Jombang – Madiunraya.com

Kabar duka datang dari artis sinetron Vanessa Angel.

Dia dan suaminya, Bibi Ardiansyah dikabarkan tewas setelah mengalami kecelakaan di Jalan Tol Jombang, Jawa Timur, Kamis (04/11/2021).

Kabar tentang kematian Vanessa dan suaminya tersebut diperoleh dari Patroli Jalan Raya Polda Jawa Timur.

Sesuai dengan foto yang didapatkan Madiunraya.com mobil yang dikendarai Vanessa Angel terlihat rusak berat.

Bagian depan ringsek dengan korban yang terlihat jelas. Posisi kendaraanya berada di bahu jalan tol.

Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim, AKBP Dwi Sumrahadi membenarkan, jika artis tersebut mengalami kecelakaan.
“Benar, Kanit 3 masih di lokasi,” kata Dwi Sumrahadi, Kamis (4/11) siang.

AKBP Dwi menjelaskan bahwa dari kecelakaan itu dikabarkan ada 2 orang yang meninggal dunia. (Red)

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Kecelakaan terjadi di ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Pulung dan Kecamatan Sooko, tepatnya di Dukuh Sepat, Desa Suru, Kecamatan Sooko, pada Rabu pagi (03/11/2021).

Dalam peristiwa itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia dan lainnya mengalami luka berat.

Kapolsek Sooko Iptu Baderi, SH menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut terjadi antara sepeda motor Yamaha Jupiter Z yang dikemudikan korban TH (52) dengan nopol AE 2704 WC dengan sepeda motor Honda Vario yang dikemudikan IA (14) bernopol AE 3734 WF.

“Kedua sepeda motor tersebut melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan sekitar 40 km/jam dikemudikan TH  sewaktu membelok ke kanan terjadi tumburan dengan  sepeda motor dikemudikan IA dari arah sama kecepatan sekitar 50-60 km/jam,” Jelas Kapolsek Sooko.

Keadaan korban TH setelah terjadi tabrakan tidak sadarkan diri. “Yang bersangkutan mengalami luka di kepala sehingga mengakibatkan meninggal dunia di tkp dan Pengemudi IA mengalami luka babras di wajah, tangan kanan serta kaki dan di rujuk ke Rumah Sakit,”Lanjut Kapolsek.

Petugas kepolisian dari Polsek Sooko yang mengetahui kecelakaan tersebut langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. “Selain itu petugas juga memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian dan meneruskan ke Unit Lakalantas Res Ponorogo,”tambah Iptu Baderi.

Dengan kejadian tersebut, Kapolsek Sooko Iptu Baderi, SH menghimbau kepada masyarakat pengguna kendaraan agar selalu berhati-hati pada saat berlalu lintas terutama pada  saat arus padat banyak anak sekolah dan pengguna jalan lain. “Apalagi saat musim penghujan situasi jalan yang licin agar lebih  berhati-hati dalam berkendara, lengkapi surat-surat dan gunakan kelengkapan kendaraan, serta taati Peraturan Lalu Lintas.”pungkasnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Seorang siswi SMK PGRI bernama Amanda Dwi Maharani meninggal dunia setelah tertabrak Pick Up jenis Grand Max di Jalan Raya Puspita Jaya turut Desa Ngrupit Kecamatan Jenangan Ponorogo, Sabtu Pagi (30/10/2021).

Menurut Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Ayip Rizal, kecelakaan itu melibatkan sebuah Mobil Pick Up Grand Max dan sepeda motor Honda Beat. ” Mobil Pick Up bernomor Polisi B 9276 V2B yang di kendarai oleh saudara Reza Mahendra, (27) warga Jln Kyai Mojo, RT 01, RW 02, Desa Sambit Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo, sedangkan Sepeda Motor Honda Beat Nopol AE-3967-SX di kemudikan oleh saudari Amanda Dwi Maharani, (17) yang bersangkutan merupakan Pelajar SMK PGRI Ponorogo, dan tinggal di Dukuh Karanganyar, RT 04, RW 02 Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan,” ungkap Kasatlantas.

