PonorogoPortalnews MADIUN RAYA

Evakuasi sebuah minibus yang jatuh ke sungai di sebelah barat Puskesmas Tegalombo membuat jalan raya Pacitan-Ponorogo macet kurang lebih 4 KM.

Ratusan kendaraan roda dua, empat dan lainnya terhenti dititik evakuasi baik dari arah Pacitan maupun dari arah Ponorogo.

Evakuasi minibus tersebut berlangsung dari pukul 08.05 hingga pukul 10.00 WIB baru berhasil mengangkat body minibus dari sungai Grindulu.

Sebelumnya dikabarkan sebuah mini bus terjun ke arah sungai setelah sang sopir mengantuk, 3 orang dikabarkan mengalami luka ringan, namun kondisi body minibus ringsek.

Menurut seorang warga yang juga perangkat Desa Tegalombo, Leman, evakuasi dilakukan secara manual dengan menggunakan diesel. “Selain itu dibantu oleh petugas Kepolisian dari Polsek Tegalombo dan Polres Pacitan,” Ucap Leman.

Evakuasi tersebut, lanjut Leman, juga dibantu oleh pengendara yang sedang lewat. “Kita bekerja sama, sehingga walaupun dilakukan manual namun evakuasi ini bisa berjalan lancar,” Lanjutnya.

Memang medan di Pacitan, Kata Leman, yang mengikuti aliran Sungai Grindulu berkelok-kelok. “Kalau tidak hapal sering mengakibatkan kecelakaan seperti ini, apalagi kemarin dikabarkan sang sopir mengantuk, jadi harapan kami bagi warga luar kota yang hendak menuju Pacitan harus hati-hati dan jaga kondisi, jangan sampai mengantuk.” Pungkas Leman.

Kemacetan panjang yang mengular di Tegalombo tersebut membuat beberapa pengendara yang tidak sabar menempuh jalan pintas melalui Tegalombo – Tulakan. Meskipun medannya naik mereka tetap melaluinya karena mengejar waktu.

Seperti yang dituturkan oleh Susianto, Warga Desa Kasihan yang hendak pergi ke kota Pacitan. “Ada acara reuni jam 9 mas, ini terpaksa melalui jalur alternatif lewat Tulakan karena tadi macet,” ucapnya sambil tersenyum. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

PACITANPortalnews MADIUN RAYA

Kabar duka datang dari Camat Pacitan, Djoko Putro Utomo, isteri nya dikabarkan meninggal pada Selasa malam (17/12/2019).

Melalui akun Facebook nya, Djoko menyampaikan kabar duka itu, “Inalillahi Wainalirojiun…Sudah di panggil oleh allah SWT./ Meninggal Dunia Istri kami Insri.bawani.Pada hari selasa 17 Desember 2019..Pukul.19.30.WIB.Karena sakit.Mohon dimaafkan atas segala salah dan kilaf…….selamat jalan istriku tercinta….”, ucap Djoko.

Kabar tersebut juga sudah beredar di grup whatsapp di Kabupaten Pacitan.

Insri Bawani yang merupakan isteri Camat Pacitan saat ini memang dikabarkan menderita sakit sejak lama. Meskipun sakit, Perempuan yang lahir 25 Juni 1968 di Pamekasan tersebut selalu mendampingi sangat suami dalam bekerja.

Seperti yang terlihat dalam unggahan foto di akun Facebook Insri Utomo, saat sang Suami bekerja sebagai Camat Tegalombo, Insri selalu mendampingi Djoko melakukan kunjungan ke wilayah kerjanya.

Di akun Facebook Djoko Putro Utomo sendiri, sosok Insri menjadi sangat istimewa karena setiap unggahan kegiatan sang Camat selalu menandai akun Facebook sang Isteri.

Insri Bawani meninggalkan seorang suami dan 3 orang putra dan putri. Rumah duka di Baleharjo Pacitan. Selamat Jalan Bu Camat, semoga amal ibadahmu dicatat sebagai jalan menuju surga Alloh yang abadi, amiin… (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

PACITANPortalnews MADIUN RAYA

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadispora) Kota Surabaya, Afghani Wardhana menutup Turnamen Bola Volley Pucang Mulyo u 18 di Kelurahan Pucangsewu Kecamatan Pacitan, Sabtu (14/12/2019).

Menurut Afghani yang juga putra asli Pacitan itu, selama ini Bola Volley merupakan olah raga yang familier di Kabupaten Pacitan. “Pemuda dan pemudi di Pacitan, baik di kota maupun di desa sangat akrab dengan olah raga ini, beberapa tempat di Pacitan sering mengadakan turnamen, seperti di Pucangsewu ini, ini adalah kegiatan positif yang harus menjadi budaya olah raga di Pacitan,” Ujarnya.

Bahkan, lanjut Afghani, Bola Volley mampu mengharumkan nama Pacitan di Pekan Olah Raga Pelajar (Porprop) Jatim 2019 yang lalu. “Pacitan mampu meraih medali emas di ajang tersebut, yaitu meraih Juara 1 dan meraih emas untuk Putra, kita berharap kedepan, Bola Volley mampu mengharumkan nama Pacitan lagi dipentas yang lebih tinggi,” lanjut Putra ketujuh KH Ali Murtadlo.

