Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Untuk mengatasi dampak Pandemi Covid 19 di Desa Pijeran Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo disikapi dengan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa Pijeran, Sunarto, kepada Madiunraya.com di Balai Desa setempat, Selasa (21/12/2021).

Menurut Sunarto, sepanjang tahun 2021 ini pihak Pemerintah Desa Pijeran menyalurkan BLT DD senilai Rp 385.200.000,-

“Bantuan tersebut kami berikan kepada masyarakat yang terdampak langsung karena Pandemi Covid 19 berdasarkan Musyawarah Desa Khusus,” jelas Sunarto.

Total, menurut Sunarto, pihaknya menyalurkan BLT DD kepada 107 warganya senilai masing-masing Rp 300.000,- setiap bulan. “Mereka adalah warga yang sakit, kehilangan pekerjaan dan tidak bisa bekerja karena Pandemi Covid 19,” lanjut Sunarto.

Dengan BLT DD yang diberikan, Sunarto berharap masyarakat yang terdampak Covid 19 didesanya bisa berkurang beban hidupnya. “BLT DD yang kami salurkan diharapkan membantu kehidupan warga kami yang mengalami kesusahan akibat Pandemi yang berkepanjangan.” Pungkas Sunarto.

Sementara menurut Ismi, warga RT 01 RW 02 Dusun I Desa Pijeran mengungkapkan bahwa dirinya sangat bersyukur menerima bantuan BLT DD itu. “Alhamdulillah, sedikit banyak bisa membantu kehidupan kami. Saya sudah tua dan anak-anak tidak bisa bekerja karena Pandemi Covid 19. Semoga Pandemi Covid 19 ini bisa segera berakhir dan kehidupan bisa segera normal kembali.” Tambahnya. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan
Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Madiunraya.com
Siapa yang bilang Covid 19 sudah usai?.

Kali ini ada kabar duka tentang kematian akibat Covid – 19 kembali terdengar diwilayah Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo, Senin (08/11/2021).

“Telah meninggal dunia Sdri. M, 59th, warga Desa Ngrandu Kecamatan Kauman di Rumah Sakit Aisyiah Ponorogo setelah dirawat beberapa hari dengan gejala Covid 19”, Ucap Kapolsek Kauman, AKP Beny Hartoyo, SH.

Lebih lanjut Kapolsek menyampaikan kronologi meninggalnya almarhumah diawali dengan keluhan batuk, mual, lemas, sesak nafas ditambah dengan komorbid berupa diabetes melitus dan penyakit jantung.

Petugas dari Polsek Somoroto, Koramil Kauman dan Satgas Covid Desa Ngrandu tampak hadir dalam prosesi pemakaman secara protokol pemakaman Covid – 19.

“Covid – 19 masih ada, meskipun sudah sangat jauh melandai. Saya harap masyarakat patuhi protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun. Selain itu bagi yang belum vaksin silahkan kunjungi tempat vaksin terdekat, karena benar – benar dapat menghindarkan dari gejala berat saat terkena covid – 19”, ungkap Kapolsek Somoroto, AKP Beny Hartono,S.H. yang dihubungi setelah pemakaman.

Untuk itu Kapolsek Somoroto meminta kepada warga untuk tetap waspada. “Jangan sampai kita menyesal karena kehilangan keluarga yang kita cintai karena Covid 19,” Tambahnya.

Yang terpenting saat ini menurut Kapolsek adalah tetap menjaga Protokol Kesehatan kapanpun dan dimanapun. “Vaksinasi harus segera tuntas. Warga harus pro aktif, segera datangi tempat vaksinasi. Yang selanjutnya adalah terus menjaga kesehatan dan imunitas, sekali lagi Pandemi belum usai, kita semua harus berhati-hati.” Pungkas AKP Beny Hartono. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Bhabinkamtibmas Polsek Mlarak, Aiptu Agus Bowo Cahyono menjenguk warga yang mempunyai seorang bayi yang berumur 4 hari dilahirkan oleh seorang ibu positif covid 19 dan dinyatakan telah meninggal dunia.

Mendengar salah satu warga binaanya mengalami kesusahan, Aiptu Agus Bowo Cahyono mendatangi keluarga tersebut dengan berniat memberikan bantuan dengan dibantu beberapa warga sekitar dan juga perangkat desa.

