Madiun Raya

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Diduga tidak kuat menanjak, sebuah Pick Up Mitsubishi L-300 terperosok di Tanjakan Biting Desa Suru Kecamatan Sooko, Ponorogo pada Rabu (29/06/2022).

Menurut salah satu saksi mata, Mas Starta, dirinya tidak sengaja melewati jalur itu.

“Saya kerja mas, tiba-tiba ada sebuah Pick Up L-300 yang terperosok karena tidak kuat menanjak lalu mundur,” ucap Mas Starta.

Lebih lanjut Starta menjelaskan bahwa begitu tidak kuat, Pick Up tersebut mesinnya mati.

“Biasanya setelah mesinnya mati, sistem kemudi tidak bisa dikendalikan mas,” tambahnya.

Starta juga menambahkan bahwa dirinya begitu kejadian langsung memberitahukan kepada warga diatas tanjakan.

“Saya belum tahun orang mana mas. Yang jelas nomor polisinya AE-8363-SL.” Tutup Starta.

Sementara menurut warga yang lainnya, Aan, saat menanjak hendaknya dimasukkan gigi satu.

“Apalagi saat kita bawa muatan. Harus berhati-hati saat menanjak. Karena kalau tidak kuat dan mesin mati maka sistem pengereman menjadi tidak berfungsi dan bisa dipastikan laju kendaraan akan juga tidak bisa dikendalikan,” jelasnya.

Selain itu, Aan juga menambahkan bahwa kapasitas muatan harus menjadi perhatian pengemudi.

“Jangan sampai demi mengejar keuntungan maka kita memenuhi kendaraan kita dengan muatan yang berat dan melebihi kapasitas. Kalau jalannya datar tidak apa-apa tetapi jika jalannya naik maka akan menimbulkan masalah.” Tutupnya. (red).

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Untuk mengantisipasi dan menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Ponorogo, Unit Satlantas Polres Ponorogo, memasang puluhan banner himbauan di sepanjang Jalan rawan kecelakaan pada Rabu, (28/06).

Pemasangan baner himbauan tersebut dilakukan di jalur-jalur rawan akan terjadinya kecelakaan lalu lintas, baik laka lantas kendaraan roda dua maupun laka roda empat.

Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo, melalui Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Ayip Rizal mengatakan pemasangan banner dan spanduk himbauan dilakukan untuk memberikan edukasi tertib berlalu lintas kepada masyarakat, sehingga bisa menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

”Pengendara kendaraan bermotor maupun roda empat agar lebih waspada saat berkendara di jalan menurun, menikung, berlubang, Rawan tanah Longsor dan kondisi jalan padat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mantan atlet Bola Volly Nasional ini menambahkan bahwa sebelum mengendarai kendaraan roda dua maupun roda empat yang harus diperhatikan adalah cek kondisi kendaraan, kelengkapan safety pengendara dan surat -Surat kendaraan

“Kami berharap dengan adanya pemasangan Banner Himbauan serta sosialisasi ini bisa menjadi peringatan kepada para pengguna jalan, agar lebih berhati-hati saat melintas ataupun berkendara.”pungkasnya. (red).

,

Kota Madiun, MADIUNRAYA.com

Dua petugas Lapas Pemuda Madiun mendapatkan penghargaan dari Kalapas Pemuda Madiun, Ardian Nova Christiawan.

Dua petugas itu bernama Eska Septrian M. dan Aziz Pratama S.

Mereka telah berhasil mengagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 666,08 gram pada Senin(13/6/2022) lalu.

Dalam sambutannya, Kalapas menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang dicapai dua petugas tersebut.

Bahkan, penggagalan ini layak dicatatkan dalam sejarah karena jumlah yang tidak sedikit.

“Belum ada di Lapas atau Rutan manapun. Ini pencapaian luar biasa. Rekan kita berhasil mengagalkan penyelundupan narkoba jenis Sabu, daun Ganja, ekstasi, dan Pil Koplo jenis double L yang nilainya fantastis,” ujarnya di Halaman Upacara Gedung 1 Lapas Pemuda Madiun, Rabu(29/6/2022) pagi.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil rapat melalui jajaran Pejabat, dengan harapan dapat menjadi pecut bagi petugas lain agar semangat meraih prestasi.

