Madiun Raya

,

Kota Madiun, MADIUNRAYA.com

Dua petugas Lapas Pemuda Madiun mendapatkan penghargaan dari Kalapas Pemuda Madiun, Ardian Nova Christiawan.

Dua petugas itu bernama Eska Septrian M. dan Aziz Pratama S.

Mereka telah berhasil mengagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 666,08 gram pada Senin(13/6/2022) lalu.

Dalam sambutannya, Kalapas menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang dicapai dua petugas tersebut.

Bahkan, penggagalan ini layak dicatatkan dalam sejarah karena jumlah yang tidak sedikit.

“Belum ada di Lapas atau Rutan manapun. Ini pencapaian luar biasa. Rekan kita berhasil mengagalkan penyelundupan narkoba jenis Sabu, daun Ganja, ekstasi, dan Pil Koplo jenis double L yang nilainya fantastis,” ujarnya di Halaman Upacara Gedung 1 Lapas Pemuda Madiun, Rabu(29/6/2022) pagi.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil rapat melalui jajaran Pejabat, dengan harapan dapat menjadi pecut bagi petugas lain agar semangat meraih prestasi.

“Tentunya menjadi contoh untuk Bapak Ibu semua. Untuk berdiri di depan sini mendapatkan apresiasi dari Kantor,” kata Ardian.

Dalam kesempatan yang sama, Ardian Nova juga memberikan penghargaan kepada 3 Pegawai Teladan periode April hingga Juni 2022. Yakni kepada M. Agung Prabowo, Rias Ganjar Pratiwi dan Fathoni Eko P.

“Sekali lagi apresiasi dari kantor mungkin hanya secarik kertas. Tapi bahwasannya ini menjadi bukti bahwa Bapak Ibu sekalian memiliki kinerja yang diakui oleh kantor ini diakui oleh temen-temen di sini,” tutup Kalapas. (Red).

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Keluarga Besar Pedalangan di Kabupaten Ponorogo berduka. Salah satu Dalang Kondang asal Ponorogo yaitu Ki Agus Prayitno dikabarkan meninggal dunia, Selasa Malam (28/06/2022).

Hal itu disampaikan oleh Sunarso, salah satu pegiat budaya yang tergabung dalam Keluarga Ageng Pakasa Gebang Tinatar.

Melalui unggahan foto dan captionnya, Sunarso mengungkapkan bela sungkawa nya.

“Keluarga Ageng Pakasa Gebang Tinatar ikut berbela sungkawa atas meninggalnya Ki Agus Prayitno. Rumah duka di Desa Duri Kecamatan Slahung Ponorogo,” ucapnya.

Lebih lanjut Sunarso mendo’akan supaya Almarhum Ki Agus Prayitno meninggal Husnul Khatimah.

“Semoga Almarhum dimaafkan segala kesalahan, diterima amal perbuatannya, dan mendapatkan Surga Alloh SWT serta mendapatkan tempat terbaik dalam Surga Keabadian,” lanjutnya dalam bahasa Jawa.

Selain itu, Sunarso juga mendo’akan agar keluarga yang ditinggalkan bisa Ikhlas dan diberikan Kesabaran.

Beragam respon dan ucapan dari para Netizen atas berpulangnya salah satu Dalang di Ponorogo itu.

Seperti Pribadi Setyawan Puguh yang juga mendo’akan sang Dalang agar mendapatkan Surga Alloh SWT yang abadi.

Dikabarkan, Ki Agus Prayitno meninggal dunia setelah di rawat di Rumah Sakit pada Selasa Malam (28/06/2022) setelah mengalami kecelakaan di daerah Bancar Bungkal Kabupaten Ponorogo.

Menurut saksi yang tidak mau disebutkan namanya, kecelakaan yang menimpa Ki Agus Prayitno terjadi setelah korban menghindari jalan yang berlubang dan bertabrakan dengan L-300 di Desa Bancar Kecamatan Bungkal Ponorogo.

Sugeng Tindak Ki Dalang, semoga karyamu baikmu selama di Dunia dapat terwarisi kepada generasi penerus sehingga Wayang Kulit sebagai budaya bangsa tetap lestari. Amiin….. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Kota Madiun, MADIUNRAYA.com

Anak yang akan menjadi penerus pembangunan harus mendapatkan perhatian yang maksimal sehingga proses regenerasi bisa berjalan dengan baik karena telah tumbuh sosok yang cerdas dan sehat.