Akibat kejadian itu, AKP Ayip Rizal menyebutkan pengendara Honda Beat yaitu Amanda Dwi Maharani meninggal dunia di TKP.
“Untuk kronologisnya, Sepeda motor Honda Beat Nopol AE 3967 SX, yang dikendarai oleh saudari Amanda melaju dari arah utara ke selatan kemudian dari arah berlawanan dari Selatan ke utara muncul Mobil Pickup Grand Max yang di kendarai Sdr Reza Mahendra dengan kecepatan yang tinggi sehingga terjadi benturan keras dan terjadi laka lantas yang menyebabkan Saudari Amanda Dwi Maharani meninggal di tempat,” urai Kasatlantas.

Kondisi korban menurut AKP Ayip Rizal mengalami luka di kepala. “Saudari Amanda Dwi Maharani luka di kepala mengeluarkan darah dan Meninggal Dunia di tempat,” tambah Kasatlantas.

Dengan kejadian itu, Kasatlantas berharap agar pengendara Lalu Lintas selalu berhati-hati. “Selalu menggunakan helm bagi pengendara motor, cek kondisi kendaraan, dan patuhi rambu-rambu lalu lintas serta jangan ngebut.”Pungkas AKP Ayip Rizal. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, nasib naas di alami oleh FANI’MA NGUQBADDAR ADNI AMIN warga RT 01 RW 01 Dukuh Krajan, Desa Gandu, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo yang meninggal dunia usai di tabrak Pick Up dari belakang pada Jum’at (29/10/2021).

Menurut Kapolsek Mlarak, AKP Sudaroini, pihaknya mendatangi lokasi kecelakaan lalu lintas sekira jam 09.50 wib.”Tepatnya di jalan Raya Mlarak – Sambit tepatnya di Simpang Empat Mblebakan, Desa Nglumpang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, ” Terang Kapolsek.

Untuk kendaraan yang terlibat, AKP Sudaroini menyampaikan yaitu kendaraan Mobil Pick Up L 300 dengan No.Pol : L -9776- BG yang di kemudikan oleh JULIANTO MARTIN (42) warga Kepanjen Malang.
“Mobil tersebut menabrak dari belakang sebuah Sepeda Motor Suzuki Nex dengan No.Pol : AE – 2114 – VE yang dikendarai oleh REGI INDIANA PRASTIWI (14) warga Desa Nglumpang Mlarak, dan FANI’MA NGUQBADDAR ADNI AMIN warga Desa Gandu, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, ” Ungkap Kapolsek.

Akibat kecelakaan itu, AKP Sudaroini menyatakan bahwa penumpang sepeda motor yaitu FANI’MA NGUQBADDAR ADNI AMIN meninggal dunia ditempat. “Yang bersangkutan mengalami luka di bagian Dada dan Wajah luka tertutup, saat kejadian Posisi Korban berada di bawah Kendaraan Pic Up (Tertindih) yang berakibat Korban Meninggal Dunia di TKP, ” Kata Kapolsek Mlarak.


Saat Kejadian, Kapolsek Mlarak juga menyampaikan bahwa kedua Pengendara tidak Memakai Helm, tidak ada SIM,STNK serta Identitas Pribadi lainnya. “Sementara pengemudi L-300 memiliki surat-surat yang lengkap baik SIM B maupun STNK,” Terang Kapolsek.

Untuk kronologisnya, AKP Sudaroini menjelaskan bahwa pada Hari Jum’at tanggal 29 Oktober 2021sekira jam 09.50 wib Kendaraan Pic Up No.Pol : L -9776- BG yang di kemudikan oleh Sdr. JULIANTO MARTIN berjalan dari arah Barat ke Timur di jalan Raya Jurusan Mlarak- Sambit tepatnya di Simpang Empat Mblebakan, turut Desa Nglumpang, Kec.Mlarak, Kab.Ponorogo.”Dan Sepeda Motor Suzuki Nex No.Pol : AE -2114- VE,yang di kendarai oleh REGI INDIANA PRASTIWI berjalan dari Arah Barat ke Timur di Jalan Raya yang sama.
Sesampainya di TKP kendaraan Sepeda Motor No.Pol : AE -2114- VE tiba tiba berbelok ke arah Kanan (Selatan) dengan tidak memperhatikan Kendaraan yang berada di belakangnya sehingga terjadi Kecelakaan Lalulintas dengan Posisi Sepeda Motor berikut Pengendaranya berada di bawah Kendaraan Pick Up No.Pol : L -9776- BG yang mengakibatkan Kedua Kendaraan mengalami Rusak Berat dan Pengendara Sepeda Motor mengalami Luka Luka dan Satu Orang Meninggal Dunia di TKP.
Selanjutnya untuk Penanganan di serahkan ke Unit Laka Lantas Polres Ponorogo.” Pungkasnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Sebuah mobil BMW X5 Warna Hitam Nopol L 1220 ZX mengalami kecelakaan tunggal setelah terjungkal dijalan Desa Wagir Lor tepatnya di dekat pemandian air panas, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Sabtu siang (23/10/2021).

