Jaga Eksistensi Kota Pendekar, Wali Kota Madiun berharap Tak ada lagi Keributan saat Bulan Suro

  • Bagikan

Kota Madiun, MADIUNRAYA.com

Pencapaian positif yang diraih oleh Kota Madiun tidak lepas dari semua pihak termasuk kinerja dari Pemerintah Kota Madiun haruslah selalu dijaga.

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Madiun, H Maidi saat menggelar Rapat Koordinasi dengan Perguruan Pencak Silat di Kota Madiun bersama dengan Forkopimda setempat di GCIO Kota Madiun, Senin (22/08/2022).

“Dengan kerja keras itulah saat ini menempatkan Kita Madiun dijajaran tertinggi dalam pertumbuhan ekonomi tahun 2021 di Jawa Timur yaitu 4,73 persen bahkan bisa mengalahkan Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur dan pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 3,69 persen,” ucap Wali Kota Madiun.

Untuk itu, kondusifitas dan stabilitas di Kota Madiun haruslah selalu dijaga bersama.

“Termasuk event-event Pencak Silat yang cakupannya nasional. Jangan sampai mengganggu keamanan di Kota Madiun dengan keributan-keributan antar organisasi Pencak Silat yang sebenarnya tidak perlu,” tegas Wali Kota Maidi.

Lebih jauh Wali Kota Maidi menyebutkan bahwa peristiwa kerusuhan tahun 2018 tidak boleh terjadi lagi.

Forkopimda Kota Madiun dan Perguruan Pencak Silat di Kota Madiun menghadiri Rapat Koordinasi

“Apalagi ini Bulan Suro, biasanya masyarakat Kota Madiun menghadapi bulan ini selalu Ndredeg atau takut. Ini tidak boleh terjadi. Kalau sebelumnya Suro Ndredeg maka sekarang harus Suro Bahagia,” terang Wali Kota Madiun.

Jika terjadi keributan yang menyebabkan Kota Madiun tidak aman maka akan menurunkan berbagai parameter yang berimbas kepada penurunan pertumbuhan ekonomi.

“Jika terjadi kerusuhan yang disebabkan perselisihan antar organisasi Pencak Silat maka Kota Madiun tidak aman sehingga Investor tidak jadi masuk ke Kota Madiun atau Investor menarik investasinya maka yang dirugikan adalah kita semua. Ini tidak boleh terjadi,” urai Wali Kota Madiun.

Wali Kota Madiun mengungkapkan bahwa pihaknya melarang kegiatan organisasi Pencak Silat yang berpotensi menimbulkan kerusuhan di Kota Madiun.

“Mari kita jaga eksistensi Kota Madiun sebagai Kota Pendekar dengan menjaga kondusifitas di Kota kita. Jangan sampai pencapaian hari ini dinodai dengan peristiwa yang bisa kita hindari. Untuk itu kepada PSHT yang akan menggelar Peringatan Satu Abad agar hendaknya menjaga keamanan semaksimal mungkin. Perusuh tidak boleh masuk ke Kota Madiun.” Tutup Wali Kota Maidi.

Murdjoko, Ketua Umum PSHT

Sementara Ketua Umum PSHT, Murdjoko, menyampaikan bahwa pihaknya secara internal akan mengamankan kegiatan satu abad PSHT secara maksimal.

“Kita siagakan PAMTER, dan semua yang masuk wajib memakai ID Card yang di Scan. Kemudian dalam acara puncak hanya ada 1000 orang selebihnya bisa menyaksikan secara virtual. Selain itu, kami terus berkoordinasi dengan TNI dan Polri agar acara ini bisa berjalan aman dan lancar.” Tambah Murdjoko.

Selain PSHT, ada beberapa perwakilan Perguruan Pencak Silat diantaranya PSHW, IKSPI dan lainnya serta pejabat Forkopimda Kota Madiun. (ADV/yah/gin).

  • Bagikan