Ponorogo – Portal Madiun Raya

Sebagai bentuk apresiasi hari lahir Pancasila dan memperingati Bulan Bung Karno di bulan Juni serta memuliakan Anak Yatim, DPC PDI Perjuangan Ponorogo, mengajak 70 anak yatim/piatu untuk ziarah ke Makam Bung Karno (MBK) di Kota Blitar, Selasa (05/06).

Menurut Ketua rombongan, Siti Noor Aini, kegiatan ziarah di Makam Bung Karno dengan anak yatim ini selain untuk memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni juga untuk mendoakan mbak Puti Soekarno agar menang dalam Pilgub 27 Juni 2018 mendatang. “Kita berharap dari do’anya anak yatim/piatu yang kita ajak berziarah akan dikabulkan oleh Alloh SWT”,ujar Nora, panggilan akrabnya.

Selain itu kita juga mengajarkan kepada mereka untuk menghargai Bapak Proklamator RI serta Presiden pertama republik ini, sambungnya.

“Kedatangan anak-anak yatim yang didampingi oleh Kiai Syamsu sebagai pimpinan panti asuhan Munirul Islam Pinggirsari, Ponorogo dan sejumlah pengurus DPC PDI P Ponorogo”,lanjut Nora.

Menurut Nora,sambutan luar biasa diberikan oleh DPC PDIP kota Blitar dan Kabupaten Blitar. “Bahkan Wakil Wali Kota Blitar, Santoso menyambut langsung rombongan dari Ponorogo ini”,jelasnya.

Terpisah, anggota DPRD Jawa Timur, Bambang Juwono menjelaskan bahwa sebagai bentuk memperingati bulan Bung Karno, seluruh DPC PDIP di Kabupaten dan Kota di seluruh Jawa Timur secara bergantian melakukan kegiatan ziarah di Makam Bung Karno. “Bulan Juni adalah bulan Bung Karno, dimana tanggal 6 Juni beliau lahir di Surabaya, tanggal 21 Juni wafat di Jakarta dan dimakamkan di Blitar, serta tanggal 1 Juni beliau memaparkan Pancasila didepan anggota BPUPKI”, jelas Bambang.

Selain itu, ini merupakan bagian dari upaya mendoakan pasangan Gus Ipul-Puti dapat menang di Pilgub Jatim 2018, mengingat mbak Puti adalah cucu dari pendiri bangsa ini, Mbak Puti memiliki komitmen memajukan Provinsi Jawa Timur dengan menjaga ideologi yang dari kakeknya, pungkas Bambang. (yah/gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Mengunjungi simpatisan atau reses, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Bambang Juwono, SH, M Hum di Kabupaten Ponorogo menyampaikan bahaya radikalisme atau terorisme terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bambang Juwono yang lahir di Kecamatan Balong Ponorogo tersebut menegaskan bahwa ideologi radikalisme tidak cocok hidup di Indonesia. “Sebenarnya jumlah mereka itu tidaklah banyak, namun yang membuat mereka terlihat besar adalah mereka berani mati saja”,jelas Bambang.

Ideologi Radikalisme yang dianut oleh mereka tidaklah pas karena kita hidup dalam keadaan yang aman, kecuali kita masih dalam penjajahan apalagi yang dibunuh adalah sesama anak bangsa dan saya yakin sebenarnya mereka tidaklah beragama, karena semua agama melarang kekerasan, sambungnya.

“Untuk itu, dalam kegiatan reses kali ini saya menyampaikan bahwa ideologi mereka harus di lawan dengan kembali ke Pancasila yang merupakan hasil perenungan yang mendalam dari founding father bangsa ini”,lanjut Bambang.

Pancasila yang terdiri dari 5 sila apabila ditarik menjadi tri sila dan menjadi eka sila yaitu Gotong Royong, nilai ini yang terkesan hilang dalam budaya bangsa kita dan sudah kewajiban kita untuk kembali kepada nilai luhur tersebut, pungkas Bambang Juwono.

Bambang Juwono yang mengunjungi Kecamatan Jetis, Badegan dan Jenangan tersebut juga akan berkeliling di wilayah Dapil VII Jatim dengan menyampaikan hal yang sama. (Yah/Gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya
27 hari jelang coblosan Pilgub Jawa Timur 2018, banyak survey yang dilakukan oleh berbagai pihak. Seperti yang dilakukan oleh Yahya, jurnalis Harian Bangsa di Ponorogo.

Yahya yang sudah 2 tahun menjadi wartawan media cetak di Harian Bangsa tersebut melakukan survey secara acak keterpilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur kepada 250 responden yang dia temui.

“Sebanyak 250 responden saya ambil secara acak di tiga lokasi yaitu Alun alun Ponorogo, Pasar Slahung dan Pasar Legi”,ujar Yahya, Kamis (31/05).

