Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Meninggalnya Politisi Partai Golkar yang juga anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Gatot Sudjito membuat sejumlah pihak berduka.

Salah satunya adalah Fungsionaris DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufti yang juga merasa kehilangan dengan salah satu seniornya itu di Partai Golkar.

Menurut Ali, kabar yang diterimanya Senin Pagi, Politisi Partai Golkar itu meninggal dunia setelah dirawat di rumah saki.

Sebagai bentuk rasa hormatnya, Ali Mufti dan keluarga menggelar Sholat Ghoib untuk mendo’akan arwah beliau, karena menurut Ali Mufti beliau adalah sosok yang memiliki peran besar dalam memajukan Partai Golkar terutama di Dapil VII Jawa Timur yang meliputi Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan dan Ngawi.

“Ada pengalaman yang tidak pernah saya lupakan. Saat tahun 2004, saya sowan ke beliau sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur di Surabaya untuk memohon restu maju Caleg di Ponorogo. Pulangnya, saya diberikan uang saku Rp 150.000,-. Saat itu, uang sebesar itu sudah cukup besar, itu saya pergunakan untuk naik bus dan lainnya,” Terang Ali Mufti.

Ali juga menyampaikan bahwa sosok Gatot adalah politisi yang baik, dermawan dan memiliki hubungan yang baik dengan semua pihak. “Insya Alloh beliau Husnul Khotimah. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.”Pungkasnya.

Gatot Sudjito, diketahui meninggal dunia pada Senin (18/Januari/2021) pukul 03.00 WIB, setelah sekian waktu menjalani pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, Jawa Timur. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo kembali menggelar Rapar Paripurna dengan agenda melakukan Pergantian Antar Waktu anggotanya.
Sri Wahyuni secara sah akhirnya menggantikan Agus Mustofa Latief yang mengundurkan diri dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Ponorogo dan hijrah ke Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Kemunduran diri Agus dari PAN otomatis juga diikuti dengan mundurnya dia dari Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Ponorogo mewakili Dapil V Ponorogo.
Sri Wahyuni yang mendapatkan suara nomor dua setelah Agus Mustofa Latif di Dapil V Ponorogo akhirnya diangkat menjadi anggota DPRD Kabupaten Ponorogo melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur nomor 171.405/1009/0711.2/2018 tentang pemberhentian Agus Mustofa Latif sebagai Anggota DPRD Ponorogo dan pengangkatan Sri Wahyuni sebagai Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Ponorogo masa jabatan 2014-2019.
Rapat paripurna tersebut berlangsung khidmat di ruang sidang DPRD Kabupaten Ponorogo, Selasa (13/11) dan dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Ponorogo, Eksekutif dan segenap tamu undangan yang lain serta dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dr Ali Mufti, S.Ag, MM.
Prosesi sidang paripurna tersebut diawali dengan pembacaan SK Gubernur oleh Sekretaris Dewan DPRD Ponorogo, dilanjutkan dengan prosesi pengambilan sumpah dan penandatanganan berkas oleh Ketua DPRD dan Sri Wahyuni disaksikan oleh hadirin.

FOTO BERSAMA PIMPINAN DPRD PONOROGO DENGAN ANGGOTA BARU DPRD PONOROGO
FOTO BERSAMA PIMPINAN DPRD PONOROGO DENGAN ANGGOTA BARU DPRD PONOROGO

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dr Ali Mufti, S.Ag, MM meminta kepada anggota DPRD Ponorogo yang baru untuk bekerja dengan sebaik-baiknya disisa jabatan tahun 2014 – 2019. “Saya berharap Ibu Sri Wahyuni untuk bekerja sebagai wakil rakyat yang sebaik-baiknya dengan menyerap aspirasi para konstituennya dengan baik,” ucap Ali Mufti.
Untuk Komisi, Saudari Sri Wahyuni akan menempati komisi B, yaitu komisi yang ditinggalkan oleh Saudara Agus Mustofa Latif yang membidangi ekonomi, sambung Ali Mufti.
“Sekali lagi, saya ucapkan selamat dan selamat bekerja dengan baik untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah demi terwujudnya Ponorogo yang maju, berbudaya dan religius.” Pungkas Ali Mufti.
Sementara dalam wawancaranya, Sri Wahyuni mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menjadi anggota legislatif Kabupaten Ponorogo. “Saya akan memanfaatkan secara maksimal kesempatan yang diberikan untuk menjadi anggota legislatif yang baik dan bekerja secara maksimal terutama di dapil saya.” Ucapnya.
Sidang paripurna dengan agenda PAW tersebut diakhiri dengan ramah tamah di lantai II DPRD Ponorogo. (ADV/yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo menggelar Rapat Paripurna dengan agenda mendengarkan pandangan umum fraksi mengenai perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD-P) 2018, Jum’at (14/09/2019).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dr Ali Mufti didampingi Wakil Ketua Slamet Haryanto, Anik Suharto, Miseri Efendi tersebut dihadiri anggota DPRD dan dinyatakan kuorum. Dari pihak eksekutif, Wakil Bupati Soedjarno didampingi Sekda Agus Pramono, pimpinan OPD, Camat dan juga dihadiri Forkopimda dari Kodim 0802/Ponorogo, Polres Ponorogo dan Kejari Ponorogo.

