Surabaya – Portal Madiun Raya
Pasangan Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa – Emil Dardak hampir pasti menang dalan pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 yang berlangsung hari ini, Rabu (27/06).

Hampir semua lembaga survey menempatkan mantan Menteri Sosial tersebut menang diatas 50 %. LSI misalnya menempatkan Paslon yang didukung Partai Demokrat, Golkar, Nasdem, PAN, Hanura, tersebut mencatat angka 55,38 % untuk Khofifah Emil, sementara Gus Ipul – Puti 44,62%.

Lembaga survey Indikator juga menempatkan Khofifah – Emil menang di angka 53,9% sedangkan Gus Ipul – Puti meraih 46,1%.

Sedangkan Lembaga Survey Poltracking mencatat 55,74% untuk Khofifah – Emil dan 44,26% untuk Gus Ipul – Puti.

Saat kampanye, paslon nomor satu di Pilgub Jatim ini menyampaikan akan membangun Jawa Timur dengan 9 Nawa Bhakti Satya Bhakti.

1: Jatim Sejahtera, yaitu mengentaskan kemiskinan menuju keadilan dan kesejahteraan sosial.
Caranya dengan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus untuk penduduk miskin di 38 kabupaten/kota, 664 kecamatan, 5.674 desa, dan 2.827 kelurahan. Disabilitas, lansia terlantar, dan perempuan kepala keluarga rentan.

Kemudian mengurangi beban 26 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan subsidi provinsi anggaran ini akan meningkat mengikuti peningkatan pendapatan APBD provinsi.

Bhakti ke-2: Jatim Kerja. Yaitu Millineal Job Center dengan cara memberikan job training, pendidikan vokasi, membantu starting-up usaha, membantu promosi bagi usahawan muda, dan membantu pembiayaan usaha pada tahap awal usaha.

Program Dream Team Science Techno Park (STP) dengan sasaran 5-10 anak SMK dan 2-4 anak D3/S1, membentuk STP bagi kelompok rintisan usaha di berbagai daerah. Kemudian Belanja Inovasi Daerah (Belanova), memberikan jaminan bagi produksi dan distribusi produk-produk inovasi anak muda melalui informasi super koridor di 5 Bakorwil

Bhakti ke-3: Jatim Cerdas dan Sehat. Yaitu pendidikan dan kesehatan gratis berkualitas.

Program ini adalah Tis-Tas (Gratis dan Berkualitas) dengan memperluas cakupan bantuan siswa miskin, bantuan biaya sekolah, dana insentif operasional akreditasi, tunjangan kinerja bagi guru tidak tetap. Kemudian tunjangan PKL, SMK jurusan prioritas (kelautan, teknologi pertanian, pariwisata).

Selanjutnya, Program Desa Sehat untuk memperkuat layanan kesehatan pedesaan. Memperkuat RSU Provinsi di Madiun, dan memperkuat RS rujukan di Madura dan Tapal Kuda. Memberikan akses pendidikan berbasis pesantren bagi anak petani, anak nelayan, anak buruh, anak yatim dan anak yatim piatu yang kurang mampu.

Bhakti ke-4: Jatim Akses. Yaitu membangun infrastruktur dalam kerangka pengembangan wilayah terpadu, dan keadilan akses bagi masyarakat pesisir dan desa terluar seperti Kawasan Lingkar Wilis, Lingkar Bromo, Lingkar Ijen, Gerbang Kertasusila, Koridor Maritim Pantura Jawa-Madura, Koridor Maritim Selatan Jawa.

Membangun dermaga perintis pulau-pulau di Sumenep, penguatan layanan transportasi laut Pulau Bawean, dan pengembangan pesisir selatan. Selanjutnya melakukan percepatan dan pengembangan bandara perintis.

Bhakti ke-5: Jatim Berkah. Yaitu dengan memberi tunjangan kehormatan bagi imam masjid di kampung, pesisir, dan pulau terluar. Kemudian perluasan tunjangan kehormatan bagi hafidz-hafidzoh. Penguatan peran pondok pesantren dalam mendorong partisipasi sekolah dan beasiswa guru diniyah S2.

Juga membangkitkan kesetiakawanan sosial, kepahlawanan dan keperintisan. Mendorong kesalehan dan tanggung jawab sosial masyarakat dan dunia usaha dengan membangun karakter masyarakat yang berbasis nilai-nilai kesalehan sosial, budi pekerti luhur.