“Kedatangan kami ini pertama ingin melihat kondisi keluarga dan bayi yang saat ini sedang membutuhkan biaya dan semoga segera diberikan kesembuhan dan yang kedua kami ingin sedikit berbagi rejeki tetapi jangan dilihat isi maupun besarnya bantuan kami, semoga bantuan kami ini dapat sedikit meringankan beban dari keluarga Bapak Joko Riyoyo ” jelas Aiptu Agus Bowo.

Bukan selesai disitu saja,berkali kali juga untuk kebutuhan susu si bayi dalam jumlah beberapa dos, Bhabinkamtibmas Aiptu Agus Bowo Cahyono juga tetap menyantuninya serta dalam keseharian keluarga tersebut terus di monitor secara langsung olehnya, karena di dalam rumah itu selain bayi dan ayahnya (Joko Rioyo) yang kini tidak bisa bekerja dikarenakan harus merawat sang bayi juga ada nenek yang bernama Boyati selaku orang tua Joko yang juga membantu merawat bayi dan merawat suaminya, yang tak lain adalah kakek bayi tersebut yang kini mengalami stroke kurang lebih 10 tahun.

Sementara menurut Ayah Bayi, Joko Rioyo, dirinya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

“Matur Nuwun, memang Pak Bhabinkamtibmas Polsek Mlarak Polres Ponorogo dikenal dekat dengan warga masyarakat yang dalam keseharian nya selalu peduli dan memperhatikan keadaan warga binaannya, termasuk kami yang saat ini mendapatkan musibah, ” Ucap Joko Rioyo.

Joko juga menambahkan bahwa bantuan tersebut sangatlah berarti bagi keluarganya. “Sangat membantu kami, apalagi saya sementara ini tidak bisa bekerja karena merawat anak dan Ibu saya merawat Ayah yang kena stroke, maturnuwun. ” Pungkas Joko Rioyo dengan mata berkaca-kaca. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Upaya menciptakan Herd Immunity atau kekebalan massal di Desa Sahang Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo patut diacungi jempol.

Dari 1.700 an warga Desa Sahang, lebih dari 80 % sudah divaksin anti Virus Corona.

“Alhamdulillah, hingga saat ini vaksinasi disini sudah mencapai lebih dari 80%. Untuk Lansia juga sudah dilakukan, namun ada beberapa yang tidak memungkinkan untuk dilakukan Vaksinasi,” Ucap Slamet saat ditemui Madiunraya.com, di Ruang Kerjanya, Kamis (28/10/2021).

Selain aktif melakukan sosialisasi, kunci sukses Vaksinasi di Desa Sahang menurut Slamet adalah kesadaran masyarakat didesanya cukup tinggi. “Banyak juga yang sudah melakukan Vaksinasi di luar desa,”tambahnya.

Lebih lanjut Slamet menyatakan bahwa ada 3 warganya meninggal dunia akibat Covid 19. “Namun setelah April 2021, tidak ada lagi yang meninggal dunia, ada beberapa yang terjangkit namun sudah sembuh,” lanjut Slamet.

Saat ada penderita Covid di desanya, Slamet menegaskan bahwa pihaknya memberikan support yang penuh. “Kita cukupi kebutuhannya, baik itu sembako juga kita pantau perkembangannya melalui Satgas Covid 19 di Desa Sahang,”jelasnya.

Kepala Desa Sahang tersebut juga menyampaikan bahwa pihaknya memberikan Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa kepada 30 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). “Sudah kita berikan hingga Oktober 2021, masing-masing Rp 300 ribu setiap bulan kepada 30 Keluarga Penerima Manfaat di Desa Sahang,” ujar Slamet.

Kades Sahang berharap tidak ada lagi kasus Covid 19 di desanya. “Kami terus menghimbau agar Protokol Kesehatan terus dilakukan dan optimal dalam Vaksinasi.”Pungkas Slamet. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama dengan Polres Ponorogo menggelar serbuan vaksinasi dengan target 3700 dosis kepada pelajar SMK Sore Ponorogo, SMK Badegan dan Bertempat di Ponorogo City Centre (PCC), Senin (04/10)

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, usai mengikuti Upacara Ziarah Nasional HUT TNI ke 76 di TMP bersama Wakapolres Ponorogo Kompol Meiridiani dan Kabag OPS Polres Ponorogo Kompol Basuki meninjau kegiatan serbuan vaksinasi tersebut.

