Madiun – Portalnews Madiun Raya

Dari program Dana Desa tahun 2021 setelah dikurangi dari penggunaan Bantuan Langsung Tunai untuk penanganan Covid 19 diwilayahnya, Pemerintah Desa Sidodadi masih bisa mengalokasikan anggaran untuk membangun infrastruktur drainase lingkungan RT 06 Dusun Tohgaten.

Hal tersebut disampaikan oleh Wiyarno, Kepala Desa Sidodadi Kecamatan Mejayan kepada Portalnews Madiun Raya, Rabu (16/07).

Wiyarno, Kepala Desa Sidodadi Kecamatan Mejayan Madiun.

Menurut Wiyarno, Drainase yang dibangun sepanjang 158 meter menggunakan Dana Desa. “Alhamdulillah, setelah dialokasikan untuk BLT dan kebutuhan prioritas yang lain dalam masa Pandemi Covid 19 ini, kita bisa membangun Drainase atau saluran air di RT 04 Dusun Tohgaten sepanjang 158 meter dengan volume kedalaman 50 cm dan lebar 40 cm gorong-gorong setengah lingkaran dengan batako,”Ucap Wiyarno.

Lebih lanjut Wiyarno menyampaikan bahwa anggaran yang diserap dari Dana Desa untuk kegiatan pembangunan Drainase tersebut adalah 51 juta rupiah. “Total anggaran yang dipergunakan untuk pembangunan saluran tersebut adalah 51 juta rupiah dengan memperdayakan lingkungan sekitar secara padat karya,”Lanjut Wiyarno.

Sebelumnya, Kepala Desa Sidodadi menyatakan bahwa selalu ada genangan air saat hujan deras yang masuk kelingkungan warga. “Dengan pembangunan saluran air ini harapan kita bisa mengatasi persoalan dimana setiap hujan deras terjadi maka air banyak yang menggenang dirumah warga,” Terang Wiyarno.

Program pembangunan saluran air tersebut dijelaskan oleh Kades Sidodadi sudah masuk RPJMdes. “Rencana pembangunan ini ditunda selama setahun. Karena 2020 kemarin sudah tercover dari BLT dan BTT, dan ini melanjutkan ditahun 2021,” Ujarnya.

Pembangunan padat karya di Desa Sidodadi Kecamatan Mejayan.

Selain pembangunan saluran air tersebut, Pemerintah Desa Sidodadi juga melakukan pembangunan drainase 3 dusun. “Diantaranya di Dusun Taman, TohGaten dan 60 juta di Dusun Oro-oro Watu untuk pembangunan Jembatan. Untuk pembangunan jembatan sudah dilakukan di tahap pertama dan ini ditahap selanjutnya untuk proses pengerjaan,”Jelas Wiyarno.

Dari seluruh proses pembangunan yang dilakukannya, Kades Sidodadi berharap masyarakat Desa Sidodadi bisa terbantu dan memberikan manfaat. “Jadi walaupun ditengah Pandemi Covid 19, kita tetap bisa melakukan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Sidodadi.”Pungkas Wiyarno. (Yah/Gin)

Klumutan, Saradan – Portalnews Madiun Raya

Meskipun Pandemi Covid 19 masih berlangsung, masyarakat Desa Klumutan Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun tetap menggelar kegiatan Bersih Desa pada Jum’at (28/05/2021).

Dengan menerapkan Protokol Kesehatan, masyarakat yang dipimpin oleh Agus Proklamanto, SE itu berduyun-duyun mendatangi makam para leluhur dengan membawa Ayam Panggang, Bunga dan berbagai jajanan yang dipergunakan untuk prosesi ritual yang dipimpin oleh modin setempat.