“Tentunya menjadi contoh untuk Bapak Ibu semua. Untuk berdiri di depan sini mendapatkan apresiasi dari Kantor,” kata Ardian.

Dalam kesempatan yang sama, Ardian Nova juga memberikan penghargaan kepada 3 Pegawai Teladan periode April hingga Juni 2022. Yakni kepada M. Agung Prabowo, Rias Ganjar Pratiwi dan Fathoni Eko P.

“Sekali lagi apresiasi dari kantor mungkin hanya secarik kertas. Tapi bahwasannya ini menjadi bukti bahwa Bapak Ibu sekalian memiliki kinerja yang diakui oleh kantor ini diakui oleh temen-temen di sini,” tutup Kalapas. (Red).

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Keluarga Besar Pedalangan di Kabupaten Ponorogo berduka. Salah satu Dalang Kondang asal Ponorogo yaitu Ki Agus Prayitno dikabarkan meninggal dunia, Selasa Malam (28/06/2022).

Hal itu disampaikan oleh Sunarso, salah satu pegiat budaya yang tergabung dalam Keluarga Ageng Pakasa Gebang Tinatar.

Melalui unggahan foto dan captionnya, Sunarso mengungkapkan bela sungkawa nya.

“Keluarga Ageng Pakasa Gebang Tinatar ikut berbela sungkawa atas meninggalnya Ki Agus Prayitno. Rumah duka di Desa Duri Kecamatan Slahung Ponorogo,” ucapnya.

Lebih lanjut Sunarso mendo’akan supaya Almarhum Ki Agus Prayitno meninggal Husnul Khatimah.

“Semoga Almarhum dimaafkan segala kesalahan, diterima amal perbuatannya, dan mendapatkan Surga Alloh SWT serta mendapatkan tempat terbaik dalam Surga Keabadian,” lanjutnya dalam bahasa Jawa.

Selain itu, Sunarso juga mendo’akan agar keluarga yang ditinggalkan bisa Ikhlas dan diberikan Kesabaran.

Beragam respon dan ucapan dari para Netizen atas berpulangnya salah satu Dalang di Ponorogo itu.

Seperti Pribadi Setyawan Puguh yang juga mendo’akan sang Dalang agar mendapatkan Surga Alloh SWT yang abadi.

Dikabarkan, Ki Agus Prayitno meninggal dunia setelah di rawat di Rumah Sakit pada Selasa Malam (28/06/2022) setelah mengalami kecelakaan di daerah Bancar Bungkal Kabupaten Ponorogo.

Menurut saksi yang tidak mau disebutkan namanya, kecelakaan yang menimpa Ki Agus Prayitno terjadi setelah korban menghindari jalan yang berlubang dan bertabrakan dengan L-300 di Desa Bancar Kecamatan Bungkal Ponorogo.

Sugeng Tindak Ki Dalang, semoga karyamu baikmu selama di Dunia dapat terwarisi kepada generasi penerus sehingga Wayang Kulit sebagai budaya bangsa tetap lestari. Amiin….. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Kota Madiun, MADIUNRAYA.com

Anak yang akan menjadi penerus pembangunan harus mendapatkan perhatian yang maksimal sehingga proses regenerasi bisa berjalan dengan baik karena telah tumbuh sosok yang cerdas dan sehat.

Untuk itu, kesehatan dan pendidikan bagi anak merupakan hal yang harus diperhatikan.

Wali Kota Madiun Maidi memberikan wejangan kepada para Ibu saat menggelar pertemuan dengan RT/RW, kader PKK, Organisasi Wanita, Dasa Wisma, dan kader posyandu di Kelurahan Manisrejo, Selasa (28/6).

“Anak ini investasi masa depan, maka saya titip ke ibu-ibu agar mendukung perkembangan anak agar menjadi generasi penerus yang unggul,” ujarnya.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Madiun adalah dengan mencegah terjadinya pernikahan dini. Terutama, bagi warga kurang mampu. Sebab, hal ini akan berpotensi menyebabkan kemiskinan yang berkepanjangan. Untuk itu, program keluarga berencana wajib dijalankan.

Tak hanya itu, penanganan Stunting juga dilakukan agar tidak menghambat tumbuh kembang anak. Pada 2021, terdapat 12,4 persen kasus Stunting di Kota Pendekar. Pemerintah terus berupaya agar angka kasus ini dapat semakin ditekan.

