,

Madiun, MADIUNRAYA.com
Kasus pembuangan bayi di Jiwan akhirnya bisa diungkap oleh Polres Madiun Kota.

Sebelumnya diberitakan ada pembuangan jasad bayi di saluran irigasi sawah Desa Metesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun beberapa waktu lalu.

Kapolres Madiun Kota AKBP Suryono SH., SIK., MH., menjelaskan bahwa Polisi telah menetapkan IMS (25) sebagai tersangka yang tak lain adalah ibu dari bayi malang tersebut dan rumah IMS ternyata tidak jauh dari TKP pembuangan.

“Tersangka sudah mengaku bahwa itu perbuatan dia. Berarti itu sesuai pasal 184 KUHP ayat (1) bahwa alat bukti yang sah adalah adanya keterangan dari tersangka,” katanya, Rabu (20/4/2022).

Sementara itu untuk hasil visum Et Repertum R. 67/IV/KES. 3/2022/RSB tertanggal 08 April 2022 yang dilakukan oleh dr.Tutik Purwanti. Sp. F sebagai dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kediri menyimpulkan bahwa Jenazah berjenis kelamin perempuan, dengan panjang badan 48 cm kulit sawo matang dengan panca indra tumbuh sempurna, terpisah dengan ari ari

“Pada pemeriksaan luar dalam ditemukan terdapat lilitan celana dalam di leher dengan simpul mati, terdapat luka lecet dan memar di leher, akibat kekerasan benda tumpul, bayi cukup umur, dapat hidup di luar kandungan tanpa alat bantu, bayi lahir hidup dan ditemukan tanda kekurangan oksigen (mati lemas),” urai Kapolres.

Sebab kematian karena tumpul di leher dan mengakibatkan tertutupnya pertukaran oksigen dan mati lemas.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Tatar Hernawan juga menjelaskan, ada alat bukti lain yang menguatkan adalah dari hasil visum maupun keterangan ahli. Barang bukti lain yang berhasil dikantongi polisi adalah keterangan dari sejumlah saksi yang dihadirkan.

“Jadi ada empat alat bukti yang menguatkan,” ujarnya.

Atas kasus tersebut, polisi hanya menetapkan satu tersangka, sedangkan ayah dari bayi malang tersebut tak lain adalah kekasih tersangka.

Yang bersangkutan tidak ditahan namun hanya dijadikan saksi. Bahkan orang tua tersangka pun juga tidak mengetahui anaknya telah berbadan dua dan atas kasus tersebut, tersangka terancam hukuman sepuluh tahun penjara.

“Jadi berdasarkan keterangan tersangka, dia malu hamil diluar nikah, akhirnya membuang bayi itu, dan pacarnya tidak tahu kalau tersangka hamil. Jadi selama ini nggak ada yang tahu kalau hamil, karena kan perutnya nggak besar. Jadi inisiatif membuang bayi itu tidak ada yang menyuruh,” pungkas Kasatreskrim Polres Madiun Kota. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Surabaya, MADIUNRAYA.com

Aparat Kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim berhasil mengungkap kasus penyalagunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG Bersubsidi.

Menurut Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman, dari hasil pengungkapan tersebut pihaknya berhasil mengamankan 13 tersangka yang terdiri dari tersangka tabung LPG Bersubsidi sebanyak 7 orang, kemudian tersangka penyalagunaan BBM Subsidi 6 orang.

“Anggota kami dari subdit tipidter telah melakukan pengintaian dan berhasil menangkap terhadap beberapa tersangka. Terhadap BBM subsidi ada 6 tersangka yang diamankan dengan modus operandi, mereka berhasil ditangkap di TKP pada saat akan melakukan membeli BBM di SPBU resmi kemudian menjual dengan harga Non Subsidi atau harga Industri,” Ucapnya, Selasa (19/04) kemarin.

Jadi saat diamankan anggota, lanjut Kompol Farman, mereka sedang berada di SPBU dan mobil dimodifikasi pelaku.

“Kalau di lihat dibelakang, itu mobil modifikasi isinya dari tempat pengisian benar tapi masuk didalam tabung yang ada didalamnya kurang lebih ukuran 2 ton atau 2 ribu liter,” jelas Dirreskrimsus Polda Jatim itu.

Setelah itu, BBM dipindahkan kedalam tangki yang disiapkan di tempat tempat tertentu.

