Madiun Raya

Ponorogo – Madiunraya.com

Cerita pilu diunggah oleh Dr Aliyadi Yanuri, Dosen FISIP Unmuh Ponorogo saat dirinya bersiap untuk berbuka puasa.

Sesuai yang diunggah melalui akun Facebook nya, Pak Dosen bercerita kalau dirinya hendak makan. Semua makanan sudah siap, namun ternyata… Nasi yang dimasak di Magic jar nya belum masak hanya karena lupa ditekan tombol On nya.

“Mau makan ternyata nasinya lupa kalau belum di jelekne di megic jar, terpaksa nunggu lagi..wah namanya lupa, kadung diatas meja ada sayuran lengkap, ada bayem, tumis pare, dadar telur, lalap pete, timun sambel pecel, pokoknya lengkap..”, ucap Sang Dosen beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut, Pak Dosen mengaku terkejut dengan kejadian itu.

“Waktunya ambik nasi, betapa terkejutnya masih dalam keadaan beras, ampun, karena itu hasil karya sendiri terpaksalah menanti..barokah poso, sabar…’tambahnya.

Unggahan sang Dosen pun mendapatkan komentar dari para Netizens.

“Kok seperti kemah, apa ini jauh dari mamah, ” Ucap Wahyu Hananto.

Sementara banyak netizen yang lainnya memberikan caption tertawa yang juga dibalas caption yang sama dari sang Dosen. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Kota Pendekar, sebutan Kota Madiun harus bangga. Selain karena Pencak Silat yang mendunia, Kota tersebut juga memiliki warga yang kreatif.

Apa pasalnya ?, salah satu karya yang berbahan kulit dari warga Demangan Kota Madiun yaitu @suwindyaproject bisa menembus pasar di Amerika Serikat.

Wali Kota Madiun, H Maidi sangat mengapresiasi karya warganya itu.

“Waktu saya Cangkrukan di Kelurahan Demangan saya tertarik ke sebuah item. Sebuah wadah untuk menggantung hand sanitizer yang terbuat dari kulit. Apik. Setelah saya tanya ke Lurah, ternyata buatan salah satu warga demangan. @suwindyaproject,”Ucap Wali Kota Maidi.

Menurut Wali Kota, karya warganya itu sangat bagus dan rapi.

“Garapanya rapi. Elegan.Hari ini saya sempatkan mampir ke workshopnya. Ternyata produknya bermacam-macam.Masker, Dompet, id card holder, zippo holder, tas jinjing dan banyak lagi, sesuai permintaan konsumen,”Terang Wali Kota.

Tak hanya itu, Wali Kota juga menyampaikan bahwa produk @suwindyaproject sudah dipasarkan hingga ke luar negeri. “Hebatnya lagi, pemasarannya sudah sampai luar negeri. Paling jauh California. Artinya produk industri kreatif ini kelasnya sudah dunia. Jadi siapa saja bisa menjadi atau membuat apa saja, tergantung niat dan usahanya,”Ujar Wali Kota Maidi.

Wali Kota mengajak siapapun yang berminat untuk langsung menghubungi yang bersangkutan. “Oh iya, jika berminat silahkan langsung DM @suwindyaproject.”Pungkas Wali Kota Maidi. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Face Off Jalan HOS Cokroaminoto terus berlanjut. Setelah melebarkan trotoar dan menata sedemikian rupa hingga mirip Jalan Malioboro di Yogyakarta ataupun Jalan Pahlawan di Kota Madiun, Pemerintah Kabupaten Ponorogo memasang lampu lampion di jalan tersebut.

Didominasi warna hijau muda, Lampu Lampion tersebut diyakini bakal mempercantik wajah Jalan HOS Cokroaminoto.

