Madiun Raya

Reporter : Tatang Dahono

 

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Ratusan masyarakat Trenggalek melakukan Aksi demo, ngeluruk Dinas PUPR rabu (18/4) , terkait pekerjaan hotmix jalan di kecamatan Bendungan, Panggul, Pule yang sangat ambu radul, karena pekerjaanya asal asalan.

Berangkat dari STKIP Gempleng ratusan masa mengendarai pick up dan truck menuju Kantor Dinas PUPR, untuk menyampaikan aspirasi.

Sampai di depan pintu gerbang masa yang akan menyampaikan aspirasi tidak bisa masuk, karena di pagar betis oleh aparat.

Suasana menjadi panas karena pendemo tidak ditemui M.Soleh Kepala Dinas PUPR.
Beruntung masa bisa dikendalikan, akhirnya menuju gedung DPRD Trenggalek.

Diterima oleh Gus Wanto unsur pimpinan DPRD,
Budi Santosa Koordinator demo mengatakan, “kami perwakilan masyarakat lapis bawah yang peduli APBN Trenggalek, menyampaikan aspirasi tentang, peningkatan infrastruktur jalan yang kurang baik, amburadul, alias abal abal, terangnya.
Ada tujuh titik pekerjaan yang tidak layak, berada di 5 Kecamatan, di kabupatenTrenggalek.

Menanggapi jalan yang kurang baik kata Budi, masyarakat itu tahunya hanya hasil, masalah perencanaan itu ada di masing masing OPD, semua punya tupoksi.

Karena itu kami menunggu fungsi kontrol dewan, kita nunggu putusannya, jika tidak ada jalan keluar, masyarakat akan mencari keadilan, karena itu uang rakyat, tegasnya.

Ditambahkan banyak kejadian yang memprihatinkan, sebelum serah terima, banyak pekerjaan yang sudah ambrol.

Paket hotmix ini lanjutnya, nilainya sangat besar dan bervariasi, ada yang 6 Milyard , 4,7 Milyard, dan 5 Milyard, kurang lebih total pekerjaan nilainya ada 30 Milyard.

Dan yang menyedihkan rekanan ini kata Budi, sekarang menang lelang untuk pekerjaan jalan Pager Wojo – Bendungan, senilai 12 Milyard.Padahal pekerjaan sebelumnya tidak layak dan kurang baik, kata Budi Kecewa.

Sementara itu Gus Wanto salah salah satu unsur pimpinan dewan mengatakan, ” bukti investigasi pekerjaan th 2017 yang lalu yang ditemukan oleh masyarakat, pekerjaanya tidak memenuhi syarat, jumlahnya ada tujuh titik.

Padahal komisi 3 pada tahun 2017 yang lalu, sudah memberikan warning kepada rekanan, tetapi tidak ada perubahan sama sekali, urainya.

Ditanya siapa yang bertanggung jawab, Gus Wanto mengatakan, dewan hanya sebatas APBD saja, sedangkan eksekutor nya OPD, dalam hal ini intansi yang terkait.
Atas temuan ini kami akan segera memanggil OPD untuk melakukan Herring, sedangkan yang menentukan kebijakan adalah bupati, ” pungkas Gus Wanto. (Ono/gin)

TUBAN, Madiunraya.com – Evakuasi tiga truk di Jembatan Widang Tuban, Jawa Timur, yang tercebur ke Sungai Bengawan Solo saat jembatan tersebut ambrol, menggunakan “crane” yang ditempatkan di bagian selatan arah ke Kecamatan Babat, Lamongan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Joko Ludiyono di Tuban, Rabu, menjelaskan teknik evakuasi tiga truk dengan memanfaatkan “crane” kemudian menyeret truk ke arah selatan.

Dengan demikian, lanjut dia, posisi “crane” akan berada di bagian selatan jembatan Widang, bukan di bagian utaranya. Teknik evakuasi tiga truk itu, menurut dia, sesuai rekomendasi yang diberikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR.

“Saat ini ‘crane’ dari CV Berdikari, Jenu, Tuban, sudah di lokasi Jembatan Widang,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, juga akan didatangkan “crane” dari Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java (PPEJ).