Dalam rapat tersebut, anggota DPRD Ponorogo sepakat untuk mendorong kepada eksekutif untuk melakukan efisiensi anggaran.
Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, Menok Endrajati meminta eksekutif mereview kembali program pembangunan daerah yang belum tercapai. Fraksi Golkar juga memberikan masukan perlunya efisiensi dalam penggunaan anggaran belanja di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Terutama terkait belanja pegawai yang membengkak dan anggaran tidak terduga. “Walaupun sudah dikurangi dari anggaran sebelumnya, tetapi kalau bisa harus diminimalkan,” katanya.
Efisiensi anggaran itu selanjutnya, tambah Menok, dapat digunakan untuk perbaikan infrastruktur. Khususnya di jalan poros desa dan jalan kabupaten. “Karena ini sangat penting guna meningkatkan ekonomi yang berhubungan antar wilayah,” ujarnya.
Fraksi PKB juga mendukung mekanisme efisiensi anggaran tersebut. Hal ini berhubungan karena APBD 2018 mengalami defisit anggaran sebesar Rp 42,5 miliar. “Kami menginginkan agar semua pihak mengedepankan program yang benar-benar prioritas dan mendesak,” harap Juru Bicara Fraksi PKB Ubahil Islam.

ANGGOTA DPRD MENYIMAK PEMAPARAN FRAKSI YANG LAIN
ANGGOTA DPRD MENYIMAK PEMAPARAN FRAKSI YANG LAIN

Fraksi Gerakan Pembangunan Indonesia Sejahtera (GPIS) juga berpendapat sama. Mereka berharap eksekutif mampu menyajikan informasi penggunaan APBD secara utuh terkait pencapaian kinerja sebagai tolok ukur peningkatan pelayanan umum dan kesejahteraan masyarakat. “Dengan demikian, alokasi dan anggaran yang digunakan untuk membiayai berbagai program dan kegiatan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” terang Juru Bicara Fraksi GPIS, Ribut Riyanto.
Juru Bicara Fraksi Partai Demokrat Sugijanto juga menyarankan saat penyusunan APBD-P 2018 agar disesuaikan dengan kondisi masyarakat terkini. Baik secara makro maupun mikro. Oleh karena itu, menurut dia, dalam pembahasan APBD-P 2018 perlu dikedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, ekonomis dan tepat sasaran. “Namun demikian, kami juga perlu tanyakan terkait penurunan target dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 5 miliar. Karena setelah kami cermati pemotongan DAU untuk menyelesaikan tunggakan iuran jaminan kesehatan pemkab sebagai rekonsiliasi dengan BPJS kesehatan,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP AD Sumitro menyatakan efisiensi anggaran sudah selayaknya dijalankan setiap kali penyusunan APBD-P. Apalagi, estimasi kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) hanya sekitar 9,02 persen dari perencanaan APBD induk sebesar Rp 235,8 miliar menjadi Rp 257,1 miliar. “Untuk mengatasi masalah lambannya pertumbuhan PAD, tidak cukup dengan cara konvensional. Dibutuhkan langkah taktis dan perencanaan yang matang. Salah satunya dengan menjadikan Ponorogo sebagai daerah ramah investasi,” jelasnya.
Di bagian lain, Juru Bicara Fraksi PAN Puryono berharap belanja pegawai bisa ditekan. Selanjutnya, alokasi anggaran yang ada dapat digunakan untuk menjalankan program pembangunan daerah. Terutama terkait program kebijakan yang mengarah pada percepatan peningkatan PAD.
Agenda rapat diteruskan untuk mendengarkan jawaban eksekutif atas pandangan fraksi diatas. (ADV/yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dr Ali Mufti, S.Ag MM ikut menyambut kedatangan pesilat Aji Bangkit Pamungkas yang berhasil meraih medali emas Asian Games 2018. Ali Mufti bersama dengan Forkopimda menyambut kedatangan Aji Bangkit Pamungkas di Mlilir atau perbatasan Kabupaten Ponorogo, Kamis (06/09/2018).

