudah tidak bisa beraktifitas. “Bantuan akan diterimakan bertahap, tahap pertama sebanyak 155 penerima, sisanya di tahap berikutnya.Semoga bantuan ini bisa membantu untuk merawat Mbah Kung dan Mbah Uti.”Pungkas Wali Kota Maidi. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Kota Pendekar, sebutan Kota Madiun harus bangga. Selain karena Pencak Silat yang mendunia, Kota tersebut juga memiliki warga yang kreatif.

Apa pasalnya ?, salah satu karya yang berbahan kulit dari warga Demangan Kota Madiun yaitu @suwindyaproject bisa menembus pasar di Amerika Serikat.

Wali Kota Madiun, H Maidi sangat mengapresiasi karya warganya itu.

“Waktu saya Cangkrukan di Kelurahan Demangan saya tertarik ke sebuah item. Sebuah wadah untuk menggantung hand sanitizer yang terbuat dari kulit. Apik. Setelah saya tanya ke Lurah, ternyata buatan salah satu warga demangan. @suwindyaproject,”Ucap Wali Kota Maidi.

Menurut Wali Kota, karya warganya itu sangat bagus dan rapi.

“Garapanya rapi. Elegan.Hari ini saya sempatkan mampir ke workshopnya. Ternyata produknya bermacam-macam.Masker, Dompet, id card holder, zippo holder, tas jinjing dan banyak lagi, sesuai permintaan konsumen,”Terang Wali Kota.

Tak hanya itu, Wali Kota juga menyampaikan bahwa produk @suwindyaproject sudah dipasarkan hingga ke luar negeri. “Hebatnya lagi, pemasarannya sudah sampai luar negeri. Paling jauh California. Artinya produk industri kreatif ini kelasnya sudah dunia. Jadi siapa saja bisa menjadi atau membuat apa saja, tergantung niat dan usahanya,”Ujar Wali Kota Maidi.

Wali Kota mengajak siapapun yang berminat untuk langsung menghubungi yang bersangkutan. “Oh iya, jika berminat silahkan langsung DM @suwindyaproject.”Pungkas Wali Kota Maidi. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Madiun akan dimulai besuk, Senin (20/09/2021) untuk Pelajar SMP dan Senin (27/09/2021) untuk Pelajar SD akan disambut gembira oleh mereka.

Hal tersebut terjadi lantaran Pemerintah Kota Madiun memberikan seragam gratis bagi 2.640 siswa Kelas 1 SD dan 3.234 siswa kelas 7 SMP.

Plt Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kota Madiun, Noor Aflah, menyebutkan bahwa setiap siswa akan mendapatkan bahan kain seragam Merah dan Putih untuk Siswa SD, Biru dan Putih untuk Siswa SMP dan Seragam Pramuka beserta atributnya, ” Ucap Noor Aflah, Jum’at (17/09) kemarin.

Selain kain seragam, Noor Aflah juga menyampaikan bahwa Pemkot Madiun juga memberikan ongkos jahit seragam sekolah tersebut.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati, pihaknya meminta seluruh siswa bersemangat mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang akan dimulai besuk. “Soal seragam tidak harus baru, Pelajar bisa memakai seragam yang lama dulu, ” Terangnya.

Lismawati juga menyampaikan bahwa Vaksinasi untuk Pelajar akan terus dilakukan. “Saat ini vaksinasi tingkat SMP sudah 50 persen lebih, sedangkan Vaksinasi untuk pelajar SD diatas 12 tahun sudah 100 persen. ” Pungkas Lismawati. (Yah/Gin).

Source : Madiuntoday

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Wali Kota Madiun mengukuhkan 42 Satgas yang akan bertugas di Jalan Pahlawan Kota Madiun, Kamis (16/09/2021) malam.

Menurut Wali Kota, keberadaan Pahlawan Street Center (PSC) sebagai salah satu destinasi wisata andalan di Kota Pendekar itu bakal semakin optimal ke depan. “Untuk itu, Pemerintah Kota Madiun menyiagakan petugas khusus guna memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengunjung. Petugas yang tergabung dalam Satgas PSC tersebut sengaja dibentuk guna memberikan kenyamanan pengunjung yang berwisata di wisata jantung kota tersebut, ” Ucap Wali Kota Maidi, setelah pengukuhan di Sumber Umis.

Kota ini infrastrukturnya semakin lengkap. “Tentunya ini akan mendatangkan banyak orang. Karenanya, harus ada yang mengamankan dan memberikan kenyamanan kepada pengunjung,’’ lanjut Wali Kota Madiun Maidi

Menariknya, sembilan dari 42 Satgas yang dikukuhkan tersebut merupakan anak yatim, piatu, dan yatim piatu. Wali Kota Maidi memang getol mempekerjakan anak-anak kurang beruntung di Kota Madiun. Setidaknya, sudah ada puluhan anak-anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang dipekerjakan di Pemerintah Kota Madiun. Mereka tersebar di sejumlah OPD hingga kelurahan.

Harapannya, mereka bisa semakin mandiri dan tidak bergantung pada orang lain kendati sudah tidak memiliki orang tua.

“Beragam tugas akan mereka jalankan. Mulai menjadi sumber informasi, memberikan bantuan-bantuan seperti menyeberangkan wisatwan, mengamankan barang yang tertinggal, hingga urusan kedisiplinan protokol kesehatan, ” Tambah Wali Kota Maidi.

Kendati wisata belum dibuka sepenuhnya, kesiapan petugas perlu disegerakan agar bisa maksimal nantinya.

‘’Mereka ini menjadi casing-nya pemerintah karena berada di barisan terdepan. Pelayanan yang mereka berikan akan menjadi nilai tawar tersendiri bagi wisatawan. Karenanya, saya minta untuk serius dan tidak asal-asalan. ” Pungkas Wali Kota Maidi. (Yah/Gin).

Madiun – Portalnews Madiun Raya

Langkah prioritas diambil oleh Wali Kota Madiun. Orang nomor satu di Kota Pendekar itu mengalihkan anggaran pengadaan seragam bagi ASN untuk pengadaan seragam bagi Pelajar beserta ongkos jahitnya.

Menurut Wali Kota, pendidikan merupakan prioritas yang harus diutamakan.

“Sejatinya Pemerintah Kota Madiun sudah menganggarkan seragam dan ongkos jahit untuk 3.250 ASN senilai 1.1 M. Tapi mohon maaf, karena ada kebijakan refocusing anggaran untuk covid-19, rencana pengadaan seragam untuk ASN tahun ini saya pending,” Ucap Wali Kota Maidi, kemarin.

Anggaran tersebut akan direalisasikan untuk yang lebih prioritas. “Salah satunya untuk pengadaan seragam bagi pelajar di Kota Madiun,”jelas Wali Kota.

Lebih lanjut Wali Kota menyampaikan bahwa Pendidikan anak-anak  di Kota Madiun menjadi salah satu prioritas di masa kepemimpinannya. “Saya menjamin baik kelengkapan sarana di sekolah maupun sarana untuk masing-masing individu siswa. Misalnya laptop gratis dan seragam sekolah gratis.”Pungkasnya.

Kebijakan tersebut mendapatkan apresiasi dari warga Kota Madiun. “Mantap Pak Wali, semoga dengan kebijakan tersebut mampu membawa anak-anak Kota Madiun bisa lebih cerdas karena tidak terkendala dengan persoalan mereka akan fasilitas,” ucap Agus Setiawan. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.