Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Mendengar ada salah satu warganya yang terkena musibah yaitu rumahnya tertimpa pohon hingga ambruk, Bupati Ponorogo, H Sugiri Sancoko bergerak cepat langsung memberikan bantuan berupa uang tunai dan sembako.

Bersama jajaran terkait, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengunjungi korban bencana alam rumah roboh, Pak Slamet  di Desa Tempuran Kecamatan Sawoo  Kabupaten Ponorogo, Rabu (20/10/2021).

Hadir dalam giat tersebut Kepala BPBD Kab. Ponorogo Imam Basori, Camat Sawoo Drs. Setyo Hari Sujatmiko, Kepala Desa Tempuran, Tri Wahyono, Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat.

“Alhamdulillah hari ini kita memberikan sedikit bantuan kepada Pak Slamet yang rumahnya roboh tertimpa pohon, semoga ini membantu dan meringankan beban Pak Slamet,”Terang Bupati Sugiri Sancoko.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sugiri Sancoko memberikan bantuan berupa uang sebesar Rp. 15.000.000,00 ( lima belas juta rupiah) dan Sembako berupa beras 20 kilo.

Mendapatkan bantuan tersebut, Pak Slamet mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Ponorogo. “Matur suwun sanget Pak Bupati,”Ucapnya dengan bahasa jawa.

Setelah memberikan bantuan, Bupati Ponorogo melakukan silahturohim kerumah Pak Timbul sebagai tokoh yang mendukung  Sugiri Sancoko – Lisdyarita dalam Pilkada tahun 2020 dengan acara berbincang-bincang dengan simpatisan. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Karena angin kencang dan hujan deras, sebuah pohon sawo roboh dan menimpa sebuah rumah milik Slamet warga Dukuh Karangrejo Desa Tempuran Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo, Senin (18/10/2021).

Menurut Kapolsek Sawoo, AKP Joko Suseno, S.Sos, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 15.00 Wib. “Saat itu terjadi hujan deras disertai angin kencang yang mengakibatkan sebuah Pohon Sawo roboh dan menimpa rumah Bapak Slamet warga Dukuh Karangrejo Desa Tempuran Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo,”Ucap Kapolsek.

Lebih lanjut Kapolsek menyampaikan bahwa mulai pukul 14.00 WIB wilayah Desa Tempuran diguyur hujan lebat disertai angin kencang. “Dari hal tersebut mengakibatkan pohon sawo dibelakang rumah Bapak Slamet roboh menimpa rumahnya, dan Bapak Slamet beserta istrinya tertimpa rumah tersebut,”Terang AKP Joko Suseno.

Akibat kejadian itu, Kapolsek menyatakan bahwa korban menderita kerugian materiil yaitu rumahnya roboh. “Kerugian ditaksir sekitar 40 juta. Kemudian Istri korban atas nama Mbah Kinah mengalami luka ringan memar dipinggang belakang dan tangan sebelah kanan karena tertimpa rumahnya. Untuk sementara Bapak Slamet dan Ibu Kinah menginap di rumah Bapak RW, yaitu Saudara Mujiyo,”Terang AKP Joko Suseno.

Kapolsek juga mengatakan bahwa warga sekitar melakukan kerja bakti sampai pukul 17.00 Wib, “Dikarenakan cuaca tidak mendukung hujan, untuk kegiatan kerja bakti bersih bersih dilanjutkan besok pagi, atau Selasa (19/10.” Pungkas Kapolsek Sawoo.

Sementara menurut warga sekitar, Mujiyo, pada saat itu cuaca sedang ekstrem. “Siangnya panas sekali mas. Kemudian sorenya hujan deras disertai angin yang cukup kencang.”Ucapnya kepada Portalnews Madiun Raya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

.

Ponorogo-Portalnews Madiun Raya

Sungguh tidak boleh ditiru kelakuan dua pemuda asal Prayungan ini. Bagaimana tidak, dalam kondisi pengaruh minuman keras keduanya nekat mengendarai mobil berkecepatan tinggi. Akibatnya mereka tidak bisa menguasai laju kendaraan sehingga menabrak pohon tepat di depan Mapolsek Sawoo, Kamis (09/09/2021), sekitar pukul 00.40 wib.

Karena kerasnya benturan sehingga menyebabkan mobil terpental sejauh kurang lebih 10 meter dan berubah arah menghadap ke Timur. “Ya kaget, karena lalu lintas lengang pada waktu itu, kemudian tiba tiba mobil sedan dari arah selatan dengan kecepatan tinggi langsung menabrak pohon depan Mako. Kami tadi juga harus mencongkel kabin untuk mengeluarkan sopir karena tergencet body mobil”, ujar KSPK Polsek Sawoo Aipda Anton saat dilokasi kejadian.

