Madiun Raya

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Mewakili unsur pimpinan DPRD Ponorogo, Anik Suharto menghadiri malam pisah sambut Komandan Distrik Militer (Dandim) 0802/Ponorogo di Rumah Dinas Bupati Ponorogo atau Pringgitan pada Sabtu (10/02/2018).

Bersama dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ponorogo, Anik Suharto melepas Letkol (Inf) Slamet Sarjianto SE yang merupakan Dandim 0802/Ponorogo yang lama dan menyambut kedatangan Letkol (Inf) Made Sandi Agusto sebagai Komandan Kodim 0802/Ponorogo yang baru.

Dalam keterangannya,Anik Suharto mengucapkan selamat bertugas ditempat yang baru kepada Letkol Slamet Sarjianto. “Atas nama pimpinan dan anggota DPRD Ponorogo, saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini, semoga sukses ditempat yang baru, ” ujar Politisi Partai Gerindra tersebut.

Anik menambahkan bahwa atas kerja sama yang baik selama ini, Kabupaten Ponorogo dapat kondusif dalam melakukan proses pembangunan. “Saya juga mengucapkan selamat datang kepada Letkol (Inf) Made Sandi Agusto, sebagai Dandim Ponorogo yang baru, semoga koordinasi yang telah terjalin dengan baik dapat terus terjaga sehingga Ponorogo tetap kondusif menuju daerah yang dicita-citakan, ” ucap Anik Suharto.

Sebelumnya telah dilaksanakan serah terima estafet kepemimpinan di Kodim 0802/Ponorogo. (adv/yah/gin).

Ponorogo – www.madiunraya.com

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Dapil VII Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono memiliki kepedulian terhadap pekembangan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Hal tersebut terlihat dari kunjungan Tim EBY atau yang lebih dikenal dengan Griya Aspirasi EBY Kabupaten Ponorogo ke Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Ponorogo, untuk melihat secara langsung proses pembuatan batik ciprat di desa tersebut, Rabu (07/02).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Pers tahun 2018, selain mengunjungi UKM khas Ponorogo batik ciprat Karangpatihan tersebut, Tim EBY Ponorogo juga mengajak jurnalis yang ada di Kabupaten Ponorogo untuk berwisata di Gunung Beruk di desa setempat.


Menurut Koordinator Kabupaten (Korkab) EBY Ponorogo, Masrul Hidayat, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Mas Ibas kepada masyarakat di Ponorogo. “Apalagi UKM Batik Ciprat Karangpatihan ini merupakan binaa PIA (Persaudaraan Isteri Anggota) Fraksi Partai Demokrat DPR RI”,ujar Masrul.

Harapan kami, batik Ciprat Khas Karangpatihan ini dapat berkembang dengan baik dan memberdayakan masyarakat di Desa Karangpatihan, apalagi yang membuat batik ciprat ini adalah tuna grahita yang beberapa waktu lalu terpinggirkan, sambung Masrul.

“Untuk itu, kita meminta peran jurnalis, bertepatan di hari Pers Nasional ini, untuk selalu membantu memberitakan atau mempromosikan wisata, produk UKM dan potensi yang ada di Kabupaten Ponorogo”,lanjut Masrul.

Mas Ibas juga berpesan, Pers harus mengkabarkan berita yang berimbang sehingga informasi yang tersajikan benar benar akurat, pungkas Masrul Hidayat. (GiN)


Ponorogo – www.madiunraya.com
Memperingati Hari Pers tahun 2018, anggota DPR RI Komisi X dari dapil 7 Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono melalui Griya Aspirasi EBY Kabupaten Ponorogo menggelar kegiatan “Wisata bersama insan Pers Bumi Reyog Ponorogo”.

Kegiatan yang berlangsung di Gunung Beruk Desa Karangpatihan Kecamatan Balong tersebut diikuti jurnalis lokal, nasional baik cetak, online dan elektronik.

Kegiatan wisata bersama insan pers tersebut dikemas dalam cangkrukan santai dengan tema “Peran pers dalam membangun wisata” serta melihat dari dekat UKM khas Desa Karangpatihan yaitu Batik Ciprat yang merupakan binaan dari PIA (Persaudaraan Istri Anggota) Fraksi Partai Demokrat DPR RI.

Dalam sambutannya, Koordinator Kabupaten (Korkab) EBY Ponorogo, Masrul Hariyanto, menyampaikan bahwa Pariwisata merupakan fokus dari EBY untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. “Terlebih komisi X juga membidangi bidang pariwisata”, tegas Masrul, Rabu (07/02).

Mas Ibas juga mengucapkan selamat hari Pers tahun 2018, sebagai pilar demokrasi, Pers diharapkan selalu menyajikan berita yang berimbang, lanjut Masrul.

“Peran pers juga sangat penting dalam membantu promosi pariwisata, baik itu tempat wisata, wisata budaya maupun wisata religi, kami berharap rekan rekan pers juga membantu promosi wisata yang ada di Ponorogo”,pungkas Masrul.

