Surabaya – Portalnews Madiun Raya

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak memulai aktivitas di tahun 2021 dengan mengikuti rapat secara virtual bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dari tempat isolasi mandiri beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Hari pertama bekerja di tahun 2021 dimulai dengan rapat virtual bersama Gubernur Khofifah dan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kita do’akan agar Ibu Gubernur bisa segera kembali beraktivitas di lapangan,” Ucap Wagub Emil Dardak.

Suami Arumni Bachsin itu juga melakukan selfie dengan HP pribadinya. “Sebelum rapat, iseng-iseng selfie,” Ujarnya di akun Instagram @emildardak.

Berbagai tanggapan netizen setelah sang Wagub memposting fotonya itu di akun instagram miliknya. “Pakai filter apa ini Pak, kok bagus ?,” ucap rizqii.

Spontan Emil menjawab bahwa dirinya tidak memakai Filter apapun. “Gara-gara banyak yang bertanya, filternya apa, saya jadi penasaran takut selfie settingnya berubah. Ternyata masih setting oroginal. HP nya Samsung A70,” jelas Emil Dardak.

Komentar netizen yang lain sebagian besar memuji kegantengan dari Suami Artis Arumni Bachsin. “Gantengnya Bapak Wagubku inih, Sehat selalu Pak bersama Ibu Arumni.” Ucap @yeni_maygi. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak memberikan orasi ilmiah saat wisuda Pascasarjana, Sarjana dan Diploma ke 46 Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Sabtu (13/04).

Dalam orasinya, Emil mengajak para lulusan universitas untuk belajar multidisiplin ilmu, hal itu dimaksudkan untuk menambah ketrampilan dan pengetahuan. Menurut Emil, itu merupakan salah satu cara yang efektif dalam menghadapi persaingan, khususnya dalam menghadapi revolusi industri 4.0

“Saat ini diperlukan kreativitas untuk memenangkan persaingan, jadi jangan fokus pada satu ilmu yang kita pelajari, namun belajar lah sesuai dengan perkembangan saat ini,” terang Emil.

Emil juga menerangkan bahwa kita jangan fokus dalam satu keilmuan saja, sarjana akuntansi boleh belajar tentang tekhnologi, sarjana tekhnologi bisa belajar tentang ilmu sosial. Kita harus menyesuaikan perkembangan kekinian supaya tidak tergerus dengan artificial intellegent atau kecerdasan buatan.
“Banyak-banyaklah membaca dan belajar berbagai bidang, perluas cakrawala, sehingga ketika ada peluang kerja apapun bisa kita ambil,” terang Wagub Emil sambil mencontohkan ketika sebuah bank membuka lowongan teller yang melamar sangat banyak, namun ketika dibuka lowongan programmer perbankan yang melamar hanya sedikit. Padahal, kebutuhan teller saat ini tidak terlalu signifikan seperti dulu, karena adanya m-banking maupun teknologi lainnya.

Wagub Emil juga menambahkan, para lulusan perguruan tinggi memiliki tugas yang besar untuk ikut membantu menyelesaikan PR pemerintah lewat inovasi dan kreatifitasnya. Apalagi, tingkat pengangguran di Jatim hampir 70 persennya berada di rentang usia antara 15 sampai 24 tahun dan kebanyakan merupakan lulusan SMA.
”Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa jenjang pendidikan tidak berkolerasi lurus dengan pekerjaan yang ada. Disamping itu, minat wirausaha di kalangan muda masih sangatlah kecil,” urai Wagub Emil.

Oleh sebab itu kami ingin membangun ekosistem yang mendukung kreatifitas dan mental wirausaha, lanjut Emil.

Di akhir sambutannya, Emil menegaskan, bahwa kampus atau perguruan tinggi harus mampu memberikan pengetahuan untuk mencari jawaban dalam segala masalah dunia kedepannya. Selain itu itu kampus menghasilkan lulusan yang bisa mencari jawaban untuk masa depan bangsa. “Proses wisuda ini adalah babak baru dalam memasuki dunia nyata, semoga sukses selalu dalam berkarya untuk menghasilkan yang terbaik,” pungkasnya. (Yah/gin)

Trenggalek – Portalnews Madiunraya.com

Inalillahi wa ina illaihi rojiun, berita duka menyelimuti keluarga besar Wakil Gubernur terpilih yang juga Bupati Trenggalek saat ini, Emil Dardak.