“Kita masih mendalami keterlibatan oknum dari SPBU atau instansi terkait. Yang pasi keterlibatan operator itu pasti ada karena memang mereka mengetahui tidak mungkin mobil biasa diisi sampai dengan 2 ribu liter. Berarti kan mereka mengetahui karena modusnya diisi di tempat biasa. Untuk pelaku solar para tersangka sudah melakukan selama 6 bulan, ini mungkin menyebabkan kelangkaan solar di SPBU,” lanjutnya.

Sementara untuk penyalagunaan elpiji subsidi diamankan 7 tersangka diantaranya, P, AJH, RH, OHSH, Y, H dan RT. Mereka sudah melakukan kegiatan ini sudah 3,5 bulan, sedangkan modus yang dilakukan para tersangka dengan cara menyuntikkan tabung elpiji 3 kilo ke 12 kilo.

“Kalau disuntikkan ke tabung gas 12 KG sehingga harganya non subsidi untuk industri. Yang diamankan seperti truk memang tertuliskan instansi terkait namun yang melakukan oknum dari instansi tersebut,” sebutnya.

Bahan bakar gas (LPG) yang disubsidi pemerintah dengan melakukan kegiatan pemindahan isi dari tabung LPG ukuran 3 Kg (subsidi pemerintah) ke tabung LPG ukuran 12 Kg (non subsidi) dan hasil pemindahan ke tabung LPG 12 Kg (non subsidi) diedarkan ke penjual LPG di area Kabupaten Jombang.

“Pada hari Kamis tanggal 7 April 2022 sekitar pukul 14.00 WIB. Tim penyelidik Unit II Subdit IV Tipidter tiba di lokasi gudang yang digunakan untuk kegiatan pemindahan isi gas tabung LPG 3 Kg (subsidi) yang di pindah ke tabung gas LPG 12 Kg (non subsidi). Dalam melakukan kegiatan tabung Gas LPG 3 kg didapat dari pangkalan Gas LPG di sekitar Kecamatan Batu, Kota Batu,” katanya.

Untuk tabung kosong Gas 12 Kg di dapat dari toko penjual Gas LPG 12 Kg milik Harto alamat Dusun Blimbing, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang dan selanjutnya dibawa ke gudang pengoplosan Gas LPG 3 Kg.

Hasil pemindahan ke LPG 12 kg diedarkan ke penjual LPG di area Kecamatan Ploso, Kecamatan Megalo dan Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

“Dalam sehari para tersangka  rata- rata bisa melakukan pemindahan isi gas tabung LPG 3 Kg (subsidi) sejumlah 200 LPG 3 KG.”tutupnya

Pasal yang dikenakan kepada para tersangka pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja Jo Pasal 55 Ayat (1) ke (1) KUHP dengan ancaman pidana 6 Tahun penjara. (red)

,

Madiun, MADIUNRAYA.com

WD (25), terduga pelaku Begal Payudara di Madiun akhirnya berhasil ditangkap warga bersama aparat Kepolisian.

Kapolsek Kare, AKP Suprapto menjelaskan bahwa pelaku begal payudara  harus segera mengakhiri petualangannya.

“Pelaku yang sempat membuat kaum hawa di Kabupaten Madiun resah belakangan ini,”ungkap AKP Suprapto, Sabtu (16/04/2022).

Lebih jauh Kapolsek Kare AKP Suprapto mengatakan penangkapan terduga pelaku begal payudara ini berawal ketika pelaku baru saja melakukan aksinya terhadap anak perempuan dibawah umur berinisial AU di jalan raya Kare – Cermo Kecamatan Kare Kabupaten Madiun, Kamis (14/4/22) yang lalu.

Saat itu pula pelaku diketahui oleh salah seorang warga yang kemudian mengejar dan menangkap pelaku bersama anggota Polsek Kare.

“Kini pelaku telah kami serahkan ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Madiun untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,”ujar Kapolsek Kare.

Sementara itu Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo membenarkan adanya penangkapan terduga pelaku pelecehan seksual yang belakangan ini membuat resah kaum perempuan.

“Saat ini terduga pelaku sedang dilakukan pemeriksaan oleh Unit PPA Sat Reskrim untuk diproses lebih lanjut,”kata AKBP Anton Prasetyo.