Menurut Kapolsek Ngebel, AKP Eko Murbiyanto, kejadian tersebut terjadi setelah mengalami mati mesin saat menanjak kemudian berjalan mundur dan terbalik di jurang.

“Jadi pada hari Sabtu 13 Oktober 2021 jam 14.30 wib telah terjadi laka tunggal di Jl raya Desa Wagir lor Ngebel tepatnya di Tikungan Pemandian air panas Desa Wagir Lor Ngebel,” Terang Kapolsek.


Mobil posisi dari parkiran pemandian air panas mau pulang arah Ngebel. “Mobil jenis Sedan BMW Nopok L.1220 ZX warna hitam mau nanjak tidak kuat kemudian mesin mati terus mobil mundur langsung jatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 15 M. Posisi mobil terbalik,” lanjut Kapolsek Ngebel.

Dalam kejadian itu, AKP Eko menyebutkan bahwa Farida Annafiya, warga Desa Kadipaten Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo menjadi korban laka lantas tunggal tersebut. “Korban mengalami luka dan langsung dibawa ke Rumah Sakit,” ujar Kapolsek.

Dengan kejadian itu Kapolsek Ngebel menghimbau agar para pengendara berhati-hati dalam mengoperasikan kendaraannya. “Selain memastikan kondisi kendaraan sehat juga wajib mengetahui medan yang akan dilaluinya. Juga harus mematuhi peraturan lalu lintas.” Pungkas AKP Eko Murbiyanto. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Nasib naas dialami oleh JEMAIN, (53), warga Dukuh Sidowayah RT 01 RW 01 Desa Tugu Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo setelah jatuh dari Pohon Jati Merak diketahui meninggal dunia, Jum’at (10/09).

Menurut Kapolsek Mlarak, AKP Sudaroini menerangkan bahwa pada hari Jum’at tanggal 10 September 2021 diketahui pukul 14.30 Wib telah diketemukan orang meninggal dunia yg diduga terjatuh dari Pohon Jati Merak. “TKP di pekarangan milik alm. H Imam Faruki di Dukuh Sidowayah RT 01 RW 01 Desa Tugu Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo,” ucap Kapolsek.

Untuk korban, Kapolsek menjelaskan adalah
Jemain (53). ” Korban di Kabupaten Ponorogo tidak punya saudara sama sekali, semula berasal dari Sumatra, namun tidak jelas alamat tepatnya dan korban ikut untuk bekerja di keluarga H. Imam Faruki (Alm) sudah lama sekali,” jelas AKP Sudaroini.

Kronologis kejadian Kapolsek menyampaikan bahwa sekira pukul 10.00 Wib Korban berangkat ke TKP mencari rumput atau dedaunan pepohonan untuk makan kambing. “Sekira pukul 13.00 Wib, Saksi bernama Iwan dan Bibit Hartono mencari korban karena biasanya pulang untuk makan siang, saat mencari menemukan sepasang sandal, setelah dilihat kebawah ternyata Korban sudah tergeletak dibawah Pohon Jati Merak dalam posisi meninggal dunia dan sebelahnya ada tunggak pohon jati merak yan patah,” jelas Kapolsek AKP Sudaroini.

Kapolsek juga menjelaskan ciri-ciri mayat yaitu memakai kaos pendek warna coklat-merah, celana warna abu”. “Terdapat luka babras di dagu, di punggung terdapat luka tancapan bekas rumput gajah, kemaluan mengeluarkan sperma, luka lebam di pinggang belakang dan sudah kaku, panjang mayat 165 cm.Barang-Bukti yang diamankan Sepasang sandal dan Pakaian yang dikenakan,” ucap AKP Sudaroini.

