PonorogoPortalnews MADIUN RAYA

Menjelang pergantian tahun, Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni mengajak insan media dan beberapa stakeholder masyarakat melakukan touring sepeda motor untuk meninjau langsung hasil pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Sooko dan sekitarnya, Ahad (22/12).

Menurut Bupati Ponorogo, kegiatan ini sebagai bentuk pengawasan partisipasif langsung yang dilakukan olehnya bersama masyarakat secara langsung terhadap hasil pembangunan yang dilaksanakan selama tahun 2019. “Harapannya adalah insan media bisa memberikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat, terkait dengan capaian kinerja pemerintah daerah selama ini,” Ucap Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ipong melihat pembangunan infrastruktur jalan sepanjang Ponorogo menuju Sooko sudah bagus, “Hanya ada sedikit jalan yang agak rusak di seputaran wilayah Pulung,” terang Bupati.

Dan ketika ditanyakan kepada kepala Dinas PU Jamus Kunto, dijelaskan bahwa jalan yang sedikit rusak itu tidak perlu dibangun dari awal, bisa langsung  ditimbun dengan aspal hotmix baru. “Secara umum, kerusakan yang sempat samar terlihat tadi tidak sampai 2% dari total jalan yang dilalui selama touring motor tadi,” lanjut Bupati.

Bupati Ponorogo juga menjelaskan, bahwa program pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu program andalannya, karena merupakan permintaan dari masyarakat secara langsung. “Pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu program prioritas unggulan saya, karena perbaikan jalan itu yang menjadi permintaan masyarakat yang disampaikan kepada saya pada saat kampanye dulu”, demikian penjelasan Ipong Muchlissoni.

Seperti diketahui, kebutuhan perbaikan jalan pada awal era kepemimpinan Bupati Ipong memang menjadi atensi tersendiri dari masyarakat, karena saking parahnya.    

“Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan di kawasan Sooko dan sekitarnya ini juga dalam rangka menyambut program nasional Selingkar Wilis. Harapannya, ketika program Selingkar Wilis dijalankan, Kabupaten Ponorogo sudah siap terkoneksi dengan enam Kabupaten lainnya, sehingga jarak tempuh menjadi lebih pendek dan hemat pastinya,” Kata Bupati Ipong Muchlissoni.

Dalam kesempatan touring motor ini, Bupati Ponorogo berkesempatan bertemu dengan Bupati Trenggalek, Muh. Nur Arifin, di kawasan Agrowisata kopi Van Dillem Kecamatan Bendungan Kabupaten Trengggalek. “Ada banyak keuntungan dengan selingkar Wilis, akses antar kabupaten menjadi lebih dekat dan kita akan buat paket wisata perjalanan. Misalkan paket wisata dari solo-madiun, Ponorogo-trenggalek dan berakhir di Kediri. Kita sudah dapat cerita banyak dari Bupati Trenggalek. Intinya sama ingin mengembangkan jalan penghubung dan distinasinya.” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni.

Touring sepeda motor yang mengambil rute Ponorogo-Pulung-Sooko dan berakhir di kawasan Agrowisata kopi Van Dillem Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek ini menempuh jarak kurang lebih 80 Km. Selain Bupati Ipong Muchlissoni, tampak hadir pula Ketua DPRD Sunarto, Kepala Dinas PUPR Jamus Kunto, Kepala Bapeda Sumarno, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sapto Djatmiko, dan beberapa club motor maupun pecinta motor lainnya. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

PonorogoPortalnews MADIUN RAYA

Evakuasi sebuah minibus yang jatuh ke sungai di sebelah barat Puskesmas Tegalombo membuat jalan raya Pacitan-Ponorogo macet kurang lebih 4 KM.

Ratusan kendaraan roda dua, empat dan lainnya terhenti dititik evakuasi baik dari arah Pacitan maupun dari arah Ponorogo.

Evakuasi minibus tersebut berlangsung dari pukul 08.05 hingga pukul 10.00 WIB baru berhasil mengangkat body minibus dari sungai Grindulu.

Sebelumnya dikabarkan sebuah mini bus terjun ke arah sungai setelah sang sopir mengantuk, 3 orang dikabarkan mengalami luka ringan, namun kondisi body minibus ringsek.

