Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dr Ali Mufti, S.Ag, MM menghadiri musrenbang yang digelar Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk menyusun Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2016-2021 di Aula gedung Bappeda Litbang Ponorogo, Rabu (21/11/2018).
Perubahan RPJMD ini dilakukan untuk mengakomodasi adanya sejumlah perubahan yang terjadi secara nasional.
Ketua DPRD Ponorogo, Ali Mufti, dalam sambutannya meminta kepada semua pihak untuk fokus kepada peningkatan pelayanan kepada masyarakat demi tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. “Untuk itu Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) harus berorientasi kepada program peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucap Ali Mufti.
Selain itu, infrastrukur terutama jalan harus juga menjadi perhatian utama dalam membuat rencana perubahan pembangunan yang dimaksud, sambung Ali Mufti.
“Kita berharap, dengan adanya musrenbang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2016-2021 dapat benar-benar menciptakan kondisi masyarakat yang lebih baik dan sejahtera.” Pungkas Ali Mufti.

MUSRENBANG PERUBAHAN JANGKA MENENGAH KABUPATEN PONOROGO
MUSRENBANG PERUBAHAN JANGKA MENENGAH KABUPATEN PONOROGO

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dalam sambutannya mengatakan, musrenbang digelar untuk membahas dua isu utama yang harus masuk dalam RPJMD yang telah ditetapkan pada awal ia menjabat sebagai bupati Ponorogo. Kedua isu tersebut adalah adanya perubahan Susunan Organisasi dan Tata Kerja atau SOTK pada 2017 lalu sebagai konsekuensi hadirnya PP nomor 18 tahun 2016.
“Sesuai arahan provinsi hal tersebut harus dimusrenbangkan lagi. Sebab hal itu akan merubah target-target, indikator kinerja utama (IKU) dan target yang lain termasuk angka kemiskinan, angka pengangguran terbuka karena SOTK berubah,” ungkapnya.
Dikatakannya, untuk program yang telah digagas akhirnya tidak ada yang dirubah. Hanya saja ada perubahan terkait target-target yang harus dicapai. Namun angkanya tidak cukup signifikan. Ia mencontohkan, untuk angka pertumbuhan ekonomi yang semula 5,2 persen, nantinya menjadi 5,8 persen.
Meksi ada perubahan RPJMD, namun Ipong menyatakan tidak ada perubahan program. Hanya saja program yang ada harus dilaksanakan seefisien mungkin. Pada beberapa tahun terakhir, banyak kepala dinas yang sudah diminta untuk memangkas program-program yang tidak jelas output maupun outcome-nya.
Pada 2018 ini program kerja di Pemkab Ponorogo berjumlah 167 buah. Jumlah ini turun 22 buah program dari pada tahun sebelumnya yang mencapai 189 program.
“Saya berharap program yang ada bisa efisien dalam penggunaan dana. Kalau bisa, 80 persennya untuk kegiatan utama, yang lainnya untuk koordinasi dan lain-lain,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, hadir para kepala dinas dan badan di lingkungan Pemkab Ponorogo, para anggota Forkopimda, LSM dan didampimgi oleh Bappeda Jawa Timur.
Sedangkan isu kedua adalah adanya perubahan isu-isu strategis secara nasional yang harus masuk ke dalam rencana pembangunan daerah yang jadi dasar penyusunan program. Isu tersebut antara lain adalah tentang pemberantasan korupsi. Pemberantasan korupsi harus masuk ke dalam RPJMD. (ADV/yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo kembali menggelar Rapar Paripurna dengan agenda melakukan Pergantian Antar Waktu anggotanya.
Sri Wahyuni secara sah akhirnya menggantikan Agus Mustofa Latief yang mengundurkan diri dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Ponorogo dan hijrah ke Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Kemunduran diri Agus dari PAN otomatis juga diikuti dengan mundurnya dia dari Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Ponorogo mewakili Dapil V Ponorogo.
Sri Wahyuni yang mendapatkan suara nomor dua setelah Agus Mustofa Latif di Dapil V Ponorogo akhirnya diangkat menjadi anggota DPRD Kabupaten Ponorogo melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur nomor 171.405/1009/0711.2/2018 tentang pemberhentian Agus Mustofa Latif sebagai Anggota DPRD Ponorogo dan pengangkatan Sri Wahyuni sebagai Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Ponorogo masa jabatan 2014-2019.
Rapat paripurna tersebut berlangsung khidmat di ruang sidang DPRD Kabupaten Ponorogo, Selasa (13/11) dan dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Ponorogo, Eksekutif dan segenap tamu undangan yang lain serta dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dr Ali Mufti, S.Ag, MM.
Prosesi sidang paripurna tersebut diawali dengan pembacaan SK Gubernur oleh Sekretaris Dewan DPRD Ponorogo, dilanjutkan dengan prosesi pengambilan sumpah dan penandatanganan berkas oleh Ketua DPRD dan Sri Wahyuni disaksikan oleh hadirin.

