Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Rangkaian Perayaan Grebeg Suro di Ponorogo ditandai kegiatan Tutup Grebeg Suro di Monumen Bantarangin, yang berlokasi di Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.

Beberapa kegiatan budaya digelar Tutup Grebeg Suro, diantaranya kirab pusaka dan pawai budaya yang berlangsung meriah dan disambut antusiasme warga Kecamatan Kauman dan sekitarnya dengan memadati jalanan yang dilalui rute pawai budaya tersebut.

Pawai budaya diawali dengan prosesi keberangkatan Prabu Kelono Sewandono menuju Kerajaan Kediri untuk melamar Putri Kerajaan Kediri, yaitu Putri Songgolangit.

Kelono Sewandono yang merupakan Raja Kerajaan Wengker, membawa lengkap dengan pasukan pemanah, prajurit tombak serta pasukan berkuda dibawah kepemimpinan Patih BujangGanong.

Dari ceremoni pelamaran itulah maka lahir sejarah Reyog Ponorogo yang melengenda hingga saat ini dan menjadikan Ponorogo menjadi terkenal dengan Seni Reyog Ponorogo.

Kirab pusaka dalam kegiatan tersebut, ada tiga pusaka yang diarak yaitu Ageman Probo Swoso, Topeng Kencono, dan Cemeti Samandiman.

Menurut Camat Kauman, Joko, Kirab Budaya di Bantarangin mengingatkan kepada generasi sejarang bahwa Pemerintahan Kabupaten Ponorogo pernah dua kali berpindah. “Yang pertama, perpindahan dilakukan dari Kutho Wetan ke Kutho Tengah, yang sekarang menjadi alun-alun. Yang kedua adalah dari Kutho Tengah ke Kutho Kulon,” terang Joko.

Joko berharap dengan mengetahui kisah yang menjadi sejarah masa lalu membuat masyarakat Ponorogo semakin mencintai daerahnya yang kaya dengan budaya. “Selain itu bisa menjadi wisata budaya yang akan meningkatkan perekonomian di bumi Reyog Ponorogo.” Pungkas Joko.

Puluhan dokar hias yang dinaiki Forkopimcam Kauman, Sampung dan Badegan, Kepala Desa dan perangkatnya mengikuti rombongan Prabu Kelono Sewandono beserta Putri Songgolangit berkeliling dan menyapa masyarakat. (yah/gin).

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Menjelang peringatan Hari Dharma Karyadhika tahun 2018, Rumah Tahanan Kelas IIb Ponorogo menggelar berbagai kegiatan.

Salah satunya adalah sosialisasi jiwa dan bahaya narkoba kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo yang diselenggarakan di Aula Rutan Ponorogo, Kamis (04/10).

Selain itu juga diadakan Test Urine bagi 181 WBP dan 55 pegawai Rutan Ponorogo.

Menurut Taufiqul Hidayatulloh, Kepala Pelayanan Tahanan Rutan Ponorogo, pihaknya sengaja menggelar berbagai kegiatan positif menyambut Hari Dharma Karyadhika tahun 2018. ” Salah satunya adalah kegiatan ini (sosialisasi – red), WBP yang tersangkut pidana hukum Narkoba sengaja kita hadirkan sebagai peserta dalam kegiatan ini sebagai upaya mencegah mereka untuk mengkonsumsi Narkoba saat bebas nanti,” terang Taufik, panggilan akrabnya.

Selain itu, secara rutin setiap triwulan sekali, kita mengadakan test urine kepada WBP dan juga seluruh pegawai di Rutan Ponorogo ini, sambung Taufik.

“Test urine kali ini diikuti 181 WBP dan 55 Pegawai Rutan, dengan harapan mencegah penyalahgunaan Narkoba di Rutan Ponorogo,” pungkas Taufik.

Sementara menurut Anik Setyarini, Kasi Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Ponorogo menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan rutin yang digelar instansinya. “Selain sosialisasi bahaya penggunaan Narkoba, kita juga melihat kondisi kejiwaan dari para tahanan dan Napi di Rutan Ponorogo, jangan sampai mereka mengalami depresi dalam menjalani hukuman,” terang Anik.