Sementara Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi, yang juga Ketua Asosiasi Desa Wisata menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim EBY atas perhatiannya hingga Desa Karangpatihan memiliki unggulan yaitu wisata Gunung Beruk dan UKM Batik Ciprat. “Semoga kesinergitasan antara wakil rakyat dengan pers dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Karangpatihan khususnya dan Ponorogo pada umumnya”,pungkas Eko Mulyadi.

Ketua PWI Ponorogo, Hadi Sanyoto juga mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Tim EBY Ponorogo tersebut. “Insan pers Ponorogo siap bersinergi dengan siapapun untuk memajukan Ponorogo, termasuk memberitakan wisata yang ada di Ponorogo”,ujar Ade Duta, panggilan akrabnya.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan pemotongan tumpeng, makan bersama dan foto bareng serta penyerahan kenang kenangan dari Tim EBY Ponorogo kepada Ketua Asidewi sekaligus Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi. (GiN).

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Masyarakat Dusun Winong Desa Sumurup Kecamatan Bendungan, memiliki cara tersendiri dalam meluapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Ungkapan rasa syukur tersebut diwujudkan melalui upacara adat Desa yang diadakan setiap Jum’at Legi Tracapan sekali dalam setahun.

Jum’at (26/1/2018), masyarakat Dusun Winong Desa Sumurup menggelar upacara adat di kawasan Taman Batu Selo Bale, yang disebut dengan Grebeg Selo Bale. Menurut penuturan warga, tradisi tersebut sudah dilakukan turun temurun sejak kurang lebih 60 tahun yang lalu.

Taman Batu Selo Bale digunakan untuk menggelar tradisi tersebut, dikarenakan Selo Bale memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tempat wisata. Grebeg Selo Bale merupakan tradisi masyarakat petani mengungkapkan syukur atas hasil pertanian dan dijauhkan dari hama yang mengganggu tanaman. Hal tersebut diwujudkan dengan membakar ogoh-ogoh (replika raksasa) yang terbuat dari jerami.

Wakil Bupati Trenggalek, H. Mochamad Nur Arifin yang hadir dalam upacara adat tersebut melihat bahwa masyarakat memiliki rasa syukur yang besar. Hal tersebut, menurut wabup, dapat dilihat dari keikhlasan setiap warga untuk menyajikan ayam lodho (makanan khas Trenggalek) dalam upacara adat Grebeg Selo Bale.

“Poin pentingnya adalah masyarakat mempunyai inisiasi untuk bagaimana membuat event di tingkat Desa-nya masing-masing dan ini sebenarnya upacara adat ucap syukur di lokasi yang namanya Selo Bale, dan saya rasa ini menjadi tempat wisata yang menarik,” ucap Wabup Arifin.

“Apalagi yang saya tunggu sebenarnya ini nanti ada simbolisasi membakar ini (ogoh-ogoh), sebagai bentuk bahwa biar sawah-sawah disini tidak ada hama, biar dijauhkan dari bala’ (musibah), nah itu kan menarik sekali sebenarnya kalau wisatawan disuguhi adat budaya yang seperti ini dan ini harus kita lestarikan,”pungkasnya. (Humas Setda/MR01)


Ponorogo – Portal Madiunraya
Satu lagi destinasi wisata alam di Ponorogo dibuka dan diresmikan. Wisata Tumpak Siman (WTS) yang terletak di Dusun Manggis Desa Selur Kecamatan Ngrayun melengkapi obyek wisata yang sudah ada diwilayah Kecamatan Ngrayun.
Sama seperti Air Terjun Sunggah dan Watu Semaur yang terletak di desa yang sama, WTS menyajikan eksotisme kesegaran alam pegunungan.
Pembukaan wahana tersebut tidak terlepas dari kerja apik Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ngrayun Tourism Creative (NTC) yang digawangi oleh Suprapto.
Menurut Suprapto, pembukaan wahana tersebut bertujuan memperkenalkan Ngrayun yang banyak menyimpan potensi wisata alam.
“Meskipun baru seadanya namun pembukaan tempat wisata ini kita laksanakan bertepatan dengan perayaan tahun baru 2018 dan dihadiri kurang lebih 2000 orang yang nantinya akan berpromosi dari mulut ke mulut”, ujar Suprapto, Senin (01/01).
Pihak Pokdarwis Kabupaten Ponorogo juga terus memberikan support kepada kami untuk menciptakan inovasi baru yang sesuai dengan konsep kekinian, sambung Suprapto.
“Harapan kami, Ngrayun dapat dikunjungi oleh turis lokal dan nasional yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Ngrayun”,pungkas Suprapto.
Pun dengan Camat Ngrayun, Hadi Restiono yang mendukung peningkatan perekonomiandi Ngrayun melalui wisata alam. “Kecamatan Ngrayun memiliki banyak potensi alam, bila dikelola dengan baik akan menumbuhkan perekonomian masyarakat”,ujar Camat yang baru 2 bulan memimpin Ngrayun tersebut.
Untuk itu, kita berharap akan adanya koordinasi antar pokdarwis desa di Ngrayun untuk bekerja sama seperti membuat paket kunjungan dengan beberapa lokasi wisata sekaligus, sambungnya.
“Selain itu, promosi melalui media sosial juga sangat efektif untuk menunjukkan bahwa tempat wisata kita benar benar indah dan perlu untuk dikunjungi”,pungkas Hadi.
Sementara menurut Addis, salah seorang pengunjung dari Trenggalek yang menyatakan bahwa pemandangan WTS sangat indah.”Sama seperti puncak di Bogor, namun masih alami, hanya jalan yang menjadi akses kesini harus diperbaiki”,ujarnya. (GiN)