“Kita sudah berdiskusi banyak dengan Satgas Covid 19 Kecamatan Saradan, dengan Camat, Kapolsek dan Danramil. Walaupun masih pandemi kita tetap melaksanakan kegiatan Bersih Desa dengan mengedepankan Protokol Kesehatan diantaranya mengurangi waktu kegiatan, wajib bermasker, menjaga jarak, menyediakan tempat cuci tangan,”Jelas Agus Proklamanto dengan penuh semangat.

Kepala Desa Klumutan, Agus Proklamanto, SE
Kepala Desa Klumutan, Agus Proklamanto, SE

Menurut Agus, warga didesanya tidak bisa meninggalkan adat dan tradisi yang sudah berlangsung turun temurun itu. “Jadi, kalau didesa kami, Desa Klumutan Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun, momen berkumpulnya masyarakat itu setahun ada dua, yaitu Lebaran dan saat Bersih Desa terutama kegiatan Nyadranan atau berdo’a bersama di makam leluhur,” Tambah Agus.

Jika tidak melaksanakan Tradisi Nyadranan atau Bersih Desa, ada mitos akan ada balak atau musibah yang akan menimpa masyarakat kami. “Pernah dulu, saat saya masih kecil, Kepala Desa Klumutan meninggal dunia setelah tidak melaksanakan kegiatan Bersih Desa, selain itu banyak hama tikus yang menyerang tanaman padi di sawah, bagi yang merantau, karirnya akan meredup dan mengalami masalah,”Ungkap Agus Proklamanto.

Masyarakat Desa Klumutan dengan penuh antusias melakukan kegiatan Nyadranan sebagai salah satu rangkaian kegiatan Bersih Desa.

Untuk itu, tanpa disuruh dan dengan kesadaran masing-masing, Agus Proklamanto menyebutkan bahwa masyarakat didesanya selalu was-was jika Bersih Desa tidak segera dilakukan. “Hal itu untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan terjadi di Desa Klumutan. Maka, walaupun masa PPKM Mikro untuk mencegah dan menghindari balak maka kita segera menentukan hari dalam melaksanakan kegiatan Bersih Desa dan seperti biasa kita lihat antusiasme masyarakat sangat terlihat, bahkan saking semangatnya, saat lebaran dan bersih desa ini, dulu kami selalu membeli pakaian yang baru,”urai Kepala Desa Klumutan itu.

Saat pandemi ini, Agus berharap dengan kegiatan yang dilakukan, Pandemi segera berhenti. “Kami berharap agar Desa Klumutan selalu terjaga dari Balak dan Musibah dan pandemi yang masih berlangsung segera berhenti.”Pungkas Kepala Desa Klumutan. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Saradan, Kabupaten Madiun – Portalnews Madiun Raya

Ditengah Pandemi Covid 19, Masyarakat Desa Klumutan Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun menggelar kegiatan Bersih Desa, Jum’at Wage (28/05/2021).

Menurut Kepala Desa Klumutan, Agus Proklamanto, SE, rangkaian bersih desa yang dilakukan diantaranya Nyadranan, Hiburan dan Kegiatan Olah Raga.

“Untuk tradisi Nyadranan sudah dilakukan secara turun temurun dari Mbah mbah dan yang juga babat Desa Klumutan sejak dulu kala,” Ungkap Agus kepada Portalnews Madiun Raya.

Kegiatan Nyadaranan dilakukan dengan berdo’a bersama di kuburan desa dengan membawa ayam panggang dan diisi dengan berdo’a bersama dan tabur bunga. “Nyadranan ini diawali dengan musyawarah masyarakat desa dengan lembaga desa yaitu untuk menentukan hari yang tepat untuk nyadran. Nyadranan dilakukan pada hari Ringkel Desa Klumutan, jika Ringkel Wuku maka harinya harus Jum’at, kemudian setelah itu pembentukan panitia, Nyadranan merupakan adat dan tradisi turun temurun untuk menghindari pageblug. Masyarakat was-was jika belum ada rencana bersih desa  dengan sadar mempersiapkan ayam panggang,ketan untuk jadah, pisang untuk bersih desa,”Urai Agus Proklamanto.