Untuk itu, kesehatan dan pendidikan bagi anak merupakan hal yang harus diperhatikan.

Wali Kota Madiun Maidi memberikan wejangan kepada para Ibu saat menggelar pertemuan dengan RT/RW, kader PKK, Organisasi Wanita, Dasa Wisma, dan kader posyandu di Kelurahan Manisrejo, Selasa (28/6).

“Anak ini investasi masa depan, maka saya titip ke ibu-ibu agar mendukung perkembangan anak agar menjadi generasi penerus yang unggul,” ujarnya.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Madiun adalah dengan mencegah terjadinya pernikahan dini. Terutama, bagi warga kurang mampu. Sebab, hal ini akan berpotensi menyebabkan kemiskinan yang berkepanjangan. Untuk itu, program keluarga berencana wajib dijalankan.

Tak hanya itu, penanganan Stunting juga dilakukan agar tidak menghambat tumbuh kembang anak. Pada 2021, terdapat 12,4 persen kasus Stunting di Kota Pendekar. Pemerintah terus berupaya agar angka kasus ini dapat semakin ditekan.

Pada kesempatan itu wali kota berpesan kepada orang tua untuk mengawasi buah hatinya dari pengaruh buruk lingkungan. Serta, memberikan pendidikan karakter dan moral yang kuat sejak dini.

“Kota kita ini kecil, tidak punya sumber daya alam yang bisa dijadikan PAD dan daya tarik wisata, maka SDM-nya harus unggul untuk bisa membawa perubahan dan mensejahterakan warga,” jelasnya.

Wali kota pun berharap, masyarakat bisa mengikuti dan mendukung program pemerintah. Terutama, dalam upaya meningkatkan kualitas hidup. Serta, memacu SDM menjadi lebih unggul dengan sejumlah pola pendidikan yang telah ditetapkan.

“Kalau kota kita maju, semua warganya yang akan merasakan sampai ke anak cucu kita.” Tutup Wali Kota Maidi. (red)

,

Kota Madiun, MADIUNRAYA.com

Salah satu event yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-104 Kota Madiun, Madiun Lawu Challenge (MLC) menarik perhatian Azrul Ananda.

Dia ke Kota Madiun untuk bertemu Wali Kota Maidi.

Putra Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan itu memang penggemar berat olahraga bersepeda. Dia dipastikan turut dalam MLC yang akan digelar 15-17 Juli mendatang.

Wali Kota Maidi mengapresiasi kedatangan Azrul Ananda di Kota Pendekar itu.

“Mas Azrul Ananda membuat konten terkait Kota Madiun dan juga event bersepeda MLC. Kita tahu, beliaunya memang suka bersepeda dan beberapa kali sukses menggelar event bersepeda skala besar,’’ kata Wali Kota Madiun, Maidi, Selasa (28/6).

Azrul Ananda tidak sekedar datang dan bertemu wali kota. Namun, juga membuat konten khusus untuk gelaran MLC tersebut.

“Konten juga sebagai sarana promosi. Mas Azrul Ananda ingin mengetahui secara langsung dari Wali Kota Maidi tentang Kota Madiun secara umum hingga yang melatarbelakangi hadirnya event MLC tersebut,” lanjut Wali Kota Maidi.

Selain itu, juga hadir Ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Madiun, Faizal Rachman. Tak heran, pembahasan terkait MLC semakin gayeng dan lengkap.

“Tentu saja terima kasih sekali, sudah ikut meramaikan Kota Madiun dalam rangkaian Hari Jadi. Semua event memang kita optimalkan. Tak terkecuali event bersepeda nanti.”Tutup Wali Kota Maidi.

Sementara itu, Azrul Ananda mengaku senang dengan kepedulian ISSI dan juga Pemerintah Kota Madiun melalui Wali Kota Maidi yang sudah turut mempromosikan olahraga bersepeda secara serius.

Azrul Ananda menyebut Wali Kota Maidi cukup total dalam mendukung berkembangnya olahraga bersepeda di Kota Madiun.

“Sebagai penggemar sepeda yang cukup lama dan orang yang punya mimpi budaya sepeda di Indonesia bisa semakin maju, tentu sangat senang sekali ada pihak seperti Pemerintah Kota Madiun yang mempromosikan sepeda secara serius,” ucapnya.

