,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com
Karena hujan berintensitas tinggi membuat satu rumah di Desa Cepoko Ngrayun tertimpa longsor.

Menurut Kanit Sabara Polsek Ngrayun, Aiptu Budi Santoso peristiwa itu terjadi pada hari Senin tanggal 23 Mei 2022 pukul 02.00 WIB.

“TKP di Dukuh Kembang RT 01 RW 01 Desa Cepoko Kecamatan Ngrayun. Bencana tanah longsor itu menghantam tembok rumah sisi timur yang berhimpitan dengan tebing setinggi 3 m hingga jebol, volume longsoran tinggi 2 m x panjang 4m masuk dalam rumah menimbun perabot rumah tangga,” ucap Aiptu Budi Santoso, Senin (23/05/2022).

Kejadian itu, lanjut Aiptu Budi Santoso, menimpa rumah milik koban atas nama Endik Setiono (34).

“Yang bersangkutan merupakan petani, yang beralamatkan di RT 01 RW 01 Dukuh Kembang Desa Cepoko Kecamatan Ngrayun,” lanjut Aiptu Budi Santoso.

Untuk kronologinya, Aiptu Budi Santoso menyampaikan bahwa pada hari minggu tanggal 22 Mei 2022 mulai pukul 21.00 sampai dengan pukul 00.00 wib di Desa Cepoko pada umumnya terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Kemudian pada hari Senin tanggal 23 Mei 2023 pukul 02.00 Wib terjadi bencana alam tanah longsor menimpa diding rumah milik korban yang berjarak 1,5 m tinggi tebing 3 m sehingga menyebabkan tembok sebelah timur rumah korban jebol, material longsoran dengan volume tinggi 1,5 m panjang 4 m masuk rumah menimbun peralatan rumah tangga,” urai Kanit Sabara Polsek Ngrayun.

Meskipun tidak ada korban jiwa, kata Kanit Sabara, akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian harta benda kurang lebih Rp 10.000.000,-( Sepuluh juta rupiah).

“Kejadian itu kemudian di laporkan oleh Kades Cepoko saudara DWI CAHYANTO, S. Sos kepada pihak kepolisian pada hari Senin pukul 07.30 wib via WA. Selajutnya Polsek Ngrayun mengambil langkah mendatangi TKP, Membantu evakuasi dalam pembersihan material longsoran bersama warga,” kata Aiptu Budi Santoso.

Lebih jauh Kanit Sabara Polsek Ngrayun meminta agar masyarakat waspada saat hujan dengan intensitas yang tinggi.

“Jangan berada disamping tebing yang rawan longsor.” Tutup Aiptu Budi Santoso. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Maut, Jodoh dan Rezeki merupakan misteri Illahi Rabbi. Siapapun ketika datang dari ketiganya itu tak ada yang kuasa untuk menolaknya.

Seperti yang dialami oleh Mulyani (65), warga Desa Demangan, Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo dikabarkan meninggal dunia saat menikmati Lontong Sate di Pasar Pahing Jetis Ponorogo, Senin (16/05/2022) kemarin.

Menurut Kapolsek Jetis, Ponorogo, AKP Slamet Kariwahono, MH, saat itu anggota Polsek Jetis sedang melakukan Apel Pagi.

“Kami yang sedang Apel Pagi mendapatkan laporan dari warga bahwa di salah satu Warung Lontong Sate Ayam di Pasar Pahing Jetis ada orang yang meninggal dunia. Kami langsung menuju ke sana untuk olah TKP,” ucap AKP Slamet Kariwahono kepada Madiunraya.com, Selasa (17/05/2022).

Setelah melakukan pengecekan, lanjut Kapolsek Jetis, benar bahwa ada seseorang yang sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan badan tertelungkup di meja makan.

“Saat itu yang bersangkutan sedang menikmati Lontong Sate Ayam. Saat pesan dia masih sehat tetapi mengeluhkan dada kirinya sakit kepada sang Penjual. Setelah menikmati beberapa lahapan dia terkulai lemas dan sudah meninggal dunia saat kami (Polisi) datang,” terang AKP Slamet Kariwahono.