Hasilnya, pasangan nomor urut 1 yaitu Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak yang di dukung Partai Demokrat, Golkar, Nasdem, PAN, Hanura memperoleh 115 suara, atau 46 %, sambung Yahya.

“Sementara untuk pasangan cagub Gus Ipul dan Cawagub Puti yang didukung oleh PKB, PDIP, Gerindra,dan PKS memperoleh 122 suara atau 48,8%”,lanjutnya.

Yang tidak memilih atau belum menentukan pilihannya sebanyak 13 suara atau 5,2%, jelasnya.

Saat ditanya keakuratan hasil survey tersebut Yahya menjelaskan bahwa dirinya netral karena tidak ada tendensi apapun. “Sebagai seorang jurnalis, kita harus netral, dan metode yang saya pakai walaupun tidak ilmiah namun saya yakin itu mencerminkan suara masyarakat di Ponorogo”,jelas Yahya.

Yahya juga menjelaskan bahwa dirinya sudah beberapa kali melakukan survey, menurutnya tingkat keterpilihan pasangan nomor urut 2 terus naik. “Apalagi Pasangan nomor urut 2 terus berkampanye secara silent, seperti roadshow KH Anwar Zahid ke basis NU, meskipun dikemas pengajian, pesan Gus Ipul sampai di tingkat pemilih”,jelasnya.

Intinya, untuk Pilgub Jatim 2018 ini, siapapun yang menang akan menang tipis, dan yang kalahpun juga kalah tipis, pungkas Yahya. (Yah/Gin)

SURABAYA, Madiunraya.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengajukan formasi penerimaan aparatur sipil negara ke Badan Kepegawaian Nasional untuk rencana rekrutmen pegawai.

“Kami mengajukan formasi ASN ke BSN karena akan digelar rekrutmen pegawai yang dijadwalkan dibuka pada Juli 2018,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Badan Kepegawaian Daerah Jatim Anom Surahno kepada wartawan di Surabaya, Kamis.

Rekrutmen ASN, kata dia, dilakukan untuk menutupi kekurangan pegawai yang berdinas di lingkungan Pemrov Jatim, bahkan sudah melaporkannya ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur.

Sebelum ini, Pemprov Jatim melakukan moratorium rekrutmen ASN dalam waktu tiga tahun atau terakhir digelar penerimaan calon pegawai negeri sipil pada 2015.

Khusus tahun ini, lanjut dia, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke Pemerintah Pusat terkait berapa orang yang akan disetujui untuk diterima.

“Berapa yang disetujui kami tidak tahu karena tergantung pusat. Tapi, yang jelas kami mengajukannya sesuai dengan jumlah ASN yang pensiun,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan data BKD Jatim, pada kurun waktu tiga tahun ke depan, jumlah pegawai ASN di lingkungan pemprov Jatim berkurang 10.517 orang karena telah memasuki masa pensiun.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.202 pegawai pensiun pada tahun 2018, kemudian 51.791 pegawai akan pensiun tahun 2019 dan 2020.

Khusus pada 2018, sebanyak 10.517 pegawai ASN pemprov Jatim yang pensiun, rinciannya adalah berasal dari 5.671 orang guru, 433 orang tenaga kesehatan, 4.413 orang tenaga administrator, eselon 3, eselon 4 beserta staf. (MR01/Ant)

SURABAYA, Madiunraya.com – Kepolisian Daerah Jawa Timur mengimbau keluarga ke-13 pelaku teror agar segera mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara untuk dicocokkan DNA-nya dan mengambil jenazah mereka.

“Para pelaku yang meninggal dunia sudah dihubungi keluarganya tapi sampai sekarang atau hari kelima setelah aksi teror belum diambil,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di Surabaya, Kamis (17/5/2018).

Machfud mengemukakan ada pihak keluarga yang akan mengambil jenazah dan sudah dikomunikasikan termasuk pelaku teror di Mapolrestabes Surabaya. Sementara pelaku teror di Rusunawa Sidoarjo belum ada komunikasi dengan Sidoarjo.

“Masih 13 jenazah pelaku ini belum diserahkan kepada keluarga. Kami mengimbau pihak keluarga untuk segera mengambil,” katanya.

Ke-13 jenazah itu, lanjut Machfud, sudah dimandikan namun belum dikain kafani. Jika sudah ada keluarga yang datang akan segera diserahkan.

“Kami beri waktu tiga hari. Kalau pihak keluarga tidak mau mengambil terpaksa akan dimakamkan di tempat pemakaman umum. Ini sudah selesai untuk proses penyelidikan,” ujarnya.

Sementara itu dari 13 jumlah korban akibat serangan teror, 12 jenazah sudah diserahkan dan tinggal satu jenazah atas nama Bayu yang terkena bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel yang belum diserahkan karena kondisinya yang tidak lagi utuh.

“Kami yakinkan yang bersangkutan adalah saudara Bayu karena jenazahnya tidak utuh hanya serpihan-serpihan,” ujarnya.

