Madiun Raya

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Diduga serangan jantung, Maryanto, (65), warga Dukuh Krajan, RT 01 RW 001 Desa Ngrayun, Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo meninggal dunia di Sungai Butung Desa Bajang, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Selasa (25/01/2022) sore.

Menurut Kapolsek Balong AKP Hariyanto, SH, pihaknya mendapatkan laporan bahwa pada hari Selasa, 25 Januari  2022, Pkl 14.45 WIB telah terjadi orang meninggal dunia diduga terkena serangan jantung.

“Korban atas nama Maryanto, warga Dukuh Krajan, RT 01 RW 001 Desa Ngrayun, Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo yang pada saat itu tengah memancing di pinggir Sungai Butung Desa Bajang, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo,”Ucap Kapolsek, Rabu (26/01/2022).

Setelah mendatapkan laporan, Kapolsek menjelaskan bahwa pihaknya segera ke TKP. “Kami bersama Ka Spkt dan anggota jaga Kanit reskrim dan kanit intelkam,  Spkt dan Ident Polres Ponorogo dan Puskesmas Balong segera ke TKP,”lanjutnya.

Untuk kronologi kejadian, Kapolsek menyampaikan bahwa sekira pukul 14.45 Wib. Piket Spkt menerima laporan ada orang meninggal dunia di tepi Sungai Butung turut Desa Bajang, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. “Selanjutnya setelah mendatangi TKP dan mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Korban sebelumnya diketahui sedang memancing dan diduga mengalami serangan jantung. Selanjutnya melaporkan ke pimpinan dan menghubungi medis yaitu Puskesmas Balong serta piket SPKT Polres Ponorogo,” Urai AKP Hariyanto.

Setelah melakukan identifikasi, Kapolsek menyampaikan bahwa ciri – ciri mayat Panjang mayat 167 cm. “Memakai kaos cokelat motif garis – garis, Memakai celana training warna biru, Tidak ditemukan lebam mayat, Tidak ada tanda – tanda kekerasan, Keluar sperma dan feses,”tambahnya.

AKP Hariyanto juga menegaskan bahwa korban memiliki riwayat sakit jantung, asma dan diabetes. “Setelah melakukan pemeriksaan secara intensif, korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.”Pungkas Kapolsek Balong. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Bali – MADIUNRAYA.COM

Saat kita belajar budaya dan sejarah daerah di Indonesia, tentunya kita mengenal adanya kasta dalam kehidupan di Pulau Bali.

Namun menurut I Nengah Arnaya, S.Ag, tidak ada pemisahan kasta dalam kehidupan sehari-hari di Pulau Dewata, julukan Bali.

“Terkait eksistensi kasta di Bali jika merunut dalam sejarah yang ada merupakan produk penjajah Belanda yang tujuan utamanya adalah memecah belah warga Bali agar tidak bisa bersatu, namanya devide et impera atau adu domba,” Ucap Bli Arnaya, panggilan akrabnya, Sabtu (23/01/2022).

Di Bali, lanjut Bli Arnaya, tidak hanya perbedaan kasta namun oleh Belanda juga dipecah menjadi 8 kerajaan, “Diantaranya Kerajaan Klungkung, Gianyar, Buleleng, Karangasem, Mengwi, Gelgel, Buleleng dan Bedulu, sehingga masyarakat Bali menjadi terkotak-kotak dan gampang diadu domba. Dan itu tidak hanya di Bali, namun diseluruh Nusantara yang diadu domba antar sesama anak bangsa agar mudah dikuasai,”Urainya.

Tentang Kasta, Bli Arnaya menjelaskan bahwa yang benar adalah perbedaan warna memiliki Tugas, Pokok dan Fungsi yang berbeda. “Warna disini yaitu ilmu pengetahuan yang dikuasai sehingga menjadi ahli. Bagi yang menguasai Ilmu spiritual ke Theologian atau Ketuhanan maka diberikan warna Brahmana (Ilmu dibidang spiritual). Untuk warna Ksatria adalah orang yang ahli dibidang Pemerintahan dan Ketatanegaraan, seperti Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota, Camat, Lurah dan lainnya,”Terang Bli Arnaya.