Sesuai laporan Kapolsek Widang Tuban AKP Totok Wijanarko, Jembatan Widang bagian barat ambrol, Selasa (17/4) sekitar pukul 11.05 WIB.

Ketika itu di Jembatan Widang bagian barat melintad kendaraan truk dengan nomor pol D 8569 UE yang dikemudikan Saiful Arif warga Desa Kembangan, Kebomas, Gresik, berjalan paling depan dari arah Surabaya menuju Tuban.

Sedangkan kendaraan truk Varia Usaha W 9352 US yang dikemudikan Muchlisin warga Desa Banter, Kecamatan Benjeng, Gresik, tanpa kernet berada di belakang truk itu.

Saat itu melaju sebuah kendaraan truk dengan kepala putih yang belum diketahui nomornya juga pengemudinya akan menyalip kendaraan truk S-8569-UE, posisi beriringan. Hingga saat ini belum diketahui nasib pengemudi truk berkepala putih itu.

“Saat itulah jembatan patah. Ketiga kendaraan (truk) berada di sebelah selatan garis jembatan yang patah,” katanya menjelaskan.

Dalam kejadian ambrolnya Jembatan Widang dengan panjang lebih dari 50 meter, Muchlisin selamat, namun menderita luka-luka akibat truknya tercebur ke Bengawan Solo.

Selain itu, dua pengendara sepeda motor dengan nomor pol L 3466 DJ yaitu Ubaidilah Masum, warga Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Tuban dan Muhammad Rizal Afifudin warga Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Lamongan, yang ikut tercebur ke Bengawan Solo, juga selamat.

“Arus kendaraan dari arah Tuban menuju Surabaya yang melewati Widang sekarang sepi. Kemungkinan beralih melalui pantura menuju Gresik,” kata Kanit Reskrim Polsek Widang, Tuban Ipda Pol Ramlih menambahkan.

SURABAYA, Madiunraya.com – Kepolisian Daerah Jawa Timur melarang kendaraan berat untuk melintasi jembatan Widang, Tuban pascaambrolnya jembatan yang menghubungkan Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban – Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan itu, Selasa (17/4).

“Untuk sementara ini kendaraan berat dilarang melintas di jembatan. Hanya lewat jalan lama yaitu Jalan Daendels dan itu tidak terlalu jauh,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di Surabaya, Rabu (18/4/2018).

Machfud mengatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak Dinas Perhubungan Jatim untuk merekayasa arus lalu lintas di kawasan itu. Kapolda juga mengecek tempat kejadian perkara (TKP).

“Penyangga ambrol mungkin kendaraan berat dari Surabaya ke Tuban harus lewat jalan Daendels. Mungkin sebaliknya. Mudah mudahan tidak menjadi hambatan lagi. Yang kecil-kecil boleh lewat jembatan satunya,” ujar Machfud.

Pihak kepolisian segera akan memberi petunjuk arah dari sebelum jembatan juga arah jalan lama untuk pengguna jalan.

“Petugas ada di situ jangan sampai orang kebablasan muter dan membuat macet,” ucapnya.

Machfud menegaskan pihaknya langsung melakukan penyidikan untuk mengetahui apakah kejadian itu kecelakaan murni atau hal lain. Selain itu dia memastikan keluarga korban akan disantuni Jasa Raharja. Dirlantas juga akan menyantuni keluarga korban.

“Tentunya kami minta masyarakat untuk bersabar. Yang biasanya lewat jalur lurus harus belok sedikit karena memang ada bencana yang tidak dikehendaki, bersabar dan saling menghormati,” tuturnya.

Dia berharap jembatan dari Kementerian PUPR untuk segera membenahi. Sebab arus mudik masih 1,5 bulan lagi.