Selain itu kita juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi mereka supaya tidak terjangkit penyakit seperti TBC, HIV/Aids dan penyakit yang lain termasuk melakukan test urine sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba, sambungnya.

“Dengan kegiatan ini kita berharap kesehatan para Tahanan dan Napi di Rutan Ponorogo tetap terjaga baik kesehatan fisik maupun jiwa mereka. ” pungkas Anik.

Diakhir acara, Kepala Pelayanan Tahanan Rutan Ponorogo, Taufiqul Hidayatulloh menyatakan bahwa hasil test urine bagi 181 WBP dan 55 Pegawai Rutan semuanya negatif narkoba. “Alhamdulillah hasil test urine langsung bisa kita ketahui dengan hasil negatif untuk semuanya.”terang Taufik. (yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Kurang lebih sebanyak 4000 Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap se Kabupaten Ponorogo menggelar aksi solidaritas yang dikemas dalam Do’a bersama dan Istigosah di alun-alun Ponorogo, Kamis (27/09).

Menurut Ketua Forum GTT dan PTT Kabupaten Ponorogo, Dwi Wahyu Nugroho, S.Pd, pihaknya melakukan aksi solidaritas dengan tema “Save Guru dan Tenaga Honorer, Honorer to PNS”. “Kami mencermati perkembangan yang akhir-akhir ini terjadi, terutama penerimaan CPNS tahun 2018 yang mengecualikan usia diatas 35 tahun”, ujar Dwi.

Untuk itu, kita mendukung perjuangan teman-teman Forum GTT dan PTT nasional yang sedang melakukan hearing dengan DPR RI untuk melakukan lagi kajian tentang undang-undang ASN, sambung Dwi.

“Kami ingin nasib GTT dan PTT di Kabupaten Ponorogo segera berubah dengan aksi ini, karena diam tidak merubah keadaan, kita akan terus berjuang demi nasib kita bersama”. pungkas Dwi.

Sementara, Ketua PGRI Kabupaten Ponorogo, Prayit, pihaknya mendukung perjuangan GTT dan PTT yang hari ini melakukan aksi solidaritas. “Anda adalah anak-anak kami, untuk itu kami akan selalu mendukung perjuangan anda semua, karena selama ini gaji GTT, PTT dan Guru Honorer jauh dari cukup, ada yang hanya digaji Rp 300 ribu, Rp 200 ribu, Rp 150 ribu setiap bulan”, jelas Prayit.

Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur, Drs Ikhwan Sumadi, MM juga meminta kepada Pemerintah Pusat untuk memperhatikan nasib GTT, PTT dan Tenaga Honorer. “APBN tidak akan jatuh apabila menggaji GTT, PTT dan Guru Honorer”, ucap Ikhwan.

Kita akan terus berjuang bersama demi nasib para GTT, PTT dan Guru Honorer sampai upah mereka akan menjadi layak, sambung Ikhwan.

“Kita harus memperhatikan nasib mereka karena tanpa guru tidak mungkin ada Presiden, Gubernur, Bupati ataupun profesi yang lain”. Pungkas Ikhwan Sumadi.

Wakil Bupati Ponorogo, Dr Drs H Soedjarno pun juga memberikan dukungan kepada aksi yang dilakukan Forum GTT, PTT dan Tenaga Honorer.

Acara diakhiri dengan do’a bersama dengan MUI Kabupaten Ponorogo. (yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Tarian Jathil yang gemulai, paras yang jelita dan senyum yang menawan membuat Risma Putri menjadi salah satu Penari Jathil dari Ponorogo mendapat pujian dari pecinta dan penonton setia Seni Reyog Ponorogo.
Saat ditemui oleh Wartawan Portalnews Madiunraya.com, Risma Putri yang berasal dari Sekayu, Gandhu Kepuh Kecamatan Sukorejo ini mengaku kecintaannya kepada dunia tari Jathil merupakan keturunan dari Orang Tuanya. “Ayah dan Ibu saya juga seniman Reyog, sehingga dari kecil saya menggeluti Tari Jathil sampai sekarang ini,” jelas Risma, Kamis (20/09).
Alhamdulillah, jadwal saya selalu full untuk tampil bersama dengan grup Reyog di Ponorogo, baik tampil diseputaran Kabupaten Ponorogo maupun di luar Ponorogo, sambung Risma.
“Saya juga pernah tampil di Jakarta bersama dengan Grup Reyog Ponorogo dan beberapa kota besar di Indonesia, jadi berkat Tari Jathil saya bisa berkeliling Indonesia, selain melestarikan budaya Indonesia, pengalaman saya juga bertambah dengan tampil diberbagai daerah,” ucap Risma Putri.