Agus Proklamanto, SE, Kepala Desa Klumutan saat memimpin kegiatan Bersih Desa

Sebelum  Pandemi Covid 19, kegiatan bersih desa dilakukan dengan swadaya dari masyarakat yaitu mengumpulkan anggaran, hiburan siang dan malam wayang kulit dan gambyong serta pengajian umum.” Namun karena pandemi, kegiatan hiburan ditanggung oleh anggaran Desa Klumutan, namun untuk Nyadranan, masyarakat dengan sukarela menyiapkan keperluannya sendiri,”Lanjut Agus.

Kepala Desa Klumutan itu juga menyampaikan bahwa mitos dan pengalaman bagi warga desa Klumutan jika tidak melaksanakan bersih desa akan ada sesuatu yang tidak diinginkan. “Pernah dulu Kepala Desa dengan sengaja ataupun tidak sengaja meninggalkan bersih desa yang bersangkutan meninggal dunia. Selain itu timbul pageblug dengan adanya hama tikus yang menyerang tanaman di sawah, ini yang dihindari sehingga tradisi Bersih Desa terus dilakukan hingga saat ini,”ujar Agus Proklamanto.

Untuk kegiatan hiburan yaitu Gambyong di makam Mbah Branti dan Wayang Kulit di Pendopo Rumah Kades digelar pentas wayang kulit namun karena kondisi pandemi maka dikurangi waktunya. “Walaupun PPKM Mikro karena Pandemi Covid 19, karena sudah adat maka Bersih Desa tetap dilaksnakan dengan Protokol Kesehatan dengan disiplin seperti wajib bermasker, menjaga jarak dan menyiapkan tempat cuci tanga,”kata Agus Proklamanto.

Harapan kita, dengan Bersih Desa yang dilakukan akan segera menghentikan Pandemi Covid 19 yang masih berlangsung. “Hidup kita kembali normal, panen kita melimpah ruah, karier kerja kita bisa lancar dan dijauhkan dari bala dan musibah.”Pungkas Agus Proklamanto. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Dolopo – Kabupaten Madiun – Portalnews Madiun Raya

Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun kini bersiap menjadi produsen Pupuk Organik bahkan Bio Gas.

Hal itu disampaikan oleh Mashuri, BA, Kepala Desa Ketawang kepada Awak Media di lokasi Peternakan Sapi milik Kelompok Tani “Tani Jaya”.

“Di desa kami ada kelompok Tani yang bernama “Tani Jaya” yang beranggotakan 20 orang. Awalnya membuat proposal ke Kementerian Pertanian berupa 20 ekor sapi indukkan, Alhamdulillah atas bantuan dari Anggota DPR RI H Muhtarom proposal kami di setujui dan diberikan 20 ekor sapi tersebut untuk Kelompok Tani Jaya yang sudah berlangsung 6 bulan,” Ujar Mashuri, Kamis (29/04/2021).

20 ekor sapi bantuan dari Kementerian Pertanian untuk Kelompok Tani “Tani Jaya” Desa Ketawang Kecamatan Dolopo, kini sudah 9 yang di kawin suntik.

Setelah berjalan 6 bulan terakhir, lanjut Mashuri, dari 20 ekor sapi sudah 9 yang di kawin suntik. “Harapan kami, 20 ekor sapi ini beranak pinak dan terus berkembang,” Lanjut Kepala Desa Ketawang.

Selain berkembang dengan baik, Mashuri BA juga menyampaikan bahwa kotoran sapi yang terus dikumpulkan setiap hari akan dimanfaatkan untuk pembuatan Pupuk Organik dan Bio Gas. “Harapan kami adalah mampu membuat pupuk organik dan pembuatan bio gas. Alhamdulillah, 2 minggu yang lalu sudah disurvey dari Kementrian Lingkungan Hidup untuk pengadaan alat pengolahan limbah dari kotoran sapi, semoga ini cepat terealisasi,” Terang Mashuri BA.