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Menyambut tahun 2018, Perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo menyelenggarakan “Bumi Reyog Berdzikir” yang dipimpim oleh KH. Sholikan Al-Hafid bertempat di Aloon-alon Kab. Ponorogo, diikuti 25.000 peserta, Sabtu (30/12).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Ponorogo AKBP Suryo Sudarmadi, SIK.MH., Dandim 0802/Ponorogo Letkol Inf Slamet Sarjianto, SE., Bupati Ponorogo Drs.H. Ipong Muchlissoni, Sekda Ponorogo Drs. Agus Pramono,Ketua DPRD Ponorogo H. Ali Mufthi, S.Ag, Ketua IPSI Ponorogo Rahmad Taufik, S.Sos.M.Si., Ketua MUI Ponorogo Dr. KH. Ansor M. Rusdi, SAg., Ketua PSHT Ponorogo H. Priyono Budi Setiyawan, SH beserta Pengurus, Para Kyai dan alim ulama serta Ketua Ranting PSHT se-Kab Ponorogo bersama Warga PSHT Cabang Ponorogo.

KH. Hasyim As’ari, SAg sebagai ketua panitia kegiatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu terlaksananya acara Bumi Reyog Berdzikir bersama PSHT Cabang Ponorogo ini.
“Kegiatan Bumi Reyog Dzikir bersama warga PSHT Cabang Ponorogo mengambil tema “Memayu Hayuning Bawono di bumi Ponorogo”, ucapnya.
Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk mempererat dan menjalin tali silaturahmi sesama warga PSHT Cabang Ponorogo dan berdoa bersama untuk kemajuan Ponorogo serta memohon agar kita semua selalu dilindungi  dan dijauhkan dari segala macam bentuk bencana, menjadi kota yang aman, nyaman dan  makmur, pungkasnya.(GiN)

PONOROGO, Madiunraya.com –  Sebagai salah satu bentuk kerjasama positif, Polres Ponorogo mengajak wartawan yang bertugas di Kabupaten Ponorogo untuk bisa  menggunakan senjata api.

Latihan menembak bagi wartawan tersebut diadakan di Lapangan Tembak Polsek Balong, Jum’at (24/11).

Menurut Kapolres Ponorogo, AKBP Suryo Sudarmadi, kegiatan tersebut sesuai dengan arahan dari Kapolda Jawa Timur.

“Kapolda mengarahkan kepada kita untuk merangkul netizen, wartawan, ormas untuk melakukan kegiatan yang positif, namun tidak melulu kegiatan resmi sehingga kita mengajak rekan-rekan media untuk belajar menembak diruang terbuka seperti saat ini,”ujar Kapolres Suryo.

Dia berharap, dengan kegiatan ini, media untuk mengetahui penggunaan senjata, sambung Kapolres.

“Melalui kesempatan ini saya juga menegaskan bahwa aparat kepolisian khusus nya Polres Ponorogo untuk tidak ragu ragu dalam mengamankan masyarakat, jika dirasa membahayakan bagi keselamatan masyarakat anggota silahkan tembak ditempat bagi pelaku kejahatan tanpa menunggu ijin dulu,”ungkapnya.

Lebih lanjut, Suryo menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus waspada terhadap pelaku kejahatan.

“Sesuai dengan realitas, angka kejahatan akan naik saat Romadhon, Idul Fitri dan tahun baru, karena tingkat kebutuhan akan meningkat, selain niat dari pelaku, peluang yang diberikan oleh korban kejahatan menjadi pemicu terjadinya tindak pidana, jadi selalu waspada dan amankan barang milik kita,”pungkasnya. (GiN/RAPP002)

MADIUN, Madiunraya.com – Apa makna Setia Hati bagi para pendekar? Para Srikandi SH Winongo ini berkenan menceritakan apa makna setia hati bagi para pendekar.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 9 ribu pesilat Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) dari berbagai daerah memadati kota Madiun Minggu (8/10/2017).

Baca juga: Atraksi Pendekar Sepuh SH Winongo Saat Suran Agung 2017

Mereka ingin merayakan suran agung menuju padepokan sesepuh Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo.

Selain dari Madiun, datang juga pesilat lain dari luar daerah seperti Ponorogo, Wonogiri, Pacitan, Ngawi bahkan Surabaya dan Malang.

Baca juga: Jurus Mematikan SH Winongo Pencak Tunggal Saat Suran Agung 2017

Seperti apa kata Setia Hati menurt srikandi SH Winongo? Simak dalam video tersebut. Eksklusif di Madiunraya.com.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.