Yang bersangkutan, lanjut AKP Slamet, atas nama Mulyani, usia 65 tahun, warga Desa Demangan Kecamatan Siman, perbatasan dengan Kecamatan Jetis.

“Beliau ini sering berkunjung saat pasaran. Kemarin, saat Pasar Pahing yang merupakan pasaran kambing disini, beliau datang dan menuju warung Lontong Sate Ayam itu,” lanjut Kapolsek Jetis.

Usai melakukan olah TKP, Kapolsek menyebutkan bahwa tidak ada tanda penganiayaan.

“Namun saat kita mintai keterangan kepada pihak keluarga yang Alhamdulillah langsung bisa ketemu, mereka menyampaikan bahwa Pak Mulyani ini sering sakit namun tidak pernah periksa ke dokter. Keluhan terakhir yang disampaikan kepada Penjual Lontong Sate Ayam adalah dada kirinya sakit,” terang AKP Slamet Kariwahono.

Pihak medis yang datang pun, kata Kapolsek juga menyampaikan bahwa yang bersangkutan terkena serangan jantung.

“Untuk itu, saya menghimbau, bagi warga yang merasa sakit untuk segera melakukan pengecekan secara medis agar apa yang dikeluhkannya itu cepat mendapatkan pengobatan serta menghindari kejadian seperti ini karena penanganan yang tepat.” Tutup AKP Slamet Kariwahono.

Sebelumnya beredar video di beberapa media sosial kematian seseorang di sebuah Warung Makan yang terletak di area Pasar Pahing Kecamatan Jetis Ponorogo. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Polisi akhirnya bisa mengungkap faktor penyebab terjadinya kebakaran rumah di Jalan Sultan Agung Ponorogo yang terjadi pada Kamis Siang (24/02/2022).

Setelah melihat dan olah TKP serta mendengarkan keterangan dari Saksi-Saksi, Kapolsek Ponorogo, AKP Haryo Kusbintoro,S.H, menyimpulkan bahwa kebakaran rumah di Jalan Sultan Agung Ponorogo itu karena puntung rokok yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan rumahnya terbakar habis.

“Jadi rumah Soehardjo (71) di Jalan Sultan Agung 78 Kelurahan Nologaten Kecamatan Ponorogo terbakar akibat puntung rokok,”ungkap AKP Haryo Kusbintoro,S.H

Kapolsek Ponorogo juga menjelaskan bahwa keterangan dari Mualim, (52) yang merupakan perawat Korban, menyebutkan bahwa Korban sejak muda sudah merokok dan tidak mau berhenti biarpun dalam kondisi sakit.

“Saksi juga membenarkan saat dirinya meninggalkan rumah korban, kondisi korban dalam keadaan merokok. Korban (Soehardjo) juga diketahui mulai 26 September 2021, sakit patah tulang belakang dan sudah tidak bisa bergerak dan hanya berbaring ditempat tidur. Dan saat terjadi kebakaran korban hidup sendiri karena belum pernah menikah dan saat kondisi sakit saksi Mualim yang merawat,” lanjut AKP Haryo Kusbintoro,S.H

Untuk kronologisnya, Kapolsek Ponorogo menguraikan bahwa pada hari Kamis, tanggal 24 Peb 2022, pkl 11.05 wib saksi Mualim datang kerumah korban menawarkan mau makan apa dan jadwal shiben atau mandi.

“Namun korban tidak mau, pada waktu saksi Mualim masih berada di lokasi, korban menyulut rokok dan diperingatkan oleh saksi Mualim, dan sempat ditanya kalau merokok jangan tertidur, pkl 12.30 wib, saksi Mualim meninggalkan rumah korban pulang kerumah, pukul 14.00 wib, saksi Mualim mendapat informasi terjadi kebakaran dirumah korban, kemudian saksi Mualim datang ke lokasi dan api sudah membakar seluruh rumah dan korban tidak terselamatkan, kemudian korban menghubungi Ketua RT setempat dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ponorogo,” urai AKP Haryo Kusbintoro,S.H

Dengan kejadian ini, Kapolsek Ponorogo menyebutkan bahwa kerugian material berupa kerusakan rumah kurang lebih seniali Rp.150.000.000.-.