Pada kesempatan itu wali kota berpesan kepada orang tua untuk mengawasi buah hatinya dari pengaruh buruk lingkungan. Serta, memberikan pendidikan karakter dan moral yang kuat sejak dini.

“Kota kita ini kecil, tidak punya sumber daya alam yang bisa dijadikan PAD dan daya tarik wisata, maka SDM-nya harus unggul untuk bisa membawa perubahan dan mensejahterakan warga,” jelasnya.

Wali kota pun berharap, masyarakat bisa mengikuti dan mendukung program pemerintah. Terutama, dalam upaya meningkatkan kualitas hidup. Serta, memacu SDM menjadi lebih unggul dengan sejumlah pola pendidikan yang telah ditetapkan.

“Kalau kota kita maju, semua warganya yang akan merasakan sampai ke anak cucu kita.” Tutup Wali Kota Maidi. (red)

,

Kota Madiun, MADIUNRAYA.com

Salah satu event yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-104 Kota Madiun, Madiun Lawu Challenge (MLC) menarik perhatian Azrul Ananda.

Dia ke Kota Madiun untuk bertemu Wali Kota Maidi.

Putra Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan itu memang penggemar berat olahraga bersepeda. Dia dipastikan turut dalam MLC yang akan digelar 15-17 Juli mendatang.

Wali Kota Maidi mengapresiasi kedatangan Azrul Ananda di Kota Pendekar itu.

“Mas Azrul Ananda membuat konten terkait Kota Madiun dan juga event bersepeda MLC. Kita tahu, beliaunya memang suka bersepeda dan beberapa kali sukses menggelar event bersepeda skala besar,’’ kata Wali Kota Madiun, Maidi, Selasa (28/6).

Azrul Ananda tidak sekedar datang dan bertemu wali kota. Namun, juga membuat konten khusus untuk gelaran MLC tersebut.

“Konten juga sebagai sarana promosi. Mas Azrul Ananda ingin mengetahui secara langsung dari Wali Kota Maidi tentang Kota Madiun secara umum hingga yang melatarbelakangi hadirnya event MLC tersebut,” lanjut Wali Kota Maidi.

Selain itu, juga hadir Ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Madiun, Faizal Rachman. Tak heran, pembahasan terkait MLC semakin gayeng dan lengkap.

“Tentu saja terima kasih sekali, sudah ikut meramaikan Kota Madiun dalam rangkaian Hari Jadi. Semua event memang kita optimalkan. Tak terkecuali event bersepeda nanti.”Tutup Wali Kota Maidi.

Sementara itu, Azrul Ananda mengaku senang dengan kepedulian ISSI dan juga Pemerintah Kota Madiun melalui Wali Kota Maidi yang sudah turut mempromosikan olahraga bersepeda secara serius.

Azrul Ananda menyebut Wali Kota Maidi cukup total dalam mendukung berkembangnya olahraga bersepeda di Kota Madiun.

“Sebagai penggemar sepeda yang cukup lama dan orang yang punya mimpi budaya sepeda di Indonesia bisa semakin maju, tentu sangat senang sekali ada pihak seperti Pemerintah Kota Madiun yang mempromosikan sepeda secara serius,” ucapnya.

Apalagi, lanjutnya, MLC ini menyentuh segala elemen. Mulai pemula, penghobi, dan juga urusan pembinaan atlet. Bagi pemula, tersaji event fun bike dengan rute keliling Kota Madiun. Untuk penghobi disajikan rute yang lebih menantang dengan finish di Cemoro Sewu. Sedang, urusan pembinaan disajikan kriterium di Stadion Wilis.

“Banyak daerah yang ingin menggelar seperti ini, tetapi elementnya kurang mendukung. Kota Madiun ini lengkap. Pemerintahnya mendukung, masyarakatnya suka bersepeda, dan juga alamnya. Di sini ada Gunung Wilis dan Lawu yang tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi para penghobi sepeda.” tutupnya. (red)

Kethek Ogleng asal Pacitan mendapatkan Hak Cipta dari Kemenkumham RI

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Diduga sapinya mati, warga yang tidak dikenal membuang bangkainya ke Sungai Pletuk di Lingkungan Winong Dukuh Kranggan Desa Jurug Kecamatan Sooko Ponorogo.

