,

Pacitan – MADIUNRAYA.COM

Siapa yang tidak suka dengan mengkonsumsi Mie Instan yang rasanya cukup lezat dengan berbagai variannya. Apalagi dimakan saat hujan yang bisa menghangatkan badan.

Bahkan bagi anak kost, Mie Instan adalah solusi disaat kiriman uang terlambat datang. Cukup disiram Air Panas, tunggu beberapa menit, maka perut yang kosong sudah terganjal dengan Mie Super Instan itu.

Selain itu, proses penyajiannya yang cukup cepat dan praktis membuat sebagian orang senang mengkonsumsi makanan Mie Instan.

Namun jika berlebihan atau selalu mengkonsumsi makanan itu, maka tunggulah 7 penyakit akan datang ke tubuh kita tanpa permisi.

Seperti yang dialami oleh Andri, warga RT 07 RW 10 Dusun Sidomakmur Desa Kasihan Kecamatan Tegalombo yang kini tengah menjalani operasi usus di RSUD Saiful Anwar.

“Awalnya didianosa sakit lambung, tetapi ini menjalar ke pembengkakan usus, sehingga harus dioperasi dua kali,”ucap tetangga Andri, yang enggan disebutkan namanya.

Dulu, lanjut tetangganya itu, saat bekerja Andri senang mengkonsumsi Mie Instan. “Bahkan hampir setiap waktu mengkonsumsinya, baik selepas kerja ataupun sebelum bekerja.” Tutupnya.

Diambil dari berbagai sumber, ada 7 penyakit yang bisa menjangkiti tubuh kita karena berlebihan mengkonsumsi Mie Instan.

1. Gangguan Pencernaan.

Seperti sakit lambung, usus besar dan lainnya karena Mie Instan susah untuk dicerna dan memerlukan waktu yang lama.

2. Stroke, Jantung, Hipertensi dan Kerusakan Ginjal.

Mengkonsumsi Mie Instan berlebihan bisa mengakibatkan stroke, jantung, hipertensi dan kerusakan ginjal karena kandungan Natrium yang cukup tinggi.

3. Obesitas

Karena kandungan yang dominan dalam Mie Instan adalah Tepung Terigu yang ful karbohidrat. Apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik maka akan menjadi Obesitas.

4. Diabetes

Karena Mie Instan mengandung Karbohidrat yang tinggi juga dapat memicu diabetes. Karbohidrat di dalam tubuh nantinya akan diubah menjadi glukosa.

Sesuai fakta, orang yang terlalu sering memakan mie instan tubuhnya akan kesulitan menghasilkan insulin. Padahal insulin tersebut bekerja untuk mengubah glukosa menjadi energi.

Untuk itu, pembaca Madiun Raya, jangan terlalu berlebihan makan mie instan karena banyak diincar oleh Penyakit yang berbahaya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Kerja keras Pemerintah Desa Kutu Kulon Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo untuk melawan Covid 19 patut diacungi jempol.

Betapa tidak, Desa yang dipimpin oleh Supriyono itu menargetkan hingga akhir tahun 100% warganya sudah divaksin Covid 19.

Menurut Supriyono Desa Kutukulon yang terdiri dari 556 KK, dengan jumlah total penduduk 1695 jiwa, dengan rincian 868 laki-laki dan 827 perempuan itu hingga saat ini sudah 85% yang di Vaksin anti Covid 19.

“Target kami, hingga penghujung tahun 2021 ini bisa 100% alias seluruh warga kami sudah memiliki kekebalan masal atau Herd Imunity sehingga bisa melawan Covid 19,”Ucap Supriyono kepada MADIUNRAYA.COM, Selasa (28/12/2021).

Lebih lanjut Kades Supriyono menyampaikan bahwa selama Pandemi Covid 19, sebanyak 15 warganya pernah positif Covid 19. “Alhamdulillah sembuh dan sebanyak 3 orang meninggal dunia karena ada penyakit bawaan,”lanjutnya.

