,

Jakarta, MADIUNRAYA.com

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) menyampaikan ucapan selamat kepada para Atlet sepeda Indonesia atas raihan medali emas dan perak di ajang Sea Games Vietnam.

Apresiasi itu disampaikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara langsung melalui sambungan video call.

Sigit menyebutkan bahwa, raihan tersebut telah mengharumkan serta membanggakan Bangsa Indonesia dalam ajang pesta olahraga se-Asia Tenggara itu.

“Selamat atas prestasinya. Terima kasih sudah mendapatkan medali emas dan mengibarkan bendera merah putih di Sea Games Hanoi. Kita lihat ini ada peningkatan dari tahun lalu dapat medali emas, selamat ya. Saya kira kita semua di Indonesia sangat bangga. Terima kasih kepada semua tim yang tergabung termasuk ofisial, pelatih dan tim dokter serta rekan-rekan lain. Saya kira ini menjadi hadiah kita semua,” kata Sigit dalam sambungan video call, Senin (16/5).

Atlet sepeda Indonesia Tiara Prastika Andini menyumbangkan emas untuk Indonesia setelah memenangkan kelas MTB Downhill. Sementara, Atlet Andy Prayoga berhasil meraih medali perak, untuk kategori yang sama.

Dengan peraihan medali ini, Sigit berharap dapat menjadi semangat untuk memenangkan kategori lainnya di ajang Sea Games Vietnam. Mengingat, 15 Atlet Indonesia masih akan merebutkan medali di kategori MTB dan Road Race, yang berlangsung sejak 15-22 Mei.

“Saya kira ini adalah permulaan yang bagus dan mudah-mudahan disusul oleh seluruh teman-teman yang lain. Kita dari Indonesia mendoakan untuk semuanya bisa mendapatkan prestasi yang sama,”tambah Sigit.

Selain mengucapkan selamat, Sigit juga menyempatkan berbincang kepada para atlet, pelatih dan ofisial tersebut. Ia menanyakan harapan dan perasaannya setelah memenangkan pertandingan.

Sementara dalam perbincangannya, Tiara Prastika Andini menyampaikan apresiasinya kepada Sigit lantaran selama ini telah memberikan dukungan penuh kepada seluruh atlet sepeda Indonesia.

“Terima kasih atas dukungannya selama ini, sehingga pelatnas bisa terus berjalan dan terima kasih untuk supportnya Pak,” ucap Tiara.

Sementara itu, Andy Prayoga berharap, cabang olahraga sepeda di Indonesia bisa lebih maju dan ikut berkompetisi di ajang yang lebih besar lagi kedepannya. Bahkan, Andy juga menyampaikan keinginannya untuk menjadi seorang anggota polisi.

“Harapannya bisa lebih maju lagi pak dan balap sepeda bisa diberangkatkan balapan di Eropa dan kelas dunia. Dan saya ingin jadi polisi pak,” tutur Andy.

“Cocok. Oke kita perhatikan.  Pokoknya yang penting tugasnya semangat terus dan kasih support teman-temannya,” jawab Sigit.

Sebelum mengakhiri video call, Sigit kembali berharap kepada seluruh atlet yang bertanding di Sea Games untuk saling support dan tetap menjaga api semangat demi kembali menyumbangkan medali selanjutnya untuk Bangsa Indonesia.

“Luar biasa semangatnya. Terus pertahankan sampai pertandingan terakhir. Semangat semuanya. Menang. Menang. Menang.” Pungkas Sigit diikuti teriakan semangat para atlet, pelatih dan ofisial lainnya. (red)

,

Vietnam, MADIUNRAYA.com
Tim Nasional (Timnas) U-23 dipastikan menembus babak Semifinal SEA games 2022 setelah berhasil mengalahkan Timnas U-23 Myanmar, Ahad Sore (15/05/2022).

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Stadion Viet Tri, Phu Tho itu berlangsung dengan ketat. Pergerakan bola cepat dari kaki ke kaki diperagakan oleh kedua tim.

