Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Pemerintah Kabupaten Ponorogo memberikan apresiasi kepada pesilat Aji Bangkit Pamungkas atas prestasinya meraih medali emas Asian Games 18 di Jakarta beberapa saat yang lalu.

Menyambut kedatangan atlit pencak silat di Paseban Alun alun Ponorogo, Bupati Ipong Muchlissoni menyerahkan uang pembinaan sebesar Rp 100 juta dan kepada pelatihnya Rp 50 juta.

Bupati Ipong mengucapkan terima kasih atas prestasi yang diraih pemuda Kecamatan Babadan tersebut. “Atas nama masyarakat Ponorogo, saya mengucapkan terima kasih kepada Aji Bangkit Pamungkas yang telah mengharumkan nama Ponorogo dan Indonesia di kancah internasional, ” jelas Bupati Ipong Muchlissoni.

Selamat dan teruslah berprestasi, dan saya berharap prestasi Aji menjadi inspirasi bagi generasi muda, bahwa prestasi akan kita raih bila kita bekerja keras, sambung Bupati Ipong.

“Terima kasih pula bagi pelatih, orang tua dan pihak terkait yang telah membantu mengorbitkan Aji dari jawara Forkab tahun 2014 kemudian mengikuti berbagai turnamen di level regional, nasional maupun internasional. ” pungkas Bupati Ipong Muchlissoni.

Bank Jatim Cabang Ponorogo pun ikut memberikan hadiah dengan memberikan uang pembinaan sebesar Rp 10 juta kepada sang atlit. (yah/gin).

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Pesilat Aji Bangkit Pamungkas pulang ke tanah kelahirannya, Ponorogo pada Kamis (06/09).

Berbagai komunitas pun mengikuti rombongan Aji, seperti Komunitas Jeep, Komunitas Pajero dan ratusan pendekar pencak silat SH Terate ikut berkonvoi.

Kedatangan peraih medali emas Asian Games tersebut disambut meriah oleh masyarakat Ponorogo dengan mengelu elukan sang Jawara tersebut disepanjang jalan dari perbatasan Ponorogo menuju Paseban Alun alun Kabupaten Ponorogo.

Masyarakat Ponorogo yang terdiri dari berbagai macam profesi seperti pelajar, tukang bakso, tukang ojek, pedagang, Guru, petani dan lainnya sesaat menghentikan aktivitasnya dan berdiri disepanjang jalan yang dilalui dengan membawa bendera merah putih dan berteriak Aji… Aji.. Aji…

Aji pun membalas mereka dengan selalu menebat senyum dan membungkukkan badan.

Ya, Putra asli Kecamatan Babadan tersebut kini menjadi sosok yang diperbincangkan dengan prestasi yang diraihnya tersebut. Pendekar SH Terate tersebut merasakan buah manis dari ikhtiyar, kerja keras dan latihan yang tiada henti demi mencapai puncak prestasi. Selamat Aji…. Selamat Ponorogo, prestasimu menginspirasi…. (yah/gin).

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Wakil Bupati Ponorogo, Dr Drs H Soedjarno MM secara resmi membuka Rapat Koordinasi Tim Penggerak PKK Kabupaten dan Kecamatan Ponorogo tahun 2018 di Gedung Sasana Praja, Selasa (04/09).

Rapat koordinasi tersebut mengusung tema “Integrasi Program PKK dalam mendukung Keutuhan dan Kerukunan Keluarga sebagai Kunci Perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wabup Soedjarno, Wakil Ketua II Tim Penggerak PKK Ny Tenri Agus Pramono beserta jajaran pengurus TP PKK Kabupaten dan Kecamatan Ponorogo dan Camat se Kabupaten Ponorogo.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua II Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo, Ny Tenri Agus Pramono menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Rakor TP PKK tingkat Provinsi Jawa Timur yang telah dilaksanakan beberapa saat yang lalu. “Intinya kita mensosialisasikan Revitalisasi manajemen program dan manajemen kelembagaan Gerakan PKK sesuai Perpres no 99 tahun 2017 tentang Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, ” terang Isteri Sekda Kabupaten Ponorogo tersebut.

Selama ini Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo telah berhasil menggerakkan keluarga di Ponorogo untuk lebih aktif dalam meningkatkan kesehatan, kesejahteraan dan bisa bersinergi dengan instansi lain untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Ponorogo, sambung Tenri.

“Kita berharap, TP PKK Ponorogo kedepan untuk lebih bisa berperan aktif mendukung Program Pemerintah Kabupaten Ponorogo sesuai dengan visi dan misinya membangun Ponorogo menuju Ponorogo yang berkemajuan, berbudaya, nasionalis dan religius. ” pungkas Ny Tenri Agus Pramono.

Dalam arahannya, Wabup Soedjarno yang juga membuka kegiatan tersebut menyatakan bahwa peran PKK sangat besar sekali. “Keluarga adalah komunitas terkecil di negeri ini, jika keluarga itu sehat dan sejahtera maka hal itu mendukung negara Indonesia untuk sehat dan sejahtera pula, ” terang Wabup Soedjarno.

Untuk itu, peran Tim Penggerak PKK sangat penting dan urgen dalam gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, sambung Wabup Soedjarno.

“Pemerintah Kabupaten Ponorogo akan terus mendukung kegiatan TP PKK Kabupaten dan Kecamatan di Kabupaten Ponorogo untuk memaksimalkan kegiatan yang langsung menyentuh kepada peningkatan kesejahteraan keluarga melalui program pemberdayaan yang dilakukan. ” pungkas Wabup Soedjarno.

Dalan kegiatan tersebut dilakukan diskusi kelompok sesuai dengan kelompok kerja (pokja) yang ada dalam menyusun rencana strategis dalam kegiatan Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo kedepan. (yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Wakil Bupati Ponorogo yang juga Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Ponorogo, Dr Drs H Soedjarno MM mengukuhkan 577 Pramuka Garuda tahun 2018 di Gedung Kesenian Kabupaten Ponorogo, Selasa (04/09).

Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Ponorogo, Pramuka Garuda dan orang tua / wali murid yang dikukuhkan sebagai Pramuka Garuda tahun 2018.

Dalam prosesi tersebut dikukuhkan Pramuka Garuda Siaga sebanyak 159 anak, Pramuka Garuda Penggalang 279 anak, dan Pramuka Garuda Penegak 139 anak.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Seleksi Pramuka Garuda Kabupaten Ponorogo tahun 2018, Kak Lukman, menyatakan bahwa proses seleksi Pramuka Garuda tahun ini dilakukan secara selektif selama 2 bulan terakhir. “Ada seribu lebih calon Pramuka Garuda, namun yang bisa kita kukuhkan hanya 577 sesuai dengan kriteria Pramuka Garuda, ” terang Kak Lukman.

Untuk itu saya meminta kepada seluruh Pramuka Garuda yang hari ini dikukuhkan untuk selalu menjaga statusnya sebagai Pramuka Garuda, sambung Kak Lukman.

“Tinggal selangkah lagi, adik adik Pramuka Garuda bisa mengikuti seleksi Pramuka Teladan, yang mana bila terpilih menjadi Pramuka Teladan akan mendapat kemudahan, beasiswa dan kesempatan yang lebih luas di masa yang akan datang. ” pungkas Kak Lukman.

Sementara dalam arahannya, Ketua Kwarcab Ponorogo, Kak Soedjarno memberikan apresiasi atas dikukuhkannya 577 Pramuka Garuda Kabupaten Ponorogo tahun 2018 ini. “Selamat kepada adik adik yang telah meraih tingkat paling tinggi dalam Pramuka, jaga dan bawa nilai luhur Pramuka dimanapun dan kapanpun, ” pesan Kak Soedjarno.