“Selain itu Korban diketahui meninggal dunia dengan luka bakar 80%. Kerusakan rumah 100% kemudian ditemukan 1 buah korek api, 1 pipa gading, 1 buah kaleng (sebagai asbak), Sisa kasur yang terbakar, Potongan kayu sisa tempat tidur terbakar. Korban MD diduga karena merokok, tertidur dan rokok menyambar tempat tidur yang mengakibatkan rumah juga ikut terbakar,”jelas Kapolsek.

Saat kondisi terbakar, AKP Haryo Kusbintoro, juga menyampaikan bahwa korban tidak bisa bergerak sama sekali, karena sakit dan tidak bisa minta pertolongan. “Keponakan korban juga membenarkan korban kondisi sakit tidak bisa bergerak dan setiap hari segala aktifitas dibantu saksi Mualim. Atas kejadian ini, pihak keluarga menerima atas kematian dan bersedia membuat surat pernyataan menerima ini musibah, tidak akan menuntut dan tidak dilakukan otopsi dan cukup pemeriksaan luar dan korban segera dimakamkan.” Pungkas AKP Haryo Kusbintoro,S.H. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Akibat guyuran hujan yang cukup deras, pada hari Rabu tanggal 16 Pebruari 2022 Pukul 16.00 Wib bencana alam tanah longsor menimpa Rumah Toko (RUKO) milik TUMARI Di Dukuh Krajan Desa Wayang Kecamatan Pulung.

Menurut Kapolsek Pulung, Iptu Hariyadi, S.H, pihaknya menerima laporan bahwa pada hari Rabu tanggal 16 Pebruari 2022 sekitar pukul 14.00 Wib wilayah Desa Wayang Kecamatan Pulung di guyur hujan lebat di sertai angin.

“Pada saat Saudari ROCHIMAH yang merupakan istri Saudara TUMARI di depan toko bersama anaknya  memdengar suara gemuruh dari belakang toko saat dilihat tembok belakang toko jebol tertimpa plesengan  dengan tinggi 5 Meter. Kemudian Saudara TUMARI melapor ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Pulung,” ucap Kapolsek, Kamis (17/02/2022).

Atas kejadian itu, Lanjut Iptu Hariyadi menyampaikan kerugian material kurang lebih Rp 20.000.000 juta.

“Korban jiwa nihil kemudian barang yang rusak meliputi Kulkas, kompor, Peralatan rumah tangga, Etalase toko dan Dagangan toko,”tanbahnya.

Kemudian Kapolsek Pulung juga menyampaikan bahwa pihaknya dibantu oleh warga membersihkan longsoran dan juga menyelamatkan barang toko yang masih bisa di selamatkan.

“Kami juga menghimbau agar warga berhati-hati alias siaga saat cuaca ekstrem melanda di wilayah kita. Jangan berada di lokasi yang rawan terjadi bencana agar tidak menimbulkan korban jiwa.”Pungkas Iptu Hariyadi. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Mengantisipasi kejadian kecelakaan lantas kereta kelinci atau odong odong yang terjadi di Madiun yang memakan korban hingga meninggal dunia, Satlantas Polres Ponorogo melakukan penindakan secara tegas terhadap kereta kelinci atau yang biasa disebut dengan Odong-odong yang masih beroperasi di jalan raya, pada Senin (07/02/2022).

Menurut Kasat Lantas Polres Ponorogo, AKP Ayip Rizal yang mengatakan bahwa upaya yang dilakukan oleh Satlantas Polres Ponorogo sudah dilaksanakan melalui beberapa tahap.

“Kami sudah melakukan beberapa tahap. Mulai dari mengundang dan mengumpulkan para pengusaha dan pemilik kereta kelinci untuk diberikan sosialisasi tentang aturan larangan merakit dan operasionalisasi kereta kelinci di jalan raya, sosialisasi melalui radio sampai dengan teguran dan terkahir penindakan,” ujar AKP Ayip Rizal.

Menurutnya bahwa beroperasinya kereta kelinci atau odong-odong di jalan dapat berdampak negatif, “Berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas dengan fatalitas korban massal, karena perakitan dan modifikasinya tidak melalui uji tipe sehingga tidak memenuhi syarat Keselamatan dan layak jalan,”tambahnya.

