Madiun Raya

,

Kota Madiun, MADIUNRAYA.com
Akibat terlindas Kereta Api Singasari jurusan Jakarta – Blitar, seorang Nenek bernama Siswati (63), warga jalan Sri Agung, RT 008 RW 002, Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun ditemukan meninggal dunia.

Menurut Kapolsek Kartoharjo, Kompol Lilik Sulastri, pihaknya segera mendatangi TKP setelah ada laporan tersebut.

“Seorang warga jalan Sri Agung, Kelurahan Kelun Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, meninggal dunia setelah tertabrak KA Singasari jurusan Pasar Senen – Blitar di Km 162 + 2/3 jalur antara Stasiun Besar Madiun – Babadan, Kelurahan Rejomulyo, Kota Madiun,” ucapnya, Rabu (05/11).

Lebih lanjut, kecelakaan orang tertemper KA diketahui dari laporan masinis KA Singasari.

“Sekitar pukul 04.45 WIB Kereta Api berhenti di Stasiun Babadan Madiun guna pengecekan rangkaian dan laporan. Setelah itu Petugas Polsuska dan anggota Polsek Kartoharjo mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), Rabu (5/10/2022) sekitar pukul 07.00 WIB,”terang Kapolsek.

Di TKP, lanjut Kapolsek, petugas menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tengkurap ditengah rel KA.

“ Saat dilokasi, tidak ditemukan identitas korban. Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke RSUP Soedono,” kata Kompol Lilik Sulastri.

Dari TKP, kata Kompol Lilik, petugas menemukan 1 unit sepeda pancal warna merah, 1 pasang sendal warna hijau, 1 buah daster (pakaian korban) dan 1 buah sarung.

“Selanjutnya barang bukti amankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” terang Kapolsek.
Lilik juga menyampaikan, setelah di RSUP Soedono, indentitas korban diketahui setelah pihak keluarga datang untuk memastikan korban. Dari keluarga korban di ketahui bernama Siswati (63) warga jalan Sri Agung, Kelurahan Kelun Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

“Dalam peristiwa ini, pihak keluarga menyatakan tidak ingin membuat laporan polisi. Sehingga kejadian ini tidak di proses hukum lebih lanjut, keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.” Tutup Kapolsek Kartoharjo. (red)

,

Malang, MADIUNRAYA.com
Masih membayangkan bagaimana mereka, menikmati senja terakhir kali dari tribun Kanjuruhan – Kepanjen, Malang.


In Memoriam :

