Pacitan – Portalnews Madiun Raya
Pandemi Covid 19 terjadi secara global di seluruh dunia. Untuk itu, Vaksinasi yang merupakan upaya meningkatkan Herd Immunity atau kekebalan tubuh untuk menangkal Virus Corona juga dilakukan secara masif di seluruh dunia.

Hal itu disampaikan oleh Rahayu Puji Irianti, WNI asal Pacitan yang mengikuti sangat suami di Spanyol. “Disini juga terjadi Pandemi Covid 19. Banyak juga yang meninggal, namun upaya pemerintah setempat juga cukup cepat dengan melakukan pemutusan mata rantai persebaran Covid 19,” Ucap Puji, panggilan akrabnya kepada Portalnews Madiun Raya, Senin (23/08).

Lebih jauh Puji yang saat ini berdomisili di Palencia De Negrilla, Spanyol itu juga menyampaikan bahwa dirinya juga mengikuti vaksinasi. “Saya dan keluarga juga mengikuti vaksinasi. Vaksin yang pertama efeknya pusing sebentar. Namun Vaksin dosis kedua dengan Pfizer, Efeknya meriang banget, kepala puyeng, menggigil, sedikit mual, tulang linu dan tidak bisa tidur, ” Jelas Puji.

Namun demi keselamatan dirinya beserta keluarga tercintanya, Puji tak takut untuk melakukan Vaksinasi. “Ini global kok, seluruh dunia mengalami dan tidak hanya di Indonesia. Yang terpenting kita semua selamat dari Covid 19. Setelah Vaksin ya tetap menjaga kesehatan, menerapkan Protokol Kesehatan dan menjaga imunitas. Kesehatan adalah karunia yang termahal dari sang Pencipta. ” Pungkas Puji. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Sebuah mobil travel mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal setelah terguling di jalan Raya Sampung Desa Sampung, Senin siang (23/08).

Kapolsek Sampung, Iptu Marsono menyampaikan bahwa sebanyak 11 orang menjadi penumpang mobil tersebut. “Akibat kecelakaan tersebut, 6 orang mengalami luka berat dan ringan yang kemudian dirawat di Puskesmas Sampung dan ada yang dirujuk ke RSUD Dr Hardjono, ” Ujar Kapolsek.

Untuk kronologisnya, Kapolsek menguraikan bahwa pada hari Senin tanggal 23 Agustus 2021 sekira pukul 13.30 wib mobil travel isuzu elf Nopol AE 7959 S yang dikemudikan oleh korban Fiqih dari arah Sampung menuju ke arah Tulung dengan tujuan akan melaksanakan takjiah ke Kediri. “Mobil tersebut berpenumpang sejumlah 11 orang, sesampainya di TKP jalan raya Sampung tepatnya di tikungan Dusun Boworejo Desa Sampung Kecamatan Sampung mobil hilang kendali karena menghindari kendaraan dari arah berlawanan kemudian terguling di jalan, akibat kejadian tersebut penumpang Isuzu elf 6 orang mengalami luka luka selanjutnya korban di bawa ke Puskesmas Sampung,” Urai Iptu Marsono.

Dengan kejadian tersebut Kapolsek Sampung meminta masyarakat agar berhati-hati saat berkendara. “Hati-hati dalam mengendarai kendaraan, patuhi peraturan lalu lintas agar kita selamat hingga tujuan. ” Pungkas Iptu Marsono. (Yah).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Usai serah terima jabatan, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko memperkenalkan padi varietas unggul kepada Gubernur Jawa Timur, Kamis (04/03).

Bertempat di area persawahan Desa Semanding Kecamatan Kauman Ponorogo, Bupati Ponorogo menjelaskan bahwa varietas padi tersebut mampu meningkatkan produktivitas hasil panen. “Dengan keunggulan yang dimiliki, 1 hektar sawah yang ditanami varietas ini bisa menghasilkan 15 – 16 ton, ” Ucap Sugiri Sancoko.

Lebih lanjut Sugiri menyatakan bahwa bersama timnya sudah mencoba varietas padi jenis itu di lima titik. “Salah satunya di Desa Semanding ini, sampai saat ini belum ada namanya, atau kami menyebut padi Kreasi Insan Petani atau KIP, ” Lanjut Sugiri Sancoko.

Bupati Sugiri juga menyampaikan bahwa Kabupaten Ponorogo memiliki 34 ribu hektare sawah yang siap memproduksi padi. “Kebutuhan benihnya 870 ton, untuk itu kita kembangkan padi varietas unggul seperti ini untuk menjawab kegelisahan petani di Ponorogo. Akan terus kita kembangkan sehingga petani di Ponorogo meningkat produktivitasnya. ” Pungkas Sugiri Sancoko. (Yah).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghadiri serah terima jabatan Bupati Ponorogo dan Rapat Paripurna Penyampaian Sambutan Bupati Ponorogo terpilih hasil Pilkada 2020 di Gedung DPRD Ponorogo, Kamis (04/03/2021).