Disela-sela penyambutan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo mengaku cukup bangga dengan prestasi yang ditorehkan anak asli Ponorogo di pentas kejuaraan internasional. “Kita harus berbangga hati dengan prestasi Aji Bangkit Pamungkas, dia berhasil mengharumkan nama Ponorogo di kancah nasional dan internasional,” ucap Ali Mufti.
Untuk itu kita berharap Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyiapkan bonus yang tepat untuk prestasi internasional yang telah diraih Aji Bangkit Pamungkas, sambung Ali Mufti.

KETUA DPRD PONOROGO MENGIKUTI PROSESI PEMYAMBUTAN AJI BANGKIT PAMUNGKAS
KETUA DPRD PONOROGO MENGIKUTI PROSESI PEMYAMBUTAN AJI BANGKIT PAMUNGKAS

“Kita juga berharap dengan prestasi ini, dapat memicu prestasi anak-anak generasi muda Ponorogo yang lainnya, dan saya yakin, sangat banyak generasi muda Ponorogo yang bisa menyamai bahkan lebih hebat dari Aji Bangkit Pamungkas, tinggal mereka mau berlatih atau tidak, momentum ini harus benar-benar dimanfaatkan.” pungkas Ali Mufti.
Sebelumnya diberitakan Aji Bangkit Pamungkas (19) berhasil meraih emas setelah mengalahkan lawan mainnya, pesilat Singapura Sheik Ferdous Sheik Alauddin. Dia turun di nomor tarung putra kelas I (85-90 kg) di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Senin (27/8) yang lalu.

Dari Kemenpora, Aji mendapatkan bonus senilai Rp 1,5 miliar. Saat pulang ke Ponorogo, Kamis (6/9), dia diarak berkeliling kota, dari Jalan Mlilir hingga ke Alun-Alun Ponorogo. Menggunakan mobil jeep, Bangkit didampingi Dandim dan Kapolres.

Bangkit juga mendapatkan kado istimewa dari Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, berupa uang tunai sebesar Rp 100 juta.

“Saya senang sekali sekaligus terharu sambutan dari warga Ponorogo bisa semeriah ini, sekali lagi terima kasih,” ujar Aji Bangkit Pamungkas, putra pasangan Agus Widodo dan Anis Nurul Laili.
Pencak silat memborong 14 medali dari Asian Games 2018, sebagai penyumbang emas terbanyak untuk Indonesia. (ADV/yah/gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Ketua DPRD Ponorogo, Dr Ali Mufti, S.Ag, MM memberikan pesan kemerdekaan kepada masyarakat Ponorogo usai ziarah dan tabur bunga di TMP Ponorogo, Jum’at (17/08).

Ali Mufti menjelaskan bahwa kita harus mengisi kemerdekaan dengan berprestasi. “Wujud rasa syukur kita atas kemerdekaan yang diraih adalah dengan berprestasi, berprestasi di segala hal”,ujar Ketua DPRD Ponorogo tersebut.

Apapun pekerjaan kita, maksimalkan potensi yang ada dan jadikan diri kita berprestasi sebagai wujud penghargaan terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk mencapai kemerdekaan, sambung Ali Mufti.

Saat ditanya harapan Ali Mufti kepada masyarakat Ponorogo dalan mengisi kemerdekaan, Ali Mufti mengatakan bahwa dalam mengisi kemerdekaan harus happy. “Isilah kemerdekaan dengan happy dan bahagia sehingga kita bisa berbuat yang terbaik untuk diri dan lingkungan kita sesuai dengan profesi yang kita geluti”,ujar Ali Mufti.

Dengan demikian maka kita akan mempunyai nilai lebih dan bermanfaat bagi masyarakat, pungkas Ali Mufti. (adv/yah/gin).

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Ketua DPRD Ponorogo, Dr Ali Mufti S.Ag MM membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dalam upacara peringatan detik detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun alun Ponorogo, Jum’at (17/08).

Dengan suara yang mantap, Ali Mufti membacakan naskah proklamasi yang 73 tahun silam dibacakan oleh Ir Soekarno sebagai titik tolak penjajahan di Indonesia sekaligus melahirkan kemerdekaan dan era baru bagi Indonesia yang lepas dari kolonialisme.

Ketua DPRD setiap tahun memang diagendakan membaca naskah Proklamasi dalam peringatan detik detik proklamasi kemerdekaan di Ponorogo, dimana Bupati Ponorogo bertindak sebagai inspektur upacara. Hal tersebut membuktikan kekompakan Forkopimda di Ponorogo dalam upaya membangun dan mensejahterakan masyarakat Ponorogo. (ADV/yah/gin).

Ponorogo,- Portal Madiun Raya

Kegiatan gowes bareng yang diagendakan Pemerintah Daerah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ponorogo yang dirasa sedikit agak menurun semangatnya, menginspirasi Ali Mufti ketua DPRD Ponorogo untuk menggugah kembali semangat gowes bareng sebagaimana telah dilakukan beberapa bulan yang lalu.