  1. Muchamad Arifin,
  2. Muh Hashi Al Wafi,
  3. Roni Setiawan,
  4. Nia Anggaeni,
  5. Devito Andreas,
  6. Viky Rohibala,
  7. Ariska Fista Leona,
  8. Rudi Heriyanto,
  9. Ruli James Dewarjo,
  10. Iwan Junaedi,
  11. Faiqotul Hikmah,
  12. Fillah Aziz Firmansyah,
  13. Elisabeth Agustin,
  14. Mohammad Rizki Darmawan,
  15. Gilang Surya Ramadani,
  16. Anik Hariani,
  17. Halkin Al Mizan,
  18. Hadi Kurniawan,
  19. Hutri Adi Hermanto,
  20. Ahmad Wahyudi,
  21. M Adit ,
  22. Jefri Iklastul Aman,
  23. Ahmad Dani Safarudin,
  24. Moh Tegar Ardian,
  25. Arnold ,
  26. Moch Abid Husni,
  27. Muhammad Noval,
  28. Eko Viki Sulitiyono,
  29. Hadiyatus Tsaniyah,
  30. Alfinia Maharani Putri,
  31. Wahyudi ,
  32. Moh Bintang Pratama,
  33. Gaby Asta Putri,
  34. Tasya ,
  35. Eva Nur Rosyidah,
  36. Lala ,
  37. Hendrik Gunawan.
  38. Radina Astid Yufitasari,
  39. Muhammad hafizh Apriliyanto,
  40. Audi Nesta Alfriyari,
  41. Shifwa Dinar,
  42. Bragi Kusuma,
  43. Agus Riansyah Pratama putra,
  44. Gabriel, Faiz Al Fikri,
  45. Ratna Indriyani,
  46. Firman Nur Abidin,
  47. M Rizal Ilhamin,
  48. Geby Setyawardani,
  49. Moh Irsyad Al Juned,
  50. Citra Ayu A,
  51. Salsa Yonas Octavia,
  52. Revano Prasetyo,
  53. Fajar Yoyok,
  54. Wildan Ramadani,
  55. Abian Hasyi Rifki,
  56. Andika Bayu P,
  57. Munifa Latiful Iksan,
  58. Muhammad Ubaidillah,
  59. Yuniar,
  60. Dafa Yunanto,
  61. Putri Lestari,
  62. Andik Purwanto,
  63. Syahrullah,
  64. Indhi Rahma P,
  65. Muh Virdi Prayoga,
  66. Klarista Disca Saputri,
  67. Herlangga Aditama,
  68. Lutvia Damayanti,
  69. M Ali Muhtar,
  70. Nafisatul Mukhoyaroh,
  71. El Vidually,
  72. Sandi Sanjaya,
  73. Mustofa.
  74. Aditya Dimas Pratama,
  75. Riyan, Haikal,
  76. M Nailul Author.
  77. M Rian Fauzy,
  78. Kaka Widad,
  79. Hadinata, Angger A P,
  80. Linda Setya,
  81. Lamhadi Irawan,
  82. Wahyu Nur Utomo,
  83. Achmad Nur Cahyo,
  84. Achmad Husen R,
  85. Riyo Edit Setyawan,
  86. M Ari Maulana,
  87. Pratiwi,
  88. Rudi Hariyanto,
  89. Septian Ragil Syahputra,
  90. Akhmad Khoirul Huda,
  91. Kusnaeni,
  92. Hindun Diana,
  93. Muhammad Nizamudin,
  94. Yanuar Dwi B,
  95. Moh Hendra, Faiz Al Fikri,
  96. Moh Akbar,
  97. M Rifky Aditya,
  98. Handika Rizky Triono,
  99. Ria Amalia Putri,
  100. Abdan Ageng F,
  101. Farel Atyanabi,
  102. Muhammad Kindi Arrumi Purnama,
  103. Devi Ratnasari,
  104. Muchammad Yuliyanto,
  105. Najwa,
  106. Angga Prasdiyansyah,
  107. Muh Febriansyah Noval Budiono,
  108. Herlangga Aditama,
  109. Muh Mungizul Hidayatullah,
  110. Mayang Agustin,
  111. Maulida, Eka Putri,
  112. Rizky Dwi,
  113. Rizky Wahyudi,
  114. Fajar Khoirun A,
  115. Ibnu Muhammad Rafi,
  116. Yulio Dini Prastiawan,
  117. Dava,
  118. Hildan Adista,
  119. Bahrul Ulum,
    120—- dst
,

Grobogan, MADIUNRAYA.com
Sosok Pria Musafir yang viral disebut Joko Kendil menyimpan misteri.

Ditengah modernitas dia menjalani laku tirakat dengan berjalan mengelilingi Pulau Jawa dengan pakaian seperti pendekar di film-film masa lalu.

Dia mengaku amalan yang dilakukannya merupakan perintah Kyai Hadi Guntur dari Demak.

Untuk itu sejak usia 19 tahun hingga kini dia terus melakukan laku musafir tanpa beralaskan kaki.

Untuk keperluan sehari-hari dia sering mendapatkan uang dari warga yang ditemui.

“Untuk mandi dia di Masjid,” ucap seorang Netizen.

Dia juga sering memberikan nasehat agar selalu menunaikan ibadah Sholat.

Yang membuat viral, dia mengaku ditemani seekor Macan Putih ghoib dalam lakunya itu.

“Joko Kendil mengaku naik Macan Putih sehingga tidak merasa lelah saat menjalani Laku Musafir,” ucap Netizen bernama Ibnu Abbas.

Seorang pria yang mengaku ayahnya, bernama Slamet, menjelaskan bahwa yang bersangkutan bernama asli Kusnan, berasal Dusun Ngramut Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.

“Nama aslinya Kusnan. Sejak usia 19 tahun di menjadi Musafir. Dia ketempelan Macan Putih dan sudah setahun tidak pulang,” ucap Slamet. (red)

,

Kota Madiun, MADIUNRAYA.com
Ribuan suporter sepak bola yang berasal dari Aremania, Bonek Mania dan Madiun Putra FC bersama aparat TNI dan Polri menggelar doa bersama di Stadion Wilis Kota Madiun Jawa Timur, pada Selasa (4/10) malam untuk korban tragedi stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10).

Sekitar 2000 suporter yang ada di Madiun Raya tersebut bersama-sama melantunkan doa dengan diiringi cahaya lautan lilin yang menyala dan isak tangis dari para suporter.

Setelah doa bersama juga dinyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Lagu Sampai Jumpa ciptaan Endang Sukamti serta lagu suporter Aremania dan prosesi tabur bunga.

Kapolres Madiun Kota AKBP Suryono usai acara doa menjelaskan bahwa pihaknya bersama rekan-rekan supporter Madiun Raya baik dari Aremania, Bonek serta Madiun Putra berkumpul bersama dalam rangka menyampaikan berduka cita bersama.