FOTO BERSAMA PIMPINAN DPRD PONOROGO DENGAN ANGGOTA BARU DPRD PONOROGO
FOTO BERSAMA PIMPINAN DPRD PONOROGO DENGAN ANGGOTA BARU DPRD PONOROGO

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dr Ali Mufti, S.Ag, MM meminta kepada anggota DPRD Ponorogo yang baru untuk bekerja dengan sebaik-baiknya disisa jabatan tahun 2014 – 2019. “Saya berharap Ibu Sri Wahyuni untuk bekerja sebagai wakil rakyat yang sebaik-baiknya dengan menyerap aspirasi para konstituennya dengan baik,” ucap Ali Mufti.
Untuk Komisi, Saudari Sri Wahyuni akan menempati komisi B, yaitu komisi yang ditinggalkan oleh Saudara Agus Mustofa Latif yang membidangi ekonomi, sambung Ali Mufti.
“Sekali lagi, saya ucapkan selamat dan selamat bekerja dengan baik untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah demi terwujudnya Ponorogo yang maju, berbudaya dan religius.” Pungkas Ali Mufti.
Sementara dalam wawancaranya, Sri Wahyuni mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menjadi anggota legislatif Kabupaten Ponorogo. “Saya akan memanfaatkan secara maksimal kesempatan yang diberikan untuk menjadi anggota legislatif yang baik dan bekerja secara maksimal terutama di dapil saya.” Ucapnya.
Sidang paripurna dengan agenda PAW tersebut diakhiri dengan ramah tamah di lantai II DPRD Ponorogo. (ADV/yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo menggelar Sidang Paripurna dengan agenda Pergantian Antar Waktu (PAW) anggotanya di Ruang Sidang Paripurna DPRD Ponorogo, Kamis (18/10).

PAW yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Ponorogo adalah Warsito, S.Pd.I menggantikan Sunarto dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI Ponorogo dan Pujiwati yang menggantikan Hj Eny Yuliati Latif dari Dapil I Ponorogo.

Foto bersama Fraksi PAN DPRD Ponorogo
Foto bersama Fraksi PAN DPRD Ponorogo

Seperti diketahui, Sunarto kini hijrah ke Partai Nasdem dan Eny juga hijrah ke Partai Perindo sehingga mengundurkan diri dari Fraksi Amanat Nasional.

Acara PAW tersebut diawali dengan pembacaan Surat Keputusan dari Gubernur Jawa Timur yang dibacakan oleh Sekretaris DPRD, pembukaan oleh Ketua DPRD Ponorogo dan pengucapan sumpah serta penyempatan Pin anggota DPRD yang baru tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dr Ali Mufti mengucapkan selamat kepada anggota DPRD yang baru tersebut. “Selamat kepada Bapak Warsito dan Ibu Pujiwati yang menjadi keluarga besar DPRD Kabupaten Ponorogo, semoga menjadi wakil rakyat yang amanah dan mampu mengemban aspirasi masyarakat di Dapilnya masing – masing,” ucap Ali Mufti.

Selain itu, kami berharap Bapak dan Ibu mampu mengawal kebijakan eksekutif melalui fungsi legislasi untuk kemajuan dan kemakmuran masyarakat Ponorogo, sambung Ali Mufti.

“Selamat bekerja dan jadilah wakil rakyat yang baik, disiplin dan bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku.” pungkas Ali Mufti.

Usai pengucapan sumpah dan penyematan Pin anggota DPRD Ponorogo, Warsito dan Pujiwati menempati kursi yang telah disiapkan dan dilanjutkan pemberian ucapan selamat dari Forkopimda Ponorogo serta para hadirin.

Dalam wawancaranya, Warsito berjanji akan menjadi Wakil Rakyat yang mampu menyerap aspirasi dari konstituennya. ” Disisa masa jabatan yang ada, saya ingin bekerja maksimal untuk menyerap aspirasi dari masyarakat terutama dari Dapil VI, sekaligus berusaha mewujudkan apa yang menjadi keinginan mereka, terutama pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ucap Warsito.