Namun anak asuh Shin Tae Yong berhasil unggul 3:1 melalui kaki Egy Maulana Fikri pada menit ke 6, Witan Sulaeman pada menit ke 10 dan Marselo Ferdinan pada Injury Time babak pertama.

Sementara satu-satunya gol yang disarangkan oleh Pemain Myanmar dicetak oleh Win Naing Tun pada menit 66.

Dengan hasil 3:1 berhasil mengulang sejarah Sea games tahun 2018 yang juga mengalahkan Myanmar 3:1.

Indonesia berada di Grup A bersama dengan Vietnam, Myanmar, Filipina dan Timor Leste.

Setelah dipastikan masuk Semi Final, Timnas U-23 akan berhadapan dengan musuh bebuyutan yaitu Timnas U-23 Malaysia. (red)

Bangkok, MADIUNRAYA.com

Sempat unggul di babak pertama, 8:21, Pemain Tunggal Tim Thomas Cup Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dikalahkan pemain nomor 9 dunia dari India, Lakshya Sen.

Meskipun sudah mengerahkan segenap kemampuan, Anthony Sinisuka Ginting harus mengakui pemain tunggal pria asal India itu.

Dibabak pertama, Anthony Sinisuka Ginting dengan mudah mengalahkan Lakshya Sen. Namun dibabak kedua, pemain berusia 20 tahun Lakshya Sen berhasil bangkit dan memenangkan set kedua dengan skor 21 : 17.

Dibabak ketiga, persaingan secara ketat berlangsung antara kedua pemain.

Lebih dulu mencapai angka 11, Anthony Sinisuka Ginting berhasil disusul Lakshya Sen dan terjadi duel kritis dan diakhiri dengan kemenangan Lakshya Sen, 21:16.

Kemenangan Lakshya Sen dinilai banyak pengamat sangat mengejutkan.

Seperti kata Yani Wijaya yang menyebutkan seharusnya Anthony Sinisuka Ginting bisa mengatasi perlawanan Lakshya Sen karena unggul peringkat, yaitu peringkat 5 dan Lakshya Sen yang peringkat 9 dunia.

Dengan hasil itu, kedudukan sementara 1 : 0 untuk India dalam Final Thomas Cup ahun 2022 di Thailand.

“Namun begitulah permainan. Selain kemampuan teknis, kemampuan fisik juga keberuntungan sangat menentukan,” ucap Yani Wijaya.

Lebih lanjut Yani menyampaikan bahwa lolosnya India di Final Thomas Cup 2022 menyampaikan pesan bahwa bangkitnya kemampuan negara hindustan itu didunia Bulu Tangkis.

“Mereka banyak diisi oleh para pemain muda. Lakshya Sen masih berusia 20 tahun dan sudah peringkat 9 dunia. Pemain yang lainnya juga relatif masih muda,” lanjutnya.

Namun Yani Wijaya menyampaikan bahwa Indonesia harus terus optimis.

“Indonesia gudangnya pemain bulu tangkis. Banyak pemain legendaris yang berasal dari Indonesia. Seperti kemarin, Bilqis, putri Joko Suprianto bisa mengalahkan Pemain Jepang yang merupakan rangking 1 dunia.Ini harus terus dikembangkan, jangan sampai kita kehilangan generasi atau bibit pemain Bulu Tangkis yang bisa mengharumkan nama dunia.”Tutup Yani Wijaya. (red)

,

Jeddah, MADIUNRAYA.com

Pelaksanaan Ibadah Umroh di Bulan Syawal 1443 H dinilai sudah berjalan dengan lancar.

Hal itu disampaikan oleh Dr Aliyadi Yanuri, salah seorang Akdemisi di Kabupaten Ponorogo yang saat ini sedang melakukan ibadah tersebut.

Aliyadi menceritakan bahwa dirinya berangkat Umroh pada Sabtu (07/04/2022) melalui Bandar Udara Juanda Surabaya.

