Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Kerja keras Pemerintah Desa Kutu Kulon Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo untuk melawan Covid 19 patut diacungi jempol.

Betapa tidak, Desa yang dipimpin oleh Supriyono itu menargetkan hingga akhir tahun 100% warganya sudah divaksin Covid 19.

Menurut Supriyono Desa Kutukulon yang terdiri dari 556 KK, dengan jumlah total penduduk 1695 jiwa, dengan rincian 868 laki-laki dan 827 perempuan itu hingga saat ini sudah 85% yang di Vaksin anti Covid 19.

“Target kami, hingga penghujung tahun 2021 ini bisa 100% alias seluruh warga kami sudah memiliki kekebalan masal atau Herd Imunity sehingga bisa melawan Covid 19,”Ucap Supriyono kepada MADIUNRAYA.COM, Selasa (28/12/2021).

Lebih lanjut Kades Supriyono menyampaikan bahwa selama Pandemi Covid 19, sebanyak 15 warganya pernah positif Covid 19. “Alhamdulillah sembuh dan sebanyak 3 orang meninggal dunia karena ada penyakit bawaan,”lanjutnya.

Warga Desa Kutu Kulon ceria usai di Vaksin Covid 19

Supriyono menegaskan bahwa pihaknya tidak henti-hentinya menghimbau agar warganya selalu disiplin dalam menerapkan Protokol Kesehatan kapanpun dan dimanapun. “Selain itu selalu menjaga kesehatan agar tubuh kita memiliki imunitas. Juga mempercepat Vaksinasi agar bisa menangkal Virus yang saat ini menjadi penyebab Pandemi di wilayah Indonesia dan dunia,”Tambah Kades Kutu Kulon itu.

Masih ada 15 % warga Desa Kutu Kulon yang saat ini belum divaksin menurut Supriyono akan dilakukan vaksinasi terakhir di tahun 2021 ini pada Jum’at (31/12/2021) besuk. “Harapan kami, ditahun 2021 ini seluruh warga di Desa Kutu Kulon bisa tervaksin anti Covid 19 semuanya. Besuk Jum’at, seluruh warga yang belum divaksin akan kami arahkan untuk segera vaksin,”jelas Supriyono.

Dengan Vaksinasi yang dilakukan 100% diwilayahnya, Kades Kutu Kulon itu berharap Pandemi Covid 19 segera berakhir. “Dan kita semua diberikan kekuatan dan kesehatan sehingga bisa melalui semua ini dengan baik, ekonomi segera pulih dan anak-anak bisa sekolah sehingga kehidupan bisa kembali normal.”Tutupnya. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Pemerintah Desa Kutu Kulon Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo menyalurkan Bantuan Lansung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa sebanyak 180 juta selama tahun 2021.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa Kutu Kulon, Supriyono kepada MADIUNRAYA.COM saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (28/12/2021).

Menurut Supriyono, sesuai dengan peraturan dari Pemerintah Pusat, pihaknya memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumberkan dari Dana Desa selama Pandemi Covid 19 berlangsung.

“Alhamdulillah, selama tahun 2021 ini, kami (Pemdes Kutu Kulon) memberikan bantuan senilai Rp 300 ribu setiap bulan kepada 50 Keluarga Penerima Manfaat (KPM),”Jelas Supriyono.

Kades Kutu Kulon itu juga menambahkan bahwa dengan pemberian bantuan BLT itu sangat membantu warganya yang terkena dampak langsung akibat Pandemi Covid 19. “Mereka yang tidak bisa bekerja merasakan manfaat langsung dari BLT tersebut. Kami berharap dengan bantuan itu bisa meringankan beban hidup mereka saat Pandemi Covid 19,”Lanjut Supriyono.

Hingga bulan Desember ini, Supriyono juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyalurkan BLT DD tersebut. “Terakhir kami berikan pada tanggal 07 Desember 2021 kemarin. Total selama setahun BLT DD di Desa Kutu Kulon senilai Rp 180 juta.”Tutup Supriyono.

Warga Desa Kutu Kulon saat menerima BLT DD

Sementara Sekretaris Desa Kutu Kulon, Hanif Nahariyanto menambahkan bahwa selain BLT DD, pihaknya juga menyalurkan bantuan yang lain kepada warganya. “Bahkan saat ada 1 RT yang di lock down akibat ada yang positif Covid 19, kami memberikan bahan makan kepada 50 KK setiap hari selama 14 hari.”Tambah Hanif.