Menurut salah satu Jurnalis di Ponorogo, Muh Nurcholis, dirinya mendapat kabar dari media online bahwa adik Emil meninggal dunia. “Eril meninggal dunia pukul 12.30 WIB siang ini,” terangnya.

Eril Ario Ristanto Dardak yang merupakan adik kandung Emil dikabarkan meninggal di Jakarta.


Eril Dardak saat ini tengah mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI nomor urut 1 dari Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pemilihan VII Jawa Timur. Meliputi Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan dan Ngawi. (yah/gin)

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak menghadiri dan membuka secara resmi Forum Kepala Daerah ASEAN (ASEAN Mayors Forum) 2018 yang diselenggarakan di Sands Convention and Exhibition Singapura.

Dalam siaran pers resmi yang diterima dari Humas Pemkab Trenggalek, Minggu (8/7/2018) Emil hadir dalam forum itu dalam kapasitasnya sebagai Wakil Presiden Asosiasi Pemerintah Daerah Asia Pasifik (United Cities and Local Government Asia Pacific).

“Selain mewakili UCLG Aspac, Emil juga mewakili bupati-bupati seluruh Indonesia san juga Pemkab Trenggalek tentunya,” kata Emil.

Dalam sambutannya Emil mengajak para Kepala Daerah ASEAN untuk saling berkolaborasi dalam mengembangkan pelayanan publik yang lebih efisien dan berkualitas.

Dia mengusulkan adanya Center of Excellence untuk bidang pemerintahan daerah di Sekretariat ASEAN. Usulan Emil ini disambut positif oleh Dubes Elizabeth Supesco untuk ASEAN dari Filipina, dimana Dubes Elizabeth sempat berkelakar.

“Saya awalnya melihat Bapak Emil ini penampilannya mirip anak SMA karena masih muda, tapi ternyata setelah berbicara, dia sangat bijak bagai orang berusia 70 tahun,” ucap Elizabeth.

Dubes Elizabeth juga menyetujui usulan Emil terkait pentingnya unit yang fokus kepada Pemerintahan Daerah di ASEAN, dan menyampaikan bahwa dari 53 badan di sekretariat, belum ada satupun yang fokus ke isu pemerintahan daerah, tambahnya.

Turut hadir dalam forum tersebut di antaranya Deputi Gubernur Bangkok, Wakil Wali Kota Kuala Lumpur, Gubernur Provinsi Bataan Filipina, dan Gubernur DKI Jakarta.

Sebelum menghadiri ASEAN Mayors Forum 2018, Emil lebih dulu bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor dalam sebuah perjamuan makan siang.

Acara yang berlangsung sampai malam itu menjadi kesempatan Emil bersama sejumlah kepala daerah lain berdiskusi seputar sinergitas pembangunan daerah-pusat.

Emil juga sempat berdiskusi intens dengan Presiden Jokowi soal upaya percepatan pembangunan kawasan selatan Jatim, serta rencana pembangunan bandara di Kediri serta jalur pelayaran di pesisir selatan Jawa. (MR01)

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Nama H. Mochamad Dardak mungkin tidak asing lagi bagi masyarakat Trenggalek. H. Mochamad Dardak merupakan ayah dari Hermanto Dardak, mantan Wamen PU era Presiden SBY, sekaligus kakek dari Emil Elestianto Dardak, Bupati Trenggalek.

H. Mochamad Dardak atau erat disapa Eyang Dardak, merupakan seorang ulama, Guru, Birokrat dan Takmir Masjid Agung Trenggalek.

H. Mochamad Dardak lahir pada tahun 1915 di Kabupaten Kediri dan wafat di Trenggalek tahun 1990, dalam usia 75 tahun.

Eyang Dardak sendiri menikah dengan Hj. Siti Mardiyah Dardak, dan dikaruniai 10 orang putra dan putri. Sedangkan Hermanto Dardak merupakan putra ketujuh dari pasangan ini.

Almarhum H. Mochamad Dardak pernah mengenyam pendidikan di salah satu pondok pesantren di Solo Jawa Tengah. Salah satu teman almarhum adalah Munawir Sjadzali, Menteri Agama ke-14 era Presiden Soeharto.

Riwayat pekerjaannya, H. Mohammad Dardak bekerja di Departemen Agama, sebagai seorang Penghulu di KUA.

Eyang Dardak Sempat berpindah-pindah tugas, terakhir berpindah dari KUA Kecamatan Campurdarat Tulungagung ke KUA Trenggalek hingga beliau pensiun dan wafat.

