Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Untuk mempersiapkan tenaga-tenaga terlatih, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek, mengadakan kegiatan Pelatihan Manajemen Bencana Tingkat Dasar, di Bumi Perkemahan Coban Rambat, Kecamatan Bendungan, mulai tanggal 13 April 2018.

Kegiatan yang dibuka oleh Plt. Bupati Trenggalek, H. Mochamad Nur Arifin, serta dihadiri oleh Forpimcam Kecamatan Bendungan, Kepala Desa Dompyong, dan pimpinan BAZNAS Kabupaten Trenggalek.

Dalam kegiatan ini para peserta yang berjumlah 34 orang relawan (terdiri dari 31 putra dan 3 orang putri) akan dibimbing oleh pemateri yang diantaranya berasal dari, BTB (BAZNAS Tanggap Bencana) Provinsi Jawa Timur, dari BPBD, Tagana, PMI, dan Basarnas Kabupaten Trenggalek.

Plt. Bupati Nur Arifin, pada pembukaan pelatihan tersebut, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek.
Menurut Nur Arifin, para relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) ini nantinya juga direkrut sebagai, anggota Pasukan Oranye Qlue.

“Kita sekarang punya Qlue, kita juga punya tujuh pasukan dan kebencanaan itu masuk di Pasukan Oranye, nanti sekalian kita SK-kan. Tetapi saya juga minta begitu ada laporan kebencanaan, harus segera ditindak lanjuti,” pinta Plt. Bupati.

Nur Arifin juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta, yang sudah mau bersedekah partisipasi dalam kegiatan tersebut. “Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para relawan yang mau bersedekah partisipasi, bersedekah tenaga, niat untuk membantu saudara-saudara kita, jika nanti terjadi bencana. Semoga saja tidak ada bencana, tapi saya berterima kasih jika ada yang mau berpartisipasi seperti ini,” pungkasnya. (Ono/gin)

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Rapat kerja organisasi perangkat daerah dengan Pansus DPRD, dalam rangka melanjutkan LKPJ Bupati tahun 2017 (12/4) kemarin berjalan alot.
‌Sukarudin Ketua Pansus merasa kecewa karena serapan anggaran APBD tahun 2017 banyak yang tidak terserap, dan kurang dari 80 persen.
‌Padahal sebelumnya mereka minta tambahan anggaran, namun setelah berjalan, anggaran tersebut banyak yang tidak terserap, ini patut dipertanyakan, ungkap Sukarudin.

“Seperti di Dinas PUPR, ada beberapa kegiatan yang serapan anggaranya tidak mencapai 80 persen yaitu, anggaran operasional bencana alam , anggaran alat untuk mengukur mendeteksi jalan juga tidak terealisasi, karena harganya 1 Milyard, sedangkan anggarannya yang disediakan hanya 200 juta”, jelas Sukarudin.

Serapan anggaran ini tidak hanya di Dinas PUPR saja, tetapi juga di Dinas PKPLH, Dinas Kesehatan dan lain lain.
Jika Melihat laporan dari masing masing organisasi perangkat daerah ( OPD ) ini Sukarudin menilai, perencanaanya patut dipertanyakan, “Apalagi di Dinas PUPR, sudah jelas alat pendeteksi jalan harganya 1 Milyard, kenapa dianggarkan 200 juta ini aneh tapi nyata”, katanya dengan nada kecewa.

Sukaji anggota Pansus menilai ini, disebabkan optimisme dalam menetapkan pagu anggaran. “Ternyata setelah direncanakan hanya membutuhkan Anggaran sedikit, akhirnya terjadi selisih”,jelasnya.

Sedang kan masalah anggaran pendeteksi jalan dalam perencanaan awal pagu tidak berorientasi pada kebutuhan riil. Ini yang harus diperbaiki. kedepan kalau mengusulkan sesuatu harus sesuai dengan kebutuhan sebuah kegiatan, lanjut Sukaji.

“Sehingga dalam perencanaan kontrak nanti kalau terjadi selisih, terbatas hanya pada rinciannya”,lanjut Sukaji.

Sukaji pun menyampaikan, bila target kegiatan terpenuhi, dananya sisa, berarti kesalahan pada perencanan anggaran.

“Sebaliknya jika kegiatan tidak bisa dilaksanakan, ada dua hal yang melatar belakangi yaitu, perencanaan asal asalan, timing waktu yang tidak tepat ketika pelaksanaan di kontrakan, dan pelaksanaan teknis terlambat, yang berimbas juga pada keterlambatan kontrak”, urai Sukaji.

Karena itu saya peringatkan setiap kegiatan harus menghitung waktu dalam sebuah kegiatan, jangan semaunya,pungkas Sukaji. (Ono/gin)


Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Kunjungan Puti Guntur Soekarno, calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomer 2 di kabupaten Trenggalek beberapa waktu yang lalu, banyak menjadi perhatian dan perbincangan publik.

Subadianto Ketua DPD PKS Kabupaten Trenggalek memberikan apresiasi yang tinggi kepada H.Moch Nur Arifin, yang lebih memilih mendukung Gus Ipul – Puti pasangan nomer 2, dari pada Emil Dardak, yang nota bene adalah pasangannya yang menjadi Bupati Trenggalek.

Menanggapi hal ini , Subadianto Ketua DPD PKS yang ramah terhadap awak media menyampaikan bahwa pihaknya melihat beberapa waktu yang lalu, saat Mbak Puti datang ke Kabupaten Trenggalek Gus Ipin sampai cuti, demikian juga semua tim pengusung juga melakukan hal yang sama, pada saat kampanye dulu. Selalu mendampingi Mbak Puti di Stadion Kelutan dalam lomba senam Kabeh Sedulu Kabeh Makmur, ke Perusahaan Rokok, acara Rakercabsus PDIP, dan ke Desa Kayen, Kecamatan Karangan , untuk melihat kondisi anak anak yang kurang asupan gizi dan stunting, “ini membuktikan bahwa Gus Ipin dan semua partai pengusung bekerja sangat serius untuk memenangkan pasangan nomer 2 , Gus Ipul – Puti di kabupaten Trenggalek”,ujarnya.

