Siter, Gitar Jawa yang Terancam Punah

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Jari jemari Pak Katirin terus bergerak memetik Siter saat seseorang memberikan uang recehnya di sebuah Mini Market di Kota Reog Ponorogo.

Kepada Madiunraya.com, Pak Katirin menyampaikan bahwa dirinya sudah lama mengamen dengan Alat Musik Siter itu.

“Ini bisa juga disebut Gitar Jawa mas. Biasanya melengkapi penampilan Gamelan,”ucapnya, Jum’at (15/04/2022).

Lebih jauh Katirin yang kini tinggal di daerah Sido Mulyo, Slahung mengungkapkan bahwa Siter terancam punah.

“Siter jarang ditampilkan mas. Senimannya juga berkurang. Mereka lebih senang menggunakan Gitar Modern saat tampil. Mungkin lebih praktis dan melody nya bisa kekinian,”Sambung Katirin.

Namun Katirin bertekad bahwa dirinya akan terus menggunakan Siter sebagai alat untuk mencari nafkah.

“Dulu saya sering ikut tanggapan mas. Namun sudah lama tidak dan kini saya mengamen dari satu tempat ke tempat lainnya dengan membawa siter ini,”lanjut Katirin.

Karena berat, Katirin menyebut bahwa dirinya sering berdiam di depan  Mini Market itu dan memainkan alat musiknya itu saat pembeli mini market menghampirinya dengan memberikan uang receh.

“Sebenarnya saya berharap, Siter terus menjadi alat musik atau Gitar Jawa yang sering ditampilkan lagi mas.”Pungkas Katirin, mengakhiri obrolan.

Disadur dari Kompas, Siter sejenis alat musik petik dan merupakan bagian alat musik yang terdapat dalam gamelan Jawa.

Nama Siter sendiri berasal dari Bahasa Belanda yaitu citer, dalam bahasa Inggris disebut zither.

Secara bentuk, Siter umumnya memiliki panjang 30 cm. Siter memiliki dua jenis senar, yaitu senar yang berjumlah 11 dan senar yang berjumlah 13.

Cara memainkan siter dengan ibu jari, sedangkan jari lainnya digunakan sebagai menahan getaran ketika senar lain dipetik.

Cara ini merupakan ciri khas instrumental gamelan. Jari kedua tangan dipakai sebagai menahan, jari tangan kanan di bawah senar sedangkan jari tangan kiri di atas senar.

Dalam permainan, Siter memiliki suara lembut dan jernih layakanya alat musik petik lainnya.

Siter memiliki melodi yang variatif. Selain itu, alat musik ini dapat digunakan untuk menjelaskan konsep getaran tinggi rendah bunyi. Sayangnya, siter ini jarang dimainkan bahkan terancam punah. Padahal, siter adalah gitar Jawa yang suaranya tak kalah menarik bila dibandingkan dengan guzheng (Cina) atau sitar (India) Siter memiliki 2 sisi, sisi pertama disebut pelog dan sisi lain disebut slendro. Siter merupakan pasangan gamelan Jawa.

Konon saat pembuatannya, tidak sembarang orang bisa menyetem. Hanya, orang yang dianggap maestro musik Jawa yang dapat menyetem alat musik ini.

Namun kini, Siter jarang ditemui dalam permainan Gamelan Jawa dan nasibnya terancam punah. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya