,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Akibat korsleting listrik, sebuah rumah milik Ibu Ismini, (69) warga Dukuh Bangunsari RT 03 RW 02 Desa Wagirkidul Kecamatan Pulung mengalami kebakaran, Ahad (06/02/2022).

Menurut Kapolsek Pulung, Iptu Hariyadi, pada hari Ahad tanggal 06 Pebruari 2022 sekitar pukul 16.00 Wib, Perangkat Desa atas nama Bapak Imam Samsudin melaporkan bahwa telah terjadi kebakaran rumah di Rumah Ibu Ismini Dukuh Bangunsari Desa Wagirkidul.

“Kemudian Anggota Polsek Pulung mendatangi TKP setelah sampai di lokasi benar telah terjadi kebakaran rumah bagian kamar dan telah dipadamkan oleh warga masyarakat dengan kerugian sekitar 2.000.000 dan korban jiwa nihil,” jelas Kapolsek Pulung.

Akibat kejadian itu, Iptu Hariyadi menjelaskan bahwa beberapa barang dan dokumen penting milik korban ikut ludes terbakar.

“Dokumen yang terbakar diantaranya BPKB Mobil Carry Nopol AE 9313 SG, BPKB dan STNK Montor CBR Nopol AE 3532 WF, RADIO Merk Nasional dan Kipas Angin Merek Panasonik,” urai Kapolsek.

Atas bantuan warga, kejadian kebakaran itu tidak merembet ke bagian rumah yang lain.

“Untuk itu saya menghimbau agar warga berhati-hati dengan instalasi listrik. Pastikan aman dan rutin diperiksa agar kejadian ini tidak terjadi kembali.”Pungkas Iptu Hariyadi. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Akibat korsleting listrik, Gudang dan Penggilingan Padi milik Juwarto yang terletak di Jalan Ponorogo – Solo masuk Desa Somoroto, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo terbakar pada Rabu (26/01/2022) dini hari.

Menurut Kapolsek Sumoroto, Kompol Beny Hartono, SH kejadian kebakaran tersebut terjadi pada hari Rabu tanggal 26  Januari 2022, pukul 01.30 wib. “Barang buktinya adalah dinding seng gudang penggilingan padi bekas terbakar,”ucapnya kepada MADIUNRAYA.COM, Rabu Pagi.

Kronologisnya, Kapolsek menyampaikan bahwa pada hari Rabu tanggal 26 Januari 2022 sekira  pkl 01.30 wib saksi saudari Hilda yang saat itu tidur dibangunkan oleh seseorang yang mengetuk pagar rumahnya dan memberitahukan kalau gudang penggilingan padi di belakang rumahnya terlihat dari jalan raya seperti terbakar. “Lalu saksi saudari Hilda  langsung memberitahukan hal tersebut kepada saksi saudara Juwarto yang juga orang tuanya (pemilik) dan setelah dicek ternyata benar gudang penggilingan padi   yang berada dibelakang rumahnya dengan alamat di Jl. Ponorogo – Solo masuk Desa Somoroto, Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo dalam keadaan terbakar, selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Somoroto,”urai Kompol Beny Hartono.

Setelah dihitung, Kerugian materiil sekitar Rp. 25.000.000,-  dan tidak terdapat korban jiwa.

“Atas kejadian itu, Polsek Sumoroto melakukan tindakan yaitu menghubungi Pemadam Kebakaran, Mendatangi TKP, Melakukan olah TKP, Memeriksa korban, Mencatat saksi, dan melaporkan ke pimpinan,” tambahnya.

Selain itu, Kapolsek juga meminta seluruh warga masyarakat untuk senantiasa waspada agar kejadian serupa tidak terjadi. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Berniat membakar sampah yang ada dipekarangan rumahnya, Bu Suratin warga Dukuh Ngabar 2 RT 001 RW 002 Desa Ngabar Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo mengalami nasib yang naas.