Atas laporan warga, pihak kepolisian setempat melakukan pemeriksaan.

“Pada hari ini Senin tanggal 27 Juni 2022, Pukul 18.30 sampai dengan 20.30 WIB, Anggota Polsek Sooko bersama dengan anggota Koramil Sooko telah melaksanakan pengecekan terhadap bangkai yang di duga bangkai Sapi mati yang di buang ke sungai oleh masyarakat, ” ucap Iptu HM Anwar Fathoni, Kapolsek Sooko, Selasa (28/06/2022).

Lebih lanjut Iptu Anwar Fathoni menyebutkan lokasi pengecekan di Sungai turut aliran Sungai Pletuk di lingkungan Winong Dukuh Kranggan Desa Jurug Kecamatan Sooko Ponorogo.

“Dalam giat pengecekan tersebut dapat diketahui bahwa lokasi tersangkutnya bangkai berada di bawah  pokok bambu dan posisi di atas aliran sungai yang menandakan bahwa bangkai tersebut hanyut saat aliran sungai deras atau saat hujan deras beberapa hari yang lalu karena saat ini aliran sungai mengecil sehingga terlihat bahwa bangkai berada di atas aliran sungai,” lanjutnya.

Berdasarkan hasil pengecekan di TKP bahwa bangkai Sapi tersangkut di rumpun bambu dipinggiran aliran sungai Pletuk dalam kondisi sudah hancur tinggal tersisa pantat atau bokongnya dan  dua kaki belakang saja  kondisi sudah dalam keadaan membusuk dimakan belatung  sehingga tercium aroma  bau busuk yang sangat menyengat.

“Diperkirakan dibuang sekitar 5 hari yang lalu ketika itu wilayah Sooko diguyur hujan yang sangat deras sementara dapat di simpulkan bahwa bangkai yang di duga ternak sapi perah tersebut di buang oleh seseorang di aliran sungai Pletuk dan tempat lokasi tersangkutnya bangkai tersebut tepatnya  adalah merupakan hilir sungai dari wilayah berbatasan dengan wilayah Kecamatan Sooko dan Kecamatan Pudak.”Tutup Kapolsek Sooko. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Pacitan, MADIUNRAYA.com

Untuk mempercepat pembangunan yang merata, Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayu Aji berharap sentuhan dari berbagai pihak.

“Salah satunya peran universitas melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa,” ucap Mas Aji, panggilan akrabnya pada Senin (27/06/2022).

Pernyataan itu disampaikan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji saat menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah lembaga perguruan tinggi serta Perangkat Daerah dalam rangka Pemetaan Pelaksanaaan Program KKN di Kabupaten Pacitan.

Kehadiran mahasiswa KKN di Pacitan menurutnya sangat membantu dalam turut serta mengembangkan potensi Pacitan. Bahkan orang nomor satu di Pacitan itu menginginkan setiap universitas yang melaksanakan program KKN di Pacitan memiliki satu wilayah binaan yang berkelanjutan. Sehingga, apa yang sudah menjadi perencanaan bisa tergarap maksimal.

“Mari bareng-bareng dan jangan canggung untuk komunikasi dengan kami, Insya Allah kami sekarang lebih terbuka kami lebih siap dengan masukan-masukan,” katanya.

Pemerintah daerah kata Bupati sangat membuka diri bagi perguruan tinggi yang akan menempatkan mahasiswanya untuk program pengabdian masyarakat. Mas Aji mengajak semuanya saja termasuk peran akademisi untuk bersama-sama membangun Pacitan yang lebih baik.

“Tidak hanya di KKN, di berbagai hal kami juga menyampaikan, Pacitan jadikan Laboratorium panjenengan untuk tempat survei dan sebagainya,” katanya kembali.

Rencana KKN mahasiswa di Kabupaten Pacitan terdiri dari 9 tema antara lain pendidikan, desa digital, pengembangan UMKM, pertanian dan peternakan, desa wisata, tanggap bencana, industri, infrastruktur dan kesehatan. Sebaran lokasi KKN sendiri hampir merata di wilayah Kabupaten Pacitan. (red)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.