Ibu Bibit (70), warga Desa Kutu Kulon yang menerima BLT DD itu menyampaikan banyak terima kasih kepada Pemerintah Desa Kutu Kulon. “Matur Nuwun, saya sangat terbantu dengan bantuan dari Desa. Uang bantuan tersebut saya manfaatkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.” Ucap Ibu Bibit. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM
Walaupun sebagian anggaran Dana Desa dipergunakan untuk menanggulangi dampak Pandemi Covid 19 melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT), Pemerintah Desa Pijeran masih bisa menyisihkan sebagian anggarannya untuk pembangunan Infrastruktur yaitu Talud dan saluran air.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa Pijeran, Kecamatan Siman, Sunarto, kepada Madiunraya.com di ruang kerjanya, Selasa (21/12/2021).

Menurut Sunarto, pembangunan Talud tersebut sangatlah urgen karena selama ini jalur tersebut rusak karena saluran air tidak berfungsi dengan baik. “Alhamdulillah setelah melalui musyawarah desa, kami melakukan pembangunan infrastruktur talud dan saluran air di jalan tembus Dusun Puthuk – Tumang Kidul,” ujar Sunarto.

Kades Pijeran itu juga menyampaikan bahwa anggaran untuk kegiatan itu senilai 110 juta. “Panjang talud dan saluran air kurang lebih 215 meter. Pekerjanya dari desa kami dan campuran dari berbagai wilayah karena berbarengan dengan pengerjaan lahan sawah,” lanjut Sunarto.

Dengan pembangunan yang dilakukan, Sunarto berharap jalan tembus diwilayahnya itu bisa tetap terjaga dengan baik. “Pun dengan saluran air bisa berfungsi dengan baik sehingga jalan tidak rusak dan pengairan bisa berlangsung lancar.” Pungkasnya. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan
Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM
Vaksinasi Covid 19 terlihat efektif untuk mencegah meluasnya persebaran wabah Virus Corona.

Setidaknya hal itu terlihat di Desa Pijeran Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo.

Menurut Kepala Desa setempat, Sunarto, Vaksinasi di desanya sudah berjalan 50 persen lebih. “Itu vaksinasi dosis 1 maupun dosis 2. Antusias masyarakat sangat luar biasa. Setiap kegiatan Vaksinasi selalu dihadiri oleh warga Pijeran tanpa kecuali termasuk Lansia,” ungkap Sunarto, kepada Madiunraya.com di Balai Desa setempat, Selasa (22/12/2021).

Lebih lanjut Sunarto menyampaikan bahwa selama ini ada 4 warganya yang meninggal dunia akibat terjangkit Covid 19. “Namun dengan kedisiplinan untuk menerapkan Protokol Kesehatan dan mempercepat Vaksinasi, Alhamdulillah, 2 bulan terakhir di desa kami sudah tidak ada lagi yang positif Covid 19, di Desa Pijeran, vaksinasi dilakukan di 4 dusun sehingga mempermudah bagi masyarakat,” lanjut Sunarto.

Kedepan, Kepala Desa Pijeran itu berharap agar Vaksinasi terus berjalan dengan baik dan lancar. “Saya berharap, seluruh warga Pijeran bisa di Vaksin dan tercipta Herd Imunity atau kekebalan masal sehingga tidak ada lagi yang terjangkit Covid 19.” Pungkas Sunarto. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan
Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Untuk mengatasi dampak Pandemi Covid 19 di Desa Pijeran Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo disikapi dengan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa Pijeran, Sunarto, kepada Madiunraya.com di Balai Desa setempat, Selasa (21/12/2021).

Menurut Sunarto, sepanjang tahun 2021 ini pihak Pemerintah Desa Pijeran menyalurkan BLT DD senilai Rp 385.200.000,-

“Bantuan tersebut kami berikan kepada masyarakat yang terdampak langsung karena Pandemi Covid 19 berdasarkan Musyawarah Desa Khusus,” jelas Sunarto.

Total, menurut Sunarto, pihaknya menyalurkan BLT DD kepada 107 warganya senilai masing-masing Rp 300.000,- setiap bulan. “Mereka adalah warga yang sakit, kehilangan pekerjaan dan tidak bisa bekerja karena Pandemi Covid 19,” lanjut Sunarto.

Dengan BLT DD yang diberikan, Sunarto berharap masyarakat yang terdampak Covid 19 didesanya bisa berkurang beban hidupnya. “BLT DD yang kami salurkan diharapkan membantu kehidupan warga kami yang mengalami kesusahan akibat Pandemi yang berkepanjangan.” Pungkas Sunarto.