Ini Video Risma Putri saat tampil :

https://www.youtube.com/watch?v=bNduZIFI6DI
Saat ditanya apa kesibukannya selain menari Jathil, Risma menjelaskan bahwa dirinya hanya fokus menari dan tidak ada kesibukan yang lain. “Saya hanya di rumah, jadwal saya untuk tampil sudah ada, kadang selama seminggu itu full, dan kita saling berkoordinasi dengan teman-teman Jathil di Ponorogo,” jelas Risma.
Lalu berapa penghasilan dari menari Jathil, dara ayu ini menjawab diplomastis. “Yang penting cukup mas, kita syukuri aja karunia dari Alloh SWT, dapat banyak kita syukuri, dapat sedikit juga kita syukuri,” ujarnya.
Yang penting kita memberikan hiburan secara total kepada penonton dan menari Jathil sebagai bagian untuk melestarikan seni budaya Reyog Ponorogo, karena kalau bukan kita yang melestarikan siapa lagi, pungkas Risma Putri sambil tersenyum manis. (wan/gie)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Karang Taruna Bibis Manunggal Dukuh Bibis Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo sukses menggelar Kompetisi Futsal Karangpatihan Cup tahun 2018 yang diikuti oleh 32 Club se Kabupaten Ponorogo.
Kegiatan tahunan yang sudah diselenggarakan kali kedua tersebut membuat antusiasme warga di Desa Karangpatihan dan sekitarnya tersebut untuk menonton pertandingan sangat tinggi. Setiap malam, lapangan futsal yang dibangun tahun 2015 tersebut selalu ramai dikunjungi warga dan pecinta futsal di Kabupaten Ponorogo.
Menurut Tumadi, Ketua Pelaksana Kompetisi Futsal Karangpatihan Cup 2018 tersebut, yang mengatakan bahwa pihaknya berharap supaya kegiatan ini bisa mendukung kemajuan olah raga futsal di Ponorogo. “Ini adalah salah satu upaya kami untuk memasyarakatkan olah raga futsal di Kabupaten Ponorogo, semoga Futsal dapat menjadi salah satu olah raga alternatif untuk mensehatkan masyarakat di Ponorogo, khususnya Desa Karangpatihan,” jelas Tumadi, Jum’at (21/09).

Foto Bersama Pemenang dengan Kades Eko Mulyadi dan Tokoh Masyarakat Ponorogo

Sementara menurut Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi, dirinya bersyukur bahwa Karang Taruna Bibis Manunggal, Dukuh Bibis Desa Karangpatihan dapat menggelar kompetisi Futsal Karangpatihan Cup 2018 dengan sukses. “Alhamdulillah kompetisi Futsal Antar Club Se-Ponorogo memperebutkan Tropy Pemdes Karangpatihan,yang digelar oleh Karangtaruna Bibis Manunggal Desa Karangpatihan telah usai dan berlangsung dengan sukses dan lancar,” ujar Eko Mulyadi.
Selamat kepada para juara (Juara 1 Jazman Fc dari Siman, Juara 2 Android FC dari Sumoroto). Terimakasih kepada semua yang telah terlibat dan mendukung acara ini, sampai jumpa pada even selanjutnya di 2019, sambung Eko.
“Kompetisi ini akan terus kita agendakan setiap tahun, karena dengan kegiatan ini akan membuat Desa Karangpatihan Kecamatan Balong untuk lebih terkenal dengan agenda dan kegiatan yang positif bagi para pemudanya sekaligus dengan adanya berbagai event akan membantu meningkatkan sektor pendapatan masyarakat di desa, karena warung-warung, penjual makanan, toko-toko akan laris dibeli oleh pengunjung yang datang,” urai Eko Mulyadi.
Hadir dalam malam penutupan dan grand final Kompetisi Futsal Karangpatihan Cup 2018 tersebut tokoh masyarakat Ponorogo seperti Muh Anam Ardiansyah, yang merupakan Ketua Assosiasi Futsal Kabupaten Ponorogo, Agus Mustofa Latief, Darmi, dan beberapa tokoh masyarakat yang lain. (yah/gin)