,

Ponorogo – Portal Madiun Raya

Kesadaran masyarakat dalam melaksanakan Keluarga Berencana merupakan salah satu tujuan diselenggarakannya Program Kegiatan KB Kesehatan yang diselenggarakan oleh satuan Kodim 0802/Ponorogo bersama Pemda Kabupaten Ponorogo melui Dinas PP dan KB yang didukung oleh Dias Kesehatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas-Puskesmas sewilayah Kabupaten Ponorogo. Menggunakan mobil pelayanan KB milik Dinas PP dan KB Kabupaten Ponorogo, anggota Kodim 0802/Ponorogo yang dipimpin oleh Danramil 0802/03 Babadan Kapten Inf Rubiyanto bersama dengan petugas dari PP dan KB Kabupaten Ponorogo melaksanakan Sosialisasi KB Kesehatan kepada Warga Masyarakat Desa Purwosari Kecamatan Babadan.(17/04/2018)

Hadir dan mendukung kegiatan tersebut antara lain, Danramil 0802/Ponorogo beserta 5 orang anggota, Kepala Dinas PP dan KB Kabupaten Ponorogo yang diwakili oleh Kasi Keluarga Sejahtera Bapak Harminto, SH, M.Hum beserta 7 orang petugas, Kepala Puskesmas Babadan Dr. Abraham Reza Kaisar, M.Kes beserta 7 anggota dan Koordinator Bidan sewilayah Kecamatan Babadan Ibu Isnatun beserta 10 orang Bidan Desa sewilayah Kecamatan Babadan yang dibantu relawan Posyandu Desa Purwosari.

Sosialisasi KB Kesehatan ini dilaksanakan kepada akseptor KB aktif maupun calon akseptor yang telah didata oleh Babinsa Purwosari sebelumnya, Sedangkan tempat yang dipillih untuk pelaksanaan kegiatan ini antara lain Posyandu-Posyandu yang ada di Desa Purwosari yang diakhiri di Polindes Purwosari yang keseluruhan penerima sosialisasi diperkirakan mencapai 250 orang.(dim/gin)

NGAWI, Madiunraya.com – Tiga bus dan satu mobil terlibat kecelakaan beruntun di daerah Soko, Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (17/4/2018) siang.

Tiga bus yang terlibat kecelakaan tersebut adalah Bus Eka, Bus Mira, dan Bus Sumber Selamet, serta sebuah mobil Kijang Innova berpelat merah asal Malang.

Belum diketahui kronologi pasti dan jumlah korban jiwa serta luka dalam kecelakaan tersebut. Pihak petugas saat ini sedang melakukan evakuasi sejumlah penumpang luka dibantu dengan warga di lokasi kejadian.

Korban luka informasinya dibawa ke sejumlah rumah sakit di Ngawi, di antaranya di Rumah Sakit Attin Ngawi dan RSUD dr. Soeroto Ngawi.

Sementara itu, korban selamat Bus Mira, Abdul Rokim, menduga kecelakaan terjadi akibat Bus Mira yang ingin mendahului Bus Eka di depannya. Pada saat bersamaan ada bus lain dari arah berlawanan hingga akhirnya terjadi tabrakan.

Belum ada keterangan resmi dari pihak terkait atas peristiwa kecelakaan tersebut. Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi hingga kini masih menyelidiki kecelakaan tersebut lebih lanjut.

SURABAYA, Madiunraya.com – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin menduga ambrolnya jembatan Widang yang menghubungkan Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban – Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan dikarenakan usia jembatan yang sudah tua.

“Jembatan ambrol karena ketidakmampuan jembatan itu yang sudah tua, apalagi kendaraan-kendaraanya bawa muatan yang berat,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di Surabaya, Selasa (17/4/2018).

Dia mengatakan ambruknya jembatan yang merupakan jalan negara itu tidak diprediksi. Menurut dia, yang bisa berkomentar adalah ahli kontruksi atau dari pihak Dinas Pekerjaan Umum.

Namun Machfud menyatakan, saat ini pihak kepolisian yaitu Polres Tuban sedang mengevakuasi baik korban maupun kendaraan.

“Kapolres Tuban saat ini sedang bekerja. Perbatasan menuju Tuban dan Lamongan tapi wilayahnya wilayah Tuban. Laporan dari Kapolres Tuban saat korban masih dua orang yang meninggal,” katanya.

Kapolda berharap evakuasi cepat selesai dan jembatan pun juga segera dibenahi oleh Dinas PU. Saat ini sementara hanya satu laju jalur yang bisa digunakan.