Apalagi, lanjutnya, MLC ini menyentuh segala elemen. Mulai pemula, penghobi, dan juga urusan pembinaan atlet. Bagi pemula, tersaji event fun bike dengan rute keliling Kota Madiun. Untuk penghobi disajikan rute yang lebih menantang dengan finish di Cemoro Sewu. Sedang, urusan pembinaan disajikan kriterium di Stadion Wilis.

“Banyak daerah yang ingin menggelar seperti ini, tetapi elementnya kurang mendukung. Kota Madiun ini lengkap. Pemerintahnya mendukung, masyarakatnya suka bersepeda, dan juga alamnya. Di sini ada Gunung Wilis dan Lawu yang tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi para penghobi sepeda.” tutupnya. (red)

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Diduga sapinya mati, warga yang tidak dikenal membuang bangkainya ke Sungai Pletuk di Lingkungan Winong Dukuh Kranggan Desa Jurug Kecamatan Sooko Ponorogo.

Atas laporan warga, pihak kepolisian setempat melakukan pemeriksaan.

“Pada hari ini Senin tanggal 27 Juni 2022, Pukul 18.30 sampai dengan 20.30 WIB, Anggota Polsek Sooko bersama dengan anggota Koramil Sooko telah melaksanakan pengecekan terhadap bangkai yang di duga bangkai Sapi mati yang di buang ke sungai oleh masyarakat, ” ucap Iptu HM Anwar Fathoni, Kapolsek Sooko, Selasa (28/06/2022).

Lebih lanjut Iptu Anwar Fathoni menyebutkan lokasi pengecekan di Sungai turut aliran Sungai Pletuk di lingkungan Winong Dukuh Kranggan Desa Jurug Kecamatan Sooko Ponorogo.

“Dalam giat pengecekan tersebut dapat diketahui bahwa lokasi tersangkutnya bangkai berada di bawah  pokok bambu dan posisi di atas aliran sungai yang menandakan bahwa bangkai tersebut hanyut saat aliran sungai deras atau saat hujan deras beberapa hari yang lalu karena saat ini aliran sungai mengecil sehingga terlihat bahwa bangkai berada di atas aliran sungai,” lanjutnya.

Berdasarkan hasil pengecekan di TKP bahwa bangkai Sapi tersangkut di rumpun bambu dipinggiran aliran sungai Pletuk dalam kondisi sudah hancur tinggal tersisa pantat atau bokongnya dan  dua kaki belakang saja  kondisi sudah dalam keadaan membusuk dimakan belatung  sehingga tercium aroma  bau busuk yang sangat menyengat.

“Diperkirakan dibuang sekitar 5 hari yang lalu ketika itu wilayah Sooko diguyur hujan yang sangat deras sementara dapat di simpulkan bahwa bangkai yang di duga ternak sapi perah tersebut di buang oleh seseorang di aliran sungai Pletuk dan tempat lokasi tersangkutnya bangkai tersebut tepatnya  adalah merupakan hilir sungai dari wilayah berbatasan dengan wilayah Kecamatan Sooko dan Kecamatan Pudak.”Tutup Kapolsek Sooko. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Pacitan, MADIUNRAYA.com

Untuk mempercepat pembangunan yang merata, Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayu Aji berharap sentuhan dari berbagai pihak.

“Salah satunya peran universitas melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa,” ucap Mas Aji, panggilan akrabnya pada Senin (27/06/2022).

Pernyataan itu disampaikan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji saat menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah lembaga perguruan tinggi serta Perangkat Daerah dalam rangka Pemetaan Pelaksanaaan Program KKN di Kabupaten Pacitan.

Kehadiran mahasiswa KKN di Pacitan menurutnya sangat membantu dalam turut serta mengembangkan potensi Pacitan. Bahkan orang nomor satu di Pacitan itu menginginkan setiap universitas yang melaksanakan program KKN di Pacitan memiliki satu wilayah binaan yang berkelanjutan. Sehingga, apa yang sudah menjadi perencanaan bisa tergarap maksimal.

“Mari bareng-bareng dan jangan canggung untuk komunikasi dengan kami, Insya Allah kami sekarang lebih terbuka kami lebih siap dengan masukan-masukan,” katanya.

Pemerintah daerah kata Bupati sangat membuka diri bagi perguruan tinggi yang akan menempatkan mahasiswanya untuk program pengabdian masyarakat. Mas Aji mengajak semuanya saja termasuk peran akademisi untuk bersama-sama membangun Pacitan yang lebih baik.