Ponorogo – Madiunraya.com

Dalam rangka mengembalikan kejayaan batik yang ada di Ponorogo, Unmuh Ponorogo mengadakan kerjasama dalam mengembangkan batik, baik batik tulis, dan batik cap, hal tersebut di laksanakan dengan beberapa pengusaha batik yang sudah berjalan tiga hari, pada hari Senin s.d Rabu, 19/9/2018 di adakan penutupan pelatihan di balai kelurahan Patihan Wetan yang ditutup oleh Lurah Patihan Wetan.

Dosen pembimbing sekaligus ketua tim program kemitraan dengan masyarakat, Dr. H. Bambang Widyahseno, M.Si, dosen FISIP Unmuh Ponorogo mengatakan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari program kerjasama antara Universitas Muhammadiyah ponorogo yang bekerjasama dengan kemenristekdikti (Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi), “Pada saat ini kita bekerja sama dengan kelurahan patihan wetan dan Bu Elmi yang merupakan pengusaha batik di kelurahan tersebut, di harapkan nanti para warga bisa memproduksi batik yang nantinya bisa menjadi ikon dari kelurahan Patihan Wetan. Unmuh Ponorogo merupakan penyalur program yang bisa bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Bambang.

Setelah pelatihan ini selesai di harapkan nanti bisa membuat suatu kelompok yang bisa bekerja sama dalam membuat batik, sambung Bambang Widiyahseno.

Sementara itu Leila Maurita,S.Stp. Msi Lurah Patihan Wetan sangat puas dengan pelatihan yang bekerja sama dengan Unmuh Ponorogo walaupun hanya tiga hari, “Dalam rentang tiga hari tersebut semua warga yang mengikuti sangat antusias dan merasa kurang lama pelatihannya, dan kedepannya diharapkan semua warga bisa menghasilkan karya-karya batik yang bisa di jadikan sumber ekonomi, walaupun sumber utama ekonomi dari suami,”jelas Leila.

Hadir dalam acara ini Lurah Patihan Wetan beserta perangkat, ketua tim program kemitraan unmuh ponorogo beserta mahasiswa, dan para peserta pelatihan batik. (RAP/SNJ)

Ponorogo,- Portalnews Madiunraya.com

Sistem Interaksi Komunikasi Sosial (Simokos) yang di dalamnya terdapat berbagai macam piranti komunikasi sosial seperti buku-buku, sound system, televisi LED hingga peralatan outbond yang dikemas dalam Motor Simokos. Motor Simokos ini merupakan dukungan dari Komando Atas untuk meningkatkan kreativitas pelaksanaan pembinaan teritorial yang dilaksanakan oleh satuan Kodim 0802/Ponorogo khususnya dalam melaksanakan komunikasi sosial dengan berbagai elemen masyarakat. Hari ini Simokos digunakan oleh satuan Kodim 0802/Ponorogo untuk berinteraksi langsung dengan ratusan siswa-siswi SDN 1 Pondok Kecamatan Babadan.(18/9/18)

Di SDN 1 Pondok Kecamatan Babadan, Motor Simokos yang dioperasikan oleh personel Koramil 0802/03 Babadan Kodim 0802/Ponorogo mendapat sambutan yang luar biasa dari guru-guru dan murid-murid sekolah ini. Hal ini dapat terlihat dari antusisme murid-murid SDN 1 Pondok dalam memanfaatkan buku-buku yang ada di dalam Motor Simokos, ratusan anak-anak berjubel di sekeliling Motor roda tiga ini untuk meminjam buku-buku yang tersedia. Keceriaan anak-anak ini semakin terasa ketika operator Simokos Pelda Kholik beserta 3 orang anggota Koramil 0802/03 Babadan memperkenalkan permainan outbond seperti holahop, permadani terbang, bola terbang hingga permainan bulldozer.

Menurut Pelda Kholik, “Simokos yang kali ini berada di Koramil 0802/03 Babadan dimanfaatkan untuk melaksanakan interaksi langsung dengan berbagai elemen masyarakat terutama sekolah-sekolah, salah satunya adalah di SDN 1 Pondok ini. Seperti yang kita lihat, antusiasme murid-murid disini dalam menyambut Simokos luar biasa, mereka berjubel mengelilingi Motor Simokos ini untuk meminjam buku-buku yang kami sediakan, membaca buku-buku yang mereka pinjam dengan penuh antusias dan bertukar buku dengan temannya saat mereka selesai membaca buku yang mereka pinjam.” Ditanya buku apa saja yang disediakan Simokos, Pelda Kholik menuturkan, “di Simokos disediakan buku-buku pengetahuan umum, buku-buku pelajaran sekolah hingga majalah satuan. Diharapkan dengan tersedianya buku-buku yang menarik bagi murid-murid sekolah ini, Simokos dapat lebih dekat dengan anak-anak usia sekolah.” Sedangkan tentang permainan outbond yang tersedia di Simokos, Bati Wanwil Koramil 0802/03 Babadan ini menyebutkan, “Simokos juga menyediakan peralatan outbond seperti permainan holahop, permadani terbang, bola terbang hingga bulldozer yang semuanya bertemakan kekompakan untuk meraih kemenangan,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut Ibu Peni Nur Hidayanti, S.Pd Kepala SDN 1 Pondok menyampaikan terimakasih kepada Kodim 0802/Ponorogo yang kali ini berkunjung ke SDN 1 Pondok. Lebih lanjut Kepala SDN 1 Pondok tersebut menuturkan, “dengan Simokos ini, murid-murid SDN 1 Pondok mendapatkan pengalaman baru yaitu belajar menjadi lebih menarik dengan sarana Simokos sehingga mereka dapat lebih bergembira dalam belajarnya. Terlebih dengan kehadiran bapak-bapak TNI dari Koramil 0802/03 Babadan yang berinteraksi langsung dengan anak-anak menjadi figur penting dalam rangka menambah semangat mereka belajar.” Ditanya tentang harapannya tentang Motor Simokos ini, Ibu Peni Nur Hidayanti, S.Pd menyampaikan, “Simokos ini merupakan sarana pembelajaran yang sangat baik bagi murid-murid sekolah, mereka dapat belajar dengan suasana berbeda dari hari-hari biasanya, dapat memainkan permainan outbond yang mendidik serta figur bapak-bapak TNI yang dapat menambah semangat belajarnya, sehingga kami berharap Simokos ini dapat lebih sering berkunjung ke sini dan sekolah-sekolah lain di Kecamatan Babadan dan ini merupakan kreatifitas yang luar biasa baik, yang dilakukan oleh satuan Koramil 0802/03 Babadan,” pungkasnya.(dim/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Diandra Edrania Mutiara Syifa, siswa kelas V SDN 1 Mangkujayan Ponorogo berhasil masuk babak final Thole Genduk Ponorogo tahun 2018.

Diandra yang juga pernah mengikuti ajang pencarian bakat The Voice Kids yang digelar Global TV tersebut memiliki talenta yang luar biasa dibidang seni musik.

Menurut Ayah Diandra, Setyo, putrinya memang hobi menyanyi sejak kecil. “Diandra sering mengikuti lomba musik di Ponorogo dan karesidenan Madiun,” terang Setyo.

Alhamdulillah, diajang Thole Genduk Ponorogo tahun 2018 ini, Diandra masuk babak final yang akan digelar tanggal 15 September 2018, sambung Setyo.

“Saat ini Diandra fokus menghadapi babak final, dan kami mohon dukungan dari masyarakat Ponorogo dengan berkirim SMS dengan format : Gendhuk2018(spasi)02 kirim ke 3439,” lanjut Setyo.

Atas dukungan dari masyarakat kami sampaikan banyak terima kasih, pungkas Setyo. (yah/gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.