Kado Istimewa setahun Pemerintahan RILIS, Reyog Ponorogo Masuk Nominasi Tunggal Usulan Ke UNESCO

  • Bagikan

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM
Pemerintahan Bupati Sugiri Sancoko dan Wabup Lisdyarita mendapatkan kado istimewa setelah Seni Reyog Ponorogo menjadi nominasikan tunggal sebagai warisan budaya tunggal tak benda ke UNESCO.

Atas pencapaian itu, Pemkab Ponorogo menggelar tasyakuran di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Sabtu (26/02).

Gubernur Jawa Timur yang didampingi pimpinan OPD Pemprov Jawa Timur juga ikut menikmati penampilan Reyog Ponorogo sekaligus tasyakuran setahun Pemerintahan Bupati Sugiri Sancoko dan Wabup Lisdyarita.

Dalam sambutannya, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko didampingi Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita mengucapkan syukur atas pengakuan dunia terhadap reyog Ponorogo dan kepercayaan masyarakat Kabupaten Ponorogo dalam masa jabatan Bupati-Wakil Bupati Ponorogo sampai dengan saat ini

“Reyog merupakan budaya adiluhung yang berasal dari Ponorogo dan menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk datang ke Ponorogo. Untuk itu, pengembangan wisata di Kabupaten Ponorogo harus terus dilakukan dengan pembangunan yang mendukung pelestarian Seni Reyog Ponorogo. Salah satunya, monumen reyog di Desa Sampung dan optimalisasi objek wisata Telaga Ngebel yang diharapkan dapat menunjang pembangunan di sektor lainnya. Dan kebangkitan Kabupaten Ponorogo akan menjadi salah satu tonggak kebangkitan Jawa Timur, “ujar Sugiri Sancoko.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa Reyog Ponorogo dinominasikan sebagai warisan budaya tunggal tak benda dikarenakan reyog berakar dan asli hanya dari Kabupaten Ponorogo.

“Mari kita berdoa semoga reyog Ponorogo akan lolos dinyatakan sebagai warisan budaya tunggal tak benda oleh Unesco. Mari kita mengikat semangat untuk menciptakan Jatim Bangkit dan Ponorogo Hebat. Mohon partisipasi seluruh masyarakat Kabupaten Ponorogo untuk memberikan dukungan agar reyog Ponorogo dapat dinyatakan sebagai warisan budaya tunggal tak benda oleh Unesco, “pungkasnya. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

  • Bagikan