Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Sebutan Mbois untuk Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Yudi Sumbogo dan Isyah Ansori akhir-akhir ini menjadi trending di Kabupaten Pacitan.

Menurut salah satu Tim Suksesnya, Suyatno, pihaknya sengaja membuat kata Mbois untuk menyebut jagonya dalam Pilbup Pacitan 2020. “Kata Mbois mudah diingat, selain singkatan dari Yudi Sumbogo dan Isyah Ansori, artinya itu keren, wih jan Mbois tenan, artinya keren sekali,” Ungkap Suyatno, Senin Malam (14/09/2020).

Lebih lanjut Suyatno menyampaikan bahwa ada singkatan yang lebih panjang dari hal tersebut. “Mbois memiliki kepanjangan Mari Bekerja Optimal Insya Allah Sukses, itu arti yang sebenarnya. Jadi apapun yang kita kerjakan, asalkan optimal akan menuai kesuksesan,” Terang Suyatno.

Termasuk membangun Pacitan, Suyatno menegaskan bahwa pasangan Yudi Sumbogo dan Isyah Ansori merupakan pasangan yang tepat dan bisa optimal dalam membangun daerah tercinta. “Mereka adalah sosok pekerja keras, nasionalis dan religius, memiliki akses ke Pemerintah Pusat dan jaringan luas ke berbagai kalangan baik lembaga BUMN maupun swasta, didukung oleh koalisi rakyat dan direstui oleh Alim Ulama dan para Kyai, jika dioptimalkan maka tidak mustahil, Pacitan akan menjadi daerah yang maju, apalagi semua potensi ada di Pacitan,” Urai Suyatno.

Untuk itu, Suyatno meminta kepada seluruh masyarakat Pacitan untuk melihat secara obyektif terhadap Calon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pilbup 2020. “Mbois adalah koalisi rakyat yang menjadi pilihan tepat untuk memajukan Pacitan tercinta, berbagai program akan kita siapkan untuk mengoptimalkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Pacitan.” Pungkas Suyatno. (Yah)

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Hafidudin, warga Desa Ngromo Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan dinyatakan  sembuh dari Covid 19. Dan hari ini, Ahad (14/06), Hafid pulang kekediamannya setelah selama satu setengah bulan dikarantina di Wisma Atlit Pacitan.

Sukarwan, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Nawangan, menyatakan bahwa kesembuhan warganya itu dilalui dengan ketabahan dan kesabaran yang luar biasa. “Alhamdulillah, akhirnya hari ini, warga kami atas nama Hafidudin yang beralamatkan di  RT 02 RW 06 Dusun Bulu Desa Ngromo dinyatakan sembuh dari Covid 19 dan bisa pulang kerumahnya, yang bersangkutan dikarantina kurang lebih 1,5 bulan di Wisma Atlit Pacitan,” Ucap Sukarwan.

Sukarwan berharap kesembuhan yang bersangkutan bisa menambah semangat penderita Covid 19 yang lainnya. “Semoga Hafid selalu sehat dan bisa beraktifitas seperti biasa. Kami atas nama Gugus Tugas Covid-19 berharap agar yang bersangkutan tetap menjalankan aturan  protokoler kesehatan, taat patuh disiplin untuk memakai masker, jaga jarak dan selalu menjaga kesehatannya,” Pesan Sukarwan.

Sukarwan juga mengatakan bahwa Covid 19 bisa disembuhkan. “Namun kita tidak boleh lengah dan harus tetap waspada, jalani new normal dengan kebiasaan baru dengan menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin.” Pungkas Sukarwan.

Hafidudin yang merupakan santri Temboro Magetan itu mengungkapkan kegembiraannya atas kesembuhan dirinya itu. “Alhamdulillah semoga kita semua dikaruniai kesehatan dan kita terhindar dari Covid 19 ini.” Ungkapnya. (yah/gin)

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Masih dalam suasana lebaran di tengah pandemi Covid-19, pemerintah kembali harus menyampaikan kenyataan pahit penambahan kasus positif baru. Ia adalah santri Temboro dari Desa Ploso, Punung, Pacitan.

“Kita tetap prihatin ternyata masih ada kasus positif baru, sehingga menjadi 11,” kata Indartato, Bupati Sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pacitan, malam ini (30/05) saat konferensi bersama awak media di Pendopo Kabupaten.

Bupati tak henti-henti menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk disiplin menggunakan masker saat keluar rumah, jaga jarak dalam berinteraksi dan rajin cuci tangan dengan sabun. Karena hal ini dapat memutus rantai penularan covid-19.

Sementara uji Swab yang dilakukan kepada pasien berkode 14 yang baru diumumkan tersebut tergolong baru dilaksanakan pada (27/05) kemarin. Sama seperti positif confirm sebelumnya pasien baru ini sebelumnya berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).

Bila memungkinkan malam ini paling cepat pasien baru tersebut akan dipindahkan ke ruang isolasi yang disiapkan pemerintah yakni di Wisma Atlet. “Sementara sekarang yang bersangkutan masih karantina mandiri di rumahnya,” ujar Jubir Covid-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto dikesempatan yang sama.