Pramuka adalah gerakan kepanduan yanh sesuai dengan karakter bangsa Indonesia, yang apabila anggota Pramuka mengikuti dan melaksanakan janji dan darma Pramuka akan menjadi pribadi yang tangguh dan akan memenangkan persaingan dimasa yang akan datang, urai Kak Soedjarno.

“Kepada seluruh orangtua dan wali murid yang hari ini putra putrinya dikukuhkan menjadi Pramuka Garuda, terus dukung mereka untuk menjadi pemimpin masa depan bangsa, didik mereka untuk disiplin, rajin dan ulet sebagaimana sosok Pramuka Garuda. ” pungkas Kak Soedjarno.

Acara diakhiri dengan pengalungan medali Pramuka Garuda dan pemberian sertifikat Pramuka Garuda Kabupaten Ponorogo tahun 2018. (yah/gin).

Ponorogo – Portalnews madiunraya.com
Wakil Bupati Ponorogo saat ini, Dr Drs H.Soedjarno MM memiliki banyak pengalaman sebelum menjadi orang nomor dua di Kabupaten Ponorogo seperti saat ini.

Soedjarno lahir di Desa Crabak Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo pada tanggal 10 Agustus 1953, dan menghabiskan berkarir di Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

Terakhir, Suami dari Siti Nurkanah tersebut menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) pada tahun 2011 sebelum purna di tahun 2013.

Ayah tiga orang anak tersebut juga aktif di banyak organisasi di Kabupaten Ponorogo, selain itu Soedjarno hobi bermain tenis.

Soedjarno menamatkan Magister Manajemen di Universitas Gajayana Malang pada tahun 1998 dan menyelesaikan program Doktoral di Universitas 17 Agustus Surabaya pada tahun 2016, saat ini Soedjarno aktif di Kwartir Cabang Gerakan Pramuka sebagai ketua.

Yang menarik, Soedjarno memiliki wajah yang tampan saat muda, Soedjarno memiliki moto Hidup Harus Selalu Optimis. (yah/gin).

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Drs. H. Ipong Muchlissoni (lahir di Lamongan, Jawa Timur, 29 April 1967; umur 51 tahun) adalah bupati Ponorogo yang menjabat pada periode 2016-2021 atau Bupati Ponorogo ke 17. Ipong menggantikan dan mengalahkan Bupati Amin dalam Pilkada tahun 2015.

Ipong menghabiskan masa kecil di Lamongan. Ia mengawali pendidikan di SD Muhammadiyah di Lamongan (1973-1979), lalu masuk ke SMP Negeri 1 Babat (lulus 1982) dan SMA Negeri 1 Lamongan (lulus 1985) dan pernah sekolah di SMA 1 Ponorogo (hanya sampai kelas 2), Setelah itu Ipong hijrah ke Pulau Kalimantan, tepatnya di Kota Samarinda dan masuk ke Universitas Mulawarman (lulus 1990).

Semenjak itu ia meniti karier di tanah Kalimantan. Ipong pernah memegang beberapa jabatan di beberapa perusahaan di sana, antara lain Kepala Sie Administrasi dan Sumber Daya Manusia PT. Kaltim Parna Industri pada tahun 1991. Kemudian ia menjadi Wakil Kepala Tata Laksana (wakatalak) Sumber Daya Manusia PT Kiani Lestari pada tahun 1992. Lalu, ia menjabat sebagai Katalak SDM PT Alas Helau periode 1992-1994. Dan menjadi komisiaris PT Diyatama Persada Raya dari tahun 2000 hingga sekarang.

Dalam hal organisasi terlihat dari sejak duduk di bangku kuliah, di mana Ipong pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Mahasiswa Jawa Timur di Samarinda pada tahun 1991. Selain itu ia juga pernah menjadi pengurus daerah (pengda) Perbasi di Kaltim. Ia lalu terjun ke politik dengan menjadi anggota Dewan Pengurus Wilayah PKB, dan menjabat beberapa jabatan di sana: wakil ketua (1999), sekretaris (1999-2001), dan ketua (2003-2013). Ia juga merupakan anggota DPRD Kaltim periode 1999-2004 dan 2004-2009. Setelah itu ia pindah partai menjadi kader Gerindra dan menjadi ketua DPD Kaltim sejak 2013.

