Ribuan Sapi Terpapar PMK dan 7 Mati, Kadistan Ponorogo usulkan Tenaga Relawan ke Bupati

  • Bagikan

Ponorogo, MADIUNRAYA.com
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ponorogo, Masun, mengusulkan kepada Bupati Ponorogo agar menambah jumlah relawan yang mengobati wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Ponorogo.

Hal itu disampaikan oleh Masun saat ditemui oleh Madiunraya.com di Ruang Kerjanya, Senin (13/06/2022).

Menurut Masun, sesuai data yang masuk per 11 Juni 2022, ribuan Sapi sudah terpapar wabah PMK.

“Tujuh diantaranya mati. Di dominasi pedet atau anak sapi karena tidak bisa mendapatkan nutrisi yang baik dari induknya. Beberapa juga sapi dewasa karena terlambat penanganan,” ucap Masun.

Sesuai probabilitas, bisa jadi jumlah sapi yang mati bisa bertambah.

“Untuk itu, kami mengusulkan kepada Bupati Ponorogo agar menambah relawan untuk menangani wabah ini yang meliputi 12 Dokter Hewan dan 11 Mantri Hewan yang membantu untuk melakukan pengawasan dan pengobatan agar sapi yang terjangkit bisa sembuh,” jelas Masun.

Selain itu, Masun berharap agar seluruh peternak tidak panik.

“Kami (Pemkab Ponorogo) akan berupaya maksimal agar wabah ini bisa teratasi dengan baik. Kami pastikan obat dan vitamin cukup untuk mengobati sapi yang terjangkit. Selain itu, Pak Bupati juga melakukan berbagai upaya agar ada restrukturisasi perbankan bagi peternak yang memakai pinjaman bank untuk modal pembelian bibit sapi sehingga bisa menyesuaikan dalan pembayaran angsuran,” urai Masun.

Masun juga menjelaskan bahwa dititik masuk Ponorogo juga dilakukan penyekatan lalu lintas hewan ternak baik yang masuk maupun yang keluar Ponorogo.

“Ini untuk melindungi persediaan dalam rangka kebutuhan Idul Adha. Hewan korban yang masuk maupun keluar harus dipastikan sehat dan memiliki sertifikat. ” Tutup Masun. (yah/sof).

Ket Gambar :
Masun, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ponorogo

  • Bagikan