Hasil pemeriksaan team Medis Puskesmas Kecamatan Mlarak dan Unit Reskrim Polsek Mlarak tidak diketemukan tanda” kekerasan yang lain. “Murni kecelakaan karena terjatuh dari Pohon Jati Merak.”Pungkas AKP Sudaroini. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Nasib naas dialami oleh Isma Putri Awaliyah (17), pelajar asal Desa Josari Kecamatan Jetis Ponorogo yang meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya Siman – Mlarak tepatnya depan Karaoke HBI, Senin malam (01/02/2021).

Menurut saksi mata, Moh Riyanto dirinya melihat Pengendara sepeda motor Yamaha Vega Nopol AE 6867 VZ yang di kendarai Sdr R. Yanni Kurniawan Navianto,S,Pd dari arah selatan menuju ke utara jalan raya Siman – Jabung tepatnya di depan Karaoke HBI. “Dari arah belakang melaju kendaraan sepeda Motor Yamaha PCX dgn Nopol AE 5520 UF  yang di kendarai oleh Sdri Isma Putri Awaliyah yang akan mendahului,” Terang Moh Riyanto.

Di karenakan  kurang hati hati dan kondisi jalan hujan serta  lampu penerangan kurang terang sepeda motor Yamaha PCX Yang di kendarai oleh sdri Isma Putri Awaliyah menyengol  sepeda motor Yamaha vega dengan Nopol AE 6867 VZ yang di kendarai oleh Sdr Yanni Kurniawan Navianto,Spd. “Kemudian pengendara sepeda motor yamaha PCX dan sepeda motor jatuh sepeda motor kearah kiri jalan sedangkan pengendara sepeda motor ke kanan dari arah belakang meluncur kendaraan mobil pick up menabrak pengendara sepeda motor yamaha PCX atas nama Sdri Isma Putri Awaliyah,”Terang Moh Riyanto.

Riyanto menyebutkan bahwa setelah ditabrak Mobil Pic up  dengan Nopol AE 9330 yang belum di ketahui identitasnya  dikarenakan melarikan diri, Sdri Isma Putri Awaliyah meninggal dunia. “Pengendara PCX meninggal dunia.”Pungkasnya. (Red)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Ajun Ahmad Maulana (18), Warga Dukuh Bandar RT 03 RW 01 Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengalami kecelakaan lalu lintas dan tercebur ke sungai, Ahad (31/01/2021).

Lokasi meninggalnya pemuda asal Badegan itu adalah di sungai jalan raya Ponorogo – Solo, Dukuh Cuwet Desa Plosojenar  Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo.

Kapolsek Somoroto, Kompol Nyoto menyebutkan bahwa pada hari Minggu, 31 Januari 2021 sekira jam.05.50 Wib piket SPK Polsek Somoroto mendatangi TKP kejadian Orang meninggal dunia. “Yang bersangkutan sudah diketemukan meninggal dunia di sungai dan di dekatnya ada sebuah sepeda motor Honda Beat warna putih No.Pol AE 4983 VJ,” Terang Kapolsek Somoroto.

Kemudian setelah melapor menghubungi Inafis dan Unit Laka Sat Lantas Polres Ponorogo, dan dilakukan olah TKP. “Setelah olah TKP selesai Jenazah dibawa ke RSUD  dr.HARJONO. dugaan sementara korban meninggal dunia akibat LAKA LANTAS namun dari Polsek Somoroto masih melakukan penelusuran sebab2 kematian Korban serta mencari identitasnya, setelah jam.09.00 Wib petugas dari Polsek Somoroto menemukan identitas korban,”Lanjut Kompol Nyoto.

Ajun Ahmad Maulana ditemukan meninggal dunia di sungai dengan sebuah sepeda motor Honda Beat Warna Putih No.Pol AE 4983 VJ dan sepasang Sandal warna biru.  “Kita juga langsung menghubungi Keluarga Korban serta menghimbau masyarakat agar tidak berkerumun dan tetap menjaga Protokol Kesehatan.”Pungkas Kompol Nyoto. (Yah/Gin)

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.