“Alhamdulillah bisa melaksanakan Ibadah Umroh bersama keluarga di Bulan Syawal setelah sebulan penuh menunaikan Ibadah Puasa,” ucap Aliyadi.

Setelah transit di Bandara Changi Airport di Singapura, Aliyadi menjelaskan bahwa rombongannya sampai dengan selamat di Jeddah Saudi Arabia.

“Kami langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan Sholat Ashar disana, lalu menuju Masjid Quba di Yastrib atau Madinah. Selain melakukan ibadah kami juga mengunjungi Kebun Kurma yang bisa mencicipinya secara langsung. Kemudian kami melakukan persiapan Umroh Miqod di Bir Ali Madinah yaitu memulai rukun syarat Umroh. Kemudian kami melakukan Tawaf di Mekah,” urai Aliyadi Yanuri.

Secara umum, lanjut Aliyadi, pelaksanaan Ibadah Umroh berjalan dengan lancar dan tanpa kendala.

“Yang istimewa, kami sudah tidak perlu memakai masker lagi. Namun harus dipastikan bahwa kita semua sudah melakukan vaksinasi secara komplet, termasuk Vaksin Booster,” terang Aliyadi.

Akademisi itu berharap Ibadah Umroh yang dilakukannya itu mendapatkan pahala dari Allah SWT.

“Umroh terakhir kami lakukan pada awal 2020 sebelum Pandemi Covid 19. Setelah dua tahun ini kami berangkat Umroh kembali. Tentunya banyak perbedaan, dulu amat sangat ramai namun kini setelah Pandemi tidak begitu ramai. Semoga ini membawa kebaikan bagi kami dan keluarga kami, Amiin.” Tutup Aliyadi Yanuri. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Meningkatnya penularan virus Covid-19 di Kabupaten Ponorogo disikapi serius oleh Petugas Gabungan dengan pengetatan protokol kesehatan (Prokes). 

Sejumlah tempat kerumunan di wilayah kota Ponorogo menjadi sasaran Operasi Pamor Keris Polres Ponorogo, Ahad (20/2/2022).  

Tim Pamor Keris mendatangi para pengunjung yang sedang santai dan ngopi di warung depan stadion Ponorogo sebelah barat.

Kedatangan petugas gabungan pamor keris sempat mengejutkan pemilik warung dan pengunjung, namun petugas memberikan penjelasan bahwa operasi yang dilakukan ini adalah operasi untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 sehingga para pengunjung wajib memakai masker.

Kasat Samapta, AKP Edy Suyono, menjelaskan bahwa Covid-19 merangkak naik beberapa hari ini sehingga seluruh masyarakat harus waspada.

Petugas kemudian melakukan operasi sejumlah tempat kerumunan warga salah satunya di seputaran stadion Ponorogo dan jalan suromenggolo.

“Disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan merupakan salah satu faktor untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di tengah masyarakat,” ucap AKP Edy Suyono

Untuk mendorong masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan, pihak kepolisian dibantu jajaran TNI dan Intansi terkait lainnya untuk terus gencar dan woro-woro melaksanakan operasi pamor keris. Selain gencar memberikan imbauan agar taat protokol kesehatan.

“Operasi Pamor Keris dengan sasaran tempat kerumunan massa akan terus kami gencarkan yaitu dengan woro – woro dan operasi. Bagi pengunjung di Warung yang terjaring dalam operasi pamor Keris diberi saksi berupa menyanyi lagu Nasional dan Pus up,”ujarnya.

Sementara menurut Burhanuddin, salah satu warga yang dihukum Push Up dirinya kaget karena tiba-tiba petugas datang dan memberi teguran.

“Tadi memang tidak bermasker soalnya sedang makan pagi dan ngopi, jadi maskernya saya lepas. Tetapi karena merupakan aturan saya rela dihukum. Kedepan saya akan selalu membawa masker sampai Pandemi Covid 19 ini dinyatakan usai,” ucapnya. (yah/gin)

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Kerja keras Pemerintah Desa Kutu Kulon Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo untuk melawan Covid 19 patut diacungi jempol.