Dalam sambutannya, Khofifah menjelaskan bahwa dirinya sudah menghadiri serah terima jabatan di 11 titik di Jawa Timur. “Di Ponorogo ini titik ke 11, nanti malam kita ke Ngawi, ” Ucap Khofifah.

Dengan hadir di acara tersebut Khofifah menginginkan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat dilakukan. “Tadi kita mendengar visi dan misi Pak Bupati Ponorogo yang tertuang dalam Nawa Dharma Nyata yang tentunya harus sinergis dengan Nawa Cita Dharma, visi dan misi kami di Pemprov Jatim terutama membangkitkan ekonomi sekaligus menekan angka Covid 19,” Lanjut Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Jawa Timur mengucapkan selamat bekerja kepada Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo. “Mari kita segera bekerja untuk berlari menuju daerah yang maju dan masyarakatnya sejahtera. ” Pungkas Khofifah Indar Parawansa.

Sementara Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko menyampaikan dalam sambutannya untuk segera bekerja keras menuju Ponorogo Hebat. “Terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati sebelumnya hingga Ponorogo bisa seperti saat ini. Selanjutnya, kami mohon dukungan dari segenap pihak untuk melanjutkan pembangunan menuju Ponorogo Hebat, Pertanian Hebat, Pendidikan dan Kesehatan Hebat, Pariwisata Hebat, Pemuda dan Olahraga Hebat dan masyarakat yang berakhlaqul karimah. “Pungkas Bupati Sugiri Sancoko. (Yah)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Viralnya Kampung Mati di Dukuh Sumbulan Desa Plalangan Kecamatan Jenangan Ponorogo di media sosial membuat banyak warga penasaran.

Pantauan Portalnews Madiun Raya, Rabu (03/03), Kampung Mati itu terlihat banyak dikunjungi warga dari Ponorogo dan sekitarnya.

Menurut Thohari, warga setempat yang sudah pindah di Kelurahan Kadipaten Kecamatan Ponorogo, kampungnya itu terakhir dihuni pada 2016. “Warga kami yang perempuan ikut suaminya, lalu yang pria ikut isterinya, yang terakhir tinggal akhirnya takut dan memutuskan untuk ikut pindah, ” Ucap Thohari yang setiap hari berkunjung ke rumahnya di Kampung Mati itu.

Thohari juga menyampaikan bahwa dulunya ada 34 Keluarga yang menempati wilayah itu. “Bahkan dulu ada Pondok Pesantren yang cukup besar disini, dan hingga kini ada Masjid Ali Murtadlo yang masih berdiri dan sering digunakan untuk beribadah, ” Ujarnya.

Thohari berharap Pemerintah Kabupaten Ponorogo kembali membangun wilayahnya itu agar tidak dianggap kampung Mati. “Minimal dibangun jalannya, karena selain banyak areal sawah dan ladang, disini ada situs sejarah pengembangan agama Islam dari Demak. ” Pungkasnya.

Camat Jenangan, Erni Harismawanti secara gamblang menyampaikan bahwa pihaknya akan membangun akses jalan menuju tempat itu. “Kedepan akan kita pikirkan agar tempat ini bisa menjadi ramai, apakah situs sejarah ataupun religi, kita akan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Plalangan untuk mewujudkan itu. ” Pungkas Erni Harismawanti. (Yah).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Didampingi Wakil Bupati Ponorogo dan pimpinan OPD terkait, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko melihat secara langsung jalan yang berlubang akibat terkikis air di Dusun Gembes, Desa Slahung Kecamatan Slahung Ponorogo, Rabu (03/03/2021).

Akibat jalan yang berlubang itu, lalu lintas jalan yang menghubungkan jalur Slahung – Ngrayun harus bergantian ketika hendak lewat.

Terlebih, lokasi tersebut berada di jalan yang menanjak.

Dalam wawancaranya, Bupati Sugiri Sancoko menyampaikan bahwa pihaknya akan segera memperbaiki jalan tersebut secepat mungkin. “Saya mengajak Bu Wakil Bupati, Kepala Dinas PUPR, Kepala Bappeda, Camat dan lainnya, secepatnya akan kita perbaiki, ” Ucap Bupati Ponorogo.