Pun, dengan Pujiwati, dia ingin membantu Ibu-ibu di daerah pemilihannya yaitu di Dapil I Ponorogo untuk menjadi Ibu-ibu yang produktif. “Selain membantu ekonomi keluarga juga mampu meningkatkan kreatifitas mereka untuk menjadi sosok yang mandiri dan tangguh,” ucap Pujiwati.

Acara diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah di Gedung DPRD Ponorogo. (adv/yah/gin).

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo menggelar Rapat Paripurna dengan agenda mendengarkan pandangan umum fraksi mengenai perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD-P) 2018, Jum’at (14/09/2019).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dr Ali Mufti didampingi Wakil Ketua Slamet Haryanto, Anik Suharto, Miseri Efendi tersebut dihadiri anggota DPRD dan dinyatakan kuorum. Dari pihak eksekutif, Wakil Bupati Soedjarno didampingi Sekda Agus Pramono, pimpinan OPD, Camat dan juga dihadiri Forkopimda dari Kodim 0802/Ponorogo, Polres Ponorogo dan Kejari Ponorogo.

Dalam rapat tersebut, anggota DPRD Ponorogo sepakat untuk mendorong kepada eksekutif untuk melakukan efisiensi anggaran.
Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, Menok Endrajati meminta eksekutif mereview kembali program pembangunan daerah yang belum tercapai. Fraksi Golkar juga memberikan masukan perlunya efisiensi dalam penggunaan anggaran belanja di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Terutama terkait belanja pegawai yang membengkak dan anggaran tidak terduga. “Walaupun sudah dikurangi dari anggaran sebelumnya, tetapi kalau bisa harus diminimalkan,” katanya.
Efisiensi anggaran itu selanjutnya, tambah Menok, dapat digunakan untuk perbaikan infrastruktur. Khususnya di jalan poros desa dan jalan kabupaten. “Karena ini sangat penting guna meningkatkan ekonomi yang berhubungan antar wilayah,” ujarnya.
Fraksi PKB juga mendukung mekanisme efisiensi anggaran tersebut. Hal ini berhubungan karena APBD 2018 mengalami defisit anggaran sebesar Rp 42,5 miliar. “Kami menginginkan agar semua pihak mengedepankan program yang benar-benar prioritas dan mendesak,” harap Juru Bicara Fraksi PKB Ubahil Islam.

ANGGOTA DPRD MENYIMAK PEMAPARAN FRAKSI YANG LAIN
ANGGOTA DPRD MENYIMAK PEMAPARAN FRAKSI YANG LAIN

Fraksi Gerakan Pembangunan Indonesia Sejahtera (GPIS) juga berpendapat sama. Mereka berharap eksekutif mampu menyajikan informasi penggunaan APBD secara utuh terkait pencapaian kinerja sebagai tolok ukur peningkatan pelayanan umum dan kesejahteraan masyarakat. “Dengan demikian, alokasi dan anggaran yang digunakan untuk membiayai berbagai program dan kegiatan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” terang Juru Bicara Fraksi GPIS, Ribut Riyanto.
Juru Bicara Fraksi Partai Demokrat Sugijanto juga menyarankan saat penyusunan APBD-P 2018 agar disesuaikan dengan kondisi masyarakat terkini. Baik secara makro maupun mikro. Oleh karena itu, menurut dia, dalam pembahasan APBD-P 2018 perlu dikedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, ekonomis dan tepat sasaran. “Namun demikian, kami juga perlu tanyakan terkait penurunan target dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 5 miliar. Karena setelah kami cermati pemotongan DAU untuk menyelesaikan tunggakan iuran jaminan kesehatan pemkab sebagai rekonsiliasi dengan BPJS kesehatan,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP AD Sumitro menyatakan efisiensi anggaran sudah selayaknya dijalankan setiap kali penyusunan APBD-P. Apalagi, estimasi kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) hanya sekitar 9,02 persen dari perencanaan APBD induk sebesar Rp 235,8 miliar menjadi Rp 257,1 miliar. “Untuk mengatasi masalah lambannya pertumbuhan PAD, tidak cukup dengan cara konvensional. Dibutuhkan langkah taktis dan perencanaan yang matang. Salah satunya dengan menjadikan Ponorogo sebagai daerah ramah investasi,” jelasnya.
Di bagian lain, Juru Bicara Fraksi PAN Puryono berharap belanja pegawai bisa ditekan. Selanjutnya, alokasi anggaran yang ada dapat digunakan untuk menjalankan program pembangunan daerah. Terutama terkait program kebijakan yang mengarah pada percepatan peningkatan PAD.
Agenda rapat diteruskan untuk mendengarkan jawaban eksekutif atas pandangan fraksi diatas. (ADV/yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dr Ali Mufti, S.Ag MM ikut menyambut kedatangan pesilat Aji Bangkit Pamungkas yang berhasil meraih medali emas Asian Games 2018. Ali Mufti bersama dengan Forkopimda menyambut kedatangan Aji Bangkit Pamungkas di Mlilir atau perbatasan Kabupaten Ponorogo, Kamis (06/09/2018).

