Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Seorang petani yang berasal dari Dukuh Dasun Desa Bangunrejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo bernama Bakin (62) ditemukan meninggal dunia di area persawahan di Dukuh Boworejo Desa Sampung Kecamatan Sampung saat mencari rumput.

Korban diketahui meninggal dunia pada Ahad (03/10/2021) sekira pukul 16.30 WIB.

Kapolsek Sampung Iptu Marsono, beserta Anggota Polsek Sampung, Anggota Koramil Sampung, Team Inafis Polres Ponorogo, Petugas Puskesmas Sampung mendatangi TKP setelah mendapatkan laporan dari warga.

Menurut Kapolsek Sampung, kronologis kejadian itu adalah pada saat hari Minggu tanggal 03 Oktober 2021 Sekira Pukul 14.30 Wib, Korban berangkat mencari rumput di persawahan masuk Dukuh Boworejo RT 01 RW 01 Desa Sampung Kecamatan Sampung. “Kemudian sekira pukul 16.00 Wib, Korban diketahui oleh saksi bernama Alfian tergeletak di persawahan. Karena kondisi korban sudah tidak bergerak oleh saksi  di dekati dan ternyata kedapatan sudah tidak bernafas,”Jelas Iptu Marsono kepada Portalnews Madiun Raya.

Selanjutnya saksi meminta pertolongan kepada warga yang lainnya. “Setelah mengetahui kejadian itu, warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sampung dan kami meluncur ke TKP bersama petugas terkait,”Lanjut Iptu Marsono.

Di TKP, Kapolsek Sampung menyampaikan telah ditemukan satu buah sabit. “Kemudian satu buah Ungkal dan satu sak rumput. Dari hasil pemeriksaan tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada diri korban. Korban meninggal dunia diduga karena murni terkena serangan jantung,”kata Iptu Marsono.

Menurut keterangan Anak korban, Kapolsek menambahkan Almarhum mempunyai ruwayat tensi tinggi dan jantung. “Sekira empat hari yang lalu, korban berobat ke Bidan Desa IKA di Dukuh Mangunan Desa Tulung. Dan berdasarkan keterangan dari Bidan IKA bahwa korban mengalami tensi tinggi dan tekanan jantung tinggi. Dan selanjutnya di berikan Obat,”Tambah Iptu Marsono.

Selanjutnya jenazah korban di serahkan kepada Keluarga untuk di lakukan pemulasaraan. “Dengan Adanya kejadian tersebut pihak keluarga menerima atas kematian Korban dan membuat surat pernyataan tidak menuntut Pihak manapun.”Pungkas Kapolsek Sampung. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Diduga mengalami serangan jantung, seorang anggota Satlantas Polres Pacitan, Brigadir Widya Cahyono meninggal dunia saat bermain Badminton di Desa Bangunsari, Selasa (22/09/2021).

Dilansir dari Pacitanpos.id, Brigadir Widya Dwi Cahyono  merupakan pengantin baru masih berusia muda yaitu 25 tahun. “Beliau masih pengantin baru dan belum punya anak, meninggal diduga serangan jantung saat bermain Badminton di Desa Bangunsari, “Ucap Gus Tik, owner Pacitanpos.id.

Gus Tik juga menyampaikan bahwa yang bersangkutan sebelumnya sehat wal afiat. “Menurut berbagai sumber, Widya  berangkat ke area Lapangan Badminton di Bangunsari dalam kondisi sehat wal afiat, sehingga keluarganya  kaget ketika diberi tahu Widy meninggal dunia saat tengah bermain Badminton,” Lanjut Gus Tik.

Gus Tik juga menyampaikan bahwa menantu Toko Kelontong terbesar di Kecamatan Punung tersebut dimakamkan malam itu juga di TPU Punung dengan upacara Militer yang dilaksanakan oleh jajaran polres Pacitan tempat Widy bertugas.

Gus Tik juga menjelaskan bahwa Brigadir Widya Dwi Cahyono merupakan Pemuda Asli Ponorogo umur berkisar 25 tahun, meninggalkan seorang istri dan belum punya anak. “Beberapa kerabat almarhum mengucapkan terima kasih kepada semua pihak utamanya jajaran Polres Pacitan , juga memohon doa semoga almarhum  Husnul Khatimah.”Pungkas Gus Tik, Owner Pacitanpos.id. (Yah/Gin)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Bonaji (56) warga Dukuh Doyong, Desa Ngampel Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo ditemukan meninggal dunia di Pematang sawah di Desa Ngabar, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Selasa (25/05).

Menurut Kapolsek Siman, Iptu Yoyok Wijanarko kejadian itu diketahui pukul 05.00 WIB. “Tempat kejadian di persawahan Ngabar Desa Ngabar, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo pada Selasa pagi, ” Ungkap Kapolsek.