“Duka yang mendalam untuk korban tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. Kami mendoakan saudara saudara kita yang telah dipanggil Allah Subhanahu Wata’ala, semoga diterima sesuai amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan dapat menerima cobaan ini dengan tabah dan sabar,” ucap Kapolres.

Harapannya, kata Kapolres, seluruh komponen bangsa ini mendukung apa yang dilakukan pemerintah untuk menyelesaikan tragedi tersebut.

“Untuk suporter yang ada di Madiun baik, ramah tidak pernah ada cekcok, tidak pernah ada benturan ini perlu dipertahankan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi getok tular kepada seluruh suporter, karena apapun yang ada dilapangan bola itu adalah permainan tentunya ada yang menang ada yang kalah ada yang drow itu hal yang wajar, sehingga menjadi suporter harus dewasa mendukung sportivitas, sehingga prestasi persepakbolaan di Indonesia semakin baik, “tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Septian Adi Cahyono perwakilan suporter menyampaikan bahwa pihaknya sebagai suporter sepakbola se – Indonesia tidak ada nyawa yang sebanding dengan sepakbola.

“Mulai hari ini adalah rivalitas yang terakhir. Selanjutnya biarkan para pelatih dan pemain yang berjuang dan kita dukung apapun hasilnya, kedepannya tidak ada lagi tradisi yang memakan korban jiwa,” ucapnya.
Septian juga mengajak semua pihak mendukung Kapolri untuk mengusut tuntas kasus ini.

“Mungkin ada unsur tidak kesengajaan atau bagaimana, tapi kita percaya kepada Kapolri, Kapolres, TNI memegang teguh Sila ke-5 Pancasila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,”lanjutnya.

Bagi yang salah, tegas Septian, harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Usut tuntas dan yang bersalah harus dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.” Pungkasnya.

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Bupati Ponorogo, Kang Giri mengajak PT Garuda Food untuk bermitra dengan petani Kacang Tanah yang ada di Kabupaten Ponorogo.

Hal tersebut disampaikan orang nomor satu di Pemkab Ponorogo itu usai panen kacang tanah di Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Senin (3/10/2022).

“Kami ingin memastikan hasil panen kacang tanah petani Ponorogo terserap oleh pasar dengan harga menguntungkan. Untuk itu saya mengajak kemitraan dengan PT Garuda Food,” ucap Kang Giri dengan semangat.

Perusahaan produsen makanan ringan kacang tanah ini diproyeksikan menjadi pembeli produksi petani Ponorogo.

“Saat panen ini, kami mengundang Garuda Food untuk menjadi off taker yang nanti akan membeli kacang tanah petani Ponorogo. Kebutuhan mereka berapa, nanti kita kontrak payung,” ujar Kang Bupati Sugiri Sancoko.

Tidak hanya pada tahapan pasca produksi, pada tahapan produksi Kang Bupati ingin petani Ponorogo tangguh, salah satunya tidak lagi kesulitan mendapatkan pupuk. Maka dijajakinya kerjasama dengan beberapa pabrik pupuk.

“Beberapa Pabrik Pupuk juga kita ajak bekerja sama sehingga petani tidak lagi kesulitan soal pupuk,” lanjutnya.

Dua hal lagi yang akan diupayakan oleh Pemkab Ponorogo adalah kebutuhan modal petani dan perlindungan bagi petani ketika mengalami gagal panen.

“Kedepan, kita harus membuat kontrak plus-plus. Di dalamnya ada petani, penyedia modal misal KUR, pihak asuransi, pabrik pupuk, dan off taker,” ungkap Kang Bupati.

Sementara menurut salah satu warga, Sumihar Panjaitan, dirinya mengapresiasi program Bupati Ponorogo.

“Saya melihat semua lini berjalan di Pemerintahan beliau. Seni dan Pariwisata berkembang, tata kota berjalan, pertanian, pendidikan, kesehatan dan ini infrastruktur sudah mulai dikerjakan.” Ungkapnya. (red)

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com
Kepolisian Republik Indonesia membuka rekrutmen Bintara Pro Aktif tahun 2022.

Bagi generasi muda yang memiliki kategori Talent Scouting, Affirmativ Action dan memiliki Penghargaan bisa mendaftarkan dirinya menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia.

Adapun pendaftaran Bintara Pro Aktif itu dimulai pada 26 September dan terakhir pada 16 Oktober 2022.
Lama pendidikan untuk program itu adalah selama 5 bulan dan pangkat saat lulus adalah BRIPDA atau Brigadir Polisi Dua.