Lantas bagaimana dengan persiapan program besar New Normal di Kabupaten Pacitan, mengingat penambahan terus terjadi hingga saat ini. Hal tersebut menjadi pertanyaan bersama yang mesti secepatnya dijawab.

Meski di lain sisi masyarakat harus mengacungkan jempol lantaran replikasi positif Covid-19 di Pacitan juga cenderung rendah. “Kita lama stay di angka 13, kemudian baru tambah 1 pasien,” terang Jubir.

Anggap saja rendahnya penularan tersebut adalah rangsangan untuk semua warga Pacitan untuk semakin disiplin melaksanakan semua himbauan protokol kesehatan yang diberlakukan. Hingga nol penularan dan semua pasien terkonfirmasi positif dapat kembali sehat dan berkumpul bersama keluarga mereka masing-masing. (Red).

Source : FB – Pemkab Pacitan

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Satu Orang Tanpa Gejala (OTG) dinyatakan positif Covid-19. Penambahan ini kembali disampaikan Bupati sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pacitan Indartato, malam ini di Pendopo Kabupaten (07/05).

Menurut kronologi, cluster Temboro berstatus anak-anak berusia 13 tahun ini berjenis kelamin laki-laki dan menjalani karantina di Wisma Atlet. Sebelumnya sepulang dari Temboro, Magetan tersebut melakoni karantina mandiri di Rumah Istirahat Mandiri (RIM) di tempat asalnya, Kecamatan Ngadirojo.

Setelah hasil Rapid tes menunjukkan positif, santri tersebut dipindahkan ke Wisma Atlet Pacitan bersama 10 orang lain. “Saat ini dalam kondisi sehat, dan akan dipindahkan ke RSUD dr. Darsono Pacitan,” kata Jubir Satgas Covid-19 Rachmad Dwiyanto di kesempatan yang sama saat melayani pertanyaan awak media.

Meskipun dibawah umur, Jubir tegaskan tidak ada perlakuan dan terapi khusus, perlakuan sama dengan pasien dewasa. Beruntung pasien nomor 7 tersebut hingga detik ini dalam keadaan sehat. “Namun jika orang tua dan sakit maka perlu penanganan tersendiri,” ungkap Dia.

Keberuntungan selanjutnya seluruh keluarga pasien hingga saat ini dinyatakan negatif Rapid tes, artinya kondisi ini tidak menambah panjang kasus baru. Sehingga keluarga cukup melaksanakan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Semua cluster menjadi perhatian Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pacitan, terutama cluster PLTU yang kebetulan tinggal di Kecamatan Sudimoro Pacitan. Jika cluster PLTU positif Swab maka cluster ini juga menjadi tanggung jawab tim Satgas Pacitan.  (Yah/Gin).

Sumber : Pemkab Pacitan

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Data hasil rapid test karyawan salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Pacitan sempat menyebar di media sosial. Tak ayal masyarakat pun dibuat was-was. Bahkan ada yang mengartikan jika para petugas medis tersebut positif Covid-19.

Menanggapi hal itu, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pacitan, Rahmad Dwiyanto mengaku prihatin. Apalagi dampak yang terjadi akibat tersebarnya kabar itu sangat terasa.

Berdasarkan laporan yang dia terima, lanjut Rahmad, ada pasien yang pulang paksa karena takut tertular Corona saat berobat dirumah sakit tersebut. Di sisi lain ada dugaan pengucilan dari warga terhadap tenaga medis yang bekerja di runah sakit tersebut.

“Nah yang terjadi ini adalah kabar yang keliru diterima oleh masyarakat. Seakan-akan di (rumah sakit) Medical Mandiri semua terpapar Covid-19. Padahal bukan itu intinya,” kata Rahmad, Senin (4/5).

Kepala Diskominfo Kabupaten Pacitan itu kembali menegaskan jika hasil rapid test reaktif belum tentu menunjukkan seseorang positif Corona. Untuk memastikannya masih harus dilakukan swab test. Tes terakhir ini akan menunjukkan status kesehatan seseorang.

Rahmad juga mengakui jika rumah sakit Medical Mandiri merupakan mitra pemerintah daerah. Fasilitas kesehatan swasta itu sudah berjuang bagi kesehatan masyarakat dalam bentuk pelayanan pasien. Pemkab pun mendukung penuh aktivitas rumah sakit tersebut sebagai salah satu aset layanan kesehatan.

“Gugus tugas menyampaikan statemen kepada masyarakat bahwa rumah sakit Medical Mandiri sampai dengan saat ini masih bebas dari Covid-19. Sehingga masyarakat aman untuk berobat ke sana,” tandasnya.

Di sisi lain para tenaga medis yang menjalankan tugas juga dinyatakan bebas dari Covid-19. Oleh karenanya masyarakat tidak perlu takut tertular. Yang terpenting masyarakat disiplin bermasker saat keluar rumah sekaligus jaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain.

Berkenaan kejadian tersebut, atas nama gugus tugas Rahmad menyampaikan permohonan maaf. (Red)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Struktur tanah yang labil dan hujan yang terus menerus terjadi membuat jalan raya yang menghubungkan Pacitan – Ponorogo amblas.

Menurut Agus, warga Dusun Dondong Desa Gemaharjo Kecamatan Tegalombo, Pacitan, longsornya badan jalan tersebut terjadi Kamis, (20/02/2020) dini hari. “Kurang lebih terjadi pada pukul 03.00 mas, hujan dari malam dan ini masih gerimis, apalagi tanahnya labil, ” Ucap Agus.

Memang jalan disini, kata Agus, tanahnya labil. “Tanahnya amblas terus mas, kemarin diurug namun ini sudah amblas lagi, bahkan retakan terjadi disekitar jalan ini, kalau dipindah tidak mungkin mas, karena ini satu-satunya jalan, sebelah nya gunung, ” Pungkasnya.

Pantauan dari Madiunraya.com, saat ini arus lalu lintas masih lancar dengan sistem buka tutup. Aparat Kepolisian dan TNI sudah berjaga dibantu masyarakat dalam mengatur lalu lintas. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Editor : Agin Wijaya

PacitanPortalnews Madiun Raya

Menanggapi kabar yang beredar bahwa Bakal Calon Bupati Pacitan, Sudjatno mundur dari kontestasi Pilbup Pacitan, Ketua Tim Pemenangan Pak D’jatno membantah keras.

Saat ditemui Portalnews Madiun Raya di poskonya, Sabtu (18/01/2020), Slamet Riyono, Ketua Tim Pemenangan Pak D’jatno menyatakan bahwa calon yang diusungnya tetap maju dalam kontestasi Pilbup Pacitan 2020. “Itu tidak benar mas, Pak D’jatno tetap berjuang, konvensi Partai Demokrat kan belum dimulai, jadi tidak ada istilah untuk mundur, kami tetap maju,” Tegas Riyono, panggilan akrabnya.

Menanggapi berita yang berkembang, Riyono menjelaskan bahwa kubunya akhir-akhir ini banyak mendapatkan intimidasi. “Jadi kabar tersebut adalah hoaks, yang dihembuskan oleh orang-orang yang berusaha menggembosi perjuangan kami, bahkan kurang lebih 45 Baliho Pak D’Jatno dirusak oleh orang yang tidak dikenal, dan ini merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab serta mencederai demokrasi,” Jelas Riyono.

Baliho Pak D’Jatno yang dirusak oleh orang tidak dikenal

Sementara saat dikonfirmasi melalui WA, Sudjatno juga menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tetap maju dalam kontestasi di Pilbup Pacitan. “Ada yang usil mau melemahkan perjuangan kita, kita tetap semangat dan berjuang demi kemaslahatan, Allah SWT bersama kita, Aamiin,” Ucap Sudjatno.

Sementara menurut Mughni, warga Kalipucung, Punung yang merupakan salah satu relawan Pak D’jatno, dirinya merasa kecewa setelah secara sepihak dikeluarkan dari grup Tim Relawan. “Tidak ada angin dan tidak ada hujan, tim di grup WA di bubarkan, terus terang saya dan kawan-kawan kecewa dengan hal itu, dan menganggap bahwa Pak D’jatno tidak serius lagi dalam menghadapi Pilbup Pacitan 2020, seharusnya semakin mendekati Pilbup semakin banyak relawan yang direkrut, tapi ini malah relawan yang ada dibubarkan, ada apa ini ?,” ucap Mughni dengan heran.

Jadi dengan kejadian ini, kata Mughni, saya berasumsi bahwa Pak D’Jatno mundur dari pertarungan atau kontestasi Pilbup Pacitan. “Dan secara terbuka saya mengalihkan dukungan kepada salah satu Bakal Calon Bupati yang juga dari Partai Demokrat, karena partai ini adalah besutan Pak SBY, dan beliau adalah putra Pacitan, jadi jangan sampai Partai Demokrat kalah di bumi kandung SBY.” Pungkas Mughni. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Permohonan Maaf :

Atas nama Pewarta dan Redaktur Portalnews Madiunraya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Bakal Calon Bupati Sudjatno dan Tim Suksesnya atas pemberitaan sebelumnya yang kurang mendapatkan porsi secara berimbang.

Terima Kasih

PacitanPortalnews MADIUN RAYA

Tensi politik di bumi 1001 gua terus menghangat. Itu terjadi setelah beberapa tokoh berebut rekom dari Partai Demokrat, partai yang selama 1 dekade ini menjadi pemenang di Pacitan.

Para tokoh tersebut sudah memasang atribut baik berupa baliho maupun iklan di media massa dan media sosial. Turun langsung dan bersosialisasi serta memberikan bantuan terus dilakukan sebagai upaya merebut tahta sebagai Adipati di Bumi Wengker kidul.

Berikut beberapa tokoh yang menurut redaksi Portalnews MADIUN RAYA cukup intensif melakukan aktivitas politik menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan, 23 September 2020 mendatang.

Lalu siapakah pilihanmu lurrr ??

Terima kasih sudah melakukan Polling di Portalnews MADIUN RAYA, setidaknya kita bisa tahu siapa calon sementara pemimpin yang akan menjadi Suksesor Bupati Pacitan 2 Periode, Indartato.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.