Warga Desa Kutu Kulon ceria usai di Vaksin Covid 19

Supriyono menegaskan bahwa pihaknya tidak henti-hentinya menghimbau agar warganya selalu disiplin dalam menerapkan Protokol Kesehatan kapanpun dan dimanapun. “Selain itu selalu menjaga kesehatan agar tubuh kita memiliki imunitas. Juga mempercepat Vaksinasi agar bisa menangkal Virus yang saat ini menjadi penyebab Pandemi di wilayah Indonesia dan dunia,”Tambah Kades Kutu Kulon itu.

Masih ada 15 % warga Desa Kutu Kulon yang saat ini belum divaksin menurut Supriyono akan dilakukan vaksinasi terakhir di tahun 2021 ini pada Jum’at (31/12/2021) besuk. “Harapan kami, ditahun 2021 ini seluruh warga di Desa Kutu Kulon bisa tervaksin anti Covid 19 semuanya. Besuk Jum’at, seluruh warga yang belum divaksin akan kami arahkan untuk segera vaksin,”jelas Supriyono.

Dengan Vaksinasi yang dilakukan 100% diwilayahnya, Kades Kutu Kulon itu berharap Pandemi Covid 19 segera berakhir. “Dan kita semua diberikan kekuatan dan kesehatan sehingga bisa melalui semua ini dengan baik, ekonomi segera pulih dan anak-anak bisa sekolah sehingga kehidupan bisa kembali normal.”Tutupnya. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Madiunraya.com
Siapa yang bilang Covid 19 sudah usai?.

Kali ini ada kabar duka tentang kematian akibat Covid – 19 kembali terdengar diwilayah Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo, Senin (08/11/2021).

“Telah meninggal dunia Sdri. M, 59th, warga Desa Ngrandu Kecamatan Kauman di Rumah Sakit Aisyiah Ponorogo setelah dirawat beberapa hari dengan gejala Covid 19”, Ucap Kapolsek Kauman, AKP Beny Hartoyo, SH.

Lebih lanjut Kapolsek menyampaikan kronologi meninggalnya almarhumah diawali dengan keluhan batuk, mual, lemas, sesak nafas ditambah dengan komorbid berupa diabetes melitus dan penyakit jantung.

Petugas dari Polsek Somoroto, Koramil Kauman dan Satgas Covid Desa Ngrandu tampak hadir dalam prosesi pemakaman secara protokol pemakaman Covid – 19.

“Covid – 19 masih ada, meskipun sudah sangat jauh melandai. Saya harap masyarakat patuhi protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun. Selain itu bagi yang belum vaksin silahkan kunjungi tempat vaksin terdekat, karena benar – benar dapat menghindarkan dari gejala berat saat terkena covid – 19”, ungkap Kapolsek Somoroto, AKP Beny Hartono,S.H. yang dihubungi setelah pemakaman.

Untuk itu Kapolsek Somoroto meminta kepada warga untuk tetap waspada. “Jangan sampai kita menyesal karena kehilangan keluarga yang kita cintai karena Covid 19,” Tambahnya.

Yang terpenting saat ini menurut Kapolsek adalah tetap menjaga Protokol Kesehatan kapanpun dan dimanapun. “Vaksinasi harus segera tuntas. Warga harus pro aktif, segera datangi tempat vaksinasi. Yang selanjutnya adalah terus menjaga kesehatan dan imunitas, sekali lagi Pandemi belum usai, kita semua harus berhati-hati.” Pungkas AKP Beny Hartono. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Bhabinkamtibmas Polsek Mlarak, Aiptu Agus Bowo Cahyono menjenguk warga yang mempunyai seorang bayi yang berumur 4 hari dilahirkan oleh seorang ibu positif covid 19 dan dinyatakan telah meninggal dunia.

Mendengar salah satu warga binaanya mengalami kesusahan, Aiptu Agus Bowo Cahyono mendatangi keluarga tersebut dengan berniat memberikan bantuan dengan dibantu beberapa warga sekitar dan juga perangkat desa.

“Kedatangan kami ini pertama ingin melihat kondisi keluarga dan bayi yang saat ini sedang membutuhkan biaya dan semoga segera diberikan kesembuhan dan yang kedua kami ingin sedikit berbagi rejeki tetapi jangan dilihat isi maupun besarnya bantuan kami, semoga bantuan kami ini dapat sedikit meringankan beban dari keluarga Bapak Joko Riyoyo ” jelas Aiptu Agus Bowo.