Sementara Warna Weisha merupakan orang yang ahli dalam Ilmu ekonomi dan perdagangan. “Kemudian Warna Sudra berasal dari kata Su yang artinya Baik dan Dra yang artinya  Pelayan. Jadi warna Sudra memiliki pengertian Pelayan yang baik yaitu menguasai ilmu ketenagakerjaan dan Buruh. Ahli disini bisa diartikan seseorang yang Kerja keras, ikhlas, cerdas dan tuntas sehingga mampu memberikan pelayanan kepada tamu yang hadir ke Bali,”Jelasnya.

Sehingga, perbedaan warna disini menurut Bli Arnaya adalah saling melengkapi. “Perbedaan antara Manusia adalah karena keahlian dan tupoksinya masing-masing,”tambahnya.

Tentang pernikahan, Bli Arnaya menegaskan bahwa tidak ada batasan antara Warna Brahmana, Satriya, Weisha maupun Sudra. “Selama sesuai dengan sastra dan kitab suci serta berdasarkan cinta sesama maka diperbolehkan menikah,” Ucap Bli Arnaya.

Waktu itu, Bli Arnaya melanjutkan bahwa Belanda memecah belah di Bali dengan membuat wangsa Brahmana menjadi kelompok tertinggi. “Wangsa Satriya juga diberikan kedudukan dan jabatan yang tinggi, sementara wangsa njaba menjadi wangsa rendah dan menjadi pekerja rodi, sehingga terjadi kecemburuan sosial. Namun sejak tahun 1951 tradisi itu diubah karena tidak sesuai dengan sastra dan kitab suci,” ujarnya.

Soal toleransi beragama, Bli Arnaya menyampaikan bahwa di Bali, toleransi kehidupan beragama tidak hanya dalam wacana, tetapi sudah mengimplementasikan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

“Saat ada Bom Bali, tidak ada yang menyalahkan agama tertentu, tetapi adalah oknum. Setelah kejadian Bom Bali, semua tokoh agama duduk bersama dan berkumpul mencari solusi serta berfikir universal bahwa Bali merupakan daerah wisata yang harus dikunjungi oleh para tamu, jika tidak ada tamu maka yang rugi adalah seluruh Bali. Sampai dengan saat ini, siapapun yang datang ke Bali kita sambut dengan baik. Siapapun yang mencari rezeki di Bali dipersilahkan namun dengan tetap menjaga Bali sesuai dengan tradisi yang ada.”Pungkas Bli Arnaya. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Tidak hanya program penjualan motor saja yang diberikan oleh PT. Mitra Pinasthika Mulia ( MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda beserta jaringannya kepada konsumennya, tetapi melalui berbagai cara yang unik juga diberikan bagi konsumen. Seperti yang dilakukan oleh jaringan dealer MPM Motor Ponorogo memberikan tantangan untuk konsumen dan yang dapat menyelesaikan tantangannya atau misi, MPM Motor Ponorogo menyediakan voucher belanja.

Caranya gampang, ada 5 misi yang harus diselesaikan jika konsumen ingin mendapatkan hadiah tersebut. Misi pertama yakni konsumen wajib menyimpan nomer WhatApp Dealer MPM Motor Ponorogo. Misi kedua , konsumen follow akun sosial media Instagram @mpmhondaponorogo.

Misi selanjutnya, konsumen like akun Facebook Fanspage Dealer, Misi keempat Subscribe Youtube Channel Dealer dan yang terakhir berikan penilaian dan ulasan mengenai MPM Motor Ponorogo pada Google Review Dealer. Setelah menyelesaikan misinya, upload buktinya di bit.ly/MisiCustomerMPM . Setiap bulannya akan diundi 2 konsumen yang berhak mendapatkan hadiah berupa voucher belanja.