Disela-sela penyambutan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo mengaku cukup bangga dengan prestasi yang ditorehkan anak asli Ponorogo di pentas kejuaraan internasional. “Kita harus berbangga hati dengan prestasi Aji Bangkit Pamungkas, dia berhasil mengharumkan nama Ponorogo di kancah nasional dan internasional,” ucap Ali Mufti.
Untuk itu kita berharap Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyiapkan bonus yang tepat untuk prestasi internasional yang telah diraih Aji Bangkit Pamungkas, sambung Ali Mufti.

KETUA DPRD PONOROGO MENGIKUTI PROSESI PEMYAMBUTAN AJI BANGKIT PAMUNGKAS
KETUA DPRD PONOROGO MENGIKUTI PROSESI PEMYAMBUTAN AJI BANGKIT PAMUNGKAS

“Kita juga berharap dengan prestasi ini, dapat memicu prestasi anak-anak generasi muda Ponorogo yang lainnya, dan saya yakin, sangat banyak generasi muda Ponorogo yang bisa menyamai bahkan lebih hebat dari Aji Bangkit Pamungkas, tinggal mereka mau berlatih atau tidak, momentum ini harus benar-benar dimanfaatkan.” pungkas Ali Mufti.
Sebelumnya diberitakan Aji Bangkit Pamungkas (19) berhasil meraih emas setelah mengalahkan lawan mainnya, pesilat Singapura Sheik Ferdous Sheik Alauddin. Dia turun di nomor tarung putra kelas I (85-90 kg) di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Senin (27/8) yang lalu.

Dari Kemenpora, Aji mendapatkan bonus senilai Rp 1,5 miliar. Saat pulang ke Ponorogo, Kamis (6/9), dia diarak berkeliling kota, dari Jalan Mlilir hingga ke Alun-Alun Ponorogo. Menggunakan mobil jeep, Bangkit didampingi Dandim dan Kapolres.

Bangkit juga mendapatkan kado istimewa dari Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, berupa uang tunai sebesar Rp 100 juta.

“Saya senang sekali sekaligus terharu sambutan dari warga Ponorogo bisa semeriah ini, sekali lagi terima kasih,” ujar Aji Bangkit Pamungkas, putra pasangan Agus Widodo dan Anis Nurul Laili.
Pencak silat memborong 14 medali dari Asian Games 2018, sebagai penyumbang emas terbanyak untuk Indonesia. (ADV/yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Pembukaan Grebeg Suro tahun 2018 yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke 522 tahun berlangsung meriah di Panggung Utama Alun alun Kabupaten Ponorogo, Sabtu malam (01/09).
Puluhan kegiatan telah terjadwal untuk memeriahkan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Ponorogo tersebut. Seperti Festival Reyog Mini, Festival Nasional Reyog, Kejurda Paralayang, dan kegiatan budaya yang lain.
Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dr Ali Mufti, S.Ag MM dalam wawancaranya mengungkapkan bahwa segenap Anggota Legislatif di DPRD Ponorogo mendukung pelaksanaan Grebeg Suro yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke 522 tahun. “Ini adalah pesta rakyat yang sudah berlangsung sejak lama, kita harus mendukung ini, karena selain sebagai pelestarian budaya reyog ini juga menggerakkan ekonomi rakyat,” ucap Ali Mufti.
Selain itu, perayaan Grebeg Suro dan hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke 522 juga mengundang para turis baik domestik maupun turis mancanegara untuk berkunjung ke Ponorogo, kita meminta kepada Pemkab Ponorogo untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, sambung Ali Mufti.

KETUA DPRD BERSAMA FORKOPIMDA PONOROGO SAAT PEMBUKAAN GREBEG SURO 2018
KETUA DPRD BERSAMA FORKOPIMDA PONOROGO SAAT PEMBUKAAN GREBEG SURO 2018