Selanjutnya Kapolda akan mengunjungi seorang ibu yang kehilangan dua anaknya.

SURABAYA, Madiunraya.com – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali mengamankan seorang pelaku teroris di dekat gedung Graha Pena Jalan A. Yani Surabaya, Senin (14/5/2018) sore.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung mangera mengatakan penangkapan ini dilakukan satu jam yang lalu.

“Penindakan hukum akan terus dilakukan. Ada tujuh yang dilakukan penindakan. Satu jam lalu ada penangkapan di daerah Ahmad Yani di dekat Graha Pena,” ujar Barung.

Dengan demikian, pelaku yang ditangkap menjadi delapan orang.

Saat ditanya di mana teroris tersebut akan melakukan aksinya, Barung memilih untuk merahasiakan hal ini demi hasil penyidikan polisi.

“Kita mengantisipasi, tapi kami tidak menyampaikan di mana aksinya. Kita menutupi ini karena dilindungi oleh undang-undang,” lanjut Barung.

Sebelumnya Densus 88 Antiteror Mabes Polri juga mengamankan tujuh teroris di Surabaya dan Sidoarjo.

SURABAYA, Madiunraya.com – Salah satu anak korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela Surabaya, Nathel, berumur delapan tahun meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bedah Surabaya di Jalan Manyar Surabaya.

“Kami sudah berupaya maksimal menolong korban, tapi adik Nathel meninggal dunia kemarin (13/5) malam sekitar pukul 20.00 WIB,” kata Kepala Humas RSBS Novi saat dihubungi Antara melalui ponselnya di Surabaya, Senin.

Dia menjelaskan Nathel merupakan adik dari Vinsencius Evan umur 11 tahun, warga Barata Surabaya yang meninggal dunia di lokasi kejadian pada Minggu (13/5) siang pascaledakan bom di gereja SMTB.

Nathel sebelumnya sempat menjalani operasi di RS Bedah Surabaya, namun tidak bisa diselamatkan nyawanya hingga meninggal dunia.

Hingga saat ini, korban ledakan bom yang masih dirawat intensif di RSBH berjumlah lima orang dari sebelumnya delapan orang. Delapan orang tersebut, adalah Dia Linawati (69), Warsinto (64), Desmonda (20), Teddy (65), Wenny (47), Fransiska (60), Nathel (8), dan Sidiq (65).

“Sekarang tinggal lima orang, satu orang meninggal dan sisanya sudah kembali ke rumahnya,” katanya.

Dirut RS Bedah Surabaya Priyanto Suasono sebelumnya mengatakan ada empat korban menjalani operasi di RSBS pada Minggu (13/5).

Sebanyak empat korban yang menjalani operasi tersebut mengalami banyak luka akibat serpihan logam dan juga pendarahan di organ dalam, sedangkan empat korban lainnya dirawat intensif.

“Jadi perlu ada pembersihan dari benda-benda asing dalam organ tubuhnya. Kami terus observasi,” katanya.

Ada tiga lokasi gereja yang terkena ledakan bom, yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Jalan Ngagel, GKI Jalan Diponegoro, dan GPPS Jalan Arjuna. Aksi teror peledakan bom tersebut menewaskan sekitar 13 orang dan puluhan orang terluka. (MR01/Ant)

SURABAYA, Madiunraya.com – Kasat Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Jawa Timur, AKBP Roni Faisal sempat menyelamatkan seorang anak perempuan dari terduga pelaku peledakan yang diikutkan dalam aksi itu oleh kedua orangtuanya.

Ketika dikonfirmasi wartawan di lokasi kejadian di Surabaya, Senin (14/5/2018) Roni mengatakan, tidak bisa memberi keterangan banyak terkait upayanya itu.

Ia hanya mengatakan tindakan itu dilakukannya sebagai panggilan hati, mengingat saat itu anak tersebut berlumuran darah.

“Tujuan saya cuma satu mas, kemanusiaan dan rasa iba karena melihat kondisi anak yang penuh darah,” katanya.

Berdasarkan pantauan CCTV milik Markas Polrestabes Surabaya yang tersebar di awak media, sebuah motor masuk ke gerbang markas lalu dihadang oleh petugas dan meledak.

Usai ledakan, seorang anak perempuan berjilbab yang awalnya dibonceng terlihat sempat bangun, dan melihat kedua orang tuanya tergeletak.

Roni, yang melihat anak itu bangun langsung berlari dan mengambil untuk menggendong serta dijauhkan dari titik ledakan karena di titik ledakan masih terdapat mobil Avanza hitam yang berada persis di dekat motor yang meledak sehingga dikhawatirkan ada ledakan susulan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengakui anak yang terselamatkan itu bernama Ais, sesuai identitas yang didapat dari lokasi dan berumur 8 tahun.

“Anak itu kini dirujuk ke Rumah Sakit PHC Surabaya karena berlumur darah. Dan akan masih kami update info selanjutnya,” katanya. (MR01)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.