Seperti Marsidi yang telah menyelesaikan misinya dan berkesempatan mendapatkan Voucher belanja senilai Rp. 250 ribu. Marsidi merupakan konsumen yang telah melakukan pembelian sepeda motor Honda. Dan konsumen lain yang telah menyelesaikan misi yakni Galuh Anindica yang rutin melakukan perawatan sepeda motor Honda di AHASS MPM Ponorogo. Galuh Anindica juga berhak mendapatkan voucher belanja senilai Rp. 250 Ribu.

“Kepuasan konsumen penting sekali bagi kami, dengan begitu kami bisa meningkatkan pelayanan yang maksimal dan tau apa yang diinginkan oleh konsumen. Selain itu juga diera serba digital ini kami juga menginformasikan aktivitas apa saja yang dilakukan dan juga banyak promo-promo menarik yang bisa dilihat konsumen dalam platform sosial media MPM Motor Ponorogo.” Kata Diyah Megawati selaku Kepala cabang MPM Motor Ponorogo.

Kegiatan yang menarik ini digelar mulai bulan September 2021 dan sudah ada 41 konsumen yang mengikutinya dan followers sosmed cabang bertambah sekitar 450. (red)

PONOROGO – MADIUNRAYA.COM

Forkopimda Ponorogo menggelar Apel Pasukan Pamor Keris Patroli Motor Penegakan Protokol Kesehatan di Masyarakat Wilayah Kabupaten Ponorogo bertempat di paseban Aloon-aloon Kabupaten Ponorogo, Senin (24/01/2022) pagi.

Kagiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Ponorogo H. Sugiri Sancoko, Kapolres Ponorogo AKBP Catur C. Wibowo, Dandim 0802 Ponorogo, Letkol Inf. Muhamad Radhi Rusin, Polres Ponorogo serta Forkopimda lainnya. Kegiatan ini menerapkan Protokol Kesehatan.

Dalam apel gelar pasukan, Bupati Ponorogo H. Sugiri Sancoko, yang menjadi inspektur upacara dikuti sekitar 350 personil gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan BPBD. Dalam Kegiatan tersebut Bupati Ponorogo membacakan amanat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Dalam amanatnya Gubernur, yang dibacakan Bupati Ponorogo menyampaikan bahwa saat ini dunia sedang menghadapi badai penyebaran Covid-19 varian Omicron. Di Indonesia sendiri meskipun penyebaran Covid-19 saat ini masih relatif bisa dikendalikan namun tanda kenaikan angka Covid-19 sudah mulai nampak, dimana untuk kasus harian omicorn saat ini sudah naik berkisar 800 orang per hari sejak pertama kali masuk ke Indonesia pada 27 November 2021. Sedangkan di Jawa timur penambahan kasus varian Omicron saat ini sekitar 8 orang yang tersebar di kota Malang, Surabaya dan Kabupaten Malang.

Varian Omicorn ini perlu kita waspadai karena daya penularannya lima kali lebih cepat dibandingkan dengan varian delta. Saat ini polda jatim bekerja sama dengan Kodam V/Brawijaya akan membentuk tim patroli bermotor yang diberi nama “Pamor Keris” yang akan dilaksnakan oleh seluruh jajaran TNI – Polri di wilayah jawa timur, adapun tugas dari tim tersebut adalah melaksanakan patroli secara rutin dengan sasaran penegakan protokol kesehatan sekaligus juga melaksanakan kegiatan dalam rangka cipta kondisi harkamtibmas di wilayah jawa timur.

Semoga dengan dibentuknya tim patroli bermotor “Pamor Keris” penyebaran virus covid-19 dapat dikendalikan sehingga masyarakat dapat menjalankan aktifitasnya dengan aman dan lancar sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan pembangunan nasional.

Selain itu, dengan kehadiran tim ini betul -betul bisa memberikan manfaat yang besar dalam hal pencegahan penyebaran covid-19 dan cipta kondisi harkamtibmas yang kondusif.