Akibat kejadian ini sang sopir menderita luka cukup parah yakni luka terluka dan patah dikaki kiri, serta penumpang terluka di sekitar wajah karena kerasnya benturan. “Untuk korban tadi kami rujuk ke Rumah Sakit Muhammadiyah Ponorogo untuk mendapatkan penanganan medis karena sopir lukanya cukup parah, ada ada luka terbuka dan patah pergelangan di kaki sebelah kiri”, pungkas Aipda Anton. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Hari ini, Selasa (07/09/2021) Presiden Joko Widodo akan meresmikan Waduk Bendo yang berada di Desa Ngindeng Kecamatan Sawoo Ponorogo.

Waduk tersebut dibangun sejak tahun 2013 dan dimulai pengairan pada bulan Juli 2021 kemarin.

Sebanyak 7.800 hektar lahan pertanian diproyeksikan akan mendapatkan suplay air untuk wilayah Ponorogo dan sekitarnya.

Selain itu, Waduk Bendo akan juga mensuplay energi listrik dan pemenuhan air sehari-hari.

Sektor wisata juga akan mendapatkan keuntungan dari adanya Waduk Bendo tersebut.

Dengan banyaknya manfaat tersebut maka tidak heran ucapan Terima kasih disampaikan oleh warga Ponorogo.

Heru misalnya, petani asal Desa Ngindeng Sawoo mengucapkan banyak Terima kasih. “Atas pembangunan Waduk Bendo yang hari ini bisa diresmikan secara langsung oleh Presiden Jokowi saya merasa tersanjung. Dulu saya juga menerima Sertifikat Tanah juga dari Pak Presiden, pokonya senang dengan Pak Jokowi, ” Ucapnya.

Heru juga menyampaikan bahwa dengan adanya Waduk Bendo itu akan membawa manfaat bagi petani dan masyarakat Ponorogo. “Semoga dengan adanya Waduk Bendo ini bisa membangkitkan perekonomian terutama saat Pandemi Covid 19 seperti saat ini, ” Tambahnya.

Heru juga berharap dengan beroperasinya Waduk Bendo itu bisa semakin memajukan Ponorogo. “Daerahnya maju dan masyarakat nya sejahtera. ” Pungkas Heru. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Dua kakak beradik, HABIB MUSTOFA (27) dan MOH. KHOIRU ROMDHONI (19) warga Desa Grogol Sawoo ditemukan meninggal dunia setelah terpelesat dan tenggelam disungai di Dukuh Pacar Rt 02/02, Desa. Besuki Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo, Ahad (10/05/2020) malam.

Kejadian yang terjadi pada pukul 19.30 WIB, itu membuat gempar warga sekitar.

Menurut Kasubbag Humas Polres Ponorogo, Iptu Edy Sucipta, pihak kepolisian menerima laporan dari perangkat desa setempat setelah masyarakat mengetahui ada orang yang meninggal dunia akibat tenggelam setelah terpelesat saat mancing. “Korban merupakan kakak beradik yaitu Habib Mustofa dan Moh Khoiru Romdhoni, warga Dukuh Kalisobo, Desa Grogol Kecamatan Sawoo Ponorogo,” Ucap Iptu Edy, Senin (11/05/2020).

Untuk kronologisnya pada hari  Minggu, 10 Mei 2020 sekira pukul 10.00 Wib , pada saat saksi melintas di pinghir sungai telah mengetahui kedua korban sedang memancing di pinggir sungai pacar, masuk Dukuh Pacar Desa Besuki. “Pada hari yg sama, sekira pukul 15.00 wib, saksi juga  memancing di tkp akan tetapi sampai pukul 17.30 Wib tidak melihat keberadaan korban, namun saksi mengetahui adanya alat pancing, sandal dan sepeda motor yang tidak ada pemiliknya, karena curiga selanjutnya saksi memberi tahu masyarakat yang lain, kemudian berusaha mencari keberadaan pemilik alat pancing tersebut, namun tidak ketemu, hingga mereka menemukan bekas telapak kaki seperti orang terpeleset di pinggir sungai, kemudian mereka menginformasikan kejadian tersebut ke perangkat desa setempat dan selanjutnya melaporkan ke Polsek Sambit,” Urai Iptu Edy Sucipta.

Setelah polsek Sambit memerima laporan, selanjutnya langsung datang ke TKP, dan berkoordinasi dengan instansi terkait selanjutnya melakukan pencarian terhadap korban dengan cara menyelam di sungai, “Hingga dapat menemukan kedua korban di dasar sungai dengan kondisi meninggal dunia. Kemudian korban di evakuasi dan di lakukan visum dari tim Puskesmas Sawoo dan tim Inafis dari Polres Ponorogo,” Lanjut Kasubbag Humas Polres Ponorogo itu.