Ditambahkan oleh Subadianto, jika sebelumnya mereka berdua berangkat bersama sama dan diusung oleh PDI-P, tentunya mereka juga harus all out, untuk memenangkan pasangan yang diusung dari PDI-P.

“Bila kita lihat, Gus Ipin secara etika politik langkah yang diambilnya sekarang ini sudah benar, sebagai petugas partai dan dibesarkan oleh PDIP Gus Ipin sudah menjalankan tugasnya dengan baik”,urainya.

‌Demikian juga PKS, sebagai partai pengusung pasangan nomer 2 Gus Ipul – Puti, jika sudah menyampaikan dukunganya, akan bekerja semaksimal mungkin dan memberi dukungan penuh , karena ini sebagai bentuk kewajiban,sambungnya.

Seandainya kita punya Gus Ipin kemudian nanti melakukan pemenangan terhadap PKS, kita akan senang sekali. Karena itu wajar saja jika masyarakat Trenggalek banyak yang simpatik dan mendukung Gus Ipin.

Jangan sebaliknya, ibaratnya seperti pepatah kacang lali karo lanjarane, (lupa dengan yang memberangkatkan) ini contoh yang kurang baik, lanjutnya.

Sebagai politikus muda yang dibesarkan dan diusung oleh PDI-P, Gus Ipin sudah memenuhi kewajibanya untuk memenangkan Pilgub Jatim, khusus nya di kabupaten Trenggalek.

Kedepannya, kata Subadianto yang murah senyum kepada wartawan ini, Gus Ipin punya prospek yang bagus, sedangkan Emil terserah penilaian masyarakat saja, tapi dalam sudut etika politik saya lebih respek dan mendukung Gus Ipin, pungkasnya.(Ono/gin )

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun raya
Supriadi 73 Th warga RT 11/ RW 04 Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, kabupaten Trenggalek, tetangga dekat Emil Dardak calon Wakil Gubernur Jawa Timur, yang berpasangan dengan Kofifah Endar Parawansa, lebih mantap memilih Mbak Puti, daripada memilih tetangganya sendiri.

Menurut Supriyadi (2/4) tetangga Emil yang berada disebelah barat rumahnya, setelah mendengar dan ada kabar jika cucu mendiang Bung Karno berada di Rumah mantan Bupati Mulyadi, yang berada di sebelah timur rumah Emil, Supriyadi yang sudah uzur ini langsung mendatangi rumah Mulyadi yang jaraknya sekitar 14 M dari kediamannya.

Setelah sampai di rumah mantan bupati, pengagum berat Bung Karno ini langsung menemui cucu sang proklamator Puti Guntur Soekarnoputra, untuk memberikan dukungan atas pencalonan Mbak Puti, sebagai Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, yang berpasangan dengan Gus Ipul, pasangan nomer 2.

Ditambahkan, sebagai pengagum berat Bung Karno sejak masih muda dulu sampai sekarang, Supriyadi selalu memasang foto foto Bung Karno sang Proklamator di kediamanya.

Setelah puas berbincang bincang dengan cucu Bung Karno, Supriyadi yang masih energik ini langsung meminta foto bersama dengan calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomer 2 Puti Guntur Soekarno Putra, sambil tertawa lepas mengacung kan salam dua jari.

Lebih lanjut Supriyadi yang didampingi oleh istrinya, dengan mata yang berbinar-binar menceritakan dirinya pada saat masih muda dulu, yang juga anak seorang bupati.

Kekagumanya pada Bung Karno sampai saat ini tidak pernah luntur dan tetap sebagai pengagum berat sang proklamator bangsa,” ungkapnya.

Namun entah karena apa atau kebetulan, tetangga Emil Dardak yang berada di sebelah timur kediamannya, yang juga mantan bupati Trenggalek, lebih mantap memilih Puti Guntur Soekarno Putra pasangan nomer urut 2.

Jadi ironis memang, tetangga Emil yang berada di sebelah timur dan di sebelah barat rumahnya lebih mantap, memilih dan mendukung cucu sang proklamator bangsa, Puti Guntur Soekarno Putro. Dari pada memilih Emil yang tetangganya sendiri, yang nota bene sebagai calon wakil Gubernur Jawa Timur yang mendampingi Kofifah Endar Parawansa.

Sementara itu Puti Guntur Soekarnoputra mengatakan,” kedatanganya ke sini untuk bersilahturahmi dengan warga RT 11 dan RT 12, Kelurahan Ngantru Kecamatan Trenggalek. Untuk memperkenalkan diri dan minta doa restu kepada masyarakat. Karena Gus Ipul – dan saya, mempunyai niat untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.

Ditambahkan kedatangan ke kabupaten penghasil makanan khas tempe kripik ini, untuk melaksanakan sosialisasi kampanye untuk menyapa warga Trenggalek, karena pepatah ” mengatakan, tak kenal maka tak sayang”, urainya.

Jika Gus Ipul sudah dikenal oleh masyarakat Trenggalek saya masih belum, maka mulai pagi sampai dengan sore nanti, saya akan berjalan dari titik ke titik ditemani oleh Gus Ipin dan Pak Mulyadi.
Karena itu kepada ibu ibu sebagai sesama perempuan, saya minta doa dan dukungannya, mudah mudahan saya berdua diridhoi oleh allah,”pungkasnya.(Ono/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.