Teras rumah yang ditempati Bu Suartin juga ikut tersambar api dan membakarnya hingga ludes. Beruntung api bisa dipadamkan sehingga tidak membakar bangunan rumah secara keseluruhan.

Menurut Kapolsek Siman, Iptu Yoyok, pada hari Rabu tanggal 20 Oktober 2021, sekitar pukul 22.15 Wib,  anggota satsampta bersama anggota Polsek Siman telah mendatangi TKP  kebakaran Rumah,  di Desa Ngabar.

“Korban atas nama Ibu Suratin, (53) warga Dukuh Ngabar 2 RT 001 RW 002 Desa Ngabar Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Meskipun tidak mengalami luka, akibat kejadian itu korban mengalami kerugian materiil kurang lebih Rp 20 juta,” Ucap Kapolsek.

Untuk kronologisnya, Kapolsek menyampaikan bahwa pada pukul 21.00 wib, Sdri Sriatin membakar sampah di pekarangan rumah. “Selanjutnya Pada pukul 21.15 Wib,  tetangga korban melihat kebakaran dan kobaran api sudah besar di teras milik korban dan mereka lalu meminta tolong kepada warga sekitar, untuk membantu memadamkan kebakaran tersebut dengan cara menyiram air bergantian,”Ucap Iptu Yoyok.

Kapolsek juga menyebutkan bahwa setelah Mobil DAMKAR Ponorogo datang untuk membantu memadamkan kebakaran sampai selesai namun keadaan teras dan rumah bagian samping sudah terbakar. “Alhamdulillah kebakaran bisa dipadamkan pukul 22.10 Wib,”tambah Kapolsek Siman.

Atas kejadian itu, Kapolsek berharap agar warga berhati-hati saat membakar sampah. “Jangan sampai kita mengalami musibah karena tidak hati-hati saat membakar sampak.”Pungkas Kapolsek, Iptu Yoyok Wijanarko.(Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya


Ponorogo – Portalnews Madiun Raya


Nasib naas menimpa Bu Wiji (70), warga Dukuh Caru Desa Bajang Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo setelah dapur rumahnya ludes terbakar pada Selasa Malam (19/10/2021).


Menurut Kapolsek Mlarak, AKP Sudaroini, dirinya bersama anggota Polsek Mlarak, mendatangi TKP kebakaran dapur, di jl. Raya Jabung – Mlarak tepatnya dukuh Caru RT. 001 Rw 001 Desa Bajang Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo sekira pukul 22.15 WIB.

“Akibat kejadian itu, Ibu Wiji mengalami luka ringan dan kondisi atap dapurnya luluh lantak,” terang Kapolsek Mlarak.


Adapun kronoligisnya, pada pukul 22.00 wib, Bu Wiji yang telah selesai memasak, di tungku kayu menurut Korban api sudah di padamkan, kemudian selanjutnya ditinggal tidur dan di rumah sendirian.


“Selanjutnya Pada pukul 22.15 Wib, wib, tetangga korban mendengar ada teriakan kebakaran dari orang di jalan lalu saksi melihat kobaran api sudah besar di dapur milik Korban, dan berteriak minta tolong kepada warga sekitar, untuk bantu memadamkan kebakaran tersebut dengan cara menyiram air bergantian. Selanjutnya datanglah Mobil DAMKAR Ponorogo untuk membantu memadamkan kebakaran sampai selesai namun keadaan dapur bagian atap sudah terbakar habis,” urai AKP Sudaroini.


Untuk kerugian materiil ditaksir lebih kurang Rp 50 juta. “Hasil olah TKP penyelidikan diketahui api berasal dari Tungku masak dan menjalar ke tumpukan Kayu Bakar disebelah Tungku. Kemudian menjalar ke Tumpukan Kayu Jati ( Kusen Rumah ) selanjutnya menjalar ke Atap Dapur sehingga Api membesar menghabiskan seluruh bagian dapur rumah,” jelas Kapolsek.