Dalam rangka mensupport, membangkitkan kembali semangat gowes bareng DPRD tersebut Jum’at, 27/7/2018 di halaman depan gedung DPRD Ponorogo Ali Mufthi secara resmi memberangkatkan lebih kurang 250 pecinta gowes yang mengikuti acara gowes bareng DPRD Ponorogo tersebut.

Ali Mufthi dalam sambutan pemberangkatan peserta gowes menyampaikan .Acara ini bertujuan kembali membangkitkan kembali semangat gowes bareng. Yang kegiatan seperti ini sejak beberapa waktu yang lalu sempat terhenti. “Mari kita aktifkan kembali,” kata Ketua DPRD Ali Mufthi.

Ketua DPRD bersama Klub Sepeda
Ketua DPRD bersama Klub Sepeda

Karena selain membuat tubuh kita menjadi sehat dan bugar, olah raga bersepeda juga akan mengakrabkan sesama pecinta gowes di Kabupaten Ponorogo. Apalagi yang ikut adalah Forkopimda, itu akan membuat kita semakin akrab dan sinergis dalam bekerja bersama di Kabupaten Ponorogo ini, sambung Ali Mufti.

“Mulai hari ini, gowes bareng akan kita aktifkan kembali sebagai bentuk dan upaya menjalin komunikasi yang lebih baik dengan semua pihak sekaligus menyegarkan pikiran kita dan menyehatkan badan kita.” pungkas Ali Mufti.

Acara gowes bareng ini diikuti oleh peserta dari berbagai instansi dan Organisai Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten Ponorogo yang masing masing OPD menyertakan 5 ( lima ) peserta. Usai mengikuti Sepeda Santai para peserta yang telah sampai finish langsung dipersilahkan sarapan bareng. (adv/yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Ketua DPRD kabupaten Ponorogo, Dr H. Ali Mufti, S.Ag, MM mengikuti Upacara bendera dalam rangka HUT Bhayangkara ke 72 tahun 2018 di depan Paseban Alun-alun Kabupaten Ponorogo, Rabu (11/7).
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni beserta jajaran eksekutif, Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant, Kasdim 0802/Ponorogo, Ketua Pengadilan Negeri Ponorogo, Perwakilan Kejaksaan Negeri Ponorogo dan para undangan yang lainnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni menjadi Inspektur Upacara. Dalam sambutannya, Bupati Ipong Muchlissoni memuji anggota Polres Ponorogo, Ipong mengatakan, jika dalam survei, Polri menjadi 3 besar lembaga yang dipercaya itu sangat benar. Ia mengaku bisa merasakannya. “Dulu waktu anak saya kecil pasti ditakut-takuti dengan Polisi. Sekarang mana bisa? Karena Polisi sudah menunjukkan keramahannya,” kata orang nomor satu di Pemkab Ponorogo ini. Ipong mengatakan, jargon Polisi yang menyatakan modern dan terpercaya juga terbukti. Hal itu nampak dan kelihatan, polisi bisa menyatu dengan warga.

Menurutnya modern dan terpercaya juga dirasakannya. Karena beberapa waktu silam, dirinya mengurus SIM (Surat Ijin Mengemudi).”Pas saya masuk. Luar biasa sekali. Berbeda saat saya mengurus SIM 10 tahun lalu. Pelayanannya juga tertib, cepat dan profesional,” tutur Bupati Ipong.

Ketua DPRD Ponorogo saat Upacara Hari Bhayangkara ke 72
Ketua DPRD Ponorogo saat Upacara Hari Bhayangkara ke 72

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dr Ali Mufti, S.Ag, MM dalam wawancaranya mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke 72 kepada Kepolisian Republik Indonesia. “Semoga dengan bertambahnya usia dapat menjadikan Polri lebih profesional dalam melindungi dan mengayomi masyarakat serta menjadi kesayangan masyarakat,” ucap Ali Mufti.

Selama ini, Polri telah menunjukkan keprofesionalitasannya dalam menjalankan tugas utamanya dalam mencegah dan mengungkap kriminalitas di Kabupaten Ponorogo, sehingga suasana aman dan kondusif dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, sambungnya.

“Selain itu, upaya meminimalisir kecelakaan lalu lintas yang diupayakan Polres Ponorogo sangat kita apresiasi, karena setiap saat Polisi Lalu Lintas di Ponorogo selalu melakukan razia kelengkapan dokumen dan ketertiban pengendara, ini harus terus dilakukan mengingat Ponorogo sangat tinggi angka kecelakaan lalu lintasnya.” pungkas Ali Mufti.

Pada upacara ini juga diberikan penganugerahan tanda kehormatan Republik Indonesia kepada 5 anggota Polres Ponorogo yang dilakukan langsung oleh Bupati Ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni. (adv/yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.