Menanggapi hal itu, Sumihar Pandjaitan, yang merupakan Relawan Bravo 5 Ponorogo mengaku senang. “Ini artinya ada perubahan yang signifikan dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. Wajah Kota Ponorogo yang lebih cantik akan menguntungkan bagi para pedagang, PKL dan UMKM disepanjang jalan itu, karena nanti akan banyak mengundang para pengunjung,”Ucapnya kepada Madiunraya.com, Rabu (22/09/2021).

Lebih lanjut Sumihar mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus mengawal pemerintahan Sugiri Sancoko – Lisdyarita. “Ini kita lakukan agar Ponorogo benar-benar menjadi Ponorogo yang Hebat sesuai visi dan misi Sugiri Sancoko dan Lisdyarita. Saya dengar Jalan Sudirman, Alun-alun, Jalan Diponegoro hingga ke Pasar Legi akan dibangun seperti Jalan HOS Cokroaminoto, ini sangat bagus sekali karena akan benar-benar mengubah tata kota yang indah dan ramah lingkungan dan menguntungkan bagi para pedagang,”Jelas Sumihar Pandjaitan.

Relawan Bravo 5 Ponorogo itu juga mengungkapkan rasa gembiranya bahwa baru sekian bulan menjabat Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko dan Lisdyarita mampu bekerja nyata bagi masyarakat Ponorogo. “Apalagi beliau mampu menghimpun semangat Gotong Royong sehingga bisa mengubah Tata Kota yang ada menjadi lebih bagus,”tambahnya.

Namun Sumihar Pandjaitan mengingatkan agar warga masyarakat Ponorogo tetap bisa menahan diri agar tidak melanggar Protokol Kesehatan mengingat Pandemi Covid 19 belum usai. “Tetap semangat namun jangan terlalu euforia dengan berkerumun untuk menyaksikan lampu dan lampion di Jalan HOS Cokroaminoto. Patuhi Protokol Kesehatan yaitu 5 M, Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas dan selalu Menjaga Jarak jika terpaksa keluar rumah serta mensukseskan Vaksinasi, Ponorogo Hebat dan kita semua akan selamat.”Pungkas Sumihar Pandjaitan. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Diduga mengalami serangan jantung, seorang anggota Satlantas Polres Pacitan, Brigadir Widya Cahyono meninggal dunia saat bermain Badminton di Desa Bangunsari, Selasa (22/09/2021).

Dilansir dari Pacitanpos.id, Brigadir Widya Dwi Cahyono  merupakan pengantin baru masih berusia muda yaitu 25 tahun. “Beliau masih pengantin baru dan belum punya anak, meninggal diduga serangan jantung saat bermain Badminton di Desa Bangunsari, “Ucap Gus Tik, owner Pacitanpos.id.

Gus Tik juga menyampaikan bahwa yang bersangkutan sebelumnya sehat wal afiat. “Menurut berbagai sumber, Widya  berangkat ke area Lapangan Badminton di Bangunsari dalam kondisi sehat wal afiat, sehingga keluarganya  kaget ketika diberi tahu Widy meninggal dunia saat tengah bermain Badminton,” Lanjut Gus Tik.

Gus Tik juga menyampaikan bahwa menantu Toko Kelontong terbesar di Kecamatan Punung tersebut dimakamkan malam itu juga di TPU Punung dengan upacara Militer yang dilaksanakan oleh jajaran polres Pacitan tempat Widy bertugas.

Gus Tik juga menjelaskan bahwa Brigadir Widya Dwi Cahyono merupakan Pemuda Asli Ponorogo umur berkisar 25 tahun, meninggalkan seorang istri dan belum punya anak. “Beberapa kerabat almarhum mengucapkan terima kasih kepada semua pihak utamanya jajaran Polres Pacitan , juga memohon doa semoga almarhum  Husnul Khatimah.”Pungkas Gus Tik, Owner Pacitanpos.id. (Yah/Gin)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Akibat tersengat aliran Listrik, Muhammad Abizar Alghifari seorang anak  laki-laki, berumur 3  tahun yang beralamatkan di Dukuh Krajan,  RT 02, RW 03, Desa Blembem,  Kecamatan Jambon,  Kabupaten Ponorogo meninggal dunia pada Senin (20/09/2021) kemarin.