Sapi Penggemukkan milik Kelompok Tani “Tani Jaya” siap dilepas pada bulan kurban mendatang.

Dengan dibuatnya Pupuk Organik, Kades Ketawang berharap bisa mengurangi ketergantungan petani khususnya Desa Ketawang akan ketergantungan terhadap pupuk kimia apalagi saat ini pupuk kimia sangat mahal. “Pun dengan bio gas, mampu memberikan sumber energi dengan ramah lingkungan karena menggunakan Kotoran Sapi,”Jelas Mashuri BA.

Selain bantuan indukan dari Kementerian Pertanian, Kelompok Tani Jaya Desa Ketawang juga sudah memiliki Sapi Penggemukkan. “Untuk penggemukkan akan dilepas pada bulan besar untuk ibadah kurban kalau sudah memenuhi akan dijual ke jagal lokal dan nantinya akan dibelikan bibit yang baru dan akan terus kita kelola dengan baik.”Pungkas Mashuri, BA, Kepala Desa Ketawang. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Kabupaten Madiun – Portalnews Madiun Raya

Sengaja menggelar pesta perayaan malam Tahun Baru, AB, warga Mejayan Kabupaten Madiun di tangkap Polisi.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Madiun AKBP Bagoes Wibisono melalui Kapolsek Mejayan AKP Sigit Siswadi menggelar press release tentang kasus dugaan tindak pidana tentang pelanggaran kekarantinaan kesehatan, di Mapolsek Mejayan, Selasa (5/1/2021).

“Jadi, pada hari Jum’at, tanggal 1 Januari 2021 sekira 00.10 Wib, kami mendapatkan informasi dari masyarakat melalui telepon ke SPKT Polsek Mejayan yang mana di halaman parkir sepeda SDN Ngampel 1 turut Dusun Batu Desa Ngampel Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun sedang di adakan hiburan berupa karaoke yang dilakukan oleh warga sekitar,” Terang AKP Sigit Siswadi.

Mendengar informasi tersebut AKPSigit memerintahkan Kanit Reskrim beserta anggota melakukan penyelidikan di tempat.”Setelah sampai di lokasi benar di dapati beberapa warga sedang berkerumun mengadakan pesta dengan bernyanyi atau berkaraoke melalui layar proyektor yang di sambungkan dengan sound system, mengetahui hal tersebut selanjutnya personel Polsek Mejayan mengambil tindakan untuk menghentikan acara tersebut dan mengamankan barang bukti serta membawa ke Mapolsek Mejayan dan mengamankan beberapa orang yang sedang berkerumun dan bernyanyi guna proses penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Menurut keterangan tersangka, bahwa benar tersangka telah mempunyai niat dan merencanakan kegiatan malam tahun baru.

“Bahwa AB telah melanggar pasal 93 tentang UU RI nomor 6 tahun 2018, tentang kekarantinaan kesehatan, yang berbunyi: setiap orang yang tidak mematuhi kekarantinaan kesehatan, menghalang-halangi penyelenggaran kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya 1 (satu) tahun atau denda 100.000.000,- (seratus juta rupiah),” jelasnya.

Ditempat terpisah, saat dikonfirmasi oleh Tim Humas Polres Madiun, Kapolres Madiun AKBP Bagoes Wibisono mengajak masyarakat Kabupaten Madiun untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Langkah Polres Madiun dan Polsek jajaran dalam menindak tegas warga masyarakat yang melanggar protokol kesehatan Covid-19, merupakan komitmen Polri untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Madiun,” ucapnya.

“Mari bersama-sama kita patuhi protokol kesehatan Covid-19, dengan cara selalu memakasi masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak dengan orang lain,” pungkas AKBP Bagoes Wibisono. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Kabupaten Madiun – Portalnews Madiun Raya

Setelah memberikan keterangan tentang penambahan empat orang warga Kabupaten Madiun yang dinyatakan positif, Bupati Madiun, Ahmad Dawami, bergerak cepat kunjungi kantor Desa yang terdampak Covid-19, Selasa Malam (5/5).