Lebih detail, Kasi Humas Polres Madiun, Iptu Jumadi menyampaikan bahwa WD (25) mengaku tidak hanya sekali melakukan perbuatanya yang menyasar kaum perempuan ini.

“Saudara WD mengaku melakukan aksinya dengan memepet korban di jalanan yang sepi, beralasan menanyakan alamat kemudian memegang dada atau payudara korban,”kata Iptu Jumadi.

Dari pelaku, Polisi berhasil mengumpulkan barang bukti yakni 1 buah kendaraan sepeda motor serta STNK dan 1 buah helm berwarna hitam.

Senada dengan Kasi Humas Polres Madiun, Kanit PPA Sat Reskrim Polres Madiun IPTU, Johan mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi korban.

“Sedang kami periksa dan dari hasil pemeriksaan saudara WD (25) telah kami tetapkan sebagai tersangka,”kata IPTU, Johan.

Atas tindakanya, WD dijerat dengan pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan/ atau Pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman minmal 5 tahun maksimal 15 tahun.

Sebelumnya, penangkapan WD viral di Media Sosial setelah berhasil dikejar oleh warga dan Polisi. Saat itu pelaku menggunakan Sepeda Motor Jupiter MX. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Pacitan, MADIUNRAYA.com

Seorang Pria, berinisial IA (28), diamankan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Pacitan karena melakukan Tindak Pidana Penyelenggaraan Telekomunikasi Tanpa dilengkapi Dengan Perijinan.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono, S.H., S.I.K.,M.H, saat Release yang digelar di Gedung Graha Bhayangkara Satya Leghawa Polres Pacitan

Hadir pula dalam kesempatan itu Kasat reskrim Polres Pacitan Iptu Andreas Hekso, S.H.,M.H.

Menurut Kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono, Kasus tersebut adalah kasus kejadian pertama yang diungkap Polres Pacitan.

“Kasus ini terungkap berkat laporan dari Masyarakat pada hari kamis tanggal 24/3/2022 terjadi dugaan Tindak Pidana terkait dengan Telekomunikasi yaitu pencurian atau penggelapan data dari Telkom yang dilakukan oleh oknum sipil,” ungkap Kapolres, Selasa (05/04/2022).

Pelaku IA (28thn) pria kelahiran Kalimantan ini sudah menjalani prakteknya melayani pelanggan wifi di Desa Sooko Kecamatan Punung Kabupaten Pacitan yang juga merupakan tempat tinggalnya selama 2 tahun terakhir.

“Pelaku adalah pelanggan Telkom biasa yang mendaftarkan wifi itu dengan jalur biasa. Namun pada prakteknya tersangka menyalurkan ke 96 warga yang menikmati jaringan tersebut, dan hal ini sangat merugikan negara apalagi pihak Telkom dan juga masyarakat karena masyarakat ini tidak cuma-cuma tetapi membayar biaya pasang wifi sebesar 1,5 juta Rupiah kepada saudara IA sedangkan dari Telkom sendiri Gratis,” urai AKBP Wiwit.

Lebih lanjut Kapolres menyampaikan bahwa setiap bulan warga yang menjadi pelanggan IA membayar uang sebesar Rp 160 ribu rupiah dan hanya mendapatkan bandwith sebesar 0, sekian MBps.

“Tentunya warga juga dirugikan, karena menambah sedikit bisa mendapatkan 10 atau 20 Mbps sekalian bisa melihat saluran televisi,” jelas Kapolres Pacitan.

Selanjutnya kepada Tersangka dikenakan pasal 47 jo pasal 11 UURI no 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Perubahan atas Undang- Undang Republik Indonesia no 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi.

“Ancaman Hukuman diancam Pidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,00 (satu milyar lima ratus juta rupiah).” Pungkas AKBP Wiwit Ari Wibisono. (Red)

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.Com

Aparat kepolisian menetapkan enam orang menjadi tersangka kasus korupsi proyek jalan di Jenangan – Kesugihan, tepatnya Desa Nglayang, Kecamatan Jenangan tahun 2017 lalu.

Mereka lalu diamankan oleh Satreskrim Polres Ponorogo untuk proses hukum lebih lanjut.

“Berdasarkan penyelidikan yang kami lakukan, kerugian negara ditaksir mencapai Rp 1,3 miliar,” ucap Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo dalam Pers Release didepan awak media, Jum’at (01/04/2022).

Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo lebih detail menyebutkan inisial keenam tersangka yakni NHD sebagai PPK pada dinas PUPR Kabupaten Ponorogo, EP sebagai Pemenang Lelang (Direktur CV Dyah Kencana), FH sebagai pelaksana Riil/Sub Kontraktor, S sebagai Ketua PPHP (Panitia Penerima Hasil Pekerjaan), K sebagai Sekretaris PPHP (Panitia Penerima Hasil Pekerjaan), ME sebagai Anggota PPHP (Panitia Penerima Hasil Pekerjaan).

“Dari 6 tersangka, ada 4 yang PNS, dan 2 orang swasta,” tutur Catur kepada wartawan.

Catur menambahkan proyek ini terlaksana pada 2017 lalu dan diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hasilnya ada selisih Rp 438 juta.

“Kemudian dilanjutkan penyelidikan dan penyidikan oleh Polres tahun 2019, hasilnya kerugian negara Rp 940 juta,” lanjut Kapolres.

Modus yang dilakukan, AKBP Catur menerangkan bahwa CV DK sebagai pemenang tidak menyediakan personil sesuai dengan dokumen penawaran serta pengalihan pekerjaan ke saudara FH.

“Sampai batas waktu yang ditentukan, lanjut Catur, CV DK tidak mengembalikan kelebihan pembayaran tersebut ke kas daerah. Akhirnya terungkap dari proyek senilai Rp 1,3 miliar ada selisih Rp 940 juta yang menyebabkan kerugian negara,” terangnya.

Sementara, Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Jeifson Sitorus menambahkan dari hasil temuan ada perbedaan spek baik dari dokumen kontrak dan riil di lapangan.

“Pekerjaan tetap dilaksanakan ada perbedaan spesifikasi dari kontrak dan secara riil,” imbuh Jeifson.

Jeifson menambahkan barang bukti yang diamankan ada dokumen perencanaan, dokumen kontrak, laporan administrasi proyek yang berisi laporan progress pekerjaan, dokumen pembayaran, dokumen serah terima hasil pekerjaan.

Pasal yang disangkakan, Pasal 2 atau Pasal 3 UURI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UURI No.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1e KUHP.

Ancaman pidana Pasal 2 pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 Juta dan paling banyak Rp 1 Milyar.

Pasal 3 pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 50 Jutadan paling banyak Rp 1 Milyar.

“Ancaman pidana maksimal 20 tahun,” pungkas AKP Jeifson Sitorus. (yah/gin).

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Gara-gara Asmara, NS (27) warga Lamongan nekat mencuri motor, HP dan uang milik temannya sendiri di sebuah Ruko Counter HP “ASB Ponsel” turut Jl. Raya Ponorogo – Madiun, Desa Cekok, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo.

Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo menyampaikan bahwa peristiwa itu terjadi pada tanggal 17 Februari 2022 sekira pukul 06.00 Wib.

Tersangka melakukan pencurian saat korban VRP ( 24 Tahun) sedang tertidur.

“Yang dicuri adalah Handphone, sepeda motor dan uang enam juta rupiah. Dengan total kerugian yang dialami Korban sekitar tujuh belas juta rupiah. Rencananya, uang tersebut akan diberikan kepada pacar tersangka,” ujar AKBP Catur

Lanjut Kapolres, setelah mengambil barang tersebut tersangka langsung melarikan diri.
“Alhamdulillah dengan kecepatan petugas kepolisian, dihari berikutnya tanggal 18 Februari 2022 sekira jam 15.00 wib tersangka dapat ditangkap di daerah wisata Telaga Ngebel Ponorogo,” terangnya

Kapolres Juga menegaskan bahwa Polres Ponorogo akan serius melakukan pengungkapan segala permasalahan Yang ada diwilayah Kabupaten Ponorogo sebagai bentuk penerapan Quick Respon yang sudah di canangkan oleh Pimpinan.

Sementara itu Kapolsek Babadan AKP Yudhi Kristiawan menjelaskan bahwa tersangka NS merupakan warga Kabupaten Lamongan yang tinggal satu ruko dengan korban VRP.