Dari TKP, Iptu Yoyok Wijanarko menyatakan bahwa pihaknya mengambil barang bukti berupa 1 (satu) potong kaos warna coklat, celana biru. “Kronologisnya, pada hari Selasa tanggal 25 Mei 2021, diketahui sekitar pukul 05.30 WIB, saat itu saksi menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di parit persawahan kemudian saksi menghubungi keluarganya selanjutnya korban dibawa pulang menurut keterangan keluarga korban, bahwa korban mengidap penyakit jantung sudah sejak 5 tahun, dan pemeriksaan medis tidak di ketemukan tanda tanda kekerasan, “urai Kapolsek Siman.

Lebih lanjut Iptu Yoyok Wijanarko menyampaikan ciri-ciri Mayat Korban diantaranya Jenis Kelamin laki. “Umur 56 Th, Panjang Mayat 158 Cm, memakai kaos coklat celana bir, Mengeluarkan sperma dan kotoran dan saat ditemukan, korban berada di Parit selebar 1 meter dengan kedalaman 40 Cm, ” Lanjut Kapolsek.

Dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan korban diduga kuat meninggal dunia karena sakit jantung. “Selanjutnya Jenazah Korban diserahkan kepada ahli waris guna dilakukan pemakaman sesuai adat istiadat yang berlaku.” Pungkas Kapolsek Siman. (Yah)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Peristiwa penemuan mayat bayi di kandang ayam beberapa waktu yang lalu akhirnya bisa diurai oleh Polisi.

Y (20) yang merupakan ibu kandung bayi yang berjenis kelamin perempuan diduga nekat melakukan pembunuhan bayinya sendiri karena rasa malu hubungan gelap dengan kekasihnya, N (27) warga Singosaren diketahui publik.

Menurut Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Hendy Septiadi menjelaskan bahwa setelah mengumpulkan bukti dan mendengarkan keteragan dari para saksi, peristiwa penemuan jasad bayi di Desa Bajang Kecamatan Mlarak tersebut sudah bisa disimpulkan. “Kita mengamankan beberapa bukti diantaranya kayu yang digunakan untuk memukul dada, hal itu dilakukan karena Y malu hubungan diluar nikah diketahui,” Terang Kasatreskrim.

Lebih lanjut AKP Hendy menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pihak. “Diantaranya kekasih korban juga kita mintai keterangan,” Tambahnya.

Sebelumnya Y melahirkan bayi di kamar mandi dan bayinya sempat menangis. “Karena menangis, Y dengan sempoyongan mengambil kayu dan memukulkannya di dada bayi yang baru dilahirkan itu.”Pungkas AKP Hendy Setiadi.

Selain itu beberapa bukti diantaranya kursi yang terdapat bercak darah dan sebilah pisau yang diduga untuk memotong tali pusar juga turut diamankan polisi. (red)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Dilaporkan hilang sejak 9 hari yang lalu, Bibit, warga Dukuh Bendo Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Ponorogo akhirnya diketemukan dengan kondisi meninggal dunia, Kamis sore (25/06/2020) kemarin.

Menurut Kapolsek Balong, AKP Hariyanto, SH, pihaknya mendapatkan laporan dari warga tentang kejadian itu. “ Pada hari Kamis tanggal  25 Juni 2020  sekira pkl. 16.00 WIB telah ditemukan orang meninggal dunia dikawasan Puthuk Klicen masuk petak 25 D RPH Krebet Jambon Dukuh Tanggungrejo Desa Karangpatihan Kec. Balong Kab.Ponorogo ( diatas bukit kawasan wisata gunung beruk), “ Ucap Kapolsek Balong, Jum’at (26/06/2020).

Lebih lanjut, Kapolsek menyampaikan bahwa korban bernama Bibit, berusia 58 Tahun, merupakan warga Dukuh Bendo RT 03 RW 01 Desa Karangpatihan Kabupaten Ponorogo. “ Jadi pada hari Kamis tanggal 25 Juni 2020 sekira pkl. 16.00 wib ada warga yang sedang mencari rumput untuk pakan ternak dikawasan perbukitan wisata gunung beruk petak 25 D RPH Krebet Jambon bukit Puthuk Klicen dan mencium bau busuk serta melihat lalat dalam jumlah banyak  sehingga yang bersangkutan mencari tempat atau sumber dari bau tersebut  yang berjarak sekitar 10 meter dan melihat sesosok mayat  dengan posisi tubuh terlentang dengan warna kulit sudah dalam keadaan menghitam, selanjutnya warga tersebut melaporkan kejadian tersebut keperangkat desa dan dilaporkan ke Polsek Balong,”Terang Kapolsek Balong.

Setelah korban dievakuasi selanjutnya dilakukan pemeriksaan medis atau visum oleh dokter dari Puskesmas Balong dan dari hasil pemeriksaan tersebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. “Selanjutnya korban diserahkan kepada keluarga untuk dimaksmkan sebagaimana mestinya dan keluarga menyadari bahwa kejadian ini adalah musibah. Melihat lokasi ditemukannya korban, diperkirakan  korban meninggal karena terjatuh kedalam jurang sedalam  50 meter. Korban mengalami gangguan kejiwaan dan pada tanggal 17 Juni 2020 telah dilaporkan hilang ke Polsek Balong.” Pungkas Kapolsek Balong, AKP Hariyanto, SH. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.