Dengan kejadian itu, Kapolsek Mlarak meminta masyarakat agar tetap berhati-hati dalam melakukan aktivitas. “Pastikan situasi sudah aman sebelum kita tidur ataupun meninggalkan tempat.” Pungkas AKP Sudaroini. (Yah/Gin).


Peliput : Yahya Ali Rahmawan
Penyunting : Agin Wijaya

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Diduga mengalami korsleting listrik, sebuah Mobil Box ber Nomor Polisi B-9003-TEZ terbakar bagian mesinnya di RT 07 RW 05 Dusun Ringin Asri Desa Tegalombo Pacitan, sekira pukul 18.15, Selasa (28/09/2021).

Menurut Kapolsek Tegalombo, Iptu Sumarno, Mobil Box tersebut habis mengantar barang dari Gresik ke Pacitan. “Di duga terjadi korsleting listrikdibagian mesin, ada pengemudi satu orang namun tidak ada korban jiwa karena begitu mengetahui ada kebakaran langsung keluar dari Mobilnya,”Ungkap Kapolsek.

Adanya kejadian itu menimbulkan kemacetan sepanjang kurang lebih 2 KM dari arah Pacitan menuju Ponorogo ataupun sebaliknya.

“Begitu ada kejadian langsung menghubungi Pemadam Kebakaran milik Pemkab Pacitan dan datang sekira pukul 19.00 WIB. 1 unit Damkar tiba dan dibantu 1 tangki penyuplai air. Kurang dari setengah jam api berhasil dipadamkan.”Pungkas Kapolsek Tegalombo, Iptu Sumarno.

Sementara menurut warga setempat, Latif, pihaknya terkejut karena tiba-tiba ada mobil box besar yang berhenti tepat didepan rumahnya. “Langsung terbakar dibagian depannya, saya langsung mengamankan mobil yang ada digarasi,”Ucapnya.

Tentang kejadian seperti itu Latif menyampaikan bahwa baru kali ini terjadi kebakaran mobil di lingkungannya. “Baru pertama ini Pak, kaget sekali tadi.”Pungkasnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kediaman permanen milik Senun (70) di Dusun Ngrenteng Desa Ngampel Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo yang hangus terbakar, Senin (6/09/2021) sekitar pukul 07.00 WIB ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 150 juta.

Menurut Kapolsek Balong, AKP Hariyanto, kronologis terjadinya kebakaran yang saat itu ditinggal oleh penghuninya tersebut diawali ketika  Pipit melihat rumah Mbah Senun mengeluarkan asap dari ruangan tengah. “Rumah tersebut mengeluarkan api dan dengan cepat api membesar karena tiupan angin yang sangat kencang dan Pipit berteriak minta tolong kepada warga sekitarnya,”Jelas AKP Hariyanto.

BACA JUGA :

Ditinggal aktivitas, Rumah Senun warga Ngampel Balong Ludes terbakar

Warga yang melihat kejadian itu langsung mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. “Kades Ngampel kemudian menghungi Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta pemadam kebakaran Pemkab Ponorogo untuk memadamkan api, dan api berhasil dipadamkan, namun membakar habis bagian atap bangunan hingga sebagian isi rumah ludes, kerugian ditaksir hingga 150 juta,”Lanjut Kapolsek.

Warga bersama Pemerintah Desa setempat, Tagana, BPBD dan aparat lainnya kini membantu membersihkan material rumah yang terbakar. “Sementara pemilik rumah serta anggota keluarganya  untuk sementara mengungsi ke rumah kerabatnya,”Terang AKP Hariyanto.

Kapolsek Balong AKP Hariyanto SH mengimbau kepada masyarakat untuk memeriksa jaringan listrik yang berada di atap rumah, terutama kondisinya sudah lama. “Agar tidak terjadi kebakaran akibat korsleting listrik pada jaringan.” Pungkasnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – PORTALNEWS MADIUN RAYA

Akibat korsleting listrik, rumah milik Wiyono, warga Desa Jebeng Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo, terbakar pada Ahad (28/03/2021).