Menurut seorang warga yang juga perangkat Desa Tegalombo, Leman, evakuasi dilakukan secara manual dengan menggunakan diesel. “Selain itu dibantu oleh petugas Kepolisian dari Polsek Tegalombo dan Polres Pacitan,” Ucap Leman.

Evakuasi tersebut, lanjut Leman, juga dibantu oleh pengendara yang sedang lewat. “Kita bekerja sama, sehingga walaupun dilakukan manual namun evakuasi ini bisa berjalan lancar,” Lanjutnya.

Memang medan di Pacitan, Kata Leman, yang mengikuti aliran Sungai Grindulu berkelok-kelok. “Kalau tidak hapal sering mengakibatkan kecelakaan seperti ini, apalagi kemarin dikabarkan sang sopir mengantuk, jadi harapan kami bagi warga luar kota yang hendak menuju Pacitan harus hati-hati dan jaga kondisi, jangan sampai mengantuk.” Pungkas Leman.

Kemacetan panjang yang mengular di Tegalombo tersebut membuat beberapa pengendara yang tidak sabar menempuh jalan pintas melalui Tegalombo – Tulakan. Meskipun medannya naik mereka tetap melaluinya karena mengejar waktu.

Seperti yang dituturkan oleh Susianto, Warga Desa Kasihan yang hendak pergi ke kota Pacitan. “Ada acara reuni jam 9 mas, ini terpaksa melalui jalur alternatif lewat Tulakan karena tadi macet,” ucapnya sambil tersenyum. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

PONOROGOPortalnews MADIUN RAYA

Penghormatan terakhir  terhadap Almarhum Aiptu Pujiono (anggota Polsek Jetis Polres Ponorogo) yang meninggal dunia karena sakit di RSUD Dr. Harjono Ponorogo dilakukan di Rumah Duka Jl. Rambutan Perum Asabri Kel. Keniten Kec/Kab. Ponorogo.

Untuk prosesi pemakaman secara dinas Sabtu tanggal 21 Desember 2019 pukul 21.45 s.d 22.30 Wib.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Ponorogo Kompol Indah Wahyuni, S.H., M.H; Kabag Sumda Polres Ponorogo Kompol Bahrun Nasikin, S.Ag, M.A; PJU dan Kapolsek Jajaran Polres Ponorogo;Anggota Polres dan Polsek Jajaran Polres Ponorogo; Masyarakat pelayat.

Upacara persemayaman dan pemberangkatan jenazah Alm. Aiptu Pujiono (Anggota Polsek Jetis Polres Ponorogo) dengan Inspektur Upacara Kabag Sumda Polres Ponorogo Kompol Bahrun Nasikin, S.Ag, M.A dan  Komandan Upacara Ipda Gatot Yw; sera Perwira Upacara Kasubbag Sarpras Polres Ponorogo Iptu Mujiono;

Rasa haru menyelimuti prosesi pemakaman di TPU Ploso Kuning Kelurahan Banyudono Kec Ponorogo, Tampak tangis haru nampak dari keluarga yang ditinggal dan juga terlihat beberapa rekan Polri juga terharu atas meninggalnya Aiptu Pujiono.

Selamat jalan Aiptu Pujiono semoga semua amal ibadah semasa hidupnya diterima oleh Allah SWT aamiin ya robbal alamin. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

PONOROGOPortalnews MADIUN RAYA

Bripda Fredy Kusbiantoro yang meninggal dunia karena disambar petir dimakamkan di Desa Simo Kecamatan Slahung Ponorogo, Selasa (17/12).

Bripda Fredy Kusbiantoro merupakan anggota Minpers Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jatim yang berasal dari RT 01 RW 01 Dukuh Bareng Desa Simo Kecamatan Slahung Ponorogo.

Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto, bersama pejabat utama (PJU) dan Ketua Bhayangkari cabang Ponorogo melakukan takziah ke rumah keluarga almarhum sekaligus memberangkatkan jenazah dari rumah duka.

Sebelumnya, sebanyak delapan anggota Pusdik Brimob Watukosek, Pasuruan, Jawa Timur tersambar saat latihan di Gunung Ringgit, Pasuruan dan Gunung Welireng.

Kejadian tersebut terjadi di puncak Gunung Ringgit dari delapan orang yang dilaporkan terkena petir, tiga diantaranya meninggal dunia.