Dalam kunjungannya, beliau menghimbau agar tim penanganan Covid-19 tingkat desa memantau keluarga yang terkonfirmasi positif beserta para tetangganya. Beliau juga menghimbau agar masjid atau mushola yang berada dekat rumah pasien untuk ditutup.

Sesuai Surat Edaran (SE) Bupati yang sudah beredar, masyarakat harus patuhi anjuran Pemerintah bahwa wabah Korona dapat berakhir dengan melakukan physical Distancing. “Sebenarnya masyarakat sudah paham dengan sosialisasi yang telah dilakukan, namun masih banyak yang bandel terutama anak-anak muda. Harusnya untuk sekarang dan selanjutnya, masyarakat terutama di wilayah terdampak harus lebih paham, orang tua juga harus lebih keras dalam mengingatkan putra putrinya yang sering nongkrong”, pungkasnya.

Bupati menganjurkan agar masyarakat tidak hanya melapor jika menemui warga yang sedang berkerumun, namun juga berani menegur. “Tetap jaga jarak, pakai masker, dan sering cuci tangan pakai sabun, itu yang dapat mengurangi penyebaran Covid-19” , imbuhnya.

Sementara bagi warga yang bekerja dan memiliki usaha warung, Bupati mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19. “Bila perlu Pemerintah Desa agar menghimbau warganya yang mempunyai pekarangan, untuk menggalakkan menanam tanaman Toga dan sayur-sayuran. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga terhadap masalah pangan kita”, jelasnya.

Mengakhiri kunjungan di setiap desa-desa, seperti biasanya Bupati tak lupa bagikan Handsanitaser dan masker kepada petugas percepatan penangan covid-19 di desa setempat. (Red)

Kabupaten Madiun – Portalnews Madiunraya

Kapolres Madiun AKBP RURUH WICAKSONO, S.I.K.,SH.,MH meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

Hal itu disampaikan oleh AKBP Ruruh Wicaksono saat mengunjungi Kedai Malaya milik Sugeng di Desa Kedung Maron Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun, Senin (03/02/2020).

Tidak hanya berkunjung, Kapolres beserta rombongan juga menyantap hidangan bakso yang sebelumnya viral karena diduga menggunakan daging tikus dalam campuran nya itu. ” Hari ini kita melakukan kunjungan ke “Kedai Malaya” milik mas Sugeng pasca terjadinya isu pentol bakso di duga dari daging tikus dan hasil uji laboratorium balai veteriner oleh Polres Madiun bahwa Bakso tersebut Negatif daging tikus, ” Ucap Kapolres Madiun.

Tujuan kita kesini adalah, lanjut Kapolres, mengembalikan kepercayaan kepada pelanggan dan konsumen mas Sugeng agar tidak ragu – ragu membeli bakso di Kedai Malaya. “Karena isu tersebut adalah Hoaks, di kesempatan ini saya menghimbau agar masyarakat bisa mengambil pelajaran dari permasalahan ini yaitu agar berhati – hati menggunakan media sosial, jangan gegabah dalam menyampaikan informasi, karena jika salah bisa merugikan warga masyarakat yang lain, contohnya adalah warung Mas Sugeng menjadi sepi karena isu yang tidak benar, ” Urai Kapolres Madiun.

Kapolres juga berharap masyarakat kembali makan bakso ditempat itu tanpa ragu-ragu. “Baksonya mas Sugeng enak, karena menggunakan daging sapi. ” Pungkas Kapolres Madiun.

Hadir dalam kegiatan itu, Kapolres Madiun, PJU Polres Madiun, Muspika Kecamatan Pilangkenceng, Kades Se Kecamatan Pilangkenceng. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.