Tinggal di Trenggalek, Almarhum menempati rumah pengulon Dukuh Kauman Ngantru. Rumah pengulon ini sudah berubah menjadi bangunan masjid karena proses pelebaran Masjid Jami’ yang saat ini lebih dikenal dengan Masjid Agung Baiturrahman.

Selain menjadi penghulu, almarhum juga mengajarkan Bahasa Arab di Sekolah (PGA) Pendidikan Guru Agama.

Almarhum H. Mochammad Dardak juga menjadi Imam Masjid Jami’ dan sering mengisi khotbah Shalat Jum’at di Masjid ini sampai dengan akhir hayatnya.

Bersama dengan istrinya Hj Siti Mardiyah H. Mohammad Dardak membesarkan kesepuluh putra-putri dengan disiplin dan penuh kasih sayang. Kedisiplinan ini utamanya dalam bidang ilmu agama dan kewajiban menjalankan ibadah sholat lima waktu.

H. Mochamad Dardak tidak mau main-main dengan urusan disiplin utamanya untuk sholat wajib lima waktu.

Untuk menegakkan disiplin ini, bisa dilakukan dengan peringatan lesan, bahkan bila tidak diindahkan bisa dengan teguran fisik.

Menurut dr. Zainal Abidin SpU, (putra ke-6) H. Mochamad Dardak, ajaran kedisiplinan inilah yang membawanya dan saudara-saudaranya menuju kesuksesan.
Kasarnya bila anak-anak beliau tidak mengikuti disiplin beliau, tidak mungkin bisa jadi orang seperti saat ini.

Dituturkan oleh dr. Zainal, “kesemua anak Eyang Dardak ini disekolahkan di sekolah umum. Untuk menunjang pendidikan keagamaan waktu itu hanya bisa didapat di masjid dan madrasah Ibtidaiyah, yang dulu disebut MINU,” tuturnya.

Ditambahkan oleh dokter ini “waktu itu Trenggalek belum punya SMA sendiri, sehingga anak pertama hingga anak keempat H. Dardak harus dititipkan kepada adik ipar dari Hj. Siti Mardiyah yang merupakan Bupati Kediri kala itu,   R.M.Machin. Baru anak kelima hingga sepuluh disekolahkan di SMA Trenggalek, termasuk Hermanto Dardak, mas, saya dan adik-adiknya,” imbuhnya.

Dimata dr. Zainal Abidin SpU, almarhum H. Mochamad Dardak adalah sosok yang memperhatikan rakyat kecil serta toleransi terhadap sesamanya tinggi. Eyang Dardak merupakan sosok yang universal, tidak membatasi pergaulan.

Diceritakan oleh dr. Zainal “Bapak itu dulu seorang pelatih catur, dan banyak orang dilatihnya menjadi juara. Bahkan dulu bapak sering bermain catur dengan seorang Pendeta usai menunaikan ibadah sholat Isya hingga menjelang Subuh.”

“Atas disiplin dan doa Beliaulah yang membawa kemudahan dan kesuksesan bagi putra-putri H. Moch. Dardak tersebut,” tandas dr. Zainal. (Ono/gin)

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Pasangan calon Gubernur nomor urut 1 Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak menang telak di Kabupaten Trenggalek.

Berdasarkan hasil hitung cepat dari laman KPU RI yang dikutip Madiunraya.com pada Jumat  (29/6/2019), Khofifah-Emil meraup 266.031 suara persentase 68,9 persen.

Sementara paslon nomor urut 2 Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno meraup 120.180 suara atau 31,1 persen. Adapun total suara sebanyak 394.795 dengan rincian suara sah 386.211 dan suara tidak sah 8.584.

Jumlah pemilih Pilgub Jatim di Trenggalek sendiri berdasarkan laman KPU RI tersebut sebanyak 576.939 dengan jumlah pengguna hak pilih sebanyak 394.795 pemilih atau dengan partisipasi sebanyak 68,4 persen.

Sebelumnya diberitakan Khofifah-Emil memenangi Pilgub Jatim versi hitung cepat lembaga survei atau quick count.

Data yang dihimpun juga menunjukkan Khofifah-Emil unggul di sebagian besar daerah di Jawa Timur berdasarkan hitung cepat Indikator Politik Indonesia. Selain di Trenggalek, Khofifah-Emil juga unggul di Tuban, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Kediri, Pacitan, Sumenep, Lamongan, Sidoarjo, Probolinggo dan Surabaya.