Bukan selesai disitu saja,berkali kali juga untuk kebutuhan susu si bayi dalam jumlah beberapa dos, Bhabinkamtibmas Aiptu Agus Bowo Cahyono juga tetap menyantuninya serta dalam keseharian keluarga tersebut terus di monitor secara langsung olehnya, karena di dalam rumah itu selain bayi dan ayahnya (Joko Rioyo) yang kini tidak bisa bekerja dikarenakan harus merawat sang bayi juga ada nenek yang bernama Boyati selaku orang tua Joko yang juga membantu merawat bayi dan merawat suaminya, yang tak lain adalah kakek bayi tersebut yang kini mengalami stroke kurang lebih 10 tahun.

Sementara menurut Ayah Bayi, Joko Rioyo, dirinya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

“Matur Nuwun, memang Pak Bhabinkamtibmas Polsek Mlarak Polres Ponorogo dikenal dekat dengan warga masyarakat yang dalam keseharian nya selalu peduli dan memperhatikan keadaan warga binaannya, termasuk kami yang saat ini mendapatkan musibah, ” Ucap Joko Rioyo.

Joko juga menambahkan bahwa bantuan tersebut sangatlah berarti bagi keluarganya. “Sangat membantu kami, apalagi saya sementara ini tidak bisa bekerja karena merawat anak dan Ibu saya merawat Ayah yang kena stroke, maturnuwun. ” Pungkas Joko Rioyo dengan mata berkaca-kaca. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Gaya Hidup – Portalnews Madiunraya

Pernah mendengar Onani atau Masturbasi ?. Atau bahkan anda sering melakukannya ?….Hanya Anda dan Tuhan yang tahu.

Menurut dr GM Silvia M, MSc dari Chanel Youtube Dokter 24, menjelaskan bahwa Onani atau Masturbasi merupakan Perangsangan seksual oleh diri sendiri pada organ kelamin untuk memperoleh kepuasan seksual.

Namun selain menimbulkan kepuasan saat melakukan kegiatan itu, berikut 5 dampak buruk jika kita sering atau membudayakan kegiatan Onani atau Masturbasi.

  1. Lemas atau kehilangan energi.

Hal tersebut terjadi karena pada Pria yang melakukan Onani melepaskan energi yang cukup besar saat mencapai klimaks dari kegiatan tersebut.

Efeknya adalah tubuh akan mengalami lemas dan kurang energi, sehingga bisa mengganggu aktivitas yang harusnya bisa maksimal.

2. Kanker Prostat.

Penelitian dari Universitas Nottingham menyatakan bahwa kaum Pria yang sering bermasturbasi di usia 20-30 tahun lebih berisiko terkena Kanker Prostat.

3. Ejakulasi Dini.

Menurut Pakar Seks, Dr Andri Wananda MS, Kegiatan onani bisa mengganggu sistem saraf sehingga cenderung akan sulit mencapai Klimaks.

4. Menurunnya kecerdasan otak.

Pria yang sering melakukan Onani akan memiliki imajinasi tentang pornografi yang berlebihan sehingga akan menurunkan daya fungsi otak yang berakibat pemikiran kita tidak bisa maksimal.

Jika itu diteruskan maka tingkat kepintaran atau kecerdasan kita akan menurun alias bukan bertambah pintar namun akan cenderung bertambah bodoh yang diakibatkan karena bayang – bayang Pornografi yang menguasai otak kita secara berlebih.

5. Impoten.

Jika Onani terus dilakukan, maka dalam waktu tertentu maka Pria tersebut akan mengalami Disfungsi Ereksi alias Mr P nya tidak bisa ereksi.

Pembaca Portalnews Madiun Raya, jika sudah mengetahui dampak buruk Onani apakah mau jika kita menerima akibat-akibat tersebut ?.

Bukankan banyak kegiatan positif yang bisa kita lakukan selain melakukan Onani. Itu secara kesehatan lhoo….belum secara Agama yang tentu saja dengan tegas menyebutkan bahwa Onani adalah Dosa, karena hal itu mendekati Zina.