Menurut Kapolsek Jambon, Iptu Nanang Budianto, S.H.pihaknya menerima laporan  pada hari Senin tanggal 20 September 2021, sekira Pukul 16.30 WIB, telah terjadi anak meninggal dunia karena tersengat arus listrik di kamar milik saudara Yunus Desianto warga  di Dusun Krajan, RT 02 RW 03, Desa Blembem, Kecamatan Jambon,  Kabupaten Ponorogo.

“Kronologinya adalah, pada hari Senin tgl 20 September 2021 pukul 16.30 wib, korban bersama dengan saksi FARID dan AQILA sedang  berada dikamar sdr YUNUS menunggu  saksi   AQILA yang sedang ganti pakaian setelah mandi, pada saat menunggu  tersebut saat ganti pakaian, tiba tiba korban memegang dan menarik bola lampu yang sedang menyala dan tergantung di tembok kamar tersebut, saat kejadian saksi FARID sudah memperingatkan kepada korban untuk tidak memegang bola lampu tersebut, namun korban tetap memegang bola lampu tersebut  dan tiba tiba korban jatuh tengkurap kepala di Utara dilantai kamar tersebut,”Terang Kapolsek.

Iptu Nanang Budianto menjelaskan bahwa sesaat setelah kejadian, saksi AQILA memanggil Ayahnya (YUNUS)  yang saat itu berada dibelakang rumah memberi  makan Ayam,  “Saksi YUNUS  segera mendatangi korban yang terjatuh dilantai kamar tersebut kondisi lemas dan dibopong kemudian segera membawa korban keluar dari kamar dan memanggil saksi KARNEN untuk meminta pertolongan dan selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Jambon untuk diberikan pertolongan, namun saat tiba di Puskesmas korban  dinyatakan meninggal dunia setelah dilakukan upaya  pemberian pertolongan di Puskesmas Jambon,”Lanjut Kapolsek.

Berdasarkan keterangan saksi saksi di TKP dan hasil penyelidikan di TKP serta pemeriksaan medis, korban meninggal dunia karena tersengat arus listrik.

“Atas kejadian tersebut,  keluarga korban sudah menerima sebagai musibah dan berusaha untuk ikhlas, tabah selanjutnya keluarga korban  membuat surat pernyataan dan permohonan  tidak  dilakukan otopsi terhadap jasad korban dan sanggup tidak akan menuntut secara Hukum kepada siapa pun atas kejadian tersebut.”Pungkas Kapolsek Jambon. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Jakarta – Portalnews Madiun Raya
Menurunnya kasus harian penularan Covid 19 di Indonesia membuat Kementerian Sosial menghentikan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Hal itu disampaikan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini di Komplek Senayan, Selasa (21/09/2021).

“Kemarin awal tahun 2021 kan hanya Januari – April, lalu ditambah 2 bulan hingga Juni karena ada PPKM Darurat, jadi ditambah bulan Mei dan Juni, ” Ungkap Tri Rismaharini.

Risma pun menyampaikan bahwa BST merupakan program yang dirancang untuk membantu 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). “Bantuan tersebut kita berikan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat di Indonesia karena dampak Pandemi Covid 19,” Jelas Tri Risma.

Tentang penyaluran, Tri Rismaharini mengungkapkan bahwa program itu bisa berjalan dengan baik. “Penyalurannya rata-rata diatas 95 persen. BST diberikan karena Pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial yang memaksa kegiatan ekonomi di sejumlah sektor harus terhenti, namun kini ekonomi sudah mulai bergerak. “Pungkas Mensos, Tri Rismaharini.