Bupati Ponorogo H.Sugiri Sancoko melihat antusiasme pelajar di wilayah Ponorogo patut diacungi jempol.

Dia berharap dukungan stok vaksin dari pemerintah pusat bisa terus dikirim sehingga vaksinasi bisa terus, “Vaksinasi terus, Protokol Kesehatan dijalankan dan kegiatan ekonomi dilakukan dengan Prokes,”katanya

Sementara itu Wakapolres Ponorogo mengatakan, kali ini Pihaknya menggelar serbuan vaksinasi dosis II dengan target 3700 kepada pelajar meliputi SMK Pemkab,SMK Sore dan yang terakhir di SMK Badegan Ponorogo.

menurutnya, Pemberian vaksin sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

“Kegiatan ini juga dilakukan secara bertahap agar tidak terjadi kerumunan, karena penerapan protokol kesehatan (prokes) terus menjadi protap dan wajib ditaati,” Tutup Wakapolres Ponorogo.

Sementara menurut Yanti, pelajar SMK Sore, dirinya bersama dengan teman-temannya memanfaatkan dosis vaksinasi Covid 19.”Karena SMK harus banyak praktik daripada teori maka kami ingin maksimal dalam menyerap ilmu sehingga harus berbaur dengan banyak orang. Untuk itu vaksin ini adalah benteng bagi kami agar terhindar dari Covid 19.” Ucapnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Untuk mempercepat Vaksinasi Covid 19, Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyiapkan 800 Vaksinator yang siap melakukan Vaksinasi setiap hari.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Ponorogo, H Sugiri Sancoko usai mengikuti rapat di Pusdalob, Jum’at (01/10).

Bupati Sugiri Sancoko juga mengapresiasi masyarakat yang sangat antusias mengikuti Vaksinasi. “Luar biasa. Animo masyarakat untuk mengikuti Vaksinasi sangat tinggi. Kalau kita buka online, maka dalam waktu 15 menit daftarnya sudah terisi penuh, ” Ucap Bupati Sugiri Sancoko.

Namun demikian hingga saat ini Bupati menjelaskan pelaksanaan sudah 34% untuk Vaksinasi Dosis I di Kabupaten Ponorogo. “Untuk Dosis II baru 12 %. Untuk itu kami menyiapkan 800 Vaksinator dan memohon kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta instansi lainnya seperti Kodam maupun Polda untuk membantu mendatangkan dosis vaksin di Ponorogo agar bisa cepat terdistribusi di masyarakat, ” lanjut Bupati Sugiri Sancoko.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sugiri menjelaskan perbedaan Level PPKM antara yang disampaikan oleh Gubernur dan Mendagri yang berbeda. “Memang menurut Assesment Kemenkes RI, Ponorogo itu Level 1, namun menurut In Mendagri, Ponorogo masih level 3. Perbedaannya adalah soal Vaksin saja, In Mendagri melihat Vaksin harus 50% + 1 untuk turun level. Sedangkan kalau dari Assesment Kemenkes melihat kondisi di Lapangan, berapa yang positif, berapa kematian, berapa Vaksin, berapa yang sembuh dan lainnya, jadi hanya itu perbedaannya, ” terang Bupati Sugiri Sancoko.

Untuk itu Bupati Ponorogo akan memaksimalkan Vaksinasi agar level PPKM sesuai In Mendagri bisa segera turun. “Vaksinator sudah siap, masyarakat antusias, kini tinggal dosis Vaksin yang akan kita terus datangkan hingga menuju Ponorogo Zona Hijau. ” Pungkas Bupati Ponorogo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Bupati Ponorogo, H Sugiri Sancoko SE MM meminta masyarakat tidak bingung mensikapi perbedaan pengumuman Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Memang menurut Assesment Kemenkes RI, Ponorogo itu Level 1, namun menurut In Mendagri, Ponorogo masih level 3. Perbedaannya adalah soal Vaksin saja, In Mendagri melihat Vaksin harus 50% + 1 untuk turun level. Sedangkan kalau dari Assesment Kemenkes melihat kondisi di Lapangan, berapa yang positif, berapa kematian, berapa Vaksin, berapa yang sembuh dan lainnya, jadi hanya itu perbedaannya, ” Ucap Bupati Sugiri Sancoko, Rabu (29/09/2021).

