Dolopo – Kabupaten Madiun – Portalnews Madiun Raya

Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun kini bersiap menjadi produsen Pupuk Organik bahkan Bio Gas.

Hal itu disampaikan oleh Mashuri, BA, Kepala Desa Ketawang kepada Awak Media di lokasi Peternakan Sapi milik Kelompok Tani “Tani Jaya”.

“Di desa kami ada kelompok Tani yang bernama “Tani Jaya” yang beranggotakan 20 orang. Awalnya membuat proposal ke Kementerian Pertanian berupa 20 ekor sapi indukkan, Alhamdulillah atas bantuan dari Anggota DPR RI H Muhtarom proposal kami di setujui dan diberikan 20 ekor sapi tersebut untuk Kelompok Tani Jaya yang sudah berlangsung 6 bulan,” Ujar Mashuri, Kamis (29/04/2021).

20 ekor sapi bantuan dari Kementerian Pertanian untuk Kelompok Tani “Tani Jaya” Desa Ketawang Kecamatan Dolopo, kini sudah 9 yang di kawin suntik.

Setelah berjalan 6 bulan terakhir, lanjut Mashuri, dari 20 ekor sapi sudah 9 yang di kawin suntik. “Harapan kami, 20 ekor sapi ini beranak pinak dan terus berkembang,” Lanjut Kepala Desa Ketawang.

Selain berkembang dengan baik, Mashuri BA juga menyampaikan bahwa kotoran sapi yang terus dikumpulkan setiap hari akan dimanfaatkan untuk pembuatan Pupuk Organik dan Bio Gas. “Harapan kami adalah mampu membuat pupuk organik dan pembuatan bio gas. Alhamdulillah, 2 minggu yang lalu sudah disurvey dari Kementrian Lingkungan Hidup untuk pengadaan alat pengolahan limbah dari kotoran sapi, semoga ini cepat terealisasi,” Terang Mashuri BA.

Sapi Penggemukkan milik Kelompok Tani “Tani Jaya” siap dilepas pada bulan kurban mendatang.

Dengan dibuatnya Pupuk Organik, Kades Ketawang berharap bisa mengurangi ketergantungan petani khususnya Desa Ketawang akan ketergantungan terhadap pupuk kimia apalagi saat ini pupuk kimia sangat mahal. “Pun dengan bio gas, mampu memberikan sumber energi dengan ramah lingkungan karena menggunakan Kotoran Sapi,”Jelas Mashuri BA.

Selain bantuan indukan dari Kementerian Pertanian, Kelompok Tani Jaya Desa Ketawang juga sudah memiliki Sapi Penggemukkan. “Untuk penggemukkan akan dilepas pada bulan besar untuk ibadah kurban kalau sudah memenuhi akan dijual ke jagal lokal dan nantinya akan dibelikan bibit yang baru dan akan terus kita kelola dengan baik.”Pungkas Mashuri, BA, Kepala Desa Ketawang. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Kabupaten Madiun – Portalnews Madiun Raya

Kapolres Madiun Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bagoes Wibisono melalui Kanit Provost Polsek Geger, Ajun Inspektur Polisi Satu (AIPTU)  Herry melaksanakan kegiatan operasi Yustisi di warung Desa Kaibon Kecamatan Geger Kab. Madiun, Minggu (17/1/21).

Hery mendatangi sekelompok pemuda yang sedang nongkrong di warung dan menyampaikan himbauan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Jika keluar rumah harus memakai masker, dan jika tidak terlalu penting agar tetap dirumah dan selalu mematuhi protokol kesehatan,” ujar Hery.

Ia menjelaskan, di masa pandemi seperti ini diharuskan untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan.

“Kegiatan ini juga dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam bermasker guna mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Kec. Geger,” kata Herry. (Red)

Kabupaten Madiun – Portalnews Madiun Raya

Setelah memberikan keterangan tentang penambahan empat orang warga Kabupaten Madiun yang dinyatakan positif, Bupati Madiun, Ahmad Dawami, bergerak cepat kunjungi kantor Desa yang terdampak Covid-19, Selasa Malam (5/5).

Dalam kunjungannya, beliau menghimbau agar tim penanganan Covid-19 tingkat desa memantau keluarga yang terkonfirmasi positif beserta para tetangganya. Beliau juga menghimbau agar masjid atau mushola yang berada dekat rumah pasien untuk ditutup.

Sesuai Surat Edaran (SE) Bupati yang sudah beredar, masyarakat harus patuhi anjuran Pemerintah bahwa wabah Korona dapat berakhir dengan melakukan physical Distancing. “Sebenarnya masyarakat sudah paham dengan sosialisasi yang telah dilakukan, namun masih banyak yang bandel terutama anak-anak muda. Harusnya untuk sekarang dan selanjutnya, masyarakat terutama di wilayah terdampak harus lebih paham, orang tua juga harus lebih keras dalam mengingatkan putra putrinya yang sering nongkrong”, pungkasnya.

Bupati menganjurkan agar masyarakat tidak hanya melapor jika menemui warga yang sedang berkerumun, namun juga berani menegur. “Tetap jaga jarak, pakai masker, dan sering cuci tangan pakai sabun, itu yang dapat mengurangi penyebaran Covid-19” , imbuhnya.

Sementara bagi warga yang bekerja dan memiliki usaha warung, Bupati mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19. “Bila perlu Pemerintah Desa agar menghimbau warganya yang mempunyai pekarangan, untuk menggalakkan menanam tanaman Toga dan sayur-sayuran. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga terhadap masalah pangan kita”, jelasnya.

Mengakhiri kunjungan di setiap desa-desa, seperti biasanya Bupati tak lupa bagikan Handsanitaser dan masker kepada petugas percepatan penangan covid-19 di desa setempat. (Red)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.