Lebih lanjut, Kasatlantas menjelaskan bahwa kemarin sudah ada kejadian laka lantas kereta kelinci di daerah Madiun. “Akibat kejadian itu, korban ada yang meninggal dunia, mungkin ini bisa kita jadikan pelajaran,” ucap AKP Ayip Rizal

Kasat lantas AKP Ayip Rizal juga mengungkapkan bahwa Penindakan terhadap kereta kelinci atau odong-odong ini akan terus dilakukan dan pentahapannya akan terus ditingkatkan yaitu dengan menyita kendaraannya sebagai barang bukti Tilang.

“Semoga melalui Penindakan terhadap kereta kelinci atau odong-odong ini dapat mencegah terjadinya fatalitas korban laka dengan jumlah massal,” pungkasnya. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Usai menjadi Keynote Speaker dalam Seminar Nasional di IAIN Ponorogo, Menteri BUMN, Erick Thohir berkesempatan menyaksikan pertunjukan Seni Reyog Ponorogo di Monumen Bantarangin, Sabtu (05/02/2022).

Puluhan Dadak Merak bersama para punggawanya yang dikolaborasikan dengan Seni Jaranan Thek memainkan irama dan gerak tari indah dipandang.

“Reyog Milik Indonesia”, adalah Tema yang diusung dalam pertunjukan itu.

Kang Bupati Sugiri Sancoko yang memberikan sambutan meminta do’a dan dukungan agar Seni Reyog Ponorogo segera menjadi budaya yang diakui oleh Dunia dan menjadi milik Indonesia.

“Kami juga bermimpi untuk menjadikan Bukit Gamping di Sampung menjadi Patung Reyog Raksasa. Dibawahnya ada Museum Kehidupan. Dengan begitu maka akan mengundang banyak wisatawan sehingga UKM di Ponorogo bisa merasakan peningkatan kesejahteraan,” ucap Kang Bupati Sugiri.

Sementara Menteri BUMN, Erick Thohir menyampaikan bahwa dirinya sangat mendukung Reyog Ponorogo agar menjadi budaya dunia yang menjadi milik Ponorogo.

Atraksi Anak Silat Ponorogo di Depan Menteri Erick Thohir

“Indonesia memiliki kekayaan yang beragam tentang budaya, makanan, pakaian dan adat istiadat yang lainnya. Untuk itu kami sangat mendukung agar budaya lokal Ponorogo ini yaitu Seni Reyog Ponorogo mendapat pengakuan dari dunia dan merupakan milik Ponorogo,” ucap Menteri Erick Thohir yang disambut dengan tepuk tangan dari hadirin.

Selanjutnya, Menteri Erick Thohir menyampaikan bahwa selama ini, sebelum Pandemi, kunjungan wisatawan asing ke Indonesia hanya 22%.

“Selebihnya, yaitu 78% merupakan wisatawan domestik. Namun selama ini regulasi yang mengatur wisatawan lokal belum kita maksimalkan. Untuk itu kedepannya harus dibangun ekosistem yang bagus agar wisatawan puas, UKMM laris dan masyarakat bisa bertambah sejahtera, dalam hal ini Reyog harus menjadi pemicu kebangkitan UMKM di Kabupaten Ponorogo,” tambahnya.

Untuk peran Kementerian BUMN, Erick Thohir menyampaikan bahwa pihaknya telah berkolaborasi mendukung peningkatan kunjungan wisatawan di beberapa tempat. “Di Lampung, Riau, Toba dan lainnya kami telah berkolaborasi. Saya berharap, kedepan agar Ponorogo bisa mengambil bagian tentang hal ini, ” ucap Menteri Erick Thohir.

Dalam kesempatan itu, Menteri Erick Thohir menerima Cinderamata dan juga lukisan dari Seniman Ponorogo. Selain itu, Menteri Erick Thohir juga naik kepala Singo Barong. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke 76, Komunitas Wartawan Ponorogo bersama dengan Polres Ponorogo serta Komunitas Cupang menggelar Fogging dan pembagian ikan Cupang di RT 4 RW 1 Jalan Larasati Kelurahan Surodikraman Kecamatan Kota Ponorogo, Kamis Pagi (03/02/2022).