Beberapa pemain lokal, kata Afghani, sering menjadi pemain yang di bon untuk turnamen di luar Pacitan. “Ini merupakan preseden yang baik bagi anak muda di Pacitan, selain seni, olah raga mampu menjadi magnet positif dalam membentuk karakter bagi pemuda di Pacitan, Pemerintah Kabupaten harus mengakomodir perkembangan Bola Volley di Pacitan,” Pungkas Afghani Wardhana. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

PacitanPortalnews Madiunraya

Afghani Wardhana bersama dengan sang isteri mengunjungi Pasar Minulyo pada hari Ahad (03/11/2019).

Di Pasar yang dibangun era Presiden SBY itu, Afghani Wardhana yang saat ini menjabat Kadispora Surabaya itu menyapa langsung Pedagang dan pembeli yang sedang bertransaksi.

Menurut Afghani, kegiatan yang dilakukan tersebut merupakan silaturahmi. “Sebagai putra Pacitan asli, kita harus bersilaturahmi dengan segenap elemen masyarakat, karena silaturahmi itu memperpanjang usia dan memperbanyak rezeki, itu adalah barokah bagi kita yang gemar bersilaturahmi, ” Terang Afghani Wardhana.

Kita juga bisa melihat dan mendengar harga-harga pokok di Pacitan, sambung Afghani. “Kestabilan harga pangan dan kebutuhan pokok sangat penting bagi masyarakat, ” Kata Afghani.

Kedepan, lanjut Afghani, pasar tradisional harus bisa menjadi sentra penggerak perekonomian di Pacitan. “Pasar Tradisional harus memiliki peran dalam menggerakkan perekonomian di Pacitan, untuk itu kestabilan harga dan ketersediaan komoditas harus menjadi kewajiban kita bersama. ” Pungkas Afghani Wardhana. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya


Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Terpilih menjadi Wakil Rakyat di DPRD Pacitan dari Partai Kebangkitan Bangsa, Wahyu Pujiono akan fokus mengawal pembangunan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Pacitan.

Ditemui oleh Portalnews Madiun Raya, Wahyu Pujiono menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memilihnya. “Ini adalah amanah yang harus kita pegang dengan bekerja secara maksimal untuk membangun masyarakat di Dapil 4 (Arjosari dan Tegalombo) dan Kabupaten Pacitan secara umum,” ucap Mantan Kepala Desa Gemaharjo tersebut.

Wahyu menjelaskan bahwa arah pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat adalah pembangunan SDM. “Kita juga harus melakukan hal itu. Sebagai anggota DPRD, saya akan mengawal kebijakan Pemerintah Kabupaten Pacitan untuk membuat program Pro Rakyat untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia atau SDM, namun pembangunan Infrastruktur harus tetap kita lakukan sebagai kebutuhan dasar masyarakat di daerah,” urai Wahyu Pujiono, Sabtu (07/09).

Wahyu Pujiono melanjutkan bahwa pembangunan infrastruktur dan SDM minimal seimbang. “Tetapi kita tetap melihat kondisi riil di lapangan, apa sebenarnya kebutuhan masyarakat setempat, itu yang akan kita perjuangkan,” lanjut Wahyu Pujiono.

Yang terpenting, kata Wahyu, sinergitas antara Eksekutif dan Legislatif harus tetap terjalin. “Fungsi legislasi dan eksekutif harus sinergis untuk membuat program bersama yang mengutamakan kepentingan masyarakat,” kata Wahyu.

Pacitan, menurut Wahyu, memiliki potensi luar biasa dibidang wisata. “Kita harus bangga menjadi warga Pacitan, karena potensi yang dimiliki dibidang pariwisata sangat luar biasa, ini yang harus kita kembangkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah yang ujungnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” Pungkas Wahyu. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Pacitan – Portalnews Madiunraya

Afghani Wardhana, putra ketujuh KH Ali Murtadlo, mengunjungi sahabat karibnya Gus Fuad yang juga Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Tremas di Arjosari Pacitan, Sabtu Malam (07/09).

Menurut Afghani Wardhana yang saat ini adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Surabaya, kunjungannya itu adalah silaturahmi dengan sahabat karib. “Beliau (Gus Fuad) adalah teman sama-sama di Pondok dan menjadi saudara, ” ucap Afgani kepada Portalnews Madiunraya.

Afgani juga menjelaskan bahwa persahabatan mereka sudah berlangsung sejak kecil. “Bapak saya (KH Ali Murtadlo) dan KH Habib Dimyati (Bapaknya Gus Fuad) adalah sohib atau teman akrab, dan silaturahim ini tetap kita lanjutkan hingga saat ini, ” Jelas Afghani.

Menurut Afghani silaturahim dengan Gus Fuad terus dilakukan. “Kalau ada kesempatan, saat saya pulang ke Pacitan, saya berkunjung ke Ponpes Tremas dan begitu sebaliknya, saat Gus Fuad ke Surabaya, kita sering ketemu. Kita sering bertukar pikiran, apalagi beliau adalah salah satu ulama dan pimpinan Ponpes tertua di Pacitan. ” Pungkas Afghani. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan.

Redaktur : Agin Wijaya.

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Meraih penghargaan sebagai Kota Layak Pemuda tahun 2018 kategori utama membuat kota yang juga memiliki julukan sebagai Kota Pahlawan itu nyaman dan tepat dihuni para pemuda.

Selain itu, membuat beberapa daerah belajar ke Kota Surabaya untuk studi supaya daerahnya juga bisa mendapatkan layak pemuda. Tidak kurang 3 kabupaten atau kota yang studi ke Dispora Kota Surabaya setiap bulan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya, Afghani Wardhana S, SE, MM.

Pria asli Kabupaten Pacitan itu menyebutkan bahwa banyak daerah baik kota maupun kabupaten yang belajar ke Kota Surabaya terkait statusnya sebagai Kota Layak Pemuda tahun 2018 kategori utama. “Salah satunya dari Kabupaten Pacitan mas, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Kabupaten Pacitan bidang kepemudaan dan olahraga bersama dengan KNPI Pacitan beberapa waktu yang lalu kesini, mereka studi agar Pacitan juga mendapatkan anugerah Kabupaten Layak Pemuda,” ujar Ketua OSIS SMPN 1 Pacitan tahun 1980 dan Ketua OSIS SMAN 1 (271) Pacitan tahun 1984 itu.

Kabid Kepemudaan dan Olah Raga Disparpora Pacitan, Hartadi dan kawan-kawan belajar tentang bahan Perda Kepemudaan serta strategi agar Pacitan juga mendapatkan anugerah Kabupaten Layak Pemuda, sambung Afghani.

Afghani juga menyebutkan bahwa ada lima indikasi kabupaten/ kota tersebut bisa dikatakan layak pemuda, “Indikasi tersebut meliputi regulasi yang menangani kepemudaan, alokasi anggaran untuk menunjang program kepemudaan, partisipasi anak muda dalam aparatur sipil di daerahnya, penyediaan sarana dan prasarana bagi pemuda, dan yang terakhir pendekatan partisipasi pemuda indeks pemudanya dan yang tidak kalah penting adalah dinas OPD terkait punya Program kegiatan yang punya keberpihakan kepada pemuda,” ujar Putra ke tujuh KH Ali Murtadlo itu.

Afghani meyakini bahwa dengan bekerja bersama dengan berbagai pihak, Pacitan bisa meraih anugerah Kabupaten Layak Pemuda dimasa yang akan datang. (Yah/gin).

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Sebagai putra Pacitan, Afghani Wardhana yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kota Surabaya tidak lupa dengan daerah dia dibesarkan itu.

Afghani juga tidak lupa dengan Seni Tari Kethek Ogleng yang merupakan kesenian asli Desa Tokawi Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan.

Saat kegiatan Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival atau Festival Seni Rakyat Lintas Budaya International yang digelar di Surabaya dan diikuti 94 peserta dari belahan Nusantara serta 13 negara beberapa waktu yang lalu, Afghani ikut andil dalam menampilkan Seni Kethek Ogleng di Festival Internasional itu. Menurut Afghani, awalnya dia meminta ijin kepada Bupati Pacitan untuk menampilkan Kethek Ogleng di acara yang diikuti 13 negara itu. “Setelah Pak Indartato membolehkan maka saya mengusulkan kepada ibu Walikota Surabaya, ternyata Ibu Walikota sangat merespon, Beliau bilang yo Pak Afgan meluo … ( ya silakan ikut ) akhirnya saya koordinasi OPD terkait di Pacitan, Dinas Pendidikan, Disparpora, dan akhirnya sanggarnya Pak Kisno Pakis Baru Kecamatan Nawangan, yang tampil didampingi Pak Agus dan Pak bakti dari STKIP Pacitan,” cerita Afghani.

Melalui acara seperti ini, kita harus melestarikan seni dan budaya Pacitan yang adi luhung , jangan sampai di klaim milik daerah orang lain, sambung Afghani.

“Setelah melihat penampilan Kethek Ogleng dari Pacitan, masyarakat Surabaya dan Ibu Walikota sangat terkesan dan mengapresiasi nya, bahkan banyak bule yang meminta selfie dengan penari Kethek Ogleng,” lanjut Afghani.

Kedepan, Kethek Ogleng harus eksis dan tampil di festival budaya yang ada baik regional, nasional maupun internasional, Pungkasnya.

Sementara, Sukisno saat diwawancarai mengatakan senang dengan kegiatan itu. “Terima kasih Ibu Risma dan Pak Afghani dan juga Pemkab Pacitan yang telah memberikan kesempatan Kethek Ogleng tampil di kegiatan itu, kita berharap Seni Kethek Ogleng Pacitan karya Sutiman dari Desa Tokawi bisa mendunia,” ucapnya kepada Portalnews Madiun Raya. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.