Untuk Kota Surabaya, berdasarkan hitung cepat itu, Khofifah-Emil unggul dengan perolehan suara 54,74 persen, sementara pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno mendapatkan suara sebesar 45,26 persen.

Namun, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno unggul di daerah lain, di antaranya Kota dan Kabupaten Malang, Magetan, Tulungagung, Sampang dan Banyuwangi.

Data yang masuk ke Indikator Politik Indonesia sudah 100 persen dengan tingkat partisipasi pemilih atau “voter turn out (VTO) sebanyak 62,05 persen, “margin of error” sebesar 1,32 persen. Hasilnya adalah Khofifah-Emil 53,63 persen dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno 46,37 persen.

Selain Indikator, berdasarkan hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pasangan Khofifah-Emil yang didukung Partai Demokrat, Partai Nasdem, PAN, Partai Hanura, Partai Golkar dan PPP itu unggul dengan angka 54,14 persen suara.

Sementara Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno yang didukung PDI-P, Gerindra, PKB dan PKS memperoleh 45,86 persen suara. Namun demikian, hitung cepat dari lembaga-lembaga survei tersebut bukan hasil akhir dari Pilkada Jatim, melainkan masih menunggu rekapitulasi hasil suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga 9 Juli 2018.

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Entah strategi atau takut kalah calon Wakil Gubernur Jatim pasangan nomor 1 Emil Elistianto Dardak pindah TPS.
Padahal sesuai dengan jadwal, lokasi bupati Emil menggunakan hak pilihnya di TPS 3, jalan Laksamana Martadinata RT 03 / RW 02 Kelurahan Surondakan, Kecamatan Trenggalek.

Namun secara mendadak ada perubahan jadwal, beralih mencoblos di TPS 5 Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, ada firasat apa ini.

Didampingi istrinya Arumi Bahcin, Emil usai mencoblos menyampaikan bahwa perpindahan TPS ini bukan karena apa, tetapi jaraknya dari rumah lebih dekat dari pada di TPS 3 Kelurahan Surondakan, yang berada dibelakang tenesan. “Selain itu TPS ini punya sejarah, pada saat pilbup yang lalu, saya juga mencoblos di TPS sini”,jelasnya.

Lebih lanjut sebelum ke Surabaya, dirinya akan memberikan semangat dulu kepada teman teman di Trenggalek dulu.
“Setelah itu saya akan memantau perkembangan Pilgub ini dari pos pemenangan di Surabaya,” pungkas Emil.(Ono/gin)

Surabaya – Portal Madiun Raya
Pasangan Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa – Emil Dardak hampir pasti menang dalan pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 yang berlangsung hari ini, Rabu (27/06).

Hampir semua lembaga survey menempatkan mantan Menteri Sosial tersebut menang diatas 50 %. LSI misalnya menempatkan Paslon yang didukung Partai Demokrat, Golkar, Nasdem, PAN, Hanura, tersebut mencatat angka 55,38 % untuk Khofifah Emil, sementara Gus Ipul – Puti 44,62%.

Lembaga survey Indikator juga menempatkan Khofifah – Emil menang di angka 53,9% sedangkan Gus Ipul – Puti meraih 46,1%.

Sedangkan Lembaga Survey Poltracking mencatat 55,74% untuk Khofifah – Emil dan 44,26% untuk Gus Ipul – Puti.

Saat kampanye, paslon nomor satu di Pilgub Jatim ini menyampaikan akan membangun Jawa Timur dengan 9 Nawa Bhakti Satya Bhakti.

1: Jatim Sejahtera, yaitu mengentaskan kemiskinan menuju keadilan dan kesejahteraan sosial.
Caranya dengan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus untuk penduduk miskin di 38 kabupaten/kota, 664 kecamatan, 5.674 desa, dan 2.827 kelurahan. Disabilitas, lansia terlantar, dan perempuan kepala keluarga rentan.

Kemudian mengurangi beban 26 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan subsidi provinsi anggaran ini akan meningkat mengikuti peningkatan pendapatan APBD provinsi.

Bhakti ke-2: Jatim Kerja. Yaitu Millineal Job Center dengan cara memberikan job training, pendidikan vokasi, membantu starting-up usaha, membantu promosi bagi usahawan muda, dan membantu pembiayaan usaha pada tahap awal usaha.