Sementara itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani pada awal Juli 2021 menyatakan bahwa BST akan dilanjutkan selama dua bulan yaitu Juli sampai Agustus 2021. ” Pemerintah menyiapkan anggaran BST sebesar 6,1 triliun selama pemberlakuan PPKM, ” Ucap Sri Mulyani. (Yah/Gin).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kabar duka datang dari orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Ibunda Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Hj Suyatun dikabarkan wafat pada Senin (20/09/2021) dini hari.

Kabar tersebut disampaikan oleh salah satu Wartawan Senior di Kabupaten Ponorogo, Siti Noraini. Wartawan Koran Duta Masyarakat itu menyampaikan kabar tersebut di WA Group .

Innalilahiwainailaihirojiun
Telah meninggal dunia pagi ini kurang lebih jam 03.00wib
IBUNDA dari Bapak bupati Sugiri Sancoko di RSUD dr Hardjono Ponorogo

Semoga almarhumah husnul khotimah
Dan keluarga yg di tinggalkan diberikan kesabaran & keikhlasan
Aamiin ya rabbal alamin

Kabar tersebut kemudian mendapatkan komentar ucapan berbela sungkawa dari berbagai anggota grup yang lainnya.

Seperti salah satunya dari Politisi Partai Golkar, Atika Banowati.

Innalillahi wainnailaihi rooji’uun.

Ngaturaken belosungkowo sedanipun almarhumah ibu Suyatun (ibunda dari Bpk Sugiri Sancoko)

Mugi Almarhumah husnul khotimah, pinaringan magfiroh, dipun paringi pangapunten sedaya dosa kalepatan, dipun tampi sedaya amal kesaenan.

Ugi sedoyo kluwargo pinaringan sabar tabah lan tawakal.

Aamiin Ya Rabbal Alamiin

Pun dengan anggota grup yang lain banyak yang mengirimkan ucapan berbela sungkawa.

Seperti diketahui, Hj Suyatun masih tetap aktif hingga masa sepuhnya untuk terus beraktivitas di desanya di Desa Gelang Kulon Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo, hingga akhirnya diboyong ke Pringgitan atau Rumah Dinas Bupati Ponorogo semenjak sang Putra, H Sugiri Sancoko SE MM dilantik menjadi Bupati Ponorogo pada bulan Maret 2021 silam. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Surabaya – Portalnews Madiun Raya

Relawan Jokowi yang tergabung dalam Jokowi Mania (Joman) Jawa Timur mendeklarasikan pasangan Ganjar Pranowo yang saat ini menjabat Gubernur Jawa Tengah dan Erick Thohir yang saat ini sebagai Menteri BUMN sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden di Pilpres 2024.

Menurut pengurus JOMAN Jatim, Warta Adi, pasangan yang dideklarasikan itu merupakan sosok yang tepat dan akrab dengan Milenial. “Di Pemilu 2024, suara milenial lebih dari 30%, sehingga Pak Ganjar dan Pak Erick merupakan sosok yang tepat untuk menggantikan Pak Jokowi, ” Ucap Warta Adi didepan awak media, Jum’at (17/09/2021) kemarin.

Lebih lanjut Warta Adi menyampaikan bahwa sosok Ganjar Pranowo sangat bisa meneruskan perjuangan Presiden Jokowi menuju Indonesia Maju. “Sedangkan sosok Erick Thohir merupakan ekonom yang handal yang bisa membawa ekonomi Indonesia menjadi lebih hebat lagi, ” Tambah nya.

Warta Adi juga menilai bahwa di bawah Ganjar Pranowo, Jawa Tengah telah melakukan perbaikan dan perubahan secara optimal. “Pun dengan Pak Erick, Kementerian BUMN juga bisa optimal dalam mengelola Badan Usaha Milik Negara, ” Tandasnya.

Warta Adi berharap, deklarasi Ganjar Pranowo – Erick Thohir bisa lebih memajukan Demokrasi di Indonesia pada Pesta Rakyat tersebut di tahun 2024. (Yah/Gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.