Dengan melibatkan pimpinan OPD terkait, seperti Dinas PU PR, Bappeda, Forpimka Slahung, Bupati Sugiri Sancoko optimis permasalahan itu akan cepat diselesaikan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sugiri Sancoko juga meminta masyarakat Ponorogo untuk tetap waspada dalam menghadapi musim penghujan seperti saat ini. “Kemungkinan banyak bencana alam, untuk itu saya meminta masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati. Pemkab Ponorogo menjamin akan tanggap darurat bila terjadi bencana. ” Pungkas Sugiri Sancoko. (Yah).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Karang Taruna Pramana Raga Kabupaten Ponorogo menghadiri acara Musyawarah Karang Taruna dan Pelatihan Keorganisasian Karang Taruna Tunas Karya Desa Nglarangan Kecamatan Kauman, Ponorogo. Bertempat di Aula Balai Desa Nglarangan, Ketua Karang Taruna Kabupaten, Ari Bilowo hadir bersama pengurus Kartar Kabupaten.

Ari Bilowo selaku pemateri menjelaskan bahwa pada kondisi seperti saat ini Pemuda adalah tonggak dari perkembangan Desa.

“Suasana Covid masih belum juga selesai hingga saat ini, sehingga penggunaan media sosial semakin tinggi. Nah, para pemuda adalah yang paling paham bagaimana cara menggunakan teknologi daripada generasi old, sehingga peran pemuda sangat dibutuhkan,”

Dalam kesempatan tersebut, Ari juga memotivasi para pengurus maupun anggota karang taruna Tunas Karya untuk mengelola objek wisata yang ada, salah satunya adalah Gunung Gombak.

“ini menjadi peluang sekaligus tantangan, itu (gunung Gombak) kalo dikelola dengan baik dapat mendongkrak perekonomian desa, dan tentunya Karang Taruna lah yang harus ambil peran. Pemuda-pemuda harus kreatif dan inovatif. Saya yakin Karang Taruna Tunas Karya mampu menjadi penggerak perubahan di Desa Nglerangan ini.”

Sebelum acara berakhir, Sekretaris Karang Taruna Tunas Karya, Galih sempat menanyakan terkait wacana penganggaran Dana Pemuda oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, yang kemudian dijawab oleh Ari bahwa hal tersebut akan dikomunikasikan dengan Bupati.

“Memang belum ada komunikasi terkait dana tersebut. Tapi nanti pasti akan segera kami komunikasikan dengan Bupati. Ini saya anggap juga sebagai aspirasi yang artinya wajib saya tindak lanjuti, tentunya tetap dengan menggandeng Karang Taruna yang ada di desa-desa.” pungkas Ari Bilowo.

Hadir juga dalam acara ini, kepala desa Nglarangan Parwan. Dan diikuti kurang lebih 40 peserta, terdiri dari pengurus dan anggota karang taruna Tunas Karya.

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kakek Si’is, (76) warga Jl.Manggis 127 Rt.02 Rw.02, Kelurahan Keniten, Kecamatan Ponorogo ditemukan meninggal dunia setelah dikabarkan menghilang 2 pekan.

Menurut M. Mudhofir, Lurah Kertosari, warga menemukan sesosok mayat yang sudah membusuk di selokan air. “Ditemukan dibawah gorong-gorong selokan depan Masjid Assakinah turut Jl.Wonopringgo, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo,”Terang Mudhofir, Ahad (28/02/2021).

Lebih lanjut Mudhofir menyampaikan bahwa pada saat itu warga sedang bekerja bakti dan menemukan sesosok mayat itu. “Diketahui pada hari Minggu tanggal 28 Pebruari 2021 sekira Pukul 08.00 Wib. Yang bersangkutan memakai kaos switer warna crem, kaos pendek warna hitam corak garis-garis putih dan celana pendek warna hitam,” lanjutnya.

Mudhofir juga menyampaikan kronologis penemuan mayat tersebut. “Jadi pada Hari Minggu tanggal 28 Pebruari 2021 sekira pukul 08.00 Wib saat saksi 1 bersama dengan warga lainnya sedang bekerja bakti membersihkan selokan depan Masjid Assakinah Wonopringgo, mencium bau yang kurang sedap. Setelah dicari sumber bau tersebut ternyata berasal dari bawah gorong-gorong selokan depan Masjid. Selanjutnya warga mengecek bawah gorong-gorong dan ditemukan mayat laki- laki dalam keadaan membusuk. Selanjutnya mayat tersebut dikeluarkan dari dalam gorong-gorong,” Urai Mudhofir.

Dari keterangan keluarga Sugianto dan Sugeng Winarno bahwa benar korban merupakan ayah kandungnya dilihat dari ciri-ciri fisik maupun pakaian yang digunakan korban.”Korban diketahui hilang sejak tanggal 17 Februari 2021, sekira pukul 08.00 Wib. Dan atas kejadian tersebut keluarga sudah menerima.”Pungkas Mudhofir. (Yah)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.