Lebih lanjut Bupati meminta masyarakat Ponorogo tidak bingung. “Tidak usah bingung, kegiatan ekonomi silahkan dilakukan namun dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan. Kami akan berupaya keras agar Vaksinasi di Ponorogo bisa maksimal sehingga prosentase vaksinasi di Ponorogo bisa terus meningkat, ” Lanjut Bupati Sugiri.

Saat ini, Bupati menjelaskan sudah 34% Vaksinasi Dosis I di Kabupaten Ponorogo. “Untuk Dosis II baru 12 %. Untuk itu kami menyiapkan 800 Vaksinator dan memohon kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta instansi lainnya seperti Kodam maupun Polda untuk membantu mendatangkan dosis vaksin di Ponorogo, ” Ucap Bupati Sugiri Sancoko.

Soal minat Vaksinasi, Bupati Sugiri sangat mengapresiasi. “Masyarakat Ponorogo sangat peduli dengan kesehatannya, itu terbukti di gerai-gerai vaksin yang terus diserbu oleh masyarakat, Top, pokoknya. ” Pungkas Bupati Sugiri Sancoko. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan
Penyunting : Agin Wijaya

SURABAYA – Portalnews Madiun Raya

Subdit I Ditresnarkoba Polda Jawa Timur, berhasil meringkus empat orang tersangka pengedar Narkotika jenis sabu jaringan Internasional.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, menjelaskan, bahwa anggota Direktorat Narkoba Polda Jatim, berhasil mengungkap peredaran Narkoba jenis sabu jaringan Internasional.

“Tersangka yang diamankan ada 4 (empat) orang di depan Indomart Rest Area KM 14 Karang Tengah, Jalan Tol Jakarta – Tangerang, pada Selasa 6 Juli 2021, sekira pukul 15.00 WIB,” kata Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Senin (27/9/2021) siang.

Empat tersangka yang diamankan yakni, DS, RZ, ST dan FK. Dari empat tersangka yang diamankan, satu orang seorang wanita.

Sementara itu, Kompol James, Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Jatim, menyebutkan, awalnya petugas Ditresnarkoba polda jatim, mendapatkan informasi bahwa akan ada pengiriman sabu dari Afrika Selatan, ke Bandara Juanda Surabaya.

Anggota dari Ditnarkoba polda jatim akhirnya, berkoordinasi dengan petugas Bea Cukai dari bandara Juanda, kemudian di dapatkan hasil, bahwa barang narkotika jenis sabu tersebut tidak jadi dikirim melalui Bandara Juanda melainkan akan dikirimkan melalui bandara Soekarno Hatta di Jakarta.

Kemudian anggota dari Ditresnarkoba bersama petugas dari Bea Cukai Juanda, melakukan koordinasi dengan petugas dari Bea Cukai Soekarno Hatta, dimana akan ada paket yang akan dikirim dari Afrika Selatan.

Paket tersebut yang diduga sabu, dimasukkan ke dalam koper yang sudah di modifikasi. Kemudian, petugas Bea dan Cukai Soekarno Hatta, memberikan dua koper itu kepada petugas dari Ditresnarkoba polda jatim.

“Kemudian kami lakukan Control Delivery terhadap penerima paket tersebut. Dan melakukan titik temu di Rest Area KM 14 Karang Tengah, Jalan Tol Jakarta-Tangerang, Kota Tangerang,” jelas Kompol James.

Lanjut James, kemudian para tersangka menghampiri petugas, pertama tersangka RZ untuk mengambil paket. Yang memindahkan paket tersebut ke mobilnya.

“Setelah paket itu dipindahkan ke dalam mobilnya, petugas akhirnya mengamankan tersangka RZ dan ST. Yang kemudian juga menangkap tersangka lain yakni, DS dan FK,” lanjut dia.

Kemudian setelah dilakukan interogasi terhadap para tersangka, bahwa sabu tersebut akan diserahkan kepada pemilik barang yaitu saudara Juragan alias Eman. Yang saat ini masih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dari penangkapan para tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti. Diantaranya, 2 (dua) bungkus plastik yang didalamnya diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor seluruhnya 4.067 gram. Dua koper warna merah, satu unit mobil Datsun warna hitam Nopol AB 333 LT.

Terhadap para tersangka, mereka akan dikenakan Pasal 114 Ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dan Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009. Serta Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.