Ipong menikah dengan Sri Wahyuni 25 tahun silam dan dikaruniai 3 orang putra dan putri. Mereka adalah Mazaya Zhafarina I., Muhammad Zata M., Muhammad Fitra Y. Ipong juga sudah dikaruniai seorang cucu perempuan.

Saat ini Ipong Muchlissoni pindah menjadi kader Partai Nasdem dan menjadi Ketua Bappilu Partai Nasdem di Provinsi Jawa Timur. (yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Polisi akhirnya menetapkan Hendra Nur Prasetyawan sebagai tersangka atas meninggalnya Eko Prayudi, ayah kandungnya sendiri.

Siapa Hendra dan mengapa dia tega membunuh ayah kandungnya sendiri? Berikut penelusuran tim Portalnews Madiunraya.com.

1. Hendra Nur Prasetyawan adalah nama lengkapnya.
2. Pada peristiwa penemuan mayat Eko Prayudi, Hendra adalah sosok terakhir yang bertemu korban.
3. Saat kecil, Hendra pernah mengenyam pendidikan di SLB.
4. Usia Hendra saat ini 24 tahun.
5. Pekerjaan Hendra adalah Mahasiswa.
6. Saat diperiksa kejiwaannya, Hendra emosionalnya belum matang, namun normal, jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.
7. Saat pers release, raut muka Hendra tidak merasa bersalah dan sering melempar senyuman serta berbisik kepada Polisi.

Adapun motif pembunuhan yang dia lakukan terhadap ayahnya sendiri adalah karena persoalan hasil penjualan mobil dan warisan. (yah/gin).

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Teka teki peristiwa penemuan mayat atas nama Eko Prayudi (53) akhirnya menemui titik terang. Hal itu setelah pihak Polres Ponorogo merelease kasus tersebut, Senin (03/09) di Mapolres Ponorogo.

Menurut Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant, pihaknya secara maraton melakukan penyelidikan atas kasus tersebut, termasuk melakukan autopsi terhadap mayat korban. “Hasilnya, anak korban yang bernama HNP (24), menjadi tersangka atas meninggalnya Eko Prayudi,” terang Kapolres.

HNP adalah anak kandung korban, saat itu datang ketempat korban (ayahnya) dan terjadi perselisihan antara tersangka dengan korban soal penjualan mobil serta harta warisan milik korban, sambung Kapolres.

Baca Juga : 7 Fakta tentang Hendra, tersangka pembunuh ayah kandungnya sendiri.

“Tersangka HNP melakukan sangkaan tindak pidana dengan mendorong tubuh korban hingga terbentur di dinding, dalam melakukan dorongan tersangka menggunakan kedua tangan sehingga korban jatuh ke lantai, selanjutnya tersangka menepuk pipi korban, namun korban diam dan hanya kakinya yang bergerak, karena tersangka takut diketahui oranglain maka yang bersangkutan mengambil bantal dan meletakkan di muka korban,” jelas AKBP Radiant.

Selain menetapkan tersangka, kami membawa juga barang bukti berupa 1 potong celana panjang warna abu abu, 1 potong celana dalam warna abu abu tua, satu potong kaos dalam warna putih, dan satu potong kaos lengan pendek warna abu – abu muda serta satu ikat pinggang warna hitam, urai Kapolres.

“Tersangka kami sangka melakukan tindak pidana pembunuhan biasa atau dugaan tindak pidana penganiyaan biasa yang berakibat matinya si Teraniaya sebagaimana dimaksud dalam pasal 338 KUHP atau pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. ” pungkas Kapolres. (yah/gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.