Anggota Pusdik Brimob Watukosek berangkat untuk melaksanakan latihan pukul 06.00 WIB kemudian sekitar pukul 13.00 WIB, terjadi hujan deras disertai petir di puncak gunung.

Hujan disertai petir itu kemudian menyambar delapan anggota Pusdik Brimob yang sedang melaksanakan latihan.

Upacara secara kedinasan diawali dengan penyerahan jenazah oleh pihak keluarga kepada Inspektur Upacara setelah selesai upacara adat dan sambutan dari keluarga, Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto memimpin upacara pemberangkatan jenazah almarhum Bripda Fredy Kusbiantoro menuju pemakaman umum desa setempat

Setelah upacara pemberangkatan jenazah dari Rumah duka Dukuh Bareng Rt 01/Rw 01 Desa Simo Kecamatan Slahung Ponorogo yang dipimpin Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto menuju pemakaman umum desa yang dilanjutkan prosesi upacara persemayaman dan pemakaman secara dinas yang dipimpin langsung Dansat Bribmobda Polda Jatim, Kombespok I Ketut Gede Wijatmika, bertempat di pemakaman umum desa.

Dalam upacara pemakaman Bripda Fredy Kusbiantoro tampak hadir PJU Satbrimob Polda Jatim, PJU Polres Ponorogo, Ketua Cabang Bhayangkari Ponorogo, Pengurus Cabang dan Ranting Bhayangkari Slahung dengan melibatkan Peserta Upacara,1 SST, Perwira Polres Ponorogo dan Perwira Brimob,1 SS TNI Koramil 0802/10, 1 SST Brimob, 2 SST Polres. “Upacara ini dilaksanakan sebagai penghormatan dan penghargaan kepolisian atas jasa dan pengabdiannya selama di kepolisian dan masyarakat,” ujar Kapolres Ponorogo. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Rembang – Portalnews Madiun Raya

Kyai Haji Maimoen Zubair bin Kyai Zubair dikabarkan wafat pagi hari ini, Selasa (06/08) waktu Mekkah.

Beliau dikabarkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji tahun ini. Kyai kharismatik itu wafat dalam usia 90 tahun. KH Maimoen Zubair dikenal sebagai sosok ulama dan politisi. Bahkan sampai meninggal, beliau merupakan Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Mbah Moen juga merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar di Sarang, Rembang, Jawa Tengah.

Sebagai salah satu Kyai Kharismatik, Mbah Moen memberikan banyak ilmu dan nasehat. Ini adalah 6 nasehat Mbah Moen yang diambil dari akun media sosial Generasi Muda Nahdlatul Ulama :

1. Jangan sering buruk sangka biar hatimu tidak gelap dan tidak hidup sengsara.

2. Jangan terlalu benci, nanti malah nempel.

3. Harus berani tampil kuat meski sebenarnya pengen nangis.

4. Aku suka dengan orang yang tidak begitu mengurusi harta dunia.

5. Kalau punya keinginan tapi kok belum mampu maka jangan dipikir supaya tidak cepat mati.

6. Santri kalau sudah pulang kampung dari tempat belajar/ pondok pesantren harus berani Istiqomah

Itu diantara nasehat Mbah Moen, semoga pembaca sekalian bisa mengamalkan. Sugeng Tindak Mbah Moen, Mugi angsal panggenan ingkang sae wonten ngarso dalem Alloh SWT. (Yah/gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kondisi Desa Pager Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo dipastikan aman dan kondusif usai Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) beberapa waktu yang lalu.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bungkal, AKP Joko Suseno saat ditemui Portalnews Madiun Raya, Senin (17/06).

Menurut AKP Joko Suseno, kondisi Kecamatan Bungkal secara umum dan Desa Pager secara khusus sangat aman dan kondusif. “Warga setempat beraktifitas seperti biasa, beberapa kegiatan seperti kerja bakti, hajatan dan kesenian berlangsung dengan aman, meskipun secara politik mereka berbeda pilihan saat Pilkades yang lalu,” jelas AKP Joko Suseno.

Kami akan terus mengawal kondisi diwilayah kami sebaik mungkin, kondusifitas menjadi prioritas yang akan kami lakukan. Pengamanan akan kami lakukan saat Pilkades, pasca Pilkades dan menjelang pelantikan Kepala Desa yang terpilih, sambung AKP Joko.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Bungkal dan Desa Pager khususnya, untuk tidak gampang mempercayai kabar yang belum tentu kebenarannya, jika ada hal hal yang meresahkan, sampaikan kepada aparat yang berwenang supaya terkonfirmasikan kebenarannya,” lanjut AKP Joko Suseno.