Bhakti ke-6: Jatim Agro. Yaitu memajukan sektor pertanian, peternakan, perikanan darat dan laut, kehutanan, perkebunan untuk mewujudkan kesejahteraan petani dan neayan. Menguatkan program petik, olah, kemas, jual, mengembangkan agropolitan, stabilisasi dan tabungan pangan, asuransi petani, restrukturisasi produk pertanian.

Selanjutnya menjadikan sungai dan hutan sebagai sumber kehidupan dan penguatan SDM pertanian dan Gapoktan. Serta mengembangkan kawasan pertanian terpadu berskala nasional.

Bhakti ke-7: Jatim Berdaya. Yaitu memperkuat ekonomi kerakyatan dengan berbasis UMKM, koperasi, dan mendorong pemberdayaan pemerintahan desa. One Village One Product One Corporate and Agropolitan.

Kemudian Communal Branding untuk UMKM, supply and demand channel, penataan pasar tradisional, inklusi UMKM retail modern, dan menumbuh-kembangkan koperasi perempuan, petani, nelayan, dan perdagangan antar pulau.

Bhakti ke-8: Jatim Amanah. Yaitu menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, efektif, dan anti korupsi. Membudayakan meritokrasi, menyelenggarakan complain handling system, budaya birokrasi yang melayani dan efektif, menjaga clean government, sound governance, perluasan dan pelayanan berbasis IT.

Dan yang terakhir, Bhakti ke-9: Jatim Harmoni. Khofofah-Emil siap menjaga harmoni sosial dan alam dengan melestarikan kebudayaan dan lingkungan hidup. Pariwisata partisipatoris, integrasi museum perpusda dan galeri seni, ruang kebhinekaan, seni tradisional, clean industries, green city, halal tourism, 51 titik potensi ESDM.

Di program ini, Khofifah-Emil akan membuka dialog antar budaya (seni, seniman, dan budayawan). Kemudian dialog intern dan antar umat beragama. (yah/gin).

Ponorogo – Portal Madiun Raya
DPD PDI Perjuangan DIY menyerahkkan bantuan dana gotong royong untuk kemenangan Gus Ipul Puti sebesar Rp 120 juta.

Bantuan ini ditujukan untuk 3 Kabupaten di Jatim yakni DPC PDI Perjuangan Pacitan, Trenggalek dan Ponorogo.

Bantuan yang langsung diserahkan oleh ketua DPD PDIP DIY Bambang Praswanto. Kehadiran rombongan sebanyak 100 orang dari DIY ke DPC PDIP Ponorogo Sabtu sore, (23/6) juga disertai oleh 5 DPC PDIP se DIY beserta Fraksi dan pimpinan partai.

Bambang Praswanto, saat menyerahkan bentuan dana gotong royong mengtakan, ada 72 orang anggota fraksi se DIY yang ikut hadir di Ponorogo demi kemenangan Gus Ipul Puti. Sebab kemenangan Gus Ipul-Puti, yang berarti kemenangan Jatim adalah kemenangan untuk Indonesia. “Kami ingin merasakan kemenangan itu. Dan kami yakin, walau kami tidak punya hak suara, tapi pasti menang,” ujar Bambang.

Tujuan kita adalah memperjuangkan ideologi, kemenangan kita adalah demi rakyat Indonesia ke depan, tegasnya.

Selain memberikan dana gotong royong, sebagai gongnya kampanye Gus Ipul- Puti sebelum hari tenang adalah sumbangan gelaran ketropak Mataram dari DIY yang mendatangkan bintang tamu mulai Didik Nini Thowok, Marwoto hingga Yati pesek, di lapangan Kecamatan Babadan pada Sabtu malam.

Hadir dalam penyerahan dana gotong royong itu Ketua DPC PDIP Trenggalek, Pacitan dan Ponorogo, dan mereka betekad untuk meraih kemenangan diwilayahnya masing masing demi Gus Ipul Puti. Menurut mereka kunci kemenangan adalah kerja kerja kerja.

Agus Widodo, Ketua DPC PDIP Ponorogo dalam menerima bantuan dana gotong royong itu menyatakan, akan kerja keras di detik-detik memenangkan Gus Ipul Puti, bahkan segala daya dan upaya akan dilakukan agar suara Gus Ipul-Puti di Ponorogo meraih kemenangan.

“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat, dan perlu kami laporkan bahwa pemilih di Ponorogo ini dalah pragmatis maka perlu kerja keras untuk meraih kemenangan itu,” ujar Agus. (yah/gin)

Surabaya – Portal Madiun Raya
Eskalasi politik menjelang Pemilihan Gubernur Jawa Timur tahun 2018 terus berlangsung dinamis. Beberapa lembaga survey merilis hasil penelitiannya.