Menurut Kapolsek Slahung, Iptu Haryanto, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, tanggal 28 Maret 2021, sekira pukul 02.15 Wib.”Korban atas nama Wiyono, 47 tahun, Islam, Swasta, alamat Jl. Setono Dkh. Karangan Rt/Rw : 02/01 Desa Jebeng Kec. Slahung Kab. Ponorogo, ” Terang Kapolsek.

Lebih lanjut Kapolsek menyatakan bahwa dari TKP pihaknya mengamankan
1 (satu) kompor gas dan selang selang elpiji dan 2 M Kabel yang terbakar.

“Kronologisnya,pada hari Minggu tanggal 28 Maret 2021, sekira pukul : 02.15 wib, Saat saksi SUPARTI sedang tidur, mendengar suara korban WIYONO berteriak adanya kebakaran, selanjutnya saksi SULASTRI bangun dan melihat api diseputaran dapur sudah membesar, selanjutnya saksi SUPARTI minta tolong ke adik iparnya yaitu saksi MARYONO untuk membantunya memadamkan api. Karena disekitar dapur tersebut ada bahan bakar pertalite yang dijual eceran, api menyambar ke bahan bakar tersebut dan membakar seluruh isi rumah dan atapnya, ” Urai Kapolsek.

Atas kejadian tersebut korban WIYONO mengalami luka bakar pada kedua tangan, kedua kaki dan muka sebelah kiri serta taksir kerugian materiil sekitar Rp. 60.000.000,- (Enam puluh juta rupiah)

“Hasil olah TKP bahwa kebakaran diduga berasal dari konsleting listrik yang dalam istalasinya tidak diatur dengan rapi selain itu keadaan diseputaran arus listrik tersebut terdapat alat masak berupa kompor gas dan adanya bahan bakar pertalite yang dijual eceran.”Pungkas Iptu Haryanto. (Red)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kebakaran bukan hanya terjadi di musim kemarau saja, karena kurang hati hatinya musim hujanpun bisa jadi adanya kebakaran.

Hal tersebut dialami oleh pemilik bengkel yang beralamat di dusun konto, Desa Baosan Kidul, Kec. Ngrayun, 18/12/2020, sore.
Awal mula ceritanya menurut Tukiran, sang Pemilik bengkel, pada hari jum’at tanggal 18 desember 2020 sekira pukul 15.00 wib, dirinya menyalakan Lilin yang ditempatkan di lepek terbuat dari keramik, selanjutnya ditaruh diatas ari-ari atau batur bayi “bahasa jawanya” cucunya yang bernama Kokonzo Triaurio dalam rangka piton piton.
“Saat ditinggal pergi menyembelih ayam dibelakang rumah untuk acara piton-piton, tidak lama kemudian sekira pukul 15.30 Wib, saya mendengar suara ledakan yang berasal dari dalam bengkel miliknya yang berada disamping rumah, mendengar suara ledakan, ” Terang Tukiran.

Korban mendatangi tempat tersebut, mengetahui bengkel miliknya terbakar korban berteriak minta tolong.

Menurut keterangan saksi istrinya yang bernama Sumini membenarkan, setelah mendengar teriakan dari suaminya kemudian saksi datang ketempat kejadian bersama anaknya, namun sudah terbakar, kemuadian dengan dibantu warga sekitar sekitar menyelamatkan barang barang dan memadamkan api dengan alat seadanya.

Kanit Reskrim Polsek Ngrayun Aiptu Mislan, ketika dihubungi awak media ditempat kejadian membenarkan adanya kebakaran bengkel motor, “Namun tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian material berkisar Lima puluh jutaan, “pungkasnya.

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.