Dalam kegiatan apel gelar juga dilakukan pemeriksa personil serta mengecek kendaraan yang akan digunakan sebagai sarpras dalam patroli motor penegakan protokol kesehatan di masyarakat wilayah Kabupaten Ponorogo atau Pamor keris oleh Forkopimda Ponorogo.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko usai gelar pasukan mengatakan, ada sebanyak 350 personil pasukan Pamor Keris yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, serta BPBD Kabupaten Ponorogo.

“Nanti akan berkeliling untuk penegakan protokol kesehatan di masyarakat. Mudah-mudahan segera ada kesadaran serentak untuk penerapan protokol kesehatan biar omicron tidak masuk di Ponorogo,” Ucapnya.

Bupati juga menjelaskan untuk saat ini kasus aktif varian omicron mengalami kenaikan ditingkat nasional. Bahkan yang lebih gila penyebarannya lima kali lebih dahsyat dari varian sebelumnya.

“Semoga dengan adanya pamor keris ini nanti bisa diantisipasi, serta pandemi segera berakhir agar ekonomi bisa tumbuh, kegiatan masyarakat biar segera ada. Mudah-mudahan ini hanya berita dari langit dan tidak jadi ke Ponorogo,” paparnya.

Lebih lanjut bupati berpesan kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kembali kesadaran protokol kesehatan.

“Nanti pak Kapolres menjadi komandannya dalam menegakkan protokol kesehatan,” Imbuhnya.

Sementara itu Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo menjelaskan bahwa pihaknya bersama TNI dan Pemkab sudah menyiapkan tempat isoter bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Indonesia.

“Yang pasti kalau untuk kedatangan PMI akan dilaksanakan isolasi dulu diprovinsi ditempat yang sudah disediakan oleh provinsi. Selanjutnya baru diturunkan ke masing masing kabupaten dan di Ponorogo kita sudah menyiapkan tempat isoter yang ada di perdakum maupun ditempat tempat PPKM Mikro yang ada,” jelasnya

Intinya, dalam mengantisipasi kepulangan PMI antisipasi Omicorn semua sudah kami persiapkan. Karena memang omicron ini tidak semua PCR bisa mendeteksi tetapi reagen tertentu yang ada SGPF yang bisa mendeteksi,” pungkasnya.

Bojonegoro – MADIUNRAYA.COM

PT Mitra

Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda secara resmi menyerahkan hadiah Grand Prize program undian Brompit BOMBASTIS2 berupa 1 unit Honda Scoopy kepada Amin Syarifudin Raharjo (21/01).

Penyerahan Grand Prize ini dilakukan di MPM Motor Bojonegoro oleh M Irfan Rosyadi selaku Kepala Cabang MPM Motor Bojonegoro. Amin Syarifuddin Raharjo merupakan konsumen dari MPM Motor Bojonegoro.

Amin Sayrifuddin Raharjo mengatakan sudah menggunakan aplikasi Brompit sejak tahun 2018. dan tidak menyangka akan mendapatkan undian sepeda motor Honda Scoopy dari program undian Brompit.

“Aplikasi Brompit sangat bermanfaat sekali karena mempermudah proses servis motor. Saya selalu service motor di AHASS, pelayanannya enak, tempatnya nyaman. ” kata Amin.

Pemenang undian merupakan konsumen yang sudah melakukan booking service melalui aplikasi Brompit pada periode Oktober sampai Desember 2021 Konsumem yang sudah melakukan booking service berkesempatan mengikuti undian program Brompit BOMBASTIS2 idengan hadiah doorprize yaitu 1 unit Honda Scoopy, 2 unit HP Samsung A52 dan 5 Logam Mulia Emas Antam @1 gr dan telah dilakukan pengundian pada 12 Januari 2021

Aplikasi Brompit mempermudah konsumen sepeda motor Honda dalam mengenali dan juga merawat sepeda motor konsumen dimulai dengan layanan booking service tanpa antre, layanan Honda Care dan masih banyak lagi, semua itu bisa didapatkan melalui aplikasi yang bernama Brompit dan sudah tersedia di Google Plays dan App Store.