Betapa tidak, Desa yang dipimpin oleh Supriyono itu menargetkan hingga akhir tahun 100% warganya sudah divaksin Covid 19.

Menurut Supriyono Desa Kutukulon yang terdiri dari 556 KK, dengan jumlah total penduduk 1695 jiwa, dengan rincian 868 laki-laki dan 827 perempuan itu hingga saat ini sudah 85% yang di Vaksin anti Covid 19.

“Target kami, hingga penghujung tahun 2021 ini bisa 100% alias seluruh warga kami sudah memiliki kekebalan masal atau Herd Imunity sehingga bisa melawan Covid 19,”Ucap Supriyono kepada MADIUNRAYA.COM, Selasa (28/12/2021).

Lebih lanjut Kades Supriyono menyampaikan bahwa selama Pandemi Covid 19, sebanyak 15 warganya pernah positif Covid 19. “Alhamdulillah sembuh dan sebanyak 3 orang meninggal dunia karena ada penyakit bawaan,”lanjutnya.

Warga Desa Kutu Kulon ceria usai di Vaksin Covid 19

Supriyono menegaskan bahwa pihaknya tidak henti-hentinya menghimbau agar warganya selalu disiplin dalam menerapkan Protokol Kesehatan kapanpun dan dimanapun. “Selain itu selalu menjaga kesehatan agar tubuh kita memiliki imunitas. Juga mempercepat Vaksinasi agar bisa menangkal Virus yang saat ini menjadi penyebab Pandemi di wilayah Indonesia dan dunia,”Tambah Kades Kutu Kulon itu.

Masih ada 15 % warga Desa Kutu Kulon yang saat ini belum divaksin menurut Supriyono akan dilakukan vaksinasi terakhir di tahun 2021 ini pada Jum’at (31/12/2021) besuk. “Harapan kami, ditahun 2021 ini seluruh warga di Desa Kutu Kulon bisa tervaksin anti Covid 19 semuanya. Besuk Jum’at, seluruh warga yang belum divaksin akan kami arahkan untuk segera vaksin,”jelas Supriyono.

Dengan Vaksinasi yang dilakukan 100% diwilayahnya, Kades Kutu Kulon itu berharap Pandemi Covid 19 segera berakhir. “Dan kita semua diberikan kekuatan dan kesehatan sehingga bisa melalui semua ini dengan baik, ekonomi segera pulih dan anak-anak bisa sekolah sehingga kehidupan bisa kembali normal.”Tutupnya. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM
Vaksinasi Covid 19 terlihat efektif untuk mencegah meluasnya persebaran wabah Virus Corona.

Setidaknya hal itu terlihat di Desa Pijeran Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo.

Menurut Kepala Desa setempat, Sunarto, Vaksinasi di desanya sudah berjalan 50 persen lebih. “Itu vaksinasi dosis 1 maupun dosis 2. Antusias masyarakat sangat luar biasa. Setiap kegiatan Vaksinasi selalu dihadiri oleh warga Pijeran tanpa kecuali termasuk Lansia,” ungkap Sunarto, kepada Madiunraya.com di Balai Desa setempat, Selasa (22/12/2021).

Lebih lanjut Sunarto menyampaikan bahwa selama ini ada 4 warganya yang meninggal dunia akibat terjangkit Covid 19. “Namun dengan kedisiplinan untuk menerapkan Protokol Kesehatan dan mempercepat Vaksinasi, Alhamdulillah, 2 bulan terakhir di desa kami sudah tidak ada lagi yang positif Covid 19, di Desa Pijeran, vaksinasi dilakukan di 4 dusun sehingga mempermudah bagi masyarakat,” lanjut Sunarto.

Kedepan, Kepala Desa Pijeran itu berharap agar Vaksinasi terus berjalan dengan baik dan lancar. “Saya berharap, seluruh warga Pijeran bisa di Vaksin dan tercipta Herd Imunity atau kekebalan masal sehingga tidak ada lagi yang terjangkit Covid 19.” Pungkas Sunarto. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan
Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.