Untuk pendaftaran Bintara Pro Aktif tersebut bisa dilakukan di Panitia Daerah (PANDA) di Polda setempat.
Yang terpenting adalah masuk Polisi itu gratis, NO KKN dan NO CALO.

Ayoo yang memiliki kesempatan bisa segera mendaftar. (red)

Kethek Ogleng asal Pacitan mendapatkan Hak Cipta dari Kemenkumham RI

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com
Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kabupaten Ponorogo memutuskan untuk membuka kembali pendaftaran Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (PANWASCAM) di 16 Kecamatan yang ada di Kabupaten Ponorogo.

Ke 16 Kecamatan itu adalah Kecamatan Ngrayun, Sambit, Sawoo, Sooko, Pulung, Jetis, Siman, Balong, Kauman, Badegan, Sukorejo, Babadan, Jenangan, Ngebel, Jambon dan Pudak.

Menurut Ketua Bawaslu Ponorogo, Moch Syaifullah S.Ag, pihaknya kembali membuka pendaftaran Panwascam karena kurangnya keterwakilan perempuan di masing-masing Kecamatan.

“Setelah melakukan verifikasi administrasi terhadap seluruh pendaftar Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Pemilu tahun 2024, Bawaslu Kabupaten Ponorogo memutuskan memperpanjang pendaftaran Panwascam di 16 Kecamatan, “ucapnya, Selasa (04/10/2022).

Lebih jauh Gus Choi, panggilan akrabnya menyatakan bahwa diperpanjangnya pendaftaran Panwascam pada 16 kecamatan tersebut karena belum terpenuhinya jumlah pendaftar perempuan minimal 30% dari total pendaftar di setiap Kecamatan.

“Bagi warga yang berusia 25 tahun dan memenuhi syarat, ayo segera daftar sebagai Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan pada Pemilu 2024,” tambahnya.

Hingga kini sebanyak 402 pendaftar yang meliputi 306 laki-laki dan 96 perempuan telah mendaftar sebagai Panwascam di Kabupaten Ponorogo.


“Sesuai Petunjuk Teknis pendaftaran, minimal setiap Kecamatan terdapat 6 pendaftar atau dua kali kebutuhan Panwascam (3 orang) dan terpenuhinya keterwakilan perempuan 30 persen atau 2 orang.” Tutupnya. (red)

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Tinggal di sebuah warung yang berada diarea persawahan Desa Pulung Merdiko tepatnya arah jalan Pulung – Mlarak terdapat seorang anak penyandang difabel belum bisa bicara dan belum bisa jalan yang hidup berdua bersama Ibunya.

Menurut Kapolsek Pulung, Kapolsek Iptu Hariadi, S.H. anak tersebut bernama Iqbal umur 5 tahun dan ibunya bernama Sulastri (40 tahun).

“Ibu Sulastri sudah hampir satu tahun berpisah dengan suaminya, keluarganya tidak harmonis dan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari, Sulastri harus berjuang sendiri dengan berjualan makanan dan minuman,” ucapnya, Senin (03/10/2022).

Mendengar informasi itu, Kapolsek Iptu Hariadi, S.H. langsung bersilaturahmi di warung milik Sulastri tersebut.

Raut wajah bahagia tersebut nampak dari anak bernama Iqbal (5 thn) dan orang tuanya Lastri (40 thn) setelah kedatangan polisi itu.

“Selain melakukan silaturahmi, kami juga memberikan bantuan sembako serta sejumlah uang santunan,” ucap Kapolsek.

Hal itu kata Iptu Hariadi merupakan wujud kepedulian Polri kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami bersilaturahmi di warungnya mbak Sulastri, sebelumnya kami mendapatkan informasi bahwa ada seorang anak difabel umur 5 tahun yang hidup berdua bersama ibunya di sebuah warung yang ada diarea persawahan,” jelas Kapolsek.

Dia mengungkapkan, perhatian kepada warga penyandang disabiltas memang patut  diberikan. 

“Selain memberikan bantuan kami juga berikan motivasi kepada Mbak Sulastri agar tetap semangat dan tetap tegar dalam mghadapi semua ujian hidup dan Semoga bantuan yang kami berikan bermanfaat bagi mereka,” ungkapnya

Demikian pula dalam pelayanan publik di Polsek dijelaskan Iptu Hariadi bahwa juga sudah disiapkan sebagai pelayanan ramah difabel. Seperti kursi roda dan penunjang lainnya.

Sementara itu, Sulastri mengaku senang atas kunjungan motivasi dan bantuan yang di berikan dari Kepolisian.

“Alhamdulillah… Terimakasih pak Kapolsek atas bantuannya kepada saya, semoga bapak kariernya tambah lancar,”ujar Sulastri saat menerima bantuan. (red).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.