Sementara menurut Ismi, warga RT 01 RW 02 Dusun I Desa Pijeran mengungkapkan bahwa dirinya sangat bersyukur menerima bantuan BLT DD itu. “Alhamdulillah, sedikit banyak bisa membantu kehidupan kami. Saya sudah tua dan anak-anak tidak bisa bekerja karena Pandemi Covid 19. Semoga Pandemi Covid 19 ini bisa segera berakhir dan kehidupan bisa segera normal kembali.” Tambahnya. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan
Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Upaya menciptakan Herd Immunity atau kekebalan massal di Desa Sahang Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo patut diacungi jempol.

Dari 1.700 an warga Desa Sahang, lebih dari 80 % sudah divaksin anti Virus Corona.

“Alhamdulillah, hingga saat ini vaksinasi disini sudah mencapai lebih dari 80%. Untuk Lansia juga sudah dilakukan, namun ada beberapa yang tidak memungkinkan untuk dilakukan Vaksinasi,” Ucap Slamet saat ditemui Madiunraya.com, di Ruang Kerjanya, Kamis (28/10/2021).

Selain aktif melakukan sosialisasi, kunci sukses Vaksinasi di Desa Sahang menurut Slamet adalah kesadaran masyarakat didesanya cukup tinggi. “Banyak juga yang sudah melakukan Vaksinasi di luar desa,”tambahnya.

Lebih lanjut Slamet menyatakan bahwa ada 3 warganya meninggal dunia akibat Covid 19. “Namun setelah April 2021, tidak ada lagi yang meninggal dunia, ada beberapa yang terjangkit namun sudah sembuh,” lanjut Slamet.

Saat ada penderita Covid di desanya, Slamet menegaskan bahwa pihaknya memberikan support yang penuh. “Kita cukupi kebutuhannya, baik itu sembako juga kita pantau perkembangannya melalui Satgas Covid 19 di Desa Sahang,”jelasnya.

Kepala Desa Sahang tersebut juga menyampaikan bahwa pihaknya memberikan Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa kepada 30 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). “Sudah kita berikan hingga Oktober 2021, masing-masing Rp 300 ribu setiap bulan kepada 30 Keluarga Penerima Manfaat di Desa Sahang,” ujar Slamet.

Kades Sahang berharap tidak ada lagi kasus Covid 19 di desanya. “Kami terus menghimbau agar Protokol Kesehatan terus dilakukan dan optimal dalam Vaksinasi.”Pungkas Slamet. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Banyaknya Tanaman Cengkih yang mati membuat peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyarankan agar para petani beralih menggunakan Pupuk Kandang sebagai nutrisi agar bisa bertahan dalam menghadapi serangan Virus.

Hal tersebut diungkapkan oleh praktisi pertanian, Hindianto Zabur yang menegaskan bahwa pihaknya ikut prihatin dengan banyaknya tanaman Cengkeh yang mati karena Virus. “Padahal selama ini Cengkih menjadi komoditas andalan bagi para petani. Semacam gaji ke 15 ya. Namun akhir-akhir ini banyak tanaman tersebut yang mati mengering karena serangan virus,”Jelas Pak Zabur, panggilan akrabnya.

Baca Juga : 7 Kesalahan Petani yang mengakibatkan Tanaman Cengkih bisa Mati

Hindianto menyebutkan bahwa menurut para peneliti dari IPB, virus yang menyerang tanaman cengkih dikarenakan daya tahan tanaman  Cengkih menurun akibat jenuh terhadap pupuk kimia ataupun perlakuan yang tidak benar selama ini. “Untuk itu, kami menyarankan agar para petani cengkih beralih gunakan pupuk kandang ataupun pupuk organik,”Lanjutnya.

Hindianto juga menjelaskan sebagai solusi untuk mengembalikan daya tahan tanaman cengkih adalah menghentikan pemupukan dengan zat kimia dan beralih ke Pupuk Kandang ataupun Pupuk Organik.

“Setelah dilakukan penelitian, para petani harus menggunakan pupuk kandang ataupun Pupuk Organik agar daya tahan tanaman terhadap virus kembali seperti semula. Saat ini, kondisi tanaman cengkih rawan terhadap serangan hama maupun penyakit karena daya tahan tanaman menurun disebabkan Pupuk Kimiawi,”lanjutnya.

Pak Zabur juga menjelaskan jika Tanaman Cengkih bisa bertahan hidup tinggal nanti diberikan nutrisi agar buahnya bisa lebat kembali. “Sekitar bulan Desember nanti diberikan nutrisi agar buahnya lebat dan panennya bisa banyak. Eman, kalau tanaman Cengkih itu mati. Harus diberikan treathment yang tepat sehingga tetap bertahan dan bisa menghasilkan kembali.”Pungkas Pak Zabur. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.