“Mewakili segenap pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Ponorogo, kami mengucapkan Dirgahayu Kabupaten Ponorogo dan Selamat atas pelaksanaan Grebeg Suro tahun 2018, semoga sukses dan membawa manfaat bagi masyarakat Ponorogo.” Pungkas Ali Mufti.
Sementara dalam sambutannya, Bupati Ipong Muchlissoni menyatakan bahwa Grebeg Suro merupakan moment kebangkitan pariwisata di Ponorogo. “Karena pada tahun 2019, kita menetapkan sebagai tahun pariwisata bagi Kabupaten Ponorogo,” jelas Bupati.
Mengapa Pariwisata ? Karena Ponorogo memiliki potensi wisata yang tidak kalah dengan daerah lain, seperti Reyog yang sudah mendunia, wisata religi juga banyak di Ponorogo, wisata alam juga tidak kalah menarik, tinggal pengelolan dan promosi kita saja, sambung Sang Bupati.
“Saat ini ada 100 desa di Ponorogo yang menyiapkan diri sebagai desa wisata, seperti Desa Tatung Kecamatan Balong Ponorogo yang memiliki wahana paralayang yang menurut para ahli terbaik kedua di dunia setelah gunung di Slovenia, ini yang harus kita kembangkan, ” lanjut Ipong Muchlissoni.
Dengan fokus di Pariwisata kita berharap perputaran ekonomi di Ponorogo akan semakin meningkat sehingga pertumbuhannya bisa mendongkrak kesejahteraan serta kemakmuran masyarakat Ponorogo, pungkas Bupati Ipong Muchlissoni.
Dalam pembukaan Grebeg Suro tersebut nampak meriah dengan sajian kesenian diantaranya Tari Mubeng Gubeng, Tari Kolosal Joyonegoro Mbalelo dan secara spektakuler pesta kembang api memeriahkan acara tersebut.
Dalam prosesi pembukaan, Ketua DPRD Ponorogo, Bupati Ponorogo, Wakil Bupati dan Sekda Kabupaten Ponorogo bersama penjabat Forkopimda Ponorogo yang lainnya menyabetkan kolor warog sebagai tanda dibukanya perayaan Grebeg Suro tahun 2018 dan dirangkaikan dengan peringatan HUT ke 522 Kabupaten Ponorogo. (ADV/yah/gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Wakil Ketua DPRD Ponorogo, H.Miseri Efendi, SH MH memberikan hikmah dan arti kemerdekaan yang telah diraih 73 tahun yang lalu.

Menurut Miseri, Kemerdekaan Republik Indonesia diraih dengan perjuangan yang luar biasa. “Selama 350 tahun para pahlawan mengorbankan jiwa dan raganya dengan mimpi negeri kita bisa lepas dari penjajahan,” terang Miseri, Jum’at (17/08).

Alhamdulillah, atas rahmat dari Alloh SWT bisa diraih dan saat ini kita bisa merasakan kemerdekaan, kebebasan dari pendudukan penjajah dan ini merupakan warisan dari pendahulu kita yang harus kita isi dengan pembangunan, sambung Miseri.

“Untuk itu, kita harus mengisi kemerdekaan dengan pembangunan disegala bidang dengan harapan bisa mewariskan Keadilan dan Kesejahteraan bagi anak cucu kita,” lanjut Miseri.

Menurut Miseri, Keadilan dan Kesejahteraan bisa kita wariskan kepada generasi penerus dengan terus menjaga persatuan dan kesatuan. “Dengan persatuan dan kesatuan maka akan tercipta suasana yang kondusif dan bisa melaksanakan pembangunan disegala sektor yang bermuara pada kesejahteraan dan keadilan.” pungkas Miseri Effendi. (adv/yah/gin).

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Ketua DPRD Ponorogo, Dr Ali Mufti, S.Ag, MM memberikan pesan kemerdekaan kepada masyarakat Ponorogo usai ziarah dan tabur bunga di TMP Ponorogo, Jum’at (17/08).

Ali Mufti menjelaskan bahwa kita harus mengisi kemerdekaan dengan berprestasi. “Wujud rasa syukur kita atas kemerdekaan yang diraih adalah dengan berprestasi, berprestasi di segala hal”,ujar Ketua DPRD Ponorogo tersebut.

Apapun pekerjaan kita, maksimalkan potensi yang ada dan jadikan diri kita berprestasi sebagai wujud penghargaan terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk mencapai kemerdekaan, sambung Ali Mufti.

Saat ditanya harapan Ali Mufti kepada masyarakat Ponorogo dalan mengisi kemerdekaan, Ali Mufti mengatakan bahwa dalam mengisi kemerdekaan harus happy. “Isilah kemerdekaan dengan happy dan bahagia sehingga kita bisa berbuat yang terbaik untuk diri dan lingkungan kita sesuai dengan profesi yang kita geluti”,ujar Ali Mufti.

Dengan demikian maka kita akan mempunyai nilai lebih dan bermanfaat bagi masyarakat, pungkas Ali Mufti. (adv/yah/gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.