“Mau gak mau polisi harus bekerja keras untuk mengatur lalu lintas. Tidak ada alternatif lain, mau tidak mau harus pakai jalur itu jalan utama,” ujarnya.

Sebelumnya jembatan Widang yang menghubungkan Kecamatan Widang Kabupaten Tuban – Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan ambrol sekitar pukul 11.05 WIB.

Ambrolnya jembatan membuat satu dump truk muat limbah smelter, dua truk tronton muat pasir dan satu sepeda motor terjebur ke air. Adapun korban sementara diketahui dua orang pengemudi truk yang meninggal dunia.

LAMONGAN, Madiunraya.com – Jembatan Widang yang menghubungkan Kecamatan Babat-Widang, atau Kabupaten Lamongan dengan Kabupaten Tuban, Jatim ambrol, kata Kepala BPBD Lamongan, Suprapto.

“Lima anggota sudah diluncurkan ke lokasi, dan saya juga masih perjalanan ke sana untuk melihat lokasinya,” kata Suprapto, dikonfirmasi dari Surabaya, Selasa.

Suprapto mengaku, ambrolnya Jembatan Widang berada dalam kewenangan perhubungan, namun BPBD Lamongan tetap mengirimkan petugas untuk diperbantukan evakuasi korban.

Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (17/04/2018) sekitar pukul 10.50 WIB, ambrol. Tiga truk tronton yang sedang melintas di atas jembatan tersebut, turut terjatuh di dasar sungai. Untuk sementara, seorang sopir dilaporkan meninggal dunia.

Sebelumnya, sempat beredar luas foto dan video melalui pesan berantai di berbagai gawai milik warga Surabaya terkait Jembatan Widang yang ambrol hingga putus, dan dalam foto tampak truk yang tercebur di Sungai Bengawan Solo. Jembatan Widang pada tahun 2017, juga sempat mengalami pergeseran atau ambles sedalam 15 centimeter.

Lokasi jembatan yang ambruk tersebut sebagian masuk wilayah Babat, namun sebagian besar masuk wilayah Kecamatan Widang Tuban, atau di sisi utara sungai Bengawan Solo.


Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Untuk mempersiapkan tenaga-tenaga terlatih, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek, mengadakan kegiatan Pelatihan Manajemen Bencana Tingkat Dasar, di Bumi Perkemahan Coban Rambat, Kecamatan Bendungan, mulai tanggal 13 April 2018.

Kegiatan yang dibuka oleh Plt. Bupati Trenggalek, H. Mochamad Nur Arifin, serta dihadiri oleh Forpimcam Kecamatan Bendungan, Kepala Desa Dompyong, dan pimpinan BAZNAS Kabupaten Trenggalek.

Dalam kegiatan ini para peserta yang berjumlah 34 orang relawan (terdiri dari 31 putra dan 3 orang putri) akan dibimbing oleh pemateri yang diantaranya berasal dari, BTB (BAZNAS Tanggap Bencana) Provinsi Jawa Timur, dari BPBD, Tagana, PMI, dan Basarnas Kabupaten Trenggalek.

Plt. Bupati Nur Arifin, pada pembukaan pelatihan tersebut, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek.
Menurut Nur Arifin, para relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) ini nantinya juga direkrut sebagai, anggota Pasukan Oranye Qlue.

“Kita sekarang punya Qlue, kita juga punya tujuh pasukan dan kebencanaan itu masuk di Pasukan Oranye, nanti sekalian kita SK-kan. Tetapi saya juga minta begitu ada laporan kebencanaan, harus segera ditindak lanjuti,” pinta Plt. Bupati.

Nur Arifin juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta, yang sudah mau bersedekah partisipasi dalam kegiatan tersebut. “Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para relawan yang mau bersedekah partisipasi, bersedekah tenaga, niat untuk membantu saudara-saudara kita, jika nanti terjadi bencana. Semoga saja tidak ada bencana, tapi saya berterima kasih jika ada yang mau berpartisipasi seperti ini,” pungkasnya. (Ono/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.