Trenggalek – Portalnews Madiun Raya

Perilaku tidak terpuji dilakukan oleh seorang pengajar atau Ustadz di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Trenggalek yang diduga melakukan pencabulan terhadap puluhan santri di tempat dia mengajar.

Menurut Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Arief Rizki Wicaksana, pelaku berinisial ST itu bahkan mengaku telah mencabuli 34 santri selama 3 tahun atau mulai 2019. “Saat ini ST ditahan di Mapolres Trenggalek untuk mengikuti proses hukum selanjutnya,” ucap AKP Arief saat Pers Release, Jum’at (24/09/2021) kemarin.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek juga menjelaskan, tersangka mengajar di ponpes itu mulai tahun 2017. “Kasus ini terungkap setelah salah seorang korban bercerita kepada orang tuanya tentang pencabulan yang dilakukan oleh sang guru ke kepadanya. Jadi cerita awalnya, tersangka ini diberhentikan dari pondok. Kemudian orang tua salah satu korban menanyakan kepada anaknya soal sang pengajar. Kemudian korban ini bercerita. Dari sini awal mula kasus terungkap,” jelas AKP Arief Rizky Wicaksana.

Oleh orang tua korban, kasus tersebut akhirnya dilaporkan ke Mapolres Trenggalek pada 22 September 2021. “Petugas Satreskrim Polres Trenggalek langsung turun tangan menangkap tersangka di kediamannya pada hari yang sama. Kami tangkap di rumahnya. Dalam proses penangkapan berjalan lancar, tidak ada gangguan,” sambung AKP Arief.

Tersangka dijerat dengan pasal 76e jo pasal 82 ayat (1), ayat (2), ayat (4) UU RI 17/2016 tentang penetapan Perppu 1/2016 tentang perubahan kedua atas UU RI 23/2002 tentang perlindungan anak. “ST diancam dengan hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 taun, serta denda paling banyak Rp 5 miliar. Dalam hal tindak pidana pencabulan dilakukan oleh pendidik/tenaga kependidikan dan menimbulkan korban lebih dari satu orang, pidana ditambah 1/3 dari ancaman.” Pungkas Kasat Reskrim Polres Trenggalek. (Red)

Trenggalek – Portalnews Madiun Raya

Perbuatan YW (35), Pria asal Kota Kediri ini sungguh diluar kewajaran. YW sengaja menjual isterinya sendiri untuk bersama dinikmati oleh Pria Hidung Belang.

Menurut Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Arief Rizky Wicaksana, YW secara online menawarkan jasa threesome. “Dengan Twitter, pelaku menawarkan jasa Threesome, ” Ucap AKP Arief, Jum’at (17/09/2021).

Pria asal Kecamatan Mojoroto Kota Kediri itu pun mengaku bahwa dirinya dan isterinya sudah melakukan praktek bejat itu sudah tiga tahun terakhir. “Pasutri ini kerap berpindah tempat di berbagai kota di Jawa Timur, ” Lanjut Kasat Reskrim.

Untuk kronologi penangkapan, Kasat Reskrim menjelaskan bahwa sesaat setelah melakukan patroli cyber, pihaknya menggerebek aktivitas mereka di salah satu hotel di Kota Trenggalek. “Kita gerebek pada Selasa (14/09/2021) kemarin. Mereka tidak bisa berkutik karena belum memakai pakaian dan tempat tidurnya acak-acakan. Alat kontrasepsi yang sudah dipakai dan belum dipakai kami sita sebagai barang bukti, ” Urai AKP Arief.