Setelah tersangka melakukan aksinya, kami melakukan olah TKP dan pengejaran.
“Alhamdulillah tertangkap didaerah ngebel bersama pasangan selingkuhnya,” Jelas Kapolsek Babadan AKP Yudhi

“Motifnya adalah tersangka NS terlilit hutang yang terikat dengan pacarnya,” imbuhnya

Kemudian Kapolres Ponorogo menunjukan barang bukti berupa Sepeda motor Yamaha Type 3C1 (V-IXION), No.Pol : L-2940-GR, tahun 2012 warna putih, 1 (satu) buah Handphone Redmi 5 warna hitam dan uang tunai sebesar Rp 2.480.00,- (dua juta empat ratus delapan puluh ribu rupiah) yang disita dari pelaku.

Tersangka NS akan dijerat dengan pasal 362 KUH Pidana tentang pencurian dengan ancaman 5 tahun penjara. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Unit Reskrim Polsek Babadan berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku curanmor yg terjadi di teras asrama pondok Al Furqon turut Jl. Raya Ponorogo- Madiun, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Kamis tanggal 27 Januari 2022, sekira pukul 18.30 Wib.

Menurut Kapolsek Babadan, AKP Yudi Kristiawan SH.MH, setelah menerima laporan dari korban bernama Hariyanto, (28) warga Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, yang kehilangan 1 unit sepeda motor Honda  Type C 100 M, No.Pol : AE- 5137- QE, tahun 1994 pihaknya segera melakukan penyelidikan dan pengejaran.

“Kejadiannya pada hari Rabu tanggal 26 Januari 2022, sekira pukul 13.00 Wib. Kemudian setelah melakukan penyelidikan, kami berhasil mengamankan S (44), warga Desa Madung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk,”Jelas Kapolsek, Jum’at (28/01/2022).

Lebih lanjut Kapolsek meyampaikan bahwa dalam operasinya, Pelaku masuk ke dalam Pondok lalu mengambil sepeda motor yang terparkir di teras asrama Pondok yang kebetulan kontak atau kunci sepeda motor masih tertancap dan terpasang di Sepeda motor tersebut.

“Kronologisnya, pada hari Rabu tanggal 26 Januari 2022, sekira pukul 13.00 Wib,  korban hendak membeli makan siang lalu mengeluarkan sepeda motor Honda  Type C 100 M, No.Pol : AE- 5137- QE, tahun 1994 warna hitam , Noka : MH1ND000RRK181310, Nosin : NDE1275395 dan ditaruh atau diparkir di teras asrama  pondok, namun sebelum berangkat korban tiba-tiba ingin buang air besar dan kontak sepeda motor tertancap atau terpasang di Sepeda motor tersebut, selanjutnya korban buang air besar di Toilet  tidak jauh dari tempat parkiran. Saat di Toilet korban mendengar suara sepeda motor dinyalakan, namun korban tidak menghiraukannya. Saat keluar dari toilet Sepeda motor korban sudah tidak ada atau hilang.  Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Babadan,” urai AKP Yudi Kristiawan.

Adapun selain tersangka, Kepolisian Sektor Babadan Polres Ponorogo juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda  Type C 100 M, No.Pol : AE- 5137- QE, tahun 1994 warna hitam , Noka : MH1ND000RRK181310, Nosin : NDE1275395. Dan 1 lembar STNK sepeda motor Honda  Type C 100 M, No.Pol : AE- 5137- QE, tahun 1994 warna hitam , Noka : MH1ND000RRK181310, Nosin : NDE1275395 a.n. DASAR alamat Desa Nguri Rt/Rw. 07/03, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan.

“Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian materiil sebesar Rp 3.000.000,- ,”tambah AKP Yudi Kristiawan.

Selanjutnya pada hari Kamis tanggal 27 Januari 2022, sekira pukul18.30 wib unit reskrim melakukan penangkapan terhadap pelaku di parkiran RSUD Dr. Harjono Ponorogo.

Dari tangan pelaku berhasil disita barbuk berupa 1 (satu) unit sepeda motor Honda  Type C 100 M, No.Pol : AE- 5137- QE, tahun 1994 warna hitam , Noka : MH1ND000RRK181310, Nosin : NDE1275395.

Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan di Polsek Babadan guna Penyidikan lebih lanjut.

“Atas kejadian ini, saya berharap masyakat berhati-hati saat memarkir kendaraannya. Selain di tempat yang aman, pastikan kunci motor sudah tidak menancap dikendaraannya. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali. Karena kejahatan tidak hanya karena niat dari pelaku namun juga karena ada kesempatan yang kita berikan.”Pungkas AKP Yudi Kristiawan. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.