Aduh….selain Dosa juga menjadi Impoten, bahkan bisa terkena Kanker Prostat. Tapi yang lebih bahaya adalah kita menjadi lebih bodoh. Jangan Deh…

Mending segera menikah, atau jika sudah ayo kita syukuri nikmat dari Alloh SWT bersama dengan pasangan kita. Selebihnya, lakukan kegiatan positif sehingga perbuatan negatif tidak perlu kita lakukan lagi.

Ingat, waktu memang tidak terbatas, tetapi kehidupan seorang manusia ada batasnya. Selagi masih hidup jadilah pribadi yang bermanfaat dengan kegiatan kita yang positif. Salam Sehat….(Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Madiun akan dimulai besuk, Senin (20/09/2021) untuk Pelajar SMP dan Senin (27/09/2021) untuk Pelajar SD akan disambut gembira oleh mereka.

Hal tersebut terjadi lantaran Pemerintah Kota Madiun memberikan seragam gratis bagi 2.640 siswa Kelas 1 SD dan 3.234 siswa kelas 7 SMP.

Plt Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kota Madiun, Noor Aflah, menyebutkan bahwa setiap siswa akan mendapatkan bahan kain seragam Merah dan Putih untuk Siswa SD, Biru dan Putih untuk Siswa SMP dan Seragam Pramuka beserta atributnya, ” Ucap Noor Aflah, Jum’at (17/09) kemarin.

Selain kain seragam, Noor Aflah juga menyampaikan bahwa Pemkot Madiun juga memberikan ongkos jahit seragam sekolah tersebut.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati, pihaknya meminta seluruh siswa bersemangat mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang akan dimulai besuk. “Soal seragam tidak harus baru, Pelajar bisa memakai seragam yang lama dulu, ” Terangnya.

Lismawati juga menyampaikan bahwa Vaksinasi untuk Pelajar akan terus dilakukan. “Saat ini vaksinasi tingkat SMP sudah 50 persen lebih, sedangkan Vaksinasi untuk pelajar SD diatas 12 tahun sudah 100 persen. ” Pungkas Lismawati. (Yah/Gin).

Source : Madiuntoday

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Wali Kota Madiun, H Maidi, terus melakukan upaya serius agar Kota Madiun bisa masuk ke level 1 PPKM.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Maidi saat menggelar cangkrukan bersama warga di Jalan Husein Palila, Kelurahan Kejuron, Jumat (17/9) malam.

Sebelumnya, Wali Kota Maidi mendatangkan petugas rapid test dari laboratorium swasta untuk langsung melakukan rapid antigen guna memastikan bahwa warga di sekitar lokasi tersebut sehat. Hasilnya, kurang lebih sebanyak 50 orang yang dilakukan test hasilnya negatif.

“Setiap hari saya melakukan pengecekan di kelurahan, saya ingin memastikan masyarakat Kota Madiun sehat,” ungkap Wali Kota dengan nada serius.

Wali Kota menegaskan bahwa pihaknya sedang mengejar ke level 1. “Maka dari itu pada level ini, angka kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Pendekar harus kurang dari 20 orang per 100 ribu penduduk per minggu,” jelas Wali Kota.

Kejadian rawat inap di rumah sakit kurang dari lima orang per 100 ribu penduduk. Sedangkan angka kematian kurang dari satu orang per 100 ribu penduduk.

“Saat ini kita masih di level 2, maka dari itu kita kejar terus sebagai syarat menuju ke level 1. Saya terus berpesan agar masyarakat olahraga yang tertib, istitahat yang cukup biar imun meningkat,” terang Wali Kota.

Wali Kota Maidi juga menyebutkan bahwa tracing dan vaksinasi harus terus dimasifkan di Kota Madiun.

“Target kita 80 persen sasaran sudah tervaksinasi hingga akhir September ini. Sementara untuk tracing, target kita sebanyak 60 ribu warga terantigen. Dengan harapan agar warga yang terpapar segera ditemukan.
untuk segera dilakukan perawatan dan tidak menulari yang lainnya.”Pungkas Wali Kota Madiu. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.