,

Jualan Siomay dan Batagor di Selatan SMKN 2 Ponorogo, Mang Ogut asal Garut bisa raup Rp 700 ribu sehari

oleh -Dibaca oleh : 30261 Pemirsa
Mang Ogut saat dikerumuni oleh Pembeli Siomay di Lapaknya
Mang Ogut saat dikerumuni oleh Pembeli Siomay di Lapaknya

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Namanya Rizki, masih berusia 27 tahun. Orang memanggilnya Mang Ogut, asal Garut Jawa Barat.

Sejak 4 bulan terakhir, Mang Ogut berjualan Siomay dan Batagor di selatan SMKN 2 Ponorogo.

“Alhamdulillah mas, sejak jualan pertama, kini dagangan saya laris. Banyak anak sekolah dan masyarakat yang lewat beli Siomay,” ucapnya disela-sela melayani pembeli.

Mang Ogut sebelumnya bekerja sebagai Kuli Bangunan di beberapa kota. “Pernah juga menjadi Cleaning Services. Namun saya kemudian diajak Bos yang juga asli Garut untuk jualan Siomay dan Batagor. Alhamdulillah laris,” tambah Mang Ogut sambil tersenyum.

Mang Ogut mengungkapkan kalau saat jualannya laris, sehari bisa beromzet Rp 700.000,-

“Kalau pas ramai bisa Rp 700 ribu mas. Itu Omzet lho mas. Tapi Alhamdulillah disyukuri. Jualan Siomay lebih mudah dari menjadi Kuli mas,” jelas Mang Ogut, yang sudah berkeluarga itu.

Setiap hari Mang Ogut mangkal di Selatan SMKN 2 Ponorogo. “Alhamdulillah anak-anak SMKN 2 Ponorogo sudah akrab dengan saya. Harganya pun sesuai dengan permintaan. Bisa 2000, bisa 5000, bisa 10 ribu, tinggal kita sesuaikan saja,” jelas Mang Ogut.

Lebih jauh Mang Ogut akan pulang kerumahnya di Garut setiap 2 bulan sekali.

“Mengunjungi keluarga 2 bulan sekali. Yang penting transferannya rutin mas untuk kebutuhan keluarga.”Pungkas Mang Ogut sambil tersenyum.

Sementara menurut Dewi, siswi SMKN 2 Ponorogo, dirinya kalau istirahat selalu membeli Siomay milik Kang Ogut itu.

“Orangnya Ganteng mas, ramah lagi. Selain itu Siomay nya enak. Sambal kacangnya itu lezat. Makanya saya dan teman-teman selalu membeli Siomay disini,” ucap Dewi. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.