Tiap bulannya akan ada banyak promo-promo menarik lainnya dan juga memberikan banyak keuntungan bagi konsumen setia Honda melalui aplikasi Brompit. Jadi gunakan aplikasi Brompit dalam setiap transaksi anda di AHASS dan dapatkan banyak poin yang bisa ditukarkan dengan hadiah hingga voucher diskon perawatan motor untuk pengguna setia Aplikasi.

“Banyak kemudahan dan keuntungan yang bisa didapatkan konsumen dengan menggunakan aplikasi Brompit ini untuk melakukan perawatan motor konsumen di AHASS. Dengan service secara rutin di AHASS, motor Honda Kesayangan akan selalu dalam kondisi terbaik dan Garansi motor tetap terjaga. “ kata Andre Pramana selaku Digital Deputy Divison Head.

Segera download aplikasi Brompit gratis melalui Google playstore atau bisa juga di appstore dan informasi lebih lanjut bisa di akses melalui website www.mpmhondajatim.com atau bisa juga melalui social media @mpmhondajatim.

Surabaya – MADIUNRAYA.COM

Bulan Januari setiap tahunnya diperingati dengan bulan K3. K3, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, merupakan sebuah bidang yang bertujuan untuk memelihara kesehatan dan keselamatan pada sebuah lingkungan kerja.

“ K3 tidak hanya berlaku di proyek dan pabrik saja , K3 juga berlaku pada saat berkendara karena tidak hanya di tempat kerja saja kita bisa celaka tetapi dijalanan juga bisa celaka. Saat ini sepeda motor tidak hanya sebagai alat transportasi semata, tetapi sudah jadi bagian dari mata pencaharian seperti ojek online. Untuk itu pentingnya pengetahuan mengenai cara berkendara agar tetap #Cari_Aman di jalan” kata Yudistira Ardi selaku Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim.

Simak persiapan dan cara berkendara agar tetap #Cari_Aman:

  1. Kondisi badan fit
    Pastikan kondisi badan dalam keadaan sehat dan cukup istirahat. Faktor kelelahan akan menggangu konsentrasi dan fokus saat berkendara sehingga akan memicu tingkat strees dan berpotensi memicu emosi saat di jalan.
  2. Perlengkapan berkendara
    Perlengakapan yang wajib digunakan dalam berkendara :
    Helm. Dalam undang – undang tertulis bahwa helm wajib dikenakan oleh setiap pengendara yang menggunakan kendaraan roda dua. Walaupun jarak yang akan di tempuh itu dekat tetap utamakan keselamatan diri selama di jalanan.

Jaket. Jaket penting untuk selalu digunakan oleh pengendara motor. Karena jaket bisa untuk menghalau udara yang langsung kontak dengan tubuh kita. Terlebih lagi kalau cuacanya sedang dingin dan berangin kencang.

Sepatu. Sepatu juga sebenarnya gak diwajibkan untuk dipakai pada saat berkendara. Hanya saja, keberadaan sepatu disini bisa setidaknya mengurangi resiko cedera pada kaki ketika ada kecelakaan yang terjadi.

Pelindung Dada. Pelindung dada ini penting bagi pengguna motor yang kerap berkendara jarak jauh. Apalagi kalau waktu berkendaranya pas malam hari.

Sarung Tangan. Manfaat dari pemakaian sarung tangan berfungsi untuk mengurangi resiko cedera pada tangan ketika terjadi kecelakaan. Dan yang paling penting adalah, supaya tangan gak terbakar juga oleh matahari pas lagi panas – panasnya,

  1. Etika Berkendara yang baik
    Saat berkendara dibutuhkan etika yang baik karena saat di jalan karena ada pengendara lain yang juga menggunakan fasilitas jalan. Jangan mudah terpancing dengan perilaku pengendara lain karena setiap pengendara mempunyai karakter dan etika yang berbeda, terutama pengendara yang tidak bertanggung jawab.
,

PONOROGO – MADIUNRAYA.COM

Bersengketa dengan ibunya, seorang anak tega menganiaya Ibu kandungnya sendiri.