Kedua Korban merupakan sudara kandung (kakak beradik), “Berdasarkan hasil olah TKP korban meninggal akibat murni kecelakaan tenggelam disungai, dengan tidak di ketemukanya tanda penganiayaan pada tubuh korban.Pihak Keluarga menerima kejadian tersebut adalah musibah dan tidak akan menuntut kepada pihak manapun.” Pungkas Iptu Edy Sucipta. (Yah)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Bupati Ponorogo, Drs H Ipong Muchlissoni mengabarkan berita baik bahwa ada satu pasien dinyatakan sembuh covid-19, “Pasien no 01 ini berasal dari Kecamatan Balong telah di nyatakan sembuh yang merupakan cluster TKHI di Sukolilo,” Ucap Bupati Ipong Muchlissoni, Senin (04/05/2020).

Rasa syukur disampaikan oleh orang nomor satu di Pemkab Ponorogo itu. “Alhamdulillah bertambah lagi pasien sembuh hari ini, total sudah ada 3 pasien sembuh dari Kabupaten Ponorogo,” ungkap Bupati Ipong.

Meski pasien nomer 01 sudah dinyatakan sembuh, yang bersangkutan  harus tetap melaksanakan isolasi mandiri di rumah dan tetap dalam pengawasan Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo.

Pasien 01 yang telah dinyatakan sembuh mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perawatannya, sehingga pihaknya bisa dinyatakan sehat dan bisa menjalankan aktivitas kembali.

“Terima kasih kepada semua pihak, terutama kepada Pak Bupati dan Pemkab Ponorogo yang telah membantu kesembuhan saya. Setelah dinyatakan sembuh, saya akan tetap lakukan isolasi mandiri dirumah selama 14 hari kedepan, dan tetap patuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Namun kabar baik tersebut beriringan dengan adanya kabar tambahan satu pasien yang terkonfirmasi positif covid-19. Satu pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 ini merupakan cluster dari Temboro yang berasal dari Kecamatan Sawoo.

“Hari ini selain ada yang sembuh, juga ada yang terkonfirmasi positif covid-19 yaitu dari cluster temboro,” jelas Bupati Ipong Muchlissoni.

Sampai hari ini jumlah kumulatif pasien terkonfirmasi positif covid-19 ada 11 orang, dan 3 orang sudah dinyatakan sembuh. (Red)

Ponorogo – Portal Madiun Raya

Gara gara melihat kulkas tetangga yang baru di beli, Katini (38), Perempuan yang pekerjaanya sebagai petani dan beralamatkan di Dukuh Ngemplak Rt 04 Rw 01 Desa Sawoo Kec.Sawoo Ponorogo ini lupa kalau sedang memasak nasi thiwul.

Akibatnya, rumah yang ditempatinya dan rumah ibunya yang bernama Tunik (80) ludes terbakar. Kebakaran tersebut terjadi pada Rabu, (22/08), diketahui sekira jam 12.00 Wib.

Menurut Husnut Tholibin, staf humas Polres Ponorogo penyebab kebakaran tersebut diduga akibat kelalainya saat memasak di dapur. “Kronolisnya pada hari Rabu, tanggal 22 Agustus 2018 sekira jam 11.00 wib Katini sedang memasak Nasi Tiwul dengan cara manual ( tungku ) dgn bahan bahan bakar menggunakan Tongkol Jagung. Sekira jam 11.20 wib, Katini pergi ke rumah tetangganya Sdr. TUBI karena baru saja membeli Lemari Es. Kemudian sekira jam 12.00 Wib Katini melihat kepulan asap dari bagian dapur rumahnya”, terang Husnut.

Secara spontan, Katini berteriak minta tolong. Selanjutnya dibantu warga sekitar berusaha memadamkan api tersebut dan menyelamatkan barang barangnya, akan tetapi api terlanjur membesar dan membakar dinding rumahnya yg terbuat dari anyaman bambu, sambung Husnut.

“Api dapat di padamkan sekira pukul 12:30 Wib dengan bantuan PMK dari Ponorogo”,jelas Husnut.

Atas kejadian tersebut, korban Sdr. KATIMUN Als MAYAR /Sdri. KATINI mengalami kerugian bangunan rumah 5 x 10 M beserta isinya dan Bangunan Rumah milik orangtuanya Sdri.TUNIK ukuran 8×12 M. Total kerugian materiil sekitar Rp.100.000.000,-(seratus juta rupiah), pungkas Husnut. (yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.