Salah satunya lembaga survei Semesta Alam Media dan Research. Lembaga survey tersebut merilis hasil penelitian yang dilakukan pada tanggal 25 Mei hingga 7 Juni 2018. Menurut L Riansyah, direktur lembaga tersebut menyatakan bahwa lembaganya tersebut menempatkan pasangan calon nomor urut dua, Gus Ipul – Puti sebagai pemenang. “Kalau pilgub Jatim 2018 dilaksanakan hari ini maka Paslon Gusti menang dengan prosentase 46 %, sedangkan kompetitornya yaitu Khofifah – Emil meraih suara 42,2 dengan undecided voters (belum menentukan pilihan) sebesar 11,8 persen”,jelas Riansyah, Kamis (14/06).

Jika mengabaikan undecided voters, paslon Gusti tetap menang dengan suara 52,2 persen dan Khofifah Emil mendapatkan suara 47,8 persen, sambung Riansyah.

Sementara menurut pengamat politik lokal, Subandi Buda, menyatakan bahwa paslob Gusti bisa unggul atas Khofifah Emil asalkan seluruh partai pengusung beserta timsesnya bekerja keras hingga hari pencoblosan. “Pilgub Jawa Timur 2018 ini sangat menarik karena melibatkan 2 kader NU yang sama sama kuat, dan memiliki basis masa yang kuat”,jelas Bandi, panggilan akrabnya, Senin (18/06).

Namun bagi kader PDIP tersebut, Pilgub Jatim 2018 ini merupakan pertarungan hidup dan mati. “Puti adalah cucu biologis dan ideologis, untuk itu kita bekerja keras untuk memenangkan pasangan Gusti”,lanjut Bandi. (Yah/Gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Menargetkan kemenangan bagi pasangan calon yang diusungnya yaitu Gus Ipul – Puti (GusTi), DPC PDIP Kabupaten Ponorogo menggelar pelatihan saksi di Kecamatan Jenangan, Senin (04/06).

Diikuti ratusan massa dari PDI Perjuangan Ponorogo, pelatihan saksi tersebut berjalan penuh semangat.

Menurut Agus Widodo, Ketua DPC PDIP Ponorogo bahwa pelatihan saksi di Kabupaten Ponorogo sudah hampir terselesaikan. “Dari 21 kecamatan yang akan kita berikan pelatihan sampai hari ini tinggal tiga kecamatan yang belum yaitu Kecamatan Bungkal, Jambon dan Slahung”,ujar Agus di sela sela kegiatan.

Kita berharap, dengan pelatihan saksi yang diberikan akan mampu mengawal suara jagoan kita dan memastikan aspirasi masyarakat Ponorogo tidak ternoda dengan tindakan curang seperti money politik, sambungnya.

“Pelatihan saksi ini di beberapa titik juga bersamaan dengan reses anggota DPRD Kabupaten Ponorogo, DPRD Provinsi Jatim dan DPR RI. Untuk tiga kecamatan yang belum kita berikan pelatihan akan kita selesaikan sebelum lebaran, sehingga saat pencoblosan tanggal 27 Juni mendatang semua sudah siap”,pungkas Agus Widodo.

Sementara menurut Bambang Juwono, SH, M.Hum yang merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur menyatakan bahwa pelatihan saksi sangat penting dalam kehidupan demokrasi. “Saksi merupakan ujung tombak di TPS yang memastikan demokrasi berjalan dengan baik yaitu sesuai dengan azas Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia”,ujar Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur bidang kaderisasi dan ideologi tersebut.

Kita berharap saksi yang kita latih akan mampu mengawal suara Gus Ipul – Puti sehingga aspirasi masyarakat Ponorogo untuk memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur yang berpengalaman di Jawa Timur akan tercapai, sambungnya.

Saat ditanya target yang ingin dicapai terkait perolehan suara Gus Ipul – Puti, Bambang optimis jika paslon nomor dua tersebut akan meraup suara hingga 60%. “Kita realistis, di Ponorogo kita menargetkan 60% suara untuk kemenangan Gus Ipul dan Mbak Puti, ini untuk mengejar ketertinggalan suara kita di Pacitan dan Trenggalek, karena berdasarkan survey di dua tempat tersebut pasangan kita agak berat”,urai Bambang.

Namun secara total di Jawa Timur, kita yakin Gus Ipul dan Mbak Puti akan menang di kisaran 70%, pungkas Bambang Juwono. (yah/gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.