Program Dream Team Science Techno Park (STP) dengan sasaran 5-10 anak SMK dan 2-4 anak D3/S1, membentuk STP bagi kelompok rintisan usaha di berbagai daerah. Kemudian Belanja Inovasi Daerah (Belanova), memberikan jaminan bagi produksi dan distribusi produk-produk inovasi anak muda melalui informasi super koridor di 5 Bakorwil

Bhakti ke-3: Jatim Cerdas dan Sehat. Yaitu pendidikan dan kesehatan gratis berkualitas.

Program ini adalah Tis-Tas (Gratis dan Berkualitas) dengan memperluas cakupan bantuan siswa miskin, bantuan biaya sekolah, dana insentif operasional akreditasi, tunjangan kinerja bagi guru tidak tetap. Kemudian tunjangan PKL, SMK jurusan prioritas (kelautan, teknologi pertanian, pariwisata).

Selanjutnya, Program Desa Sehat untuk memperkuat layanan kesehatan pedesaan. Memperkuat RSU Provinsi di Madiun, dan memperkuat RS rujukan di Madura dan Tapal Kuda. Memberikan akses pendidikan berbasis pesantren bagi anak petani, anak nelayan, anak buruh, anak yatim dan anak yatim piatu yang kurang mampu.

Bhakti ke-4: Jatim Akses. Yaitu membangun infrastruktur dalam kerangka pengembangan wilayah terpadu, dan keadilan akses bagi masyarakat pesisir dan desa terluar seperti Kawasan Lingkar Wilis, Lingkar Bromo, Lingkar Ijen, Gerbang Kertasusila, Koridor Maritim Pantura Jawa-Madura, Koridor Maritim Selatan Jawa.

Membangun dermaga perintis pulau-pulau di Sumenep, penguatan layanan transportasi laut Pulau Bawean, dan pengembangan pesisir selatan. Selanjutnya melakukan percepatan dan pengembangan bandara perintis.

Bhakti ke-5: Jatim Berkah. Yaitu dengan memberi tunjangan kehormatan bagi imam masjid di kampung, pesisir, dan pulau terluar. Kemudian perluasan tunjangan kehormatan bagi hafidz-hafidzoh. Penguatan peran pondok pesantren dalam mendorong partisipasi sekolah dan beasiswa guru diniyah S2.

Juga membangkitkan kesetiakawanan sosial, kepahlawanan dan keperintisan. Mendorong kesalehan dan tanggung jawab sosial masyarakat dan dunia usaha dengan membangun karakter masyarakat yang berbasis nilai-nilai kesalehan sosial, budi pekerti luhur.

Bhakti ke-6: Jatim Agro. Yaitu memajukan sektor pertanian, peternakan, perikanan darat dan laut, kehutanan, perkebunan untuk mewujudkan kesejahteraan petani dan neayan. Menguatkan program petik, olah, kemas, jual, mengembangkan agropolitan, stabilisasi dan tabungan pangan, asuransi petani, restrukturisasi produk pertanian.

Selanjutnya menjadikan sungai dan hutan sebagai sumber kehidupan dan penguatan SDM pertanian dan Gapoktan. Serta mengembangkan kawasan pertanian terpadu berskala nasional.

Bhakti ke-7: Jatim Berdaya. Yaitu memperkuat ekonomi kerakyatan dengan berbasis UMKM, koperasi, dan mendorong pemberdayaan pemerintahan desa. One Village One Product One Corporate and Agropolitan.

Kemudian Communal Branding untuk UMKM, supply and demand channel, penataan pasar tradisional, inklusi UMKM retail modern, dan menumbuh-kembangkan koperasi perempuan, petani, nelayan, dan perdagangan antar pulau.

Bhakti ke-8: Jatim Amanah. Yaitu menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, efektif, dan anti korupsi. Membudayakan meritokrasi, menyelenggarakan complain handling system, budaya birokrasi yang melayani dan efektif, menjaga clean government, sound governance, perluasan dan pelayanan berbasis IT.

Dan yang terakhir, Bhakti ke-9: Jatim Harmoni. Khofofah-Emil siap menjaga harmoni sosial dan alam dengan melestarikan kebudayaan dan lingkungan hidup. Pariwisata partisipatoris, integrasi museum perpusda dan galeri seni, ruang kebhinekaan, seni tradisional, clean industries, green city, halal tourism, 51 titik potensi ESDM.

Di program ini, Khofifah-Emil akan membuka dialog antar budaya (seni, seniman, dan budayawan). Kemudian dialog intern dan antar umat beragama. (yah/gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.