Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Sebuah mobil berjenis mobil bus Nomor Polisi AG-7390-UV merk Isusu warna ungu atas nama PT. PUTRA HANDAYANI TRANS terbakar habis  di dukuh Setono Desa Tegalsari Kecamatan Jetis Ponorogo, Rabu (08/09) pukul 21.00.

AKP Edy Sucipta, Kapolsek Jetis menjelaskan bahwa pada hari Rabu tanggal 8 September 2021 sekira pukul 21.00 Wib petugas piket jaga Polsek Jetis mendapat laporan dari saksi Gatot Suseno bahwasannya telah terjadi kebakaran kendaraan jenis mobil bus Nomor Polisi AG-7390-UV merk Isusu warna ungu atas nama PT. PUTRA HANDAYANI TRANS.

“Saudara Gatot Suseno hendak menyewa mobil tersebut dari pemiliknya  warga Gontor, namun di TKP mengalami kebakaran karena diduga mengalami korsleting listrik,” Ucap Kapolsek.

Untuk kronolisnya, Kapolsek menyampaikan bahwa dari keterangan korban dan saksi yang berada di TKP menceritakan bahwa kendaraan jenis mobil bus yang terbakar tersebut pada hari Rabu tanggal 8 September 2021 sekira pukul 17.00 WIB oleh saksi 2 yaitu Nur Sulistyohadi diambil dari rumah korban yaitu saudari Dian Setiarni karena akan disewa oleh saksi 1 yaitu saudara Gatot Suseno. “Selanjutnya kendaraan jenis mobil bus yang terbakar tersebut di bawa pulang ke rumahnya. Masih pada hari yang sama Rabu tanggal 8 September 2021 sekira pukul 20.30 Wib oleh Nur Sulistyohadi kendaraan tersebut diantar kerumah Gatot Suseno. Selanjutnya sampai dirumah Saudara Gatot, kendaraan tersebut diparkir di depan rumah,  sesaat sebelum kendaraan diserahkan saudara Nur dan mengecek kondisi kendaraan beserta lampu aksesorisnya, dan diketahui bahwa lampu aksesoris/lampu disko yang terpasang di atas tempat duduk sopir bermasalah karena sewaktu dinyalakan kadang menyala kadang mati,”Terang AKP Edy Sucipta.

Mengetahui hal tersebut Saudara Gatot memerintahkan untuk mematikan lampu tersebut. “Selanjutnya oleh Saudara Nur lampu tersebut dimatikan dengan cara menekan sakelar lampu aksesoris pada posisi off dan selanjutnya kunci kendaraan diserahkan kepada Gatot Suseno. Setelah itu berdua duduk di teras rumah Saudara Gatot untuk minum kopi. Tidak lama kemudian mengetahui api muncul dari dalam kendaraan bagian atas depan kendaraan dan dengan cepat membakar kendaraan. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke  Polsek Jetis,”Lanjut Kapolsek Jetis.

Api berhasil dipadamkan sekira pukul 22.00 wib, dengan bantuan 2 unit mobil Damkar Kab. Ponorogo. “Akibat kejadian tersebut, kerugian materil diperkirakan lebih kurang Rp. 400.000.000, dan tidak ada kerugian jiwa,”Tambah  AKP Edy Sucipta.

Setelah melakukan olah TKP didapatkan kesimpulan bahwa api pertama kali muncul dari dalam kendaraan bagian atas depan yang diperkirakan berasal dari korsleting listrik, kemudian membakar selurah kendaraan. “Dalam kejadian tersebut juga ikut terbakar barang berupa STNK kendaraan, buku KIR, KPS atau ijin angkutan wisata dan kartu jasa raharja.”Pungkas Kapolsek Jetis. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Bupati Ponorogo kembali mengumumkan perkembangan kasus Covid 19.

“Momen pergantian tahun memang biasa menjadi momen untuk berkumpul merayakan dan jalan-jalan melepas penat rutinitas. Namun, masa Pandemi COVID-19 membuat kita harus beradaptasi dengan banyak hal, termasuk dengan disiplin protokol kesehatan dan anjuran untuk #DiRumahAja kalau tidak ada keperluan mendesak. Daripada jalan-jalan dan berisiko tinggi terinfeksi COVID-19, lebih baik menyusun agenda liburan #DiRumahAja. Banyak hal seru dan bermanfaat yang tetap bisa kita lakukan bersama keluarga di rumah,” Ucap Bupati Ipong Muchlissoni, Jum’at (01/01/21).