Kapolsek juga meminta seluruh warga untuk menahan diri dari perbuatan yang melanggar aturan yang berlaku. “Kepada masyarakat yang belum menerima hasil Pilkades agar menyampaikan aspirasinya sesuai dengan prosedur yang ada. Dan marilah kita bersama menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan bersama.” Pungkas AKP Joko Suseno. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin


Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Warga Watubonang Kecamatan Badegan yang saat ini berada di Pesantren Miftahul Falahil Muhtadin di Desa Sukosari Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang akan pulang saat Pemilu 2019.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni. Menurut Ipong, saat ini kondisi mereka baik baik saja. “Mereka sehat dan kita terus memantau kondisi mereka. Jadi mereka akan pulang pada lebaran atau setelah bulan Romadhon,” ucap Bupati Ipong Muchlissoni, Sabtu (06/07).

Namun sebelum itu, warga yang memiliki hak pilih akan pulang pada tanggal 17 April 2019 untuk menggunakan hak pilihnya, setelah itu mereka akan kembali ke Malang, sambung Bupati Ipong Muchlissoni.

“Termasuk 3 anak SD yang akan mengikuti Ujian Akhir Nasional, akan kita pulangkan, biayanya ditanggung oleh Pemkab Ponorogo, ” jelas Bupati Ipong Muchlissoni.
Kita tidak bisa melarang mereka, karena hijrahnya mereka ke Malang adalah dalam rangka beribadah, lanjutnya.

“Namun kegiatan ibadah yang mereka lakukan hendaknya jangan sampai mengganggu aktivitas wajib seperti UAN bagi siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti Ujian Akhir Nasional serta Pemilu 2019 yang harus disukseskan.” Pungkas Bupati Ponorogo tersebut. (Yah/gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

NC (45) Warga Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Ponorogo diamankan Polisi, Senin (07/12/2019).

Polsek Sawoo telah mengamankan yang bersangkutan karena diduga kuat telah melakukan Tindak Pidana Penjual nomor TOTO GELAP (TOGEL).

Menurut Paur Humas Polres Ponorogo, Ipda Satriyo, pihak kepolisian berdasarkan LP.A/ 01/I/2019/JTM/RESPONOROGO/POLSEK SAWOO melakukan penangkapan terhadap NC. “Benar, pada hari Senin 07 Januari 2019, sekitar pukul 13.15 WIB di Warung milik sdr. TUNGGAK, Dusun Klanan, Ds.Sawoo, Kec. Sawoo Kab. Ponorogo kami melakukan penangkapan terhadap NC”, ucap Satriyo.

Adapun kronologisnya adalah pada hari Senin tanggal 07 Januari 2019, pukul 13.15 wib, Unit Reskrim Polsek Sawoo telah berhasil mengamankan seorang yg diduga telah melakukan tindak pidana perjudian Toto Gelap ( Togel ). Disebuah warung milik sdr TUNGGAK. Yang sebelumnya Anggota reskrim telah mendapatkan informasi bahwa tempat tersebut sering digunakan transaksi judi Togel. Dengan cara pelaku melayani pembelian nomor tombokan dengan sms melalui hp milik terlapor. Kemudian nomor nomor tombokan tersebut di simpan di hp, setelah sampai dirumah selanjutnya direkap di kertas. Setelah direkap kemudian nomor tombokan yg berada di hp tersebut di setorkan ke pengepul dengan cara melalui sms. Selanjutnya pelaku berikut barang bukti dibawa ke Polsek Sawoo guna proses lebih lanjut, urai Ipda Satriyo.

“Untuk barang bukti yang disita adalah uang tunai sebesar Rp. 400.000,- 1 buah Hp merk nokia 1 buah bolpoin warna hitam. 1 bendel ramalan. 3 lembar rekapan,” lanjut Satriyo.

NC kita tetapkan sebagai Tersangka sesuai Pasal 303 KUHP TENTANG PERJUDIAN, dan yang bersangkutan di tahan untuk proses hukum selanjutnya.” Pungkas Ipda Satriyo. (Yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.