Namun dengan sigap, Satreskrim Polres Ponorogo berhasil mengamankan terduga pelaku penganiayaan anak terhadap ibu kandungnya sendiri itu.

Kejadian yang tak pantas dan tidak boleh ditiru tersebut terjadi pada Katimun (55) warga dukuh Pondok Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo pada Senen, 17/1 tega menganiaya ibu kandungnya sendiri atas nama Yoinah (84). 

Peristiwa memilukan tersebut dipicu karena terkait pembagian uang hasil penjualan kayu jati yang dianggap tak sesuai oleh pelaku.

Ipda Guling, Kanit Pidum satreskrim Polres Ponorogo dikonfirmasi pada Rabu, (19/01/2022) mengatakan bahwa pelaku penganiayaan terhadap ibu kandung sendiri di Jambon Ponorogo kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Ponorogo.

“Pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Ponorogo.”ujar Kanit Pidum Polres Ponorogo.

Dijelaskan Kanit, bahwa kronologis kejadian itu bermula ketika tersangka pada Senen, (17/01/2022) mendatangi rumah korban di dukuh pondok desa Sendang Kabupaten Ponorogo menanyakan hasil uang penjualan kayu jati.

Namun, tersangka mendapati jawaban yang kurang enak dan dikatakan jika uang itu sudah habis hingga akhirnya tersangka emosi kemudian mendorong ibu kandungya atas nama Yoinah (84) hingga terjatuh. 

“Hasil pemeriksaan petugas kami, korban mengalami luka patah tangan sebelah kiri dan luka memar di pelipis sebelah kiri,”terang Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo.

Akibat perbuatan, kata IPDA Guling, Pelaku diancam pasal 351 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara. “Saat ini sudah ditahan di Mapolres Ponorogo untuk mengikuti proses hukum lebih lanjut.” Pungkasnya. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

,

Ponorogo- MADIUNRAYA.COM

Banyaknya keluhan tentang jalan yang rusak ditanggapi dengan serius oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk segera melakukan pembangunan dan perbaikan.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Ponorogo, Hj Lisdyarita yang menerangkan bahwa pembangunan jalan di wilayah yang dipimpin bersama Kang Bupati Sugiri Sancoko itu sudah dimulai bulan ini.

“Bulan ini sudah mulai kita lakukan satu persatu pembangunan jalan yang rusak di Kabupaten Ponorogo,” ucap Bunda Rita, panggilan akrabnya saat mewakili Kang Bupati Sugiri di Rapat Paripurna DPRD Ponorogo, Senin (17/01/2022).

Lebih lanjut Bunda Rita juga menjelaskan bahwa Pemkab Ponorogo akan memaksimalkan pembangunan jalan yang selama ini belum tersentuh. “Akan kita prioritaskan jalan yang selama ini belum pernah mendapatkan perhatian,”tambahnya.

Bunda Rita juga menyampaikan jika Pemkab Ponorogo hingga saat ini masih menunggu pencairan dana dari program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk pembangunan infrastruktur jalan. “Semua persyaratan sudah kami penuhi dan ini tinggal menunggu pencairan untuk segera membangun jalan yang rusak dalam skala besar, mudah-mudahan segera cair,” jelas Bunda Rita.

Untuk itu, Bunda Rita meminta masyarakat Ponorogo untuk tetap tenang. “Mohon do’anya semoga segala sesuatunya bisa berjalan baik dan lancar. Sehingga pembangunan jalan bisa kita lakukan dengan baik.”Pungkas Bunda Rita.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengajukan pinjaman PEN ke Pemerintah Pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Ponorogo.

Sesuai rencana, PEN yang diajukan tahun 2021 akan dicairkan di awal tahun 2022 senilai 155 Miliar yang sepenuhnya untuk perbaikan jalan yang rusak. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.