Menurut Muhammad Nuryasin, Ketua Panitia kegiatan HPN ke 76 di Kabupaten Ponorogo menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Ponorogo dan Komunitas Cupang Ponorogo atas kerjasamanya.

“Saya selaku ketua panitia HPN mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian dan komunitas Cupang yang telah ikut mewarnai kegiatan fogging dan pembagian Cupang kepada warga masyarakat,” ujarnya

Menurutnya, kegiatan Fogging dan pembagian cupang ini dalam upaya membantu Pemerintah untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah di Ponorogo.

“Untuk Fogging fungsinya adalah untuk membunuh nyamuk dewasa, sedangkan ikan Cupang atau ikan aduan bertugas membunuh jentik nyamuk,” jelas Nur Yasin

Sementara menurut Kasat Samapta Polres Ponorogo, AKP Edi Suyono juga menjelaskan di mana Ponorogo saat ini angka demam berdarahnya masih terus meningkat.

“Untuk itu, hari ini kami bersama dengan temen-temen komunitas wartawan Ponorogo dan komunitas pecinta cupang Ponorogo dalam rangka ikut berperan pencegahan demam berdarah, melakukan aksi nyata untuk menanggulangi Demam Berdarah dengan Fogging dan membagikan Ikan Cupang,”jelasnya.

Diharapkan dengan pembagian ikan cupang bisa membunuh jentik-jentik dan merupakan upaya dari teman-teman komunitas wartawan, “Hal ini dimaksudkan untuk ikut mengurangi  angka penyebaran demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk,” imbuhnya

Sementara Ginanjar dari komunitas Cupang Ponorogo menyampaikan bahwa pihaknya bersama teman-temannya mengumpulkan cupang dalam rangka ikut membantu memutus mata rantai penyebaran DB.

Ginanjar juga menyampaikan bahwa Komunitas Ikan Cupang merasa terpanggil untuk ikut serta mengurangi penyebaran demam berdarah di Ponorogo.

“Dan tahun ini bersamaan dengan Hari Pers Nasional, Saya dan komunitas cupang melepas sebanyak 300 ekor cupang kita bagikan kepada warga, sekaligus melakukan Fogging,” ungkapnya

Salah satu warga di Kelurahan Surodikraman bernama Iwan (52) mengaku senang, karena wilayahnya dilakukan fogging dan pemberian ikan cupang.

“Terima kasih kepada para Jurnalis Ponorogo, Kepolisian dan komunitas Cupang karena telah peduli ikut memutus penyebaran Demam Berdarah yaitu melakukan fogging juga pemberian ikan cupang di lingkungan kami. Selamat hari pers, semoga pers tetap jaya dan memberikan informasi yang akurat,” ucapnya. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Bondowoso – MADIUNRAYA.COM

Penyanyi remaja yang juga alumnus The Voice Kids, Diandra Edrania Mutiara Syifa’ atau yang akrab dipanggil Diandra melakukan aksi mulia dengan menggalang dana untuk Rumah Belajar Orang Papua (OPA).

Menurut Diandra, kegiatan itu berkolaborasi dengan BenihBaik.com.

“Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa OPA memfasilitasi anak-anak nelayan dan anak-anak pedagang ikan di Pasar Gantung Kabupaten Sorong untuk belajar. Puluhan anak yang punya semangat belajar namun terhalang dengan tuntutan untuk mencari nafkah. Mereka dibekali pelajaran baca tulis, berhitung dan pendidikan karakter,”ucap Diandra, Rabu (02/02/2022).

Lebih lanjut Diandra menyampaikan bahwa apa dilakukannya itu juga diinisiasi oleh Gerakan Aksi Cinta Indonesia (ACI).

“Yaitu mempersembahkan sebuah karya yang berbentuk single lagu berjudul Arti Kasih, lagu tersebut yang saya nyanyikan,”tambahnya.