Berikut akan saya sampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Ponorogo per hari Jumat, (01/01/2021). “Hari ini terdapat tambahan 13 KASUS KONFIRM BARU. Selain itu, Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun kabar duka kembali saya sampaikan bahwa hari ini terdapat 3 orang pasien confirm meninggal dunia. Yang pertama, 1 orang Laki-Laki, usia 57 tahun, alamat domisili Kecamatan Bungkal, yang kedua, 1 orang Perempuan, usia 80 tahun, alamat domisili Kecamatan Slahung dan 1 orang laki-laki, usia 76 tahun, alamat domisili Kecamatan Jetis.
Ketiganya merupakan pasien COVID19 dengan gejala berat yang dirawat di RS, namun tidak dapat bertahan dan akhirnya kemarin meninggal dunia.
Pasien ketiga (yang berasal dari Jetis) merupakan ayahanda almarhumah Bidan Puskesmas Nailan yang meninggal kemarin. Sehingga dalam keluarga tersebut terdapat 3 orang yang meninggal karena COVID-19.
Semoga almarhum/almarhumah meninggal dalam keadaan husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan ketabahan. Aamiin.” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (Yah/Gin).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Ladiyun , seorang kakek yang berumur 86 tahun, warga Jetis II RT 04 RW 01, Desa Jetis, Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo ditemukan meninggal dunia di persawahan setempat pada Selasa (26/02/2019)

Penemuan mayat di sawah tersebut diketahui sekira pkl. 11.30 Wib, tepatnya di tanah persawahan milik Markani.

Menurut Kasubag Humas Polres Ponorogo, Iptu Edi, kronologis kejadian penemuan mayat tersebut adalah pada hari Rabu tanggal 20 Februari 2019 korban (Pak Ladiyun) meninggalkan rumah dan tidak kunjung pulang, “Kemudian dilakukan pencarian oleh pihak keluarga dan masyarakat sekitar namun tidak diketemukan dan selanjutnya pada hari ini, Selasa tanggal 26 Februari 2019 sekira jam 09.30 wib, Saksi Saudara Moch. Kasil yang sedang mengerjakan sawahnya mencium bau busuk disekitar dia bekerja dan berusaha mencari sumber bau tersebut dan menemukan/melihat ada sesosok mayat yang posisinya telentang di tanah persawahan yang tidak ditanami padi,” urai Iptu Edi.

Selanjutnya  sdr. Moch. Kasil melaporkan hal tersebut ke Balai desa Kutukulon kemudian dilaporkan ke Polsek Jetis, sambung Kasubag Humas Polres Ponorogo.

“Hasil pemeriksaan luar oleh dokter Puskesmas Jetis tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada bagian tubuh korban. Dan korban diketahui sudah tua dan pikun. Keluarga korban menyatakan bisa menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan membuat surat pernyataan.” Pungkas Iptu Edi. (Yah/gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

 

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Nasir (29), warga RT 04 RW 01 Dukuh Mantup Desa Ngasinan Kecamatan Jetis Ponorogo ditemukan meninggal dunia dengan cara menggantung diri pada Sabtu (22/12/2018).

Menurut Paur Humas Polres Ponorogo Ipda Satriyo, menyatakan bahwa pada hari Sabtu tanggal 22 Desember 2018 diketahui sekitar pukul 07.30 wib, telah terjadi orang meninggal dunia karena gantung diri. “Nasir (29), warga RT 04 RW 01 Dukuh Mantup Desa Ngasinan Kecamatan Jetis meninggal dunia setelah menggantung diri di tangga rumah setinggi kurang lebih 3 meter didalam rumah milik Sdri. RIBUT ( ibu korban ) warga setempat,” ujar Ipda Satriyo.

Setelah mendapakan laporan, kami segera melakukan olah TKP dan memeriksa saksi yaitu saudara Angger Nurcahyo dan Daniel Akbar Maulana Putra yang merupakan adik korban dan bertempat tinggal dirumahnya yang sama, sambung Ipda Satriyo.

“Adapun ciri-ciri korban adalah Panjang mayat 165 cm, Memakai kaos berwarna coklat dan celana panjang warna hitam, Mengeluarkan sperma dan kotoran,”lanjut Ipda Satriyo.

Untuk kronologis kejadian adalah Pada hari Sabtu tgl 22 Desember 2018 sekira pukul 07.30, saksi 2 bermaksud untuk menemui korban yang berada di dalam rumah sebelah timur untuk diajak sarapan pagi, namun alangkah terkejutnya saksi 2 mendapati korban sdh meninggal dunia gantung diri di tangga rumah dengan menggunakan tali plastik. Atas kejadian tsb saksi 2 memanggil saksi 1 dan melapor ke perangkat desa selanjutnya diteruskan ke Polsek Jetis, Urai Ipda Satriyo.

“Setelah menerima laporan SPKT Polsek Jetis Aiptu Heri Widodo bersama anggota menuju ke TKP dan menghubungi SPKT Polres Ponorogo, Koramil Jetis dan petugas kesehatan dari Puskesmas Jetis. Setelah sampai di TKP petugas bersama masyarakat menurunkan korban dari tangga rumah dan dilakukan olah TKP.
Dari hasil olah TKP terhadap korban tidak diketemukan tanda tanda penganiayaan pada diri korban dan korban meninggal dunia karena gantung diri. Selanjutnya korban diserahkan kepada keluarganya unt dimakamkan, ” jelas Ipda Satriyo.

Menurut keterangan saksi 2, bahwa korban sudah 3 hari ini kelihatan bingung dan tidak semangat bekerja diduga memikirkan pacarnya yang saat ini bekerja di Taiwan sudah 2 bulan tidak bisa dihubungi / putus cinta hingga nekat melakukan bunuh diri, bahwa korban tidak mempunyai permasalahan baik dengan keluarga maupun masyarakat sekitar.” Pungkas Ipda Satriyo. (Yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.