Madiun Raya

PONOROGO, Madiunraya.com –  Sebagai salah satu bentuk kerjasama positif, Polres Ponorogo mengajak wartawan yang bertugas di Kabupaten Ponorogo untuk bisa  menggunakan senjata api.

Latihan menembak bagi wartawan tersebut diadakan di Lapangan Tembak Polsek Balong, Jum’at (24/11).

Menurut Kapolres Ponorogo, AKBP Suryo Sudarmadi, kegiatan tersebut sesuai dengan arahan dari Kapolda Jawa Timur.

“Kapolda mengarahkan kepada kita untuk merangkul netizen, wartawan, ormas untuk melakukan kegiatan yang positif, namun tidak melulu kegiatan resmi sehingga kita mengajak rekan-rekan media untuk belajar menembak diruang terbuka seperti saat ini,”ujar Kapolres Suryo.

Dia berharap, dengan kegiatan ini, media untuk mengetahui penggunaan senjata, sambung Kapolres.

“Melalui kesempatan ini saya juga menegaskan bahwa aparat kepolisian khusus nya Polres Ponorogo untuk tidak ragu ragu dalam mengamankan masyarakat, jika dirasa membahayakan bagi keselamatan masyarakat anggota silahkan tembak ditempat bagi pelaku kejahatan tanpa menunggu ijin dulu,”ungkapnya.

Lebih lanjut, Suryo menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus waspada terhadap pelaku kejahatan.

“Sesuai dengan realitas, angka kejahatan akan naik saat Romadhon, Idul Fitri dan tahun baru, karena tingkat kebutuhan akan meningkat, selain niat dari pelaku, peluang yang diberikan oleh korban kejahatan menjadi pemicu terjadinya tindak pidana, jadi selalu waspada dan amankan barang milik kita,”pungkasnya. (GiN/RAPP002)

MADIUN, Madiunraya.com – Apa makna Setia Hati bagi para pendekar? Para Srikandi SH Winongo ini berkenan menceritakan apa makna setia hati bagi para pendekar.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 9 ribu pesilat Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) dari berbagai daerah memadati kota Madiun Minggu (8/10/2017).

Baca juga: Atraksi Pendekar Sepuh SH Winongo Saat Suran Agung 2017

Mereka ingin merayakan suran agung menuju padepokan sesepuh Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo.

Selain dari Madiun, datang juga pesilat lain dari luar daerah seperti Ponorogo, Wonogiri, Pacitan, Ngawi bahkan Surabaya dan Malang.

Baca juga: Jurus Mematikan SH Winongo Pencak Tunggal Saat Suran Agung 2017

Seperti apa kata Setia Hati menurt srikandi SH Winongo? Simak dalam video tersebut. Eksklusif di Madiunraya.com.

MADIUN, Madiunraya.com – Sebanyak 9 ribu pesilat Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) dari berbagai daerah memadati kota Madiun Minggu (8/10/2017) lalu.

Mereka ingin merayakan suran agung menuju padepokan sesepuh Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo.

Selain dari Madiun, datang juga pesilat lain dari luar daerah seperti Ponorogo, Wonogiri, Pacitan, Ngawi bahkan Surabaya dan Malang.

Baca juga: Atraksi Pendekar Sepuh SH Winongo Saat Suran Agung 2017

Selain atraksi sabung dari pendekar sepuh SH Winongo, juga ada atraksi pencak tunggal yang ditampilkan pendekar SH Winongo. Seperti apa keseruannya? Simak dalam video tersebut. Eksklusif di Madiunraya.com.

MADIUN, Madiunraya.com – Sebanyak 9 ribu pesilat Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) dari berbagai daerah memadati kota Madiun Minggu (8/10/2017). Mereka ingin merayakan suran agung menuju padepokan sesepuh Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo.

Selain dari Madiun, datang juga pesilat lain dari luar daerah seperti Ponorogo, Wonogiri, Pacitan, Ngawi bahkan Surabaya dan Malang.

Baca juga: Jurus Mematikan SH Winongo Pencak Tunggal Saat Suran Agung 2017

Salah satu atraksi dalam suran agung tersebut adalah atraksi sabung dari pendekar sepuh SH Winongo. Seperti apa keseruannya? Simak dalam video tersebut. Eksklusif di Madiunraya.com.

 

PONOROGO, Madiunraya.com – Satu lagi talenta dari warga Ponorogo yang menasional, Diandra Edrania Mutiara Syifa, siswa kelas IV SDN 1 Mangkujayan lolos ajang pencarian bakat THE VOICE KIDS INDONESIA yang diadakan stasiun Global TV.

Diandra merupakan putri pertama pasangan Setyo Budi dan Mira Amalia, warga jalan MT Haryono kelurahan Mangkujayan Kec Kota Ponorogo.

Prestasi Diandra cukup membanggakan, karena untuk masuk acara tersebut harus mengikuti audisi yang di ikuti ribuan peserta. Diandra menjadi salah satu peserta dengan usia termuda.

Menurut Mira Amalia, Ibunda Diandra, putrinya tersebut mewarisi bakat sang nenek yang juga pemusik.

“Selain itu, keinginan kuat dari Diandra untuk ikut ajang ini, Alhamdulillah mampu menyingkirkan 10 ribuan peserta dari seluruh Indonesia,”ujarnya, Senin (30/10) di kediaman nya.

Sempat tegang saat Diandra menyanyi yang detik detik terakhirnya Diandra lolos setelah diambil coach Baby Romeo, sambungnya.

“Saat ini, Diandra masuk ke babak Battle, yaitu menyanyi bertiga, dan diambil satu orang yang lolos”,jelas Mira.

Untuk itu kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat Ponorogo untuk Dindra, karena membawa nama Ponorogo di tingkat nasional, mudah mudahan mampu juara di ajang ini, pungkasnya.

Tak kalah semangat, Setyo Budi, sang Ayah, meminta masyarakat Ponorogo dan sekitarnya nya untuk memberikan doa dan dukungan kepada putrinya tersebut. “Bagi yang ingin melihat penampilan Diandra dan memberikan support bisa di saksikan dalam acara THE VOICE KIDS INDONESIA setiap Kamis jam 18.00 WIB,”ujarnya.

“Penampilan Diandra dinilai beberapa pihak diantaranya oleh Kak Seto yang menyatakan suara Diandra benar benar mewakili suara anak anak,”katanya lagi.

Saat ini Diandra terus berlatih rutin untuk mempersiapkan penampilan terbaiknya. (GiN/MR01)

PONOROGO, Madiunraya.com – Ketua IPSI Ponorogo Rahmad Taufik menyampaikan pandangannya terkait SH Terate dan falsafah yang harus dipegang teguh oleh para pendekarnya, jika tidak ingin SH Terate hancur. Dia menyampaikan perlu kembali memahami ajaran SH Terate dengan dalam agar bisa memaknai peersaudaraan. Saat ini menurutnya banyak yang berebut kekuasaan, berebut pengaruh. Sehingga jika itu terjadi, tinggal ditunggu kehancurannya. Simak videonya.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.