Lebih lanjut Penyanyi yang tumbuh besar di Ponorogo itu juga menyampaikan bahwa selain ACI, orkestra profesional asal Rusia, Moscow Metropolitan Symphony Orchestra yang dulu bernama Moscow Bow Tie Orchestra juga kembali berkolaborasi dengan ACI merekam musik Arti Kasih.

“Pemilihan tema kasih tersebut merupakan bentuk kepedulian saya terhadap mereka yang membutuhkan. Dulu sewaktu saya masih kecil, saya suka melihat Mama bersama teman-temannya aktif bergerak dalam suatu kegiatan sosial yang memperjuangkan anak-anak pengidap Atresia Bilier untuk bisa mendapatkan pengobatan. Sejak saat itu saya sangat ingin untuk berbuat sesuatu, tetapi waktu itu masih belum menemukan caranya. Kalau hanya sekedar membuat ajakan berdonasi, banyak orang yang mengabaikannya. Dari situlah saya punya cita-cita ingin menjadi penyanyi yang bisa diterima oleh masyarakat. Sehingga suara saya dapat terdengar dan bisa membantu orang-orang disekitar yang membutuhkan,” urai Diandra yang merupakan peraih 2 Gold Award Asia Pacific Art Festival (APAF) di Vietnam tahun 2019.

Diandra juga mengatakan bahwa Gerakan ACI melalui karya seni inovatif, selalu aktif berkolaborasi dengan Benihbaik.com dalam menggalang dana untuk anak-anak Indonesia yang membutuhkan.

Sementara menurut Josefina Setia Widanti, Project Manager ACI, menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi keinginan Diandra yang menggalang dana melalui persembahan suara emasnya itu.

“Itulah sebabnya, ketika Diandra menyampaikan untuk berkontribusi dalam memberi dampak positif bagi anak-anak Indonesia yang membutuhkan melalui karya, kami menyambutnya dengan penuh antusias. Apalagi berdekatan dengan Hari Kasih Sayang Valentine di Bulan Februari, kami meluncurkan lagu Arti Kasih. Sebagian dana yang dihasilkan dari pemutaran lagu ini melalui digital platform akan disalurkan melalui Campaign ‘Gerakan Aksi Cinta Indonesia Berbagi Kasih Untuk Anak-Anak di Papua Barat’ yang saat ini sudah dapat diakses melalui laman benihbaik.com,” ucap Josefina.

Berikut kampanyenya : https://m.benihbaik.com/campaign/gerakan-aksi-cinta-indonesia-berbagi-kasih-untuk-anak-anak-di-papua-barat.

https://m.benihbaik.com/campaign/gerakan-aksi-cinta-indonesia-berbagi-kasih-untuk-anak-anak-di-papua-barat.

CEO dan Founder Benihbaik.com, Andy F Noya mengapresiasi langkah ACI yang melakukan hal yang baik tersebut.

“Hari Kasih Sayang memang saat yang tepat untuk berbagi kasih. Namun hari ini hanyalah sebagai pengingat bahwa kita harus mengasihi sesama setiap waktu, tidak hanya hari ini, seperti yang terus dilakukan oleh Gerakan Aksi Cinta Indonesia. Kali ini bersama Benihbaik.com, mereka menggalang dana untuk anak-anak di Papua Barat. Terima Kasih ACI dan mari TemanBaik kita juga dapat membantu mereka melalui kampanye ini,” kata Andy F Noya.

Untuk pembuatan single Arti Kasih sendiri melibatkan tim dari Gerakan Aksi Cinta Indonesia (ACI), baik lirik maupun arransemennya sehingga terciptalah suatu kolaborasi manis antara Diandra, Team ACI dengan Tie Bow Moscow Orchestra.

“Lagu Arti Kasih dapat diakses melalui platform digital kesayangan yaitu Spotify, Itunes, Deezer, Amazone, Tidal, Youtube Musik dan lain-lainnya mulai tanggal 02 -02 – 2022. Dengan mendengarkan lagu Arti Kasih, maka para pendengar telah ikut berkontribusi untuk membantu anak-anak di Papua Barat mendapatkan tempat pendidikan yang layak.”Tutup Diandra EM Syifa. (Yah/Gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.