“Tidak hanya di KKN, di berbagai hal kami juga menyampaikan, Pacitan jadikan Laboratorium panjenengan untuk tempat survei dan sebagainya,” katanya kembali.

Rencana KKN mahasiswa di Kabupaten Pacitan terdiri dari 9 tema antara lain pendidikan, desa digital, pengembangan UMKM, pertanian dan peternakan, desa wisata, tanggap bencana, industri, infrastruktur dan kesehatan. Sebaran lokasi KKN sendiri hampir merata di wilayah Kabupaten Pacitan. (red)

,

Wonogiri, MADIUNRAYA.com
Siapa sangka, dulu yang hanya tegalan atau lahan biasa, kini bisa menjadi destinasi wisata yang menarik dan bisa didatangi ribuan pengunjung setiap harinya.

Diberi nama Tegal Simbah, wisata baru di Kabupaten Wonogiri itu tepatnya berada di RT 01 RW 03 Selokerto, Tambakmerang, Kabupaten Wonogiri.

Destinasi wisata itu baru satu bulan lebih di buka. Namun ribuan pengunjung sudah datang sejak pagi hari dari berbagai pelosok di Jawa Tengah dan sebagian dari Jawa Timur.

Menghadirkan spot foto yang menarik dengan background pemandangan alam, patung buatan seperti tokoh pewayangan, tokoh pahlawan, patung binatang hingga tokoh imajiner seperti sang King Kong raksasa membuat pengunjung merasakan waktu berliburnya sungguh berarti.

Tak hanya itu, Water Boom yang disukai anak kecil hingga remaja dan kolam renang yang jernih airnya ditambah dengan air terjun buatan membuat semakin betah pengunjung untuk berlama-lama ditempat ini.

Pun dengan hidangan kuliner yang siap memanjakan lidah pengunjung dengan beragam resto modern dan tradisional juga tersedia ditempat wisata baru ini.

Yang menarik lainnya adalah live musik dari pengelola dengan penyanyi bersuara merdu bisa menghilangkan penat para pengunjung.

Yang menarik juga adalah ratusan tanaman durian yang ditanam diarea itu. Jika suatu ketika sudah panen, maka pengunjung dijamin lebih lama dan lebih banyak karena bisa menikmati buah durian yang saat ini sedang proses tumbuh. Sebagaimana Tegal Simbah juga berproses bersaing dengan tempat wisata yang lain.

Jangan hanya karena baru dibuka, membuat penasaran orang dan mereka tidak kembali lagi.

Harus terus berinovasi dengan tren kekinian.

Yang perlu diketahui, tiket masuk ke area itu Rp 10 ribu.
Jika mau berenang di Waterboom biayanya adalah Rp 15.000,-

Semoga pengelola bisa terus profesional, dan menjaga kualitas dan keramahan sehingga pengunjung bisa terus berdatangan ketempat itu dengan membawa rezeki yang berlimpah.

Yahya Ali Rahmawan

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com
Seorang pemuda di Desa Pudak Kulon, Dwi Kecamatan Pudak Kabupaten Ponorogo menangis histeris setelah sapinya mati karena wabah PMK.

Pemuda itu bernama Dwi Setyono terlihat menangis setelah sapinya sekarat dan videonya viral di Media Sosial.

“Kamu kok diam saja, apa tidak kasihan yang selama ini melayani kamu,” ucapnya dalam bahasa Jawa dan sambil menangis.

Dwi juga terlihat menggendong seekor Anak Sapi yang ditinggal mati induknya.

“Tolong bersuara lah. Semua kebutuhan kamu saya cukupi,” teriaknya.

Sontak video tersebut menjadi viral dan membuat miris netizen.

Seperti yang disampaikan oleh Ari Findra, seorang warga Ponorogo.

“Kasihan mas, tetapi bagaimana lagi. Saat ini memang sedang wabah PMK. Kalau terlambat pengobatan bisa fatal.” Ucapnya.

Seperti diketahui, saat ini di Kecamatan Pudak Kabupaten Ponorogo wabah PMK mengalami klimaksnya.

Lebih 7000 ekor sapi terjangkit dan 500 lebih sapi diketahui mati.

Sementara Pemkab Ponorogo terus berupaya maksimal untuk menekan dan mengobati ternak yang terjangkit PMK. (red)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.