Kasat Reskrim lalu menjelaskan bahwa YW menjadi tersangka dan dijerat pasal berlapis yaitu 296,506 KUHP dan atau UU RI no 44 tahun 2008 tentang Pornografi atau UU RI no 19 tahun 2016 yang merupakan perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. “Ancaman hukuman minimal 6 bulan penjara dan maksimal 12 tahun. Dan saat ini, tersangka ditahan di Mapolres Trenggalek untuk proses hukum lebih lanjut. ” Pungkas AKP Arief Rizky Wicaksana. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Trenggalek – Portalnews Madiun Raya

Dana pinjaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 250 miliar yang rencananya akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit di wilayah pantai pesisir selatan Prigi Kecamatan Watulimo terancam gagal.

Pasalnya, DPRD akan mengkoreksi ulang terkait rencana Bupati untuk membangun rumah sakit itu. Menurut politisi PKB Samsul Anam rencana pembagunan RS tersebut dirasa kurang efektif secara geografis.

Dengan beberapa alasan tersebut, DPRD Trenggalek mengusulkan dana pinjaman daerah sebesar Rp. 250 miliar itu lebih baik digunakan untuk memaksimalkan dan mengembangkan RSUD yang ada. Dan selebihnya untuk kegiatan insfratruktur.

Ketua DPRD Trenggalek Samsul Anam usai melaksanakan rapat pimpinan bersama Direktur RSUD dr. Soedomo menjelaskan wacana DPRD terkait rencana bupati akan membangun RS Watulimo akan dikoreksi ulang.

“Jadi ini masih wacana kita, dengan adanya penolakan oleh beberapa masyarakat kemarin maka DPRD akan mengusulkan koreksi rencana kegunaan pinjaman tersebut,” ungkap Samsul, Senin, 12-07-2021.

Ditambahkan Samsul, Bupati Trenggalek juga setuju dengan usulan usulan DPRD terkait rencana pembangunan RS di Watulimo itu dibatalkan. Dan rencananya dana pinjaman tersebut akan dialokasikan ke RSUD dr. Soedomo sebesar Rp. 150 miliar dan sisanya Rp. 100 miliar akan dialokasikan untuk pembangunan infrastuktur di 14 Kecamatan.

“Ya itu masih wacana dan bupati juga menyetujui usulan usulan dari DPRD,”katanya.

Lanjut Samsul, dalam hal ini DPRD memiliki Inisiatif atau alternatif lain terkait penggunaan dana pinjaman dengan menawarkan kepada Bupati untuk mengalihkan ke pembangunan untuk meningkatkan rumah sakit (RS) yang ada serta untuk insfratruktur.

Mengingat masyarakat banyak yang menolak wacana pembangunan RS baru di Watulimo, dengan pertimbangan geografis dan lainnya. Apalagi disaat RS baru telah jadi, harus memikirkan bagaimana biaya operasional selama tiga tahun, mulai tenaga medis dan lainnya.

“Kesimpulannya, apakah tidak lebih baik yang sudah ada saja dikembangkan daripada membangun baru namun belum siap secara tenaga serta indikator outputnya,” ujar Samsul.

Alasannya, karena agar tidak ada ketimpangan sehingga semua bisa berjalan beriringan. Artinya ada kegiatan fisik dan non fisik yang akan dibangun. Pihaknya juga akan melakukan kalkulasi tenor atau jangka waktu pinjaman, karena masih akan ada pesta demokrasi di tahun 2024.

“Karena masih ada beberapa kegiatan ditahun mendatang maka perhitungan APBD juga harus difikirkan bersama,” terangnya.

Diimbuhkan Samsul hal ini masih wacana, itupun jika Bupati setuju. Dasar lainnya kenapa itu harus dilakukan karena kondisi wabah Covid-19 yang juga masih berlangsung.

Jika dilakukan peningkatan di RS yang sudah berjalan, kemungkinan disana sudah ada tenaga medis mungkin hanya perlu menambahkan yang kurang. Sedangkan jika RS di Watulimo jadi, tenaga medis dan dokter masih akan mencari lagi, itupun tidak semudah yang dibayangkan.

“Apalagi tenaga medis yang profesional, dengan geografis seperti itu apa mungkin akan mudah mencarinya,” tegasnya.

Perlu diketahui Pemkab Trenggalek berencana mengajukan pinjaman daerah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Hal tersebut berdasarkan surat dari bupati nomor 051.784/1.114/406.028/2021 tertanggal 6 Mei 2021, yang ditandatangani langsung oleh Bupati Moch. Nur Arifin tentang pemberitahuan pinjaman PEN daerah kepada DPRD.

Tidak tanggung-tanggung dalam surat tersebut besaran pinjaman mencapai Rp. 249.666.094.639 dengan jangka waktu pengembalian tiga tahun. Namun pemkab terus melakukan revisi, mengingat kekuatan keuangan daerah saat ini.

Trenggalek – Portalnews Madiun Raya

Empat fraksi di DPRD dan Bupati saling menanggapi usulan rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang akan dibahas tahun ini. Pelaksanaan tersebut digelar dalam rapat paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum atas usulan Ranperda. 

Dalam hal ini usulan Bupati mengusulkan ada dua Ranperda dan DPRD mengusulkan ada lima Ranperda. Setelah penyampaian pandangan umum akan kembali digelar paripurna menjawab pandangan umum.

Usai pimpin rapat paripurna di gedung lantai II DPRD Trenggalek Doding Rahmadi selaku Wakil Ketua DPRD menyampaikan rapat kali beragendakan penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Bupati dan pandangan umum Bupati kepada fraksi atas usulan Ranperda.

“Dalam hal usulan Ranperda, Bupati menyampaikan usulan dua Raperda dan DPRD menyampaikan 5 usulan Raperda,” kata Doding, Senin (5/7/2021).

Lanjut Doding, jadi hari ini merupakan penyampaian tanggapan Bupati dan DPRD tentang usulan mereka masing – masing atas Raperda. Selanjutnya pada (9/7) nanti akan ada satu kali tanggapan yakni jawaban.

Terkait Raperda yang diusulkan Bupati tentang pengelolaan keuangan daerah dan tentang rutilitas perumahan atau penyerahan aset. 

Adapun kegiatan perumahan misalkan, adanya jalan infrastruktur serta fasilitas umum (fasum) lain dari swasta atau developer untuk diserahkan ke pemerintah yang akan diatur dalam Raperda. 

“Adapun Ranperda dari DPRD ada lima usulan, usulan tersebut dari seluruh komisi dan Bapemperda,” ucapnya.

Dijelaskan Doding, lima Ranperda tersebut yakni dari komisi I tentang penyidik pegawai Negeri Sipil. Komisi II tentang bea perolehan hak atas tanah, misal tentang jual beli tanah serta jual beli lain yang disana mengandung unsur pajak.

Dari komisi III tentang penanaman modal, Komisi IV tentang kesehatan jiwa. Sedangkan dari Bamperda ada perubahan tentang pembuatan produk hukum daerah.

“Tentang pengelolaan keuangan usulan Bupati, memang perlu dibahas karena sesuai berjalannya waktu ada perubahan – perubahan yang harus disesuaikan,” tuturnya.

Ditambahkan Doding, untuk penyerahan mobilitas perumahan serta fasilitas umum lainnya dari swasta seperti insfrastruktur dari pengembang memang sangat dibutuhkan. 

Karena jalan di perumahan bukan lagi menjadi milik perumahan namun menjadi milik pemerintah daerah. Jadi ketika ada kerusakan pemerintah daerah juga harus bisa memperbaiki sehingga masyarakat bisa terjamin 

“Agenda dilanjutkan tanggal 9 mengingat tanggal 3 – 20 Juli PPKM darurat sehingga dalam melaksanakan work from office 25 % sedangkan 75 % dirumah,” pungkasnya.

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Galih Slamet Wicaksono, Warga RT 008 RW 003 Dusun Karang Sono  Desa Suko Wetan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek meninggal dunia di Bekas Warung Penikmat Kopi  Jl Kiageng Kutu No 63 Desa Patihan Kidul Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo, Rabu sore (24/06/2020).

Galih yang berusia 41 Tahun itu meninggal setelah sebelumnya mengeluhkan rasa sakit.

Menurut Kasubbag Humas Polres Ponorogo, Iptu Edi Sucipta, pihak kepolisian menerima laporan dari warga adanya orang meninggal dunia.

“Pada hari Rabu tanggal 24 Juni  2020 sekira pukul 09.00 Korban Meminta tolong kepada warga untuk membawanya Ke Puskesmas karena kondisinya sakit, Selanjutnya warga mendatangi ke Puskesmas Siman untuk memberitahukan kepada Petugas Puskesmas untuk datang Memeriksa kesehatan Korban. Sekira Pukul 11.00 Wib Petugas Kesehatan Puskesmas Siman, mendatangi Korban  dan Petugas Kesehatan Puskesmas Siman memeriksa keadaan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia selanjutnya sekira pukul 15.00 wib warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Siman,” Ucap Iptu Edi.

Hasil keterangan  Saudara Fahmi Irfanawi  yang merupakan pemilik warung kopi, menerangkan bahwa korban sudah tinggal lama di  bekas warung  Penikmat Kopi miliknya. “Korban sudah lama  mempunyai riwayat sakit batuk menahun dan sudah mengalami sakit – sakitan sudah 1 tahun,”Terangnya.

Sementara hasil pemeriksaan medis tim kesehatan dari Puskesmas Ronowijayan diperoleh hasil bahwa yang bersangkutan memiliki riwayat batuk menahun sudah hampir 1 tahun dan tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban. “Atas kejadian tersebut hasil olah TKP, pemeriksaan tim medis dan keterangan saksi dapat disimpulkan sementara bahwa penyebab kematian korban diduga karena sakit, dengan adanya kejadian tersebut pihak keluarga menerima penyebab kematian korban dan tidak menuntut pihak manapun, rencananya, jenazah akan di bawa  keluarga di RT02 RW01 Desa Jampirogo  Kecamtan Sooko Kabupaten Mojokerto.”Pungkas Kasubbag Humas Polres Ponorogo. (Yah/Gin)

Trenggalek – Portalnews Madiun Raya

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin siapkan 1.000 porsi ketupat untuk dibagikan kepada masyarakat Trenggalek secara gratis, Minggu (31/5/2020).

Caranya cukup mudah, masyarakat tinggal mengunduh Aplikasi Bloojek di Playstore, kemudian mengaktifkan akun di aplikasi ini. Setelah akun aktif masyarakat bisa memesan ketupat sayur secara gratis melalui platform ojek online lokal ini.

Ketupat ini memang digratiskan oleh Nur Arifin dan pemesannya hanya mengganti ongkos pengiriman Bloojeknya. Satu pesanan ketupat gratis, pemesan mendapatkan 3 porsi ketupat sayur.

“Dengan begitu, masyarakat dapat merayakan Hari Raya Ketupat dirumah saja dan terhindar dari resiko penyebaran Covid 19,” Ucap Bupati.

Rian, Pendiri Bloojek kepada awak media menuturkan bahwa animo masyarakat sangat tinggi dengan perayaan Hari Raya Ketupat di Trenggalek. “Baru saja dibuka sudah lebih dari 100 pemesan yang mengorder ketupat gratis ini,” ujar pria ini.

Rian juga menambahkan, distribusi ketupat akan dilakukan secara kolektif melalui driver-driver yang telah disiapkan.

Saat Pandemi Covid-19 ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengambil keputusan yang berat meniadakan tradisi Kupatan yang memang telah ada turun-temurun semenjak kebiasaan Mbah Mesir di Durenan melaksanakan puasa Syawal dan hari ke 7 masyarakat merayakan ini dengan ketupat menyambut kedatangan beliau.

Meskipun berat meniadakan perayaan ketupat, namun keputusan ini diambil Pemerintah Trenggalek untuk melindungi para Kyai, orang tua dan masyarakat dari bahaya penyebaran Covid 19. (Red).

Source : FB – Pemkab Trenggalek

Trenggalek – Portalnews Madiun Raya

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin Kembali umumkan 2 pasien terkonfirmasi positif Covid 19 baru di Kabupaten Trenggalek. 2 pasien positif baru ini diumumkan Bupati Trenggalek bersama 3 Pilar di Gedung Smart Center Trenggalek, Sabtu (30/5/2020).

Tambahan 2 pasien positif ini, 1 dari Desa Sukosari, Kecamatan Trenggalek, laki-laki berusia 47 tahun dan selanjutnya disebut dengan Pasien 08 Trenggalek. Sedangkan untuk pasien satunya lagi dari Desa Ngulungkulon, Kec. Munjungan, gadis berusia 17 tahun yang selanjutnya disebut dengan Pasien 09 Trenggalek.

Pasien 08 memiliki riwayat perjalanan dari Sidoarjo dan pulang ke Desa Sukosari pada (14/5) lalu. Mengetahui kedatangan yang bersangkutan, ketua RT melaporkan hal ini kepada bidan desa.

Selanjutnya bidan desa melaporkan ke satgas Covid Puskesmas Rejowinangun. Mendapati laporan ini satgas Covid 19 Puskesmas Rejowinangun segera melangkah dengan memberikan edukasi kepada yang bersangkutan melalui sambungan telephone seluler.

Saat proses edukasi Pasien 08 menyampaikan tidak ada keluhan, seperti batuk, pilek, demam dan gejala Covid lainnya. Karena tidak ada gejala tersebut Pasien 08 ini selanjutnya dihimbau untuk melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, serta mematuhi protokol kesehatan yang ada, pakai masker, sering cuci tangan, jaga kesehatan dan kebersihan.

Bila mendapati keluhan, yang bersangkutan juga diminta menghubungi Satgas Covid 19 Puskesmas Rejowinangun untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

2 hari usai penghimbauan, Pasien 08 masih diisiplin melakukan isolasi mandiri di rumah. Tanggal (17/5) Pasien 08 pergi ke toko di Desa Dawuhan dan ketemu istri pemilik toko. Tanggal (18/5) Bidan desa mendapat laporan dari warga kalo pasien batuk-batuk, kemudian bidan desa langsung melapor ke dokter puskesmas.

Menerima laporan ini, dokter puskesmas kembali menghubungi yang bersangkutan untuk menanyakan keluhan dan yang lainnya. Setelah dihubungi dokter Puskesmas, Pasien 08 mengaku kalau dia pulang dari Sidoarjo tanggal (14/5) karena sakit dan ijin pulang ke Trenggalek dari salah satu pabrik di Sidoarjo.

Pasien 08 menceritakan bila tanggal (18/5) telah memeriksakan diri ke RSUD dr Soedomo Trenggalek karena keluhan batuk, panas dan diberi obat serta diperiksa Rapid Test hasilnya non reaktif. Karena non reaktif pasien 08 dilakukan rawat jalan dan melakukan isolasi mandiri dirumah, serta dianjurkan untuk periksa RAPID TEST ulang 1 minggu kemudian di Puskesmas Rejowinangun.

Tanggal (23/5) Pasien 08 melakukan rapid test yang kedua di Puskesmas Rejowinangun dan hasilnya reaktif. Semenjak itu Pasien 08 dan keluarga dilakukan isolasi ketat beserta keluarga.

Satgas Covid 19 berjasama dengan desa untuk membantu proses isolasi ketat mulai dari penyemprotan cairan desinfektan dan mencukupi kebutuhan pokok sehari hari selama isolasi ketat di rumah dilakukan.

Tanggal (26/5), yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan swab test di RSUD dr Soedomo Trenggalek dan tanggal (29/5) hasil swab test keluar dan hasilnya positif.

Dari pasien ini diperiksa, ada 3 kontak erat yaitu istri, anak dan istri pemilik toko Karsi. Ketiga kontak erat ini juga dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif.

Selanjutnya Pemerintah segera mengambil beberapa langkah penanganan, seperti melakukan isolasi kepada Pasien 08 di Asrama BKD dan terus memantau perkembangan penyakitnya.

Menerapkan isolasi di rumah bagi OTG pasien 08, dan menerapkan zona disiplin Physical Distancing disekitar rumah OTG.

Pemerintah juga melakukan tracing terhadap kontak erat dengan Pasien 08 pemilik toko dan karyawan toko, sekaligus toko yang pernah dikunjungi wajib dilakukan penutupan sementara. Karyawan dan pemilik toko juga wajib mengisolasi madiri di rumah.

Kemudian pemerintah menunjuk Camat Trenggalek sebagai penghubung khusus, guna memantau kesehatan dan kebutuhan OTG Pasien 08, serta menyalurkan bantuan sosial bagi KK yang terdampak penetapan zona disiplin physical distancing.

Disinfeksi secara berkala disekitar lokasi dan pembagian masker kepada masyarakat juga dilakukan.

Sedangkan riwayat Pasien 09, gadis 17 tahun asal Desa Ngulungkulon, Kecamatan Munjungan merupakan karyawan sebuah pabrik di Surabaya.

Pasien 09 ini tinggal disalah satu ruko di Kota Surabaya. Tanggal (21/5) yang bersangkutan pulang ke Trenggalek bersama 7 penumpang lainnya menggunakan travel Panggul dan dijemput bapaknya pada tanggal (22/5) sekitar pukul 02.00.

Pagi harinya Bapak Pasien 09 melaporkan hal ini ke satgas Covid-19 Desa Ngulungkulon dan ditindak lanjuti satgas dengan berkunjung ke kediaman yang bersangkutan. Satgas Covid 19 desa ini juga menginformasikan ini kepada Tim Puskesmas.

Tanggal (23/5) tim Puskesmas Munjungan melakukan tracing kepada yang bersangkutan sekaligus melakukan rapid test covid-19. Saat itu hasilnya reaktif.

Tidak ditemukan juga tanda-tanda klinis sakit pada tubuh yang bersangkutan. Dari hasil ini Satgas Covid 19 desa ini mengisolasi Pasien 09 di SD Ngulungkulon.

Tanggal (26/5) dilakukan pengambilan specimen swab test di RSUD dr Soedomo Trenggalek. Tanggal (29/5) hasil Swab Test keluar dan dinyatakan positif.

Dari pasien ini diperiksa, ada 10 kontak erat, yaitu bapak, ibu, kakek, nenek, teman kerja 2 orang alamat desa ngrambingan, sopir travel dan penumpang luar trenggalek 3 orang. Sedangkan hasil rapid test bapak, ibu, kakek dan nenek Pasien ini non reaktif.

Atas kejadian ini pemerintah mengambil beberapa langkah penanganan dengan mengisolasi pasien 09 di Asrama BKD, sekaligus memantau perkembangan penyakitnya. Menerapkan isolasi di rumah bagi OTG pasien 09 di sekitar titik isolasi mandiri OTG.

Melakukan tracing terhadap kontak erat dengan pasien 09 serta menetapkan kawasan disiplin physical distancing. Menunjuk Camat Munjungan sebagai penghubung khusus, guna memantau kesehatan dan kebutuhan OTG pasien 09, serta bantuan sosial bagi KK yang terdampak penetapan zona disiplin physical distancing.

Serta melakukan disinfeksi berkala serta pembagian masker disekitar kawasan physical distancing.

Dari tambahan 2 kasus positif ini, belum ada transmisi lokal dan semua kasus positif merupakan transmisi luar.

Menyikapi penambahan pasien baru ini, pria yang akrab disapa Gus Ipin ini meminta semua gugus tugas yang ada di checkpoin untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya.

Pemimpin muda ini juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang peduli melaporkan kejadian di sekitar dan segera melaporkan kepada gugus tugas yang ada. Hal ini tentunya sangat membantu kerja gugus tugas sekaligus meminimalisir penyebaran Covid 19.

Meskipun lebaran sudah terlewat, Nur Arifin juga tetap menghimbau kepada masyarakat di perantuan untuk tetap menunda mudik, guna mengurangi resiko penyebaran.

Dirinya juga meminta maaf kepada masyarakat dengan terpaksa meniadakan tradisi Kupatan di tahun ini. Sebagai gantinya pihaknya menyiapkan sejumlah paket ketupat yang bisa diakses dari rumah melalui platform ojek online lokal Bloojek.

Terakhir pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, meskipun kondisi new normal itu diberlakukan sekalipun, kewaspadaan terhadap pandemi tidak boleh dikendurkan. (Red).

Source : FB – Pemkab Trenggalek

Trenggalek – Portalnews Madiun Raya

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengunjungi tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Munjungan, Senin (04/05/2020).

Bupati yang akrab dipanggil dengan nama Gus Ipin meminta kepada para tokoh agama untuk ikut menyebarkan kesepakatan tata cara peribadatan ditengah pandemi Corona, “Ini kita lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini yang tidak terlihat secara kasat mata. Lebih lebih penyebarannya yang cukup cepat melalui kontak sesama manusia yang mungkin tidak sengaja terbawa oleh orang disekitar kita,” Ucap Gus Ipin.

Gus Ipin juga menyampaikan bahwa pembatasan yang dilakukan atau kesepakatan tentang peribadatan yang telah disepakati tentunya menjadikan ketidak nyamanan, karena tidak sesuai dengan kebiasaan yang biasa dilakukan. “Namun cara ini harus dipilih untuk mencegah penyebaran virus ini. Harapannya pemuka agama ini kan ditokohkan, sehingga ikut membantu menyadarkan kepada masyarakat, sesimpel bagaimana disiplin memakai masker, mematuhi protokol kesehatan, menjelang hari raya idul fitri, bagaimana kebiasaan kita sowan, badan ini nanti harus ditindak lanjuti dan dimasa covid ini kita harus membiasakan hal tersebut,” Urai Gus Ipin.

Bupati Trenggalek juga menyampaikan bahwa kalau informasi ini tidak segera disebarkan sampai ke akar rumput, bisa terjadi kesalah pahaman, “Untuk itu kita meminta bantuan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat. Hal ini kita lakukan dalam rangka mengurangi resiko penyebaran, di hari raya Idul Fitri tahun ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek harus mengambil keputusan berat demi kebaikan bersama, dengan melarang takbiran dipenghujung ibadah puasa nanti maupun tradisi sowan dan bakdan bagi aparatur pemerintah,” Jelas Gus Ipin.

Sholad Idul Fitri di Masjid Agung Baithurrahman Trenggalek juga terancam ditiadakan, Kata Bupati, mengingat dalam Shalad Id di tempat ini bisanya banyak diikuti oleh pemudik sedangkan bila itu berbaur dengan penduduk lokal tentunya akan sangat beresiko terjadinya penyebaran. “Selain itu bila ada kejadian tentunya akan sulit untuk melakukan tracing kontak erat maupun sudah berkontak dengan siapa saja untuk pasien yang terkonfirmasi. Sebagai gantinya, Shalat Idul Fitri bisa dilakukan dilingkungan-lingkungan sehingga tidak melibatkan terlalu banyak jamaah dan tentunya tetap dengan mengdepankan protokol kesehatan